Bagi sahabat yang kena sihir pasti ingin sembuh total. Bagaimana caranya? Padahal sudah melakukan segala sesuatu. SImak Cara Sembuh Total dari Sihir Santet & Tidak Kumat Lagi.
SANTAPAN ROHANI, MAU SEMBUH SEMPURNA & TIDAK KUMAT LAGI? KALAU MAU KENALAN YUK?
Tanya lagi gpp ya ust... Orang kenak sihir tapi udah mendingan , setelah itu kumat lagi .. berarti itu dikirim lagi ya ust.... Apa harus ruqyah tiap hari. Tapi bisa sembuh total gak ust.. nanti klau diruqyah..
Jawab: Saya sebenarnya sangat berkeinginan sahabat sering membaca tulisan santapan rohani dari kami. Karena segala masalah yang anda hadapi jalan keluarnya ada di tulisan tersebut. Khsusunya bagi anda yang sedang kena sihir dan ingin sembuh total, maka wajib baca ya?
Tapi pastikan saat membaca pinggirkan dulu pengetahuanmu, ilmu agamamu, hapalanmu, dalilmu, hujjahmu dll. Setelah itu buka hatimu lebar lebar? Mengapa demikian? Karena ilmu ruhani/ qalbu itu sering bertabrakan dengan apa apa yang selama ini anda pelajari. Ada kontradiksi yang akan sulit anda pahami.
Jika anda mau membuka hatimu lebar lebar saya yakin akan dapat pencerahan yang membuat hatimu lebih adem, lebih tenang dan lebih bahagia. Sebagaimana sahabat kita ceritakan sbb:
Semua jenis sihir yg ustadz tulis aq udh semua ngalamin ๐คญ๐ Jawabannya yg aq tanyakan kemarin udah aq temukan alhamdulillah ๐๐๐ปJawabannya ada di santapan rohaninya ustadz pagi td ๐๐ป๐๐ป matur suwun ustadz pl .. barokallohu fiik. (Sahabat 1)
Assalamualaikum ustad selamat malam mf mengganggu, saya sering membaca santapan rohani yg ustad bagikan, luar biasa pa ustad bisa membuat hati lebih tenang dan saya banyak blajar dari tulisan ustad,semoga pak ustad sekeluarga sehat selalu ilmunya manfaat dunia akhirat aamiin ๐คฒ๐ผ๐๐ป๐๐ป๐๐ป (Sahabat 2)
Saat ini,detik ini yang bisa saya ucapkan hanya rasa syukur,,terima kasih Ya Allah,,Engkau hadirkan nasehat lewat perantara Pak Reifan yg menerangkan secara gamblang dan mudah di pahami Yang blm saya dptkan meski itu dari Kyai/Ustadz lain. (Sahabat 3)
Nah ingin dapat pencerahan sebagaimana para sahabat lainnya? Caranya baca tulisan santapan rohani ini dengan jujur sejujur jujurnya. Dibaca tanpa ada penilaian apapun, apakah benar atau salah, baik atau buruk, sesat apa bid'ah dll. Sekali lagi dibaca dinikmati tanpa ada penilaian apapun. Dan anda boleh menilai setelah selesai melahap semuanya.
Untuk tema santapan rohani kali ini adalah tentang "bagaimana caranya meraih kesembuhan sempurna dari gangguan jin, sihir dan segala rupa penyakit jiwa dan raga lainnya". Bagaimana caranya? Simak ya?
Beberapa waktu yang lalu gigi saya sakit luar biasa. Jam 1.30 dinihari terbangun dari tidur karena merasakan sakit di gigi. Saya buka kotak PPPK ternyata masih ada obat sakit gigi lalu saya minum. Sayangnya tidak sembuh juga. Sampai pagi saya tidak bisa tidur. Apakah saya diam saja ketika giginya sakit? Dalam batas tertentu iya, tapi ketika sakitnya sudah kelewatan pada akhirnya saya mengaduh, "aduuuuuh sakit sekali gigiku".
Bolehkah saya mengaduh? Ya boleh lah, khan saya hanya manusia biasa yang bisa merasakan sakit. Cuman ditengah rasa sakit yang luar biasa ruhani saya ngamatin, "Waidza maridhtu fahuwa yasfiin, yang artinya, ketika aku sakit Allah yang menyembuhkanku. Saya ingin melihat bagaimana cara Allah menyembuhkanku".
Pagi buta istri bangun lalu melihatku duduk diruang tamu sambil meringis kesakitan. "Aduuuuh". Dengan segera istri keluar habis subuh ke warung madura untuk beli ponst4n obat sakit gigi dan roti. Sampai dirumah istri menyuguhkan roti tawar isi coklat yang saya tolak sambil menampol tangannya sehingga rotinya jatuh, "udah tahu giginya sakit ngapain dikasih roti?".
Aku tolak rotinya dan aku terima ponst4n dan teh anget lalu aku minum. 10 menit kemudian sakit giginya benar benar reda. Setelah itu aku ambil rotinya dan ku makan bersama teh anget. Sekitar jam 8 pagi sakit gigiku kumat lagi meskipun tidak separah sebelumnya dan tidak sampai membuatku mengaduh. Ku tahan saja sakitnya.
Siang hari istri beli makanan dan lauk untuk makan siang lalu menyerahkan bungkusan plastik kepadaku, "Ini obat sakit gigi dari apotik, diminum. Jangan kebiasaan kalau sudah sembuh nggak dihabisin obatnya". Aku mengangguk memahami sesuatu. Akhirnya obatnya aku minum rutin 3 kali sehari sampai akhirnya sakit giginya tidak kumat lagi.
Sekali lagi aku memahami sesuatu yang barangkali tidak istri pahami. Aku melihat sesuatu yang barangkali tidak kalian lihat. Aku mengenal sesuatu yang mungkin tidak anda kenal. Siapa itu?? Jawabannya adalah "Allah Asy Syafii" atau Allah Yang Maha Penyembuh.
Aku melihat, "Allah yang mentakdirkanku sakit gigi sebab mungkin aku kurang menjaga kesehatan gigi, Allah juga yang menyembuhkanku".
Saya memberikan contoh yang sederhana saja dulu yaitu sakit gigi sebagai jalan mengenal Asy Syafii. Jangan yang berat berat dulu, tapi belajarlah yang ringan ringan saja dulu. Yang before dan afternya cepet. Kalau sembuh dari sihir khan lumayan lama, maka belajar mengenal Asy Syafii dari hal yang sepele terlebih dahulu.
"Aduuuuh sakiiiit". Ketika saya mengaduh karena sakit gigi inilah yang disebut dengan ujian. Dan ujian ini seringkali disebabkan oleh diri kita sendiri, yaitu kurang bisa merawat kesehatan gigi. Seperti saya yang suka ngopi, suka yang manis manis tapi sikat gigi sehari sekali kadang 2 hari sekali. Pantesan saja giginya mudah sakit bahkan ambrol. Maka langkah pertama adalah "mengakui kesalahan"
Tapi apapun itu inilah yang disebut dengan ujian, yaitu ujian dalam bentuk rasa sakit. Maka ketika sakit saya tidak kebanyakan berdoa "Yaa Allah sakit sekali, tolong sembuhkan". Tapi saya lebih fokus ikhtiar seraya menyaksikan saja. Yaitu menjadi saksi disertai dengan kepo tingkat tinggi tentang bagaimana cara dan mekanisme Allah menyembuhkanku. Sehingga langkah ke dua adalah hati menjadi saksi atas perbuatan Allah, bukan perbuatan mahluk. Sekali lagi hati loh ya?
Ikhtiar sudah saya lakukan yaitu minum obat sakit gigi, kumur kumur air garam, bahkan baca baca ayat ruqyah yang ternyata tidak sembuh. "Ya Allah kok nggak sembuh sih, padahal hamba sudah ikhtiar macem macem". Ternyata ketemu jawabannya yaitu fokusku bukan pada Allah tapi pada obat sakit gigi. Dorongannya bukan kepada Allah yang menyembuhkan tapi obat yang menyembuhkan. Makanya nggak sembuh.
"Oh iya kami salah, maaf". Setelah hati menyadari kesalahan lalu saya melihat Allah sendiri yang turun tangan. Tanpa dikomando istri beli obat diwarung dan sembuh. Padahal obat warung loh? Sementara yang saya minum sebelumnya adalah obat apotek dan harganya lumayan mahal. Siangnya tanpa dikomando istri beli lagi obat di apotik yang menjadi sebab sakit giginya benar benar sembuh.
Istri mengatakan, "Ini obat sakit gigi dari apotik, diminum. Jangan kebiasaan kalau sudah sembuh nggak dihabisin obatnya". Secara lahiriah ini ucapan istri saya. Tapi bahasa qalbuku nggak mampu menolak bahwa itulah Allah yang memintaku menghabiskan obatnya supaya sembuh sempurna. Sehingga ketika saya sudah sembuh seiring dengan kemampuan hati untuk mengenal salah satu namaNya Asy Syafii. Kenal dengan pengenalan yang sebenar benarnya. Kenal karena melihat, mendegar dan menyaksikan.
Tapi camkan sekali lagi ini bahasa qalbu loh ya? Sedangkan bahasa qalbu tidak berhuruf dan tidak bersuara. Bahasa qalbu adalah diam dalam kepahaman. Makanya saya mengangguk angguk pertanda memahami sesuatu. Anggukan yang tak perlu dijelaskan. Sebab kalau dijelaskan nanti jadi salah kaprah, jadi kontradiksi, jadi sesat bahkan kafir.
"Oooo jadi begitu proses dan mekanismenya". Ketika anda paham jalan cerita sakit gigi sampai sembuh, maka lanjutkan untuk hal hal lainnya. Ketika anda sudah sangat kenal dengan Asy Syafii lanjutkan untuk semua permasalahan hidup anda yang lebih besar dalam hal ini sakit karena sihir. Maka saya jamin tanpa ragu anda akan menemukan solusi dari semua permasalahan anda tanpa kecuali.
Mengapa demikian? Sebab anda sudah kenal, yakin dan percaya bahwa hanya DIA yang Maha Menyembuhkan. Hanya DIA bukan peruqyah, obat, pendekar langit, media ruqyah, kyai, ustadz, orang pintar dll.
Ada sahabat yang WA, "....Terimaksih slama ini sya banyak perubahan positip semenjak kenal bapak,setelah itu ada rentetan2 keajaiban2 yg terus terjadi pada sya,sya tidak sampaikan satu persatu tapi sya rasakan Taufik dn hidayah terus sya terima dari Allah,,terimaksih bapak ๐ฅน๐ฅน maaf bila sya belum bisa membalas kebaikan bapak,,sya berdoa kepada Allah semoga jihad bapak dijalan Allah ini diridhoi Allah dn mendapat pertongan Allah aamiin"
Maka camkan bahwa ucapan lahiriah diatas boleh boleh saja dan memang seharusnya begitu. Karena ketika kita berterimakasih kepada manusia sama artinya sudah berterimakasih kepada Allah. Saya garis bawahi kata "sama artinya". Secara lahiriah berterimakasih kepada manusia, secara ruhaniah terimakasihnya hanya kepada Allah. Dan keduanya harus berjalan bersama sama tanpa boleh ada yang mendahului. Paham nggak paragraf ini?
Atau kalau kurang paham kalimatnya saya ganti begini. Secara lahiriah anda harus mengucapkan terimakasih kepada orang orang yang selama ini sudah membantumu. Tetapi ketika sudah masuk ke ruhaniah/ qalbu/ hati hilangkan segala macam nama, wajah dan rupa mahluk lalu sisakan satu nama Allah saja. Artinya ketika sudah masuk wilayah iman dalam hati sudah tidak ada urusan lagi dengan mahluk yang bernama pendekar langit. Kalau sudah masuk ke hati pendekar langit itu nggak ada, yang ada hanya Allah meliputi segala rupa, nama dan wajah. Sudah paham belum?
Paham nggak paham kita lanjut ya?
Rukun islam yang pertama apa? Yaitu kita menjadi saksi bahwa tiada tuhan selain Allah. Saksi itu menyaksikan dengan mata kepala sendiri. Kalau tidak menyaksikan bukan saksi namanya. Pertanyaannya kamu sudah menyaksikan Allah dibalik segala cerita alam semesta belum? Kalau belum artinya anda belum bersyahadat. Mungkin secara lisan sudah berkali kali, tapi secara ruhaniah belum.
Jika kembali ke cerita sakit gigi maka pada saat itu saya sedang belajar bersyahadat. Yaitu menyaksikan perbuatan Allah dibalik hikmah sakit gigi. Hikmah pertama saya menyaksikan bagaimana cara Allah menyembuhkanku. Hikmah ke dua saya membagi cerita ini kepadamu. Hikmah berikutnya anda jadi paham yang mudah mudahan menjadi jalan kesembuhanmu. Jadi puanjang khan hikmahnya? Padahal syahadat/ menyaksikannya hanya dalam satu kasus saja yaitu "sakit gigi"
Artinya saya sudah kenal sangat dekat, erat dan tak berjarak dengan Asy Syafii. Lalu saya bermaksud mengenalkan Asy Syafii kepada kalian semua. Kenalilah Asy Syafii maka jaminan anda pasti sembuh, tidak pakai Insya Allah lagi. Sebab DIA memang Maha Penyembuh dan tidak perlu diragukan lagi. Tugas anda hanyalah menyaksikanNya bukan menyaksikan mahluk. Camkan ya?
Oleh karena itu mulai detik ini belajarlah untuk pindah paradigma atau cara pandangmu tentang kehidupan. Supaya dengannya anda akan menemukan solusi dan jalan keluar untuk semua permasalahan kehidupan. Kalau cara pandang bahasa arabnya adalah ad diin maka mulai sekarang anda harus pindah ad diin. Jika ad diin ditranslate lagi ke bahasa indonesia menjadi "agama" artinya mulai detik ini belajarlah untuk pindah agama. Nah loh?
Yaitu pindah dari kegelapan kepada cahaya. Pindah dari agama ketertutupan menjadi agama menyaksikan. Pindah dari agama mahluk menuju agama Allah. Pasrah dan ikhlas untuk menyaksikan Allah dibalik cerita segala sesuatu, inilah makna islam. Islam itu adalah kepasrahan, oleh karena itu pasrahlah bahwa tidak ada mahluk yang ada hanya Allah. Inilah makna agama tauhid laailaaha ilallaah.
"Terus apa yang harus saya lakukan terkait dengan ujian sihir yang dialami supaya bisa sembuh total?"
Caranya sama yaitu saksikanlah. Saksikan dengan ruhmu bahwa hanya Allah yang berperan dibalim segala sesuatu meskipun hanya sekedar gerakan atom. Jangan sekali kali ada dalam hatimu keyakinan mahluk memiliki daya upaya serta kekuatan untuk menyembuhkan.
Nah kita sekarang bicara ruh ya? Ruh yang sangat kenal dengan Allah. Yaitu sebagian RuhNya yang sudah ditiupkan kepada insan manusia. Ruh yang menyinari hati atau qalbu setiap sahabat yang membaca tulisan ini. Kita bicara ruhani bukan jasmani. Kita bicara iman bukan akal. Jadi camkan baik baik jangan sampai salah paham.
Yuk kita mulai...
Bagi sahabat yang ada harapan sembuh maka akan diarahkan untuk membaca tulisan ini sampai selesai. Pertanyaannya siapa yang menggerakkanmu membaca tulisan ini? Maka saksikan dan lihatlah itu semua Allah yang melakukannya.
Pertanyaan kedua siapa yang menulis artikel ini? Karna kita bicara bahasa ruh maka tulisan ini bukan tulisan pendekar langit. Karna dalam dunia ruh, mahluk (pendekar langit) itu nggak ada. Maka saksikanlah bahwa tulisan ini juga perbuatan Allah bukan yang lain. Allah hendak memperkenalkan diriNya Asy Syafii kepadamu. Coba tutup nafsu dan akalmu lalu buka hatimu lebar lebar. Sekali lagi buka hatimu lebar lebar dan biarkan ruh mu yang bersaksi. Dan persaksian ruh dari dulu sekarang dan selamanya sama yaitu tidak ada tuhan selain Allah. Atau bahasa lainnya tidak ada segala sesuatu selain Allah.
Saya yakin masih banyak sahabat yang bingung, sebagian menolak sebagian marah marah. Itu semua karena akalmu masih ngikut. Khan sudah saya jelaskan sebelumnya tutup dulu akalmu. Okelah saya perhalus saja bahasanya begini. Saya pendekar langit tidak bisa bergerak sendiri tanpa ijin Alla, betul ya? Artinya saya tidak bisa menulis artikel ini tanpa sepengetahuan Allah. Sehingga Allah lah yang mengijinkanku menulis artikel ini untuk mencerahkan hatimu. Paragraf ini bisa diterima khan?
Oke kita lanjut. Setelah membaca tulisan ini lalu anda kepo dengan tulisan lainnya. Sebagian sahabat membaca tulisan saya tentang cara ruqyah mandiri versi orang awam. Sebagian langsung memesan minyak ruqyah klinik pendekar langit. Nah pertanyaannya siapa yang ngajari kamu untuk ikhtiar seperti itu? Apakah saya atau Allah? Maka jawabannya adalah Allah. Oleh karena itu sekali lagi saksikanlah (syahadatlah).
Kita masih berada dalam dimensi ruhani ya? Jangan ke jasmani/ lahiriah dulu.
Nah saat anda ruqyah sendiri, atau pakai media ruqyah PL tiba tiba anda bereaksi dahsyat. Anda kesurupan, muntah muntah, setan setannya pada keluar setelah itu merasa plong. Pertanyaannya siapa yang ngeluarin setannya sehingga anda merasa sembuh? Jawabannya bukan bacaan ruqyahmu atau media ruqyah PL tetapi Allah. Kalau anda meyakini dalam hati ayat ruqyah, minyak ruqyah, pendekar langit dll bisa menyembuhkanmu maka syirik namanya.
Mengapa bukan ayat ruqyahnya atau media ruqyah PL yang melakukannya? Jawabannya keduanya hanyalah mahluk. Dalam dimensi ruh keduanya hakikatnya tiada karena yang ada hanya Allah. Oleh karena itu saksikanlah kehebatan Allah didalam mengeluarkan iblis dari dalam tubuhmu lalu ucapkan Alhamdulillah.
Naah pada saat itulah anda mulai bisa kenalan dengan Asy Syafii melalui proses ruqyah mandiri yang barusan anda lakukan. Yaitu dengan cara mengenali serta meyakni dari awal sampai akhir, Al Awwal Wal Akhir, dari kerasukan sampai sembuh semua Allah yang berperan. Tidak ada satu inchi saham mahluk didalam membantu perbuatan Allah.
Esok ketika diserang lagi lakukan hal yang sama lalu bersaksilah laailaaha illallah. Mengapa terus menerus diserang? Jawabannya berarti masih ada wujud mahluk dalam hatimu. Hatimu sudah bisa menyaksikan perbuatan Allah, disisi lain kamu masih meyakini ada perbuatan mahluk. Indikasi kamu masih melihat wajah mahluk adalah masih marah ketika dihina misalnya. Artinya masih ada sisa sisa kesyirikan ruhani yang harus dibersihkan.
Ketika qalbumu sudah besih dari mahluk maka yakin dan percayalah iblis dan setan sudah tidak berani lagi mengganggumu. Atau mereka akan terbakar. Siapa yang membak4r? Allah bukan kamu.
So... saya capek capek membuat akun ini, meracik media ruqyah dll endingnya sebenarnya disini. Yaitu berusaha menghidupkan ruhanimu. Kalaupun dengan akun ini saya mendapatkan sebagian rezeki itu bonus. Toh ke depannya ketika rezekinya sudah besar diperuntukkan untuk membangun klinik ruqyah pendekar langit. Dan bahasa ruhani mengatakan, "ini semua juga perbuatan Allah". Anda yang konsultasi, pesan media ruqyah, KPS dll semuanya Allah lah yang menggerakkan/ berperan. Apakah nanti klinik ruqyahnya bisa berdiri atau tidak itu bukan urusan saya lagi, sebab itu urusan Allah. Tidak ada sebesar dzarah perbuatan mahluk.
Ayuk hidupkan ruhanimu. Lihat dan saksikan perbuatan Allah dibalik ujian sihir yang anda alami. Kenalanlah dengan Asy Syafii bukan kenalan dengan saya pendekar langit. Pendekar langit itu bukan apa apa dan bukan siapa siapa dan tidak bisa menyembuhkan siapa siapa. Pandang dengan ruh mu bahwa pendekar langit itu nggak ada. Hanya bayang bayang saja. Berjuanglah ruhanimu untuk tidak melihat mahluk. Karena hanya dengan itu anda bisa sembuh sempurna.
Mau sembuh sempurna dan tidak kumat lagi? Caranya ruhanimu jangan mau kenalan dengan mahluk, apakah itu peruqyah, pendekar langit, ayat ruqyah, media ruqyah apalagi kenalan sama dukun dan paranormal. Akan tetapi kenalanlah dengan Asy Syafii atau Yang Maha Menyembuhkan.
Sehingga kesimpulannya sekarang ini bukan jasmanimu yang sakit, tapi ruhanimu. Karena ruhmu sakit otomatis jasmanimu ikut rusak. Ruhanimu sakit karena tidak mengenal Allah yang berperan dibalik segalanya. Ruhmu lupa janji jaman azali "alastu birobbikum". Kalau ruhanimu sembuh otomatis jiwamu, akalmu, ragamu dan kehidupanmu akan sembuh.
Dan ketika ruhmu (jiwamu) teringat kembali dengan janji setia zaman azali dahulu kala, maka kamu pasti tersentak kaget. Untuk kemudian berlari berderai air mata memeluk Tuhan lalu mengatakan, "Qoluu balaa syahidna".
Demikian semoga mencerahkan. Share ya?
Syukron
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar