Apakah Akherat Surga dan Neraka Real Ada?

Apakah akherat ada? Langsung anda menajwab ada. Tapi kalau saya kasih pertanyan lebih detail pasti anda akan ragu. Yuk simak Apakah Akherat Surga dan Neraka Real Ada?.

 

SANTAPAN ROHANI, APAKAH AKHERAT ADA? APAKAH TUHAN ITU ADA?

istri yg keras kepala? bapak ku yg kesakitan saat aku rukyah madiri? Temen2 ku yg kirim jin ke aku? dan juga kluarga ku yg kerja sama dengan jin lalu melempar nya ke aku dan memaksa ku untuk kerja sama ? Dukun xxx yg tak henti2 nya menyerang. Ap arti dari semua inih pak ustadz 💆. Berilah aku satu doa agar bisa mengenal Allah agar slalu bersama  Allah. Supaya aku bisa slalu Damai dan tau mana yg hak dan mana yg batil. (Jika Allah bersamaku setiap detik) Setiap detik kah tapi apakah dia Rido terhadap ku pak ustadz

Jawab: Judulnya apakah akherat itu ada? Apakah surga dan neraka itu ada? Sampai kepada pertanyaan apakah Tuhan itu ada?

Jika saya memberikan pertanyaan ini kepadamu saya jamin anda akan mengatakan "akherat itu ada". Ketika saya menjawab, "Ah enggak, akherat itu nggak ada", maka anda akan memberikanku seribu dalil, seakan akan anda pernah kesana. Apalagi anda memiliki gelar ustadz, langsung deh mengatakan saya sesat, atheis, neraka dll.

Kalau saya bertanya balik, "Kalau memang akherat itu ada, surga dan neraka itu ada, apakah kalian sudah pernah ke sana? Kalau belum pernah ke sana kok berani beraninya mengatakan akherat itu ada?". Maka lagi lagi anda akan menceramahi saya pakai nuding nuding.

Kalau saya berkata, "Kalian belum penah ke akherat, ke surga, ke neraka dll. Kalau aku sudah pernah ke sana. Bahkan aku melihat Allah". Maka anda akan memukulku dan mengatakan aku kafir. Padahal saya mengatakan apa adanya bahwa saya pernah ke sana. Cuma mana ada yang percaya? Meskipun anda mengatakan percaya surga dan neraka tapi anda tidak akan pernah percaya ucapanku yang pernah ke sana khan?

Baiklah, anggap saja anda percaya akherat itu pasti adanya. Kalau memang anda yakin atau beriman akherat itu ada maka saya jamin anda akan "teramat sangat bahagia sekali ketika diberikan musibah demi musibah". Mengapa demikian? Sebab musibah itu penggugur dosa. Musibah adalah jalan untuk masuk surga. Tapi khan kenyataannya ketika kamu diberikan musibah berontak, nangis, marah, dendam, kecewa dan masih banyak lagi. Ya khan?

Seharusnya anda sangat ikhlas, sangat senang, sangat ridho ketika diberikan musibah. Sebab tahu dan yakin dibalik musibah ada hikmah. Sedangkan hikmahnya adalah ampunan Allah ketika kamu sabar. Nyatanya?

Malahan seharusnya kalau anda percaya akan adanya hari akherat maka anda sangat berharap diuji, diberikan musibah. Sebab seseorang yang diberikan ujian itu tanda Allah mencintai. Pertanyaannya adalah apakah ada orang yang berdoa, "Ya Allah berikan aku musibah". Nggak ada khan?

Nyatanya doamu pasti berkaitan dengan keinginan nafsu. Padahal nafsu itu adalah lawannya akherat. Misalnya berdoa, "Ya Allah jadikan aku kaya". Lalu ketika doamu berbanding terbalik kamu marah marah. Kamu maunya hidup enak, kaya, banyak duit, banyak istri, banyak bisnis, banyak relasi, jadi artis dll. Maunya di dunia kaya raya mati masuk surga. Dari mana rumus ini? Bahkan kamu nggak mau mati, maunya kekal di dunia.

Artinya apa? Artinya saya dan anda punya penyakit keimanan. Dalam kata lain sebenarnya saya dan anda tidak beriman kepada akherat. Mulutnya saja fasih bicara tapi hatinya berdusta.

Saya ulang lagi ya? Kalau anda yakin akan hari akherat maka dirimu pasti ikhlas, ridho bahkan bahagia dengan musibah yang dialami. Sebab musibah adalah ujian dari Allah, apakah engkau percaya Allah atau tidak. Kalau engkau ikhlas maka dapat surga, kalau engkau marah marah maka dapat neraka. Khan seperti itu rumusnya. 

Kalau memang kamu yakin surga dan neraka maka kamu pasti sibuk berbuat kebaikan sebanyak banyaknya. Ibadahnya kuat, sedekahnya kuat, nggak kikir, nggak pelit, nggak baperan, nggak suka berantem dll. Kenyataannya khan nggak demikian.

Nah pertanyaannya saya ulangi, apakah kamu percaya akherat, surga dan neraka? Mulai bingung khan? Mulai ragu khan? Kalau kamu menjawab percaya tapi kok dikasih musibah susah banget ikhlasnya, yang ada marah marah terus? Kalau kamu menjawab ragu atau tidak percaya akherat nanti dibilang k4fir.

"Kalau menurut ustadz, akherat itu ada tidak? Surga neraka itu ada tidak?".

Mau jawaban seperti apa nih? Kalau saya jawab dengan mantap, ya ada sebab saya pernah melihatnya bahkan merasakannya, pasti anda tidak percaya khan?. Kalau saya jawab, ya ada, sebab saya pernah masuk ke dalam neraka, pun pernah masuk ke dalam surga pasti anda akan menuduh saya macem macem khan?

Makanya kali ini saya mau menjawab dengan logika keimanan saja. Sebelum saya jawab, saya mau tanya, jin setan itu ada apa tidak? Jika anda pernah kena sihir maka saya yakin anda akan menjawab, "ya ada". Sebab sahabat yang kena sihir pasti pernah melihat jin atau jelmaan setan. Saya dulu juga pernah melihatnya, bahkan dalam keadaan sadar/ bukan mimpi.

Jika setan itu ada maka malaikat seharusnya juga ada. Meskipun anda belum pernah melihat malaikat seharusnya logika anda akan menyetujui. Sebab premisnya adalah jika setan ada maka malaikat seharusnya juga ada. Tidak mungkin hanya ada setan saja, sementara malaikat tidak ada.

Ya malaikat ada baik secara logika keimanan maupun secara pengalaman. Kami pernah melihatnya kok. Percaya atau tidak dengan pengakuan kami itu terserah kamu. Dan memang tubuhnya bercahaya menyilaukan. Tubuh dan wajahnya adalah cahaya yang tertutup oleh pakaian. Artinya wajahnya nggak kelihatan, hanya terlihat cahaya saja. Cahanya ada yang biru, putih atau agak kekuningan.

Jika setan itu ada maka iblis juga ada. Jika iblis ada maka malaikat seharusnya juga ada. Jika malaikat dan iblis itu ada artinya mengarah kepada premis berikutnya yang seharusnya bisa diterima logika anda yaitu surga dan neraka juga ada. Sebab iblis adalah tokoh antagonis (neraka) sementara malaikat adalah tokoh surga.

Seperti apa watak setan? Wataknya suka menyerangmu, mengganggumu, membisikimu, menghasutmu, menjebakmu, menggodamu, menipumu. Betul? Jika anda korban sihir pasti akan menganggukkan kepala. Penjelasan tentang setan, jin, iblis dan wataknya diuraikan dalam kitab suci Al Quran. Jika anda kena sihir maka plek. Penjelasan Al Quran tentang setan plek, persis.

Artinya apa? Artinya penjelasan tentang malaikat juga seharusnya plek, meskipun anda belum pernah melihatnya. Lalu akan mengarah kepada penjelasan tentang surga dan neraka yang seharusnya juga plek. Sehingga sampai kepada kesimpulan bahwa Al Quran adalah benar.

Sampai kepada sebuah kesimpulan bahwa benar sekali bahwa Al Quran adalah kalam atau cerita Allah. Allah bercerita tentang kekuasaannya yang mutlak dalam kitab suci. 

"Berarti Allah ada ya ust? Allah sebenarnya ada apa tidak sih? Seperti apa wajahnya sih?"

Pertanyannya saya balik, "sebenarnya kamu ada apa tidak?". Saya jamin anda akan menjawab sambil nyinyirin saya, "aku ada, buktinya jelas". 

Pertanyaan diatas mirip dengan pertanyaan akherat ada apa tidak? Anda akan menjawab ada. Tapi ketika saya sedikit menguraikan bahwa orang yang percaya akherat pasti senang diberikan musibah, maka anda mulai garuk garuk kepala. Sebab kenyataannya anda berontak, marah, kecewa dll.

Sama ketika saya bertanya lebih detail, kalau memang kamu ada coba tunjuk. Maka yang anda tunjuk bisa jadi baju, dada, kepala, atau daerah lain di tubuhmu. Yang kamu tunjuk itu bukan "aku", tapi kepala, dada, tangan atau yang lainnya. 

"Maksudnya nggak gitu ustadz, kalau ditunjuk jadinya lain. Yang disebut aku adalah seluruh tubuh ini mulai dari kaki sampai kepala, dan nggak usah ditunjuk, cukup dimengerti". 

Oke oke saya mengerti. Yang disebut aku sifulan, aku budi, aku bambang, aku pendekar langit adalah dari kaki sampai kepala. Itulah yang disebut aku "ada". Pertanyaan berikutnya "akumu" itu punyamu bukan? Rambutmu, matamu, pikiranmu, tanganmu, jantungmu, kakimu dll punyamu bukan? 

Nah anda mulai bingung khan? Mulai ragu khan? Sebab dari ujung kaki sampai ujung kepala nyata nyata bukan punyamu. Kalau bukan punyamu mengapa selama ini engaku "meng aku aku" yang bukan milikmu?. Nah loh

Yang bener bener punyamu yang mana? Yang dimaksud benar benar punyamu ketika engkau benar benar memilikinya, menciptakannya, memeliharanya dll. Maka faktanya sebesar atom dari tubuhmu bukanlah milikmu. Sebab kamu tidak pernah mampu menciptakan dirimu sendiri meskipun satu butir atom.

Kalau kamu tidak memberikan andil dalam penciptaan tubuhmu meski sebesar atom sebenarnya kamu ada apa tidak? Dalam bahasa lain "aku ada apa tidak?". Kalau kamu menjawab aku ada, berarti kamu mengaku aku yang bukan milikmu. Makin ragu khan?

"Aku ada karena diciptakan oleh Allah ustadz". Iya saya paham, tapi maksud saya jangan mengarah ke situ dulu. Itu hanya ucapan kabiasaan dari lisanmu saja. Yang saya maksud anda gunakan logikamu dulu. Jangan ujung ujungnga ke situ, nanti nggak dapat pencerahan. Khan tadi pertanyaannya "Allah ada apa tidak?". Lalu pertanyaanya saya balik, "kamu ada apa tidak?"

Kalau anda ngikuti tulisan saya maka pelan pelan anda akan mengakui kalau dirimu sebenarnya "nggak ada" dan tidak memiliki apa apa termasuk "aku". Yang ada adalah akun. Anda hanyalah akun, atau bahasa lainnya wayang. Kita semua adalah wayang wayang yang sedang membuat cerita. Karena kita hanya akun atau wayang maka kita sejatinya tidak bisa berbuat apa apa. Yang bisa berbuat apa apa adlah DALANGNYA.

"Iya aku mulai ragu, tapi kok aku tetap merasa hidup dan ada ya ust?"

Baiklah saya kasih bukti sains ya? Sains itu artinya ilmu pengetahuan yang sudah diteliti oleh pakarnya. Dalam sains dikatakan bahwa benda terkecil disebut atom. Alam semesta, bumi, manusia dan anda sendiri tersusun oleh bahan dasar atom. Kumpulan atom membentuk molekul, molekul membentuk organ, organ membentuk system organ sampai jadilah manusia atau mahluk hidup.

Tahukah anda bahwa 99.9 persen atom tersusun dari ruang hampa alias ketiadaan. Hampa, ruang kosong, tidak ada apa apa didalamnya. Artinya kamu yang tampak padat tersusun atau dibuat dari 99.99 persen ruang hampa. Sementara 0.01 persen materi yang  mengandung massa setelah diteliti ternyata isinya adalah energi yang bergetar. 

Dari mana energi yang bergetar itu datang? Ternyata energi ini muncul dari ketiadaan. Bukan ruang hampa ya, tapi ketiadaan. Yang dimaksud ketiadaan yaitu sebuah kondisi yang benar benar tidak bisa disebut dengan kata kata. Dari ketiadaan lalu tiba tiba muncul loncatan loncatan energi dengan tak terhingga kemungkinan. Dari tak terhingga kemungkinan muncul satu energi yang bergetar sebagai bahan baku atom dan seterusnya.

Dari secuil penjelasan sains diatas kesimpulannya alam semesta, saya dan anda diciptakan dari bahan baku ketiadaan. Dalam bahasa lain saya dan anda adalah ketiadaan itu sendiri. Bahasa lainnya saya dan anda sebenarnya "NGGAK ADA".

Maka pas sekali kalau saya dan anda disebut dengan anak adam. Karena arti dari Adam adalah "nggak ada". 

Sebenarnya saya mau cerita panjang lebar. Yaitu korelasi antara penciptaan alam semesta dengan kisah Adam (dan keturunannya) yang diturunkan dari langit ke dunia. Tapi dari pada melebar kemana mana mungkin lain kali saja saya tulis. Atau anda bisa membaca tulisan saya sebelumnya dengan tema, santapan rohani. Yaitu yang membahas tentang kisah ruh yang diberikan seribu pakaian sehingga bisa turun sampai langit dunia.

Kalau bahasa spiritualnya ruh diberikan seribu pakaian sehingga bisa turun ke dunia. Bahasa sainsnya energi yang diberikan massa sehingga menjadi materi. Secara sains loncatan energi yang tak terbatas dan berasal dari ketiadaan 99 persen menghilang kembali. Hanya satu persen saja yang terus bergetar. Dan satu persen ini adalah loncatan energi yang memiliki massa/ berat. Sehingga pada akhirnya terciptalah materi. Kalau bahasa fisikanya ada yang disebut partikel high bosson. Yaitu partikel yang memiliki massa. Bahasa lainnya God Particle.

Sehingga kesimpulannya materi ada karena berasal dari energi yang memiliki massa/ berat. Kalau tidak ada massa maka tidak akan ada materi untuk selama lamanya. Atau bahasa lainnya Manusia/ anak adam turun dari langit ke dunia karena diberikan seribu pakaian. Kalau ruh tidak diberikan pakaian/ hijab maka tidak akan pernah bisa menempati dunia untuk selama lamanya.

Jika kembali kepada pembahasan awal maka alam semesta, saya dan anda secara fisika tersusun dari ketiadaan. Bahasa islamnya disebut dengan Adam atau tiada. 

Sehingga pertanyaan "Allah atau Tuhan itu ada apa tidak?" menjadi tidak relevan. Sebab yang benar adalah, "Kamu ada apa tidak?". Dan jawabannya, saya dan anda sebenarnya NGGAK ADA. Bukan Tuhan yang nggak ada, karena faktanya kitalah yang nggak ada.

"Kalau saya dan anda sebenarnya nggak ada, lalu siapa yang ada?". Jawabannya sudah terjawab, yang ada adalah Yang Ada. Yang Ada adalah DIA yang tak bernama, tak bisa tersentuh oleh apapun jua. Yang Ada adalah yang memunculkan segala sesuatu dari ketiadaan. Atau Yang Ada muncul dari ketiadaan, yang menciptakan nur/ energi dan menjadi energi lalu menjadi materi. Yang memunculkan atom dan menjadi atom. Yang menciptakan alam semesta dengan sendiriNya. Artinya DIA menciptakan alam semesta sekaligus sendiriNya menjadi alam semesta. Itulah yang disebut dengan "AKU". AKU yang ada dengan sendiriNya. AKU yang menjadi, menciptakan, memelihara, memiliki sepenuh penuhnya.

AKU inilah yang menciptakan tak terhitung mahluk mahluk/ akun akun termasuk manusia. Lalu memperkenalkan dirinya sebagai Tuhan. DIA lewat lisan manusia memperkenalkan dirinya bernama Allah. Artinya sebelum adanya mahluk DIA sendiri, tak bernama, tak bisa disebut dengan kata kata.

Kalau anda masih garuk garuk kepala, artinya anda masih merasa ada. Artinya anda nggak ngikuti tulisan saya. Karena sudah tegas saya tulis saya dan anda sebenarnya adam atau tiada. Harus pakai bukti apa lagi sampai meyakinkanmu kalau anda sebenarnya tidak ada?

Dari pada bingung mending diam dan saksikan saja. Karena memang kita diciptakan untuk menyaksikan bukan untuk membuat cerita. Bukan juga untuk mengaku ngaku ada, hidup, bisa dan kuasa. Menyaksikan bahasa arabnya syahadat. Kita hanya disuruh bersyahadat, "laailaaha ilallah". 

Menyaksikan apa? Menyaksikan perbuatan/ cerita DIA Yang Ada dengan sendiriNya. Bahasa islamnya menyaksikan Allah dibalik diirmu dan dibalik segala galanya.

Ikhlas menyaksikan kalau dirimu sedang kena sihir, sedang kena musibah, sedang menderita dan semacamnya. Itu semua cerita DIA bukan cerita mahluk. Oleh karena itu tidak usah marah, tidak usah berontak, cukup menyaksikan/ nonton ceritaNya sambil makan popcorn. 

Tidak usah membuat cerita sendiri dengan hawa nafsumu. Karena hawa nafsumu memang sengaja diciptakan sebagai sutradara terburuk. Akan tetapi berikan DIA kekuasaan mutlak untuk membuat cerita pada dirimu sendiri. Karena DIA adalah sutradara terbaik semesta alam. 

Sang Dalang atau Sang Sutradara membuat cerita supaya DIA dikenali. Supaya saya dan anda mengenal Allah sebagai sutradara terbaik atau sebagai satu satunya Tuhan. DIA ingin mengenalkan diriNya kepadaku dan kepadamu dalam satu kalimat, ashadu allaailaaha illallah.

"Tapi khan kata ust kita semua sebenarnya nggak ada. Lalu Tuhan atau Allah sedang memperkenalkan diriNya kepada siapa?"

Nah pertanyaan bagus ini. Silahkan direnungkan dan temukan jawabannya ya? Kalau anda berhasil menemukan jawabannya maka selesai sudah pencarian. Game is over.

Syukron

Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apakah Ketagihan Judol, Kecanduan Slot, Main Game dll Gangguan Jin?

Apakah Ketagihan Judol, Kecanduan Slot, Main Game dll Gangguan Jin? Ya bisa jadi karena gangguan jin atau dampak sihir. Tapi bisa juga karen...