Membaca sholawat itu ada maqom maqomnya. Kalau maqomnya kasih standard maka hanya setan kelas cere yang kepanasan. Oleh karena itu anda harus paham sholawat dengan makna yang lebih dalam. Simak Amalkan Sholawat Ini, Niscaya Iblis & Setan Akan Hancur.
SANTAPAN ROHANI, PRAKTEKKAN SHOLAWAT INI NISCAYA SETAN SETAN AKAN TERB4KAR
saya olesi minyak telon campur minyak herbal kiriman ustadz sambil sholawat. Alhamdulillah setelah dimandikan. panasnya hilang
Jawab: Tadi saya jumatan di sebuah masjid di gunung putri Bogor. Isi khutbah jumatnya keren sebab membahas tentang menyikapi ujian. Saat sholat saya sangat tersentuh dengan bacaan Al Quran dari imam yang membaca surat Al Baqarah ayat 155-157
Artinya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS Al Baqarah: 155-157)
Dan dalam setiap khutbah biasanya penceramah mengajak jamaah untuk meningkatkan taqwa kepada Allah. Dan menyampaikan bahwa nikmat terbesar adalah nikmat iman dan islam.
Cuma kebanyakan kita memahaminya iman dan islam adalah orang islam yang sholat. Sedangkan taqwa adalah menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Ini betul, tapi sahabat juga harus memahami makna yang lebih dalam.
Iman adalah hatimu percaya bahwa dibalik dinamika ujian ada Allah. Allah menguji kemana wajah hatimu menghadap. Kalau menghadap mahluk artinya imannya kepada mahluk. Kalau menghadap Allah artinya imannya kepada Allah.
Sedangkan islam adalah ketundukan hati ketika wajah qalbumu menghadap Allah. Sedangkan hati yang tunduk adalah qalbu yang tidak berontak ketika diberikan ujian demi ujian. Jiwanya tidak marah, benci, kecewa, sedih, khawatir, cemas dll. Sebab meyakini lalu mengalami sendiri bahwa dibalik ujian ada hikmah.
Qalbu yang lempeng memandang Allah dibalik ujian tanpa tolah toleh lalu menerima dengan ikhlas itulah makna sholat. Sholat adalah berdiri lempeng menghadap kiblat hati yang dipenuhi dengan cahaya Allah. Rukuknya benar benar memberikan penghormatan kepada Allah. Sujudnya adalah mnerima segala ketentuan Allah.
Kalau pada saat sholat hatinya menghadap mahluk sebenarnya ia tidak sedang sholat. Atau sholat tapi masih sebatas kulit saja. Tidak serius menyembah Allah. Misalnya saat sholat nangis nangis karena teringat kejahatan pelaku dzolim lalu meminta Allah mengadzabnya. Ini sebenarnya tidak lempeng melihat Allah, tapi melihat mahluk. Kalau sholatnya bener maka yang dilihat hanyalah Allah lalu menerima ujiannya. Meskipun berderai air mata yang penting qalbunya berjuang untuk menerima segala ketetapan Allah.
Jika sahabat sudah benar benar iman dan islam kepada Allah lalu sholat seperti diatas maka anda memang benar benar mendapatkan nikmat yang besar. Lebih bsar dari dunia dan seisinya. Dan ini bukan sekedar retorika tapi sudah menjadi pengalaman yang menghasilkan keyakinan yang menghunjam dada. Ini bukan sekedar kalimat doktrin tapi sudah mengakar dalam qalbu.
Mengapa imannya sampai menghunjam qalbu? Sebab dengan keyakinannya ini, ia sudah melihat sendiri hikmah dibalik ujian.
Kembali ke khutbah jumat. Biasanya khatib membaca ayat tentang sholawat dan mengajak jamaah untuk memperbanyak sholawat.
Artinya: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS Al Ahzab: 56)
Sudahkah anda bersholawat hari ini?
Ada yang sudah bersholawat, ada yang belum. Dan tidak jarang nggak sholawat tapi debat tentang kalimat sholawat. Ada yang bilang, "Pokoknya sholawat harus sesuai dalil kalau nggak maka nggak sah". Disisi lain ada juga yang bilang, "sholawat harus pakai sayyidina sebagai bentuk penghormatan".
Karena ini artikel santapan rohani saya mengajak sahabat semua untuk nggak ikut ikutan rame debat ya? Pinggirkan dulu pengetahuan anda, lalu buka hatinya lebar lebar.
Tahukah sahabat jika anda bersholawat dengan bacaan sholawat sesuai sunnah (sholawat ibrahimiah) maka setan setan akan kepanasan. Akan tetapi sholawat yang tidak sesuai sunnah, setannya juga kepanasan. Kalau nggak percaya coba saja.
Dari fakta ini artinya bukan sholawat harus begini dan begitu, nyatanya apapun kalimat sholawatnya setannya kepanasan kok. Meskipun ada juga setan setan belum keluar meskipun sudah dibacakan sholawat puluhan kali. Artinya nggak usah debat tentang kalimat sholawat, itu nggak penting. Yang penting adalah dibaca.... Ketika dibaca maka akan memberikan efek, kalau hanya debat hanya menambah musuh.
Apa itu sholawat? Sholawat itu jamak dari sholat. Maknanya mirip dengan sholeh. Arti sholawat menurut ulama ada beberapa misalnya bermakna rahmat, doa, kebajikan dll. Secara lahiriah kalimat sholawat adalah bentuk doa atau penghormatan yang ditujukan kepada Nabi Muhammad shollallaahu alaihi wasalam. Makanya beberapa sahabat menambah sayyidina sebagai bentuk penghormatan.
Maukah sahabat saya beritahu makna sholawat yang menyentuh hatimu? Kalau mau lanjutkan membaca, sekali lagi pinggirkan dulu ilmumu ya?
Sebelum lanjut ada pertanyaan, mengapa Allah dan malaikat bersholawat/ mendoakan nabi? Apakah posisi nabi lebih tinggi dari Allah? Seharusnya khan nabi yang berdoa kepada Allah. Jika anda bingung dengan pertanyaan diatas maka anda harus menemukan jawabannya. Yuk kita mulai.
Jika sholawat bentuk jamak dari sholat maka arti dari sholat adalah connecting atau terhubung. Kali ini saya mau menggunakan istilah "menyatu". Orang yang sholat berarti hatinya harus menyatu/ terhubung dengan Allah. Kalau nggak terhubung belum dikatakan sudah sholat.
Kalau makna sholat adalah menyatu, maka makna sholawat adalah menyatu (conneting) kepada semuanya segalanya. Dikatakan demikian karena sholawat adalah bentuk jamak dari sholat. Artinya segala sesuatu pasti menyatu atau diliputi oleh Allah. Allah meliputi segala sesuatu termasuk dirimu sendiri.
Sehingga kalimat "Innallaha wa malaikatahu yusholluna alan nabi" bermakna sesungguhnya Allah dan malaikat (cahaya) menyatu terhubung kepada nabi. Nabi bahasa arab, bahasa indonesianya pembawa berita/ cerita. Sehingga jika digabung kalimatnya jadi gini, "Sesungguhnya cahaya Allah meliputi segala berita, cerita dan realitas.
Artinya kalau sholawat secara lahiriah ditujukan kepada sosok Nabi Muhammad shollallaahu alaihi wasallam. Tetapi sholawat secara hakikat adalah, "Allah yang maha rohman dan maha rohim meliputi segala sesuatu". Dan segala sesuatu itulah realitas alam semesta termasuk realitas dinamika kehidupanku, kehidupanmu dan kehidupan semua manusia.
Sedangkan Muhammad adalah rosul Allah. Rosul Allah itu utusan Allah alias pembawa kabar/ cerita/ realitas. Sehingga makna muhammad dalam hal ini adalah realitas alam semesta sebagai bukti (rosul) akan adanya Allah. Muhammad artinya terpuji, Maka ucapan terpujilah Allah menyentuh kepada singgasana Allah yang sudah menjadi realiatas di alam semesta.
Ketika anda paham makna sholawat yang lebih dalam maka bacalah, misalnya dengan bacaan, "Allaahumma sholli alaa muhammad". Membaca dengan getaran Qalbu dimana menginginkan Allah meliputi dirimu lalu membimbingmu ke jalan yang benar. Ketika kamu membaca sholawat seperti ini niscaya cahaya Allah mulai masuk kedalam qalbumu.
Seperti apakah jalan yang benar? Jalan yang benar menginduk kepada akhlak dari insan yang bernama Muhammad bin Abdullah atau rosulullah shollallaahu alaihi wasallam. Akhlak beliau adalah akhlak terpuji. Disebut terpuji karena sudah sempurna menyatu dengan cahaya Allah.
Mengapa kita diminta sering membaca sholawat? Dan apa yang diinginkan dari bacaan ini?
Ketika anda membaca sholawat dengan makna yang lebih dalam maka bacalah dengan penuh harap bahwa Allah akan memasukkan cahayaNya dalam hatimu lalu membimbingmu ke arah yang benar. Bahasa lainnya (meskipun pasti ada yang protes), berharaplah supaya cahaya Allah menyatu dengan dirimu.
Mengapa harus berharap demikian? Karena diriku dan dirimu lebih banyak menyatu dengan hawa nafsu. Itulah yang menyebabkan kita tersesat. Sebab menuhankan diri sendiri. Merasa bisa, merasa mampu, merasa cerdas, merasa pintar dll lalu merasa bisa melakukan segalanya.
Oleh karena itu bacalah sholawat, "Allahumma sholli ala muhammad" tapi batinmu mengatakan ya Allah liputilah aku, bimbinglah aku denganMu atau dengan cahayaMu. Jangan biarkan nafsuku membimbingku yang menyebabkanku tersesat.
Jika getaran qalbumu berisi harapan yang demikian niscaya setan setan langsung beraksi frontal. Jika harapan anda sempurna saya yakin setan setan akan terlontar keluar. Kalau tidak percaya silahkan dicoba dan dipraktekkan ya?
Caranya bacalah sholawat beberapa kali tapi dengan penjiwaan seperti diatas. Akui bahwa kamu dan hawa nafsumu lemah lalu berharap Allah besholawat atasmu. Dalam artian lambungkan harapan dan doa supaya cahaya Allah masuk ke dalam qalbumu, lalu meresap ke semua jiwamu lalu ragamu hingga masuk/ menyatu sampai pori pori dalam kulitmu.
Lambungkan harapan kepada Allah agar berkenan menundukkan nafsumu yang selama ini sulit sekali dikendalikan. Relakan, lepaskan, dan biarkan hawa nafsumu dilemahkan supaya cahaya Allah bisa masuk kemudian menggantikan.
Secara lisan bacaannya adalah, "Allahumma sholli alaa muhammad", tetapi bahasa batinmu, "Allahumma yaa Allah, sholli (masukkan/ resapkan cahayaMu) alaa muhammad (pada jiwa dan ragaku)".
Jika qalbumu ikhlas, jujur, dan tulus mengucapkan yang demikian maka rasakanlah.... Rasakan dan saksikan betapa dahsyatnya bacaan sholawat yang muncul dari qalbumu. Lihatlah setan setan bereaksi sangat dahsyat yang bisa bisa membuatkmu kesurupan. Mereka silau, gentar, takut lalu keluar dari jiwamu yang ditandai dengan muntah angin.
Praktekkan ya? Dan ceritakan hasilnya di komentar
Syukron
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar