Luka karena perselingkuhan tidak akan sembuh selama lamanya. Kecuali.. Kecuali apa? Simak penjelasan Cara Menyembuhkan Luka Trauma Karena Perselingkuhan Akibat Sihir.
SANTAPAN ROHANI, APAKAH LUKA KARENA DIDUAKAN CINTA BISA BENAR BENAR SEMBUH?
Maaf ustadz Saya ga kuat Gimana ya. Saya ga kuat menerima takdir ini. Yang saya ga bisa terima mereka sudah berz1n4 berkali-kali ustadz. Saat ini saya kehilangan motivasi hidup ustadz. Sudah tidak ada tujuan. Sepertinya hidupku selesai. Sebelumnya saya suami yang sangat sayang dan bertanggung jawab terhadap keluarga. (istri) Iya shock juga. Sampai ingin bunuh diri berkali-kali.
Jawab: Hanya orang yang pernah dikhianati saja yang ngerti dan paham bahwa dosa menduakan cinta memang tidak bisa dimaafkan. Mungkin ada satu dua lisan yang mengatakan "memaafkan pasangannya", tapi hati tidak bisa bohong. Hatinya akan tetap terluka selama lamanya.
Hanya orang yang kena sihir yang paham bagaimana rasanya. Jika anda cerita kepada orang yang belum pernah kena sihir pasti dianggap lebay, halu dan lemah iman. Ini sama dengan kasus dikhianati pasangan. Hanya kamu yang bisa mengerti. Jika kamu cerita ke orang lain bahkan ustadz atau kyai yang belum mengalami maka mereka tidak akan pernah benar benar mengerti.
Mereka akan mengajakmu untuk bersabar dengan ujian, orang yang sabar disayang Allah. Muter muter ke situ doang. Bahkan tidak jarang mereka malah menyalahkanmu, menyudutkanmu. Seakan akan menuduh itu semua kesalahanmu, sebab selama ini tidak perhatian sama pasangan. Atau karena kamu banyak dosa sehingga diberikan teguran. Atau mengatakan orang baik baik hanya akan mendapatkan pasangan yang baik baik. Seakan akan menuduh kita adalah orang yang sangat buruk sehingga mendapatkan pasangan yang buruk. Makin down saja kalau kamu cerita kepada orang yang salah.
Sekali lagi hanya kamu yang bisa mengerti, sementara orang lain tidak akan pernah bisa benar benar mengerti. Pada akhirnya hanya kamu yang benar benar paham bahwa dosa menduakan Allah memang nyata nyata tidak akan dimaafkan selama lamanya.
Kamulah Al Quran yang berjalan. Yang menceritakan kepada manusia bahwa dosa syirik itu memang tiada maaf.
Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa: 48)
Artinya: “Sesungguhnya orang yang berbuat syirik terhadap Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun” (QS. Al Maidah: 72).
“Barangsiapa yang mati, tanpa berbuat syirik kepada Allah sedikitpun, ia masuk surga. Barangsiapa yang mati dalam keadaan membawa dosa syirik, maka ia masuk neraka” (HR. Muslim no. 93).
Bagi banyak ustadz yang memfokuskan dakwah tauhid memerangi kesyirikan dengan cara jangan mendatangi dukun atau menggunakan istilah uskun dan kikun. Atau berdakwah supaya bermain sihir, meminta di kuburan, membawa jimat dll. Banyak orang yang menyangka syirik itu sekedar perbuatan lalu membagi syirik menjadi ashgar dan akbar atau syirik kecil dan syirik besar. Semua itu betul, tapi bagi saya kurang dalam pemahamannya.
Mengapa demikian? Sebab sesuai dengan Al Quran dan hadits bahwa dampak dari perbuatan syirik adalah neraka. Barang siapa menduakan Allah maka pasti akan masuk neraka dan mustahil masuk surga. Ini parameter real nya.
Dan anda (saya juga) pasti akan merasakan neraka di dunia ini pada saatnya, sebelum neraka akherat. Mungkin sekarang anda belum ngeh karena belum dijebl0skan ke dalam neraka, bahkan masih enjoy enjoy aja. Kamu masih enjoy sebab masih bermesraan dengan sel1ngkuhanmu yang bernama dunia. Akan tetapi ketika pada saatnya yang disangka milikmu diambil barulah kamu akan merasakan sebenar benarnya neraka.
Artinya syirik itu bukan sekedar datang ke dukun, menyembah patung, memuja kuburan, main sihir, pake jimat dll akan tetapi lebih dari pada itu. Yaitu ketika kamu merasa memiliki dunia itulah syirik. Jika kamu tidak percaya ucapanku, maka suatu saat nanti matamu pasti terbelalak. Yaitu saat satu persatu duniamu dirampas dengan p4ksa maka saat itulah kamu akan merasakan kepedihan yang luar biasa. Dan itulah neraka dunia sebelum neraka akherat.
Mungkin saat ini kamu nyinyir membaca tulisan ini. Tapi suatu saat ketika bisnismu yang sedang dipuncak tiba tiba ambruk kamu baru sadar kalau ucapanku adalah benar. Saat kamu kehilangan orang yang dicintai, kehilangan harga diri dan kehilangan lainnya saat itulah kamu baru mengerti. Apalagi kamu merasakan bagaimana pedihnya diduakan oleh pasangan sendiri, maka nerakanya adalah neraka yang paling dalam.
Mengapa kamu masuk neraka (merasakan kepedihan karena kehilangan)? Sebab kamu merasa memiliki dunia. Kamu anggap itu "milikku". Kamu menduakan Allah (syirik) dengan dirimu sendiri. Padahal yang benar semua milik Allah. "Ku" nya adalah AKU nya Allah bukan akumu. Selama kamu masih merasa memiliki aku maka selama itu pula engkau akan merasakan kepedihan.
Sahabat kita diatas sudah merasakan bagaimana dahsyatnya kepedihan karena cintanya diduakan. Pasangannya telah berbuat syirik kepadanya. Meskipun jelas ada sihir/ guna guna tetap saja rasa sakitnya tak tertahankan. Sampai kapan? Selama lamanya dalam kepedihan. Selama lama hatinya tidak akan benar benar ikhlas.
Meskipun akhirnya pisah, lalu masing masing mendapatkan ganti yang lebih baik. Atau meskipun anda pergi jauh ke luar negeri, atau berj1had di pal3stina atau mondok dipesantren tetap saja trauma itu ada. Anda tidak bisa menghindarinya dimanapun dan kapanpun. Luka lama bisa saja bersemi kembali jika disentuh sedikit saja. Seperti itulah dahsyatnya sakit karena cinta diduakan.
Sehingga pada akhirnya anda akan paham, itulah alasan Allah akan mengampuni semua dosa kecuali syirik atau menduakanNya.
Lalu bagaimana cara menyembuhkan luka karena dikhianati cintanya?
Jika kamu berbuat syirik kepada Allah, lalu bertaubat dengan sebenar benar taubat maka Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dalam artian kamu sudah berbuat syirik dan sudah merasakan kepedihan neraka yang nggak ada obatnya, kemudian kamu sadar bahwa segalanya milik Allah, maka kamu akan sembuh. Dalam kata lain ketika kamu sudah tidak merasa memiliki apa apa lagi, sebab meyakini yang memiliki segalanya hanya Allah maka pelan pelan hatimu akan ikhlas dan ridho. Ikhlas dan ridho inilah kesembuhan sebagai bentuk ampunan Allah.
Cuman untuk sampai di maqom ini swuuuliiitnya minta ampun. Sebab lawannya bukan orang lain tapi nafsumu atau dirimu sendiri. Untuk meyakini dalam hati bahwa ujian berasal dari Allah, harta benda, anak dan istri adalah milik Allah beraaatnya nggak ketulungan. Menjadi berat sebab keyakinan/ iman itu bukan sekedar ucapan tapi buah dari pengalaman yang sangat panjang.
Tapi globalnya seperti itu. Yaitu ketika kamu sudah tidak merasa memiliki apa apa lagi bahkan dirimu sendiri maka kamu sdah terbebas dari syirik.
Terkait dengan pertanyaan bagaimana cara menyembuhkan luka akibat cintanya dikhianati maka caranya sama. Yaitu hatimu harus beriman dalam ucapan laailaaha illallah, tidak ada tuhan selain Allah. Tidak ada yang memiliki segala galanya kecuali Allah. Tidak ada yang memberikan ujian kecuali Allah. Artinya untuk bisa sembuh dari luka pengkhianatan maka hatimu harus bersih dari mahluk. Hatimu hanya ada nama Allah saja.
Tetapi untuk sampai di maqom ini ternyata sama, yaitu sangaaat tidak mudah alias sulit sekali. Bweener bener sulit. Sebab setiap detik dalam hatimu terlihat wajah pasangan yang berkhianat, atau pel4kor, atau mantan yang sudah menghancurkan rumah tanggamu. Dalam hatimu tidak ada wajah Allah melainkan wajah mahluk. Selama dihatimu ada wajah mahluk maka selama itu pula kamu akan merasakan kepedihan neraka yang paling dalam.
Tapi saya meyakini bahwa, ketika anda diberikan ujian yang paling berat yaitu dikhianati pasangan maka Allah sudah mempersiapkan hikmahnya. Yang penting kamu sudah berusaha keras untuk mengingkari wajah mahluk, meskipun tidak pernah bisa. Sebab Allah menilai usahamu bukan hasil akhir. Sebab hasil akhir itu dalam genggamanNya.
"Aku akan berusaha ikhlas" maka hasil akhirnya tidak akan pernah bisa ikhlas untuk selama lamanya. Sebab engkau masih menganggap "aku" yang berusaha ikhlas. Masih ada akumu, yang artinya masih ada sisa sisa syirik. Tapi tidak masalah dan itu bagus, sebab sudah berusaha maksimal. Insya Allah akan disempurnakanNya.
Yaitu pada saat "akumu hilang" bersamaan dengan aku aku mahluk lainnya juga hilang. Akumu hilang, aku pasanganmu hilang, aku pelaku dzalim hilang dan aku lainnya hilang. Siapa yang menghilangkan? Bukan kamu tetapi Allah. Ketika akumu hilang maka engkau akan menyadari dan menjadi saksi bahwa tidak ada aku yang ada adalah AKU. Bukan kamu yang ikhlas akan tetapi Yang Ikhlas adalah Allah sendiri. Yang sabar adalah Yang Maha Sabar. Yang memaafkan adalah Yang Maha Memaafkan.
Nah pada saat itulah kamu akan sembuh. Siapa yang menyembuhkan? Jawabannya bukan kamu, ustadzmu, pendekar langit dan mahluk lainnya, akan tetapi yang menyembuhkan adalah Yang Menyembuhkan itu sendiri.
Mengapa kamu sembuh? Sebab AKU Allah sudah bersemayam dalam qalbumu. Ketika AKU Allah sudah bersemayam dalam qalbumu otomatis engkau tidak akan melihat aku aku yang lain. Engkau tidak akan melihat akunya pasanganmu, akunya p3lakor, akunya mantan dll sebab yang kamu lihat adalah AKU dibalik malhluk dan dibalik segala galanya.
"Sesungguhnya AKU ini adalah Allah, tidak ada tuhan tuhan lain selain AKU, tidak ada sebutir atom yang bisa bergerak sendiri kecuali AKU yang menggerakkan. Tidak ada yang kuasa berbuat sendiri kecuali AKU yang mengijinkan untuk berbuat. Semuanya adalah AKU maka sembahlah (hadapkan wajamu) kepada AKU, dan dirikanlah shalat (keterhubungan) untuk dzikir/ mengingat bahwa dibalik segala galanya adalah AKU. Maka ingatlah bahwa dibalik segala galanya itulah AKU". (Lihat QS Thaha ayat 14)
Semoga mencerhkan, share ya?
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar