Begini Cara Melihat Allah dengan Terang Benderang

Apakah Allah bisa dilihat? Bagaimana cara melihatnya dan dengan apa? Simak artikel Begini Cara Melihat Allah dengan Terang Benderang.

 

BAGAIMANA CARA MELIHAT ALLAH?

Allah itu ap pak ustadz. Ap Allah itu iklas dan lapang. Perasaan aku sudah belajar sabar saya udah buang jauh2 dendam lalu bagaimana cara ku melihat Allah

Jawab: Bagaimana cara melihat Allah? 

Apakah dengan mata kepala dan atau panca indera? Bukan. Segala yang kau tangkap dengan panca indera bukanlah Allah. Yang kau tangkap dengan mata, telinga, mulut adalah mahluk. Misalnya bambang, budi, klepon, seblak, batu, kucing, HP, api, cahaya, bumi, bulan dll adalah mahluk.

Apakah dengan pikiran (otak)? Bukan juga. Segala imajinasimu tentang Allah itu bukan Allah. Itu mahluk hasil dari imajinasimu. Saat engkau berimajinasi Allah duduk diarsy itu bukan Allah. Saat engkau berimajinasi Allah dimana mana itu bukan Allah. Itu mahluk hasil imajinasimu.

Saat dirimu hapal fikih tidak berarti kenal Allah. Saat engkau hapal Quran tidak berarti bisa melihat Allah. Saat engkau lulus belajar ilmu agama di Arab, Mesir, Kairo dll tidak jaminan mampu melihat Allah. Saat engkau dipanggil ustadz lalu ceramah dimana mana tidak jaminan sudah kenal dan melihat Allah.

Saat engkau berdebat tentang dalil halal haram itu bukan berdebat karena Allah. Saat engkau berdebat tentang Allah di sini, disitu, melakukan ini, melakukan itu bukanlah perdebatan karena pernah melihat Allah. Saat engkau dialog tentang akidah dan tauhid bukan berarti yang mengajarkan tauhid sudah melihat Allah. Itu semua pembicaraan atau perdebatan isi akal.

Saat engkau saling menyesatkan golongan masing masing sebenarnya kedua golongan itu sesat. Saat engkau mensyirikkan paham lain sebenarnya keduanya syirik. Saat engkau mengatakan membela Allah sebenarnya engkau membela dirimu sendiri.

Apalah dengan rasa? Bukan. Ketika engkau ikhlas dan sabar itu bukan Allah. Ketika engkau menangis saat sholat tidak jaminan menangis karena Allah. Saat engkau bahagia karena membantu orang lain bukan jaminan karena Allah. Saat engkau lapang itu bukan berarti melihat Allah.

Saat engkau tembus alam gaib itu bukan karena dekat dengan Allah. Saat engkau bisa mengendalikan jin bukan juga karena menjadi kekasih Allah. Saat engkau tahu sebelum kejadian itu juga bukan karena mengenal Allah.

Apakah dengan hati? Bukan juga. Hati itu tempat keyakinan atau iman. Hati yakin kepada Allah bukan berarti sudah melihat Allah.

Lalu dimana Allah? Bagaimana cara melihat Allah?

Allah adalah kholiq atau pencipta bukan ciptaan. Allah meliputi segala ciptaan bukan ciptaan yang meliputi Allah. Ciptaan tidak akan pernah mampu melihat yang menciptakan. Yang mampu melihat Sang Pencipta adalah Sang Pencipta itu sendiri. Yang mampu melihat Allah adalah Allah sendiri.

Pertanyaan bagaimana cara mengenal atau melihat Allah maka jawabannya "RUH". Yang melihat Allah adalah ruh Allah yang ditiupkan kepada manusia. Ruh itu bukan pikiran, perasaan, hati atau nyawa. Pikiran perasaan dan hati hanyalah kenyataan untuk melihat wujud ruh. Ruh itu urusan Allah. Ruh itu rahasia Allah.

Sehingga jawaban "bagaimana aku bisa melihat Allah" maka jawabannya tidak akan pernah bisa selama lamanya. Kecuali... Kecuali "aku" nya hilang. Sehingga hanya tersisa "laailaaha illallaah", tidak ada Tuhan dan segala sesuatu selain Allah.

Tulisan tulisan seperti ini bisa anda santap di fanpage Klinik Pendekar Langit pada tulisan bertajuk santapan rohani. Jangan lupa follow dan baca dengan hati ya?

Syukron

Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apakah Ketagihan Judol, Kecanduan Slot, Main Game dll Gangguan Jin?

Apakah Ketagihan Judol, Kecanduan Slot, Main Game dll Gangguan Jin? Ya bisa jadi karena gangguan jin atau dampak sihir. Tapi bisa juga karen...