Kamu pikir ketika dapat musibah artinya itu kehinaan? Kamu salah. Justru sebaliknya itu tanda Allah cinta. Simak Dengan Musibah Allah Hendak Mengajarimu Cara Sholat yang Bener.
SANTAPAN ROHANI, SADARILAH BAHWA ALLAH SEDANG MENGAJARIMU SHOLAT
Maaf ustadz Saya ga kuat Gimana ya. Saya ga kuat menerima takdir ini. ...Saat ini saya kehilangan motivasi hidup ustadz. Sudah tidak ada tujuan. Sepertinya hidupku selesai. Hidup segan mati tak mau. Saat ini kadang-kadang saya kecewa sama Allah Astaghfirullah Ibadah (sholat)pun hanya menggugurkan kewajiban saja
Jawab: Sahabat bisa sholat? Kalau boleh tahu siapa yang ngajari sholat? Jawabannya bisa ustadzmu, guru ngajimu, kyaimu, guru sekolahmu atau kedua orang tuamu. Bagus, lanjutkan sholatnya dan jangan sampai bolong ya?
Tapi karena kali ini saya mau menulis santapan rohani mungkin sedikit nylekit. Meskipun nylekit tolong jangan tersinggung ya? Buka hatimu lebar lebar supaya tidak kesinggung.
Kebanyakan manusia melaksanakan ibadah dalam hal ini sholat karena diajari oleh gurunya masing masing. Alias diajari oleh manusia. Karena yang ngajari manusia makanya sholatnya beda beda dan sulit khusuk. Bukan cuma sulit khusuk tapi bikin berantem dengan muslim lainnya. Aneh khan? Mosok belajar ibadah ujung ujungnya berantem? Aneh nggak?
Yang sholatnya pakai lafadz niat dengan yang nggak pake lafadz berantem. Yang pakai sayyidina sama yang nggak pakai sayyidina berantem. Yang pakai qunut sama yang nggak pakai qunut berantem. Yang jarinya gerak gerak sama yang jarinya diem berantem. Katanya bid'ah, katanya nggak sah. Masing masing merasa sholatnya lah yang paling bener. Paling sesuai dengan contoh dari rosulullah shollallaahu alaihi wasallam.
Sekali lagi saya tanya, maksud hati ingin ibadah, ngadep sama Sang Pencipta, terus berantem satu sama lain. Aneh nggak? Sampai sampai nggak mau sholat bareng, sebab beda. Ketika imamnya pakai qunut lebih memilih sholat sendiri. Atau ketika imamnya nggak pakai usholli lalu ngeluyur pergi. Aneh nggak?
Dan wajar demikian, nggak salah. Mau berantem atau nggak yang penting sholat. Menjadi wajar sebab gurunya adalah manusia. Coba kalau gurunya Allah, saya jamin tidak akan berantem selama lamanya.
Emang ada sholat yang ngajari Allah? Jawabannya ada, makanya saya tulis. Dan Allah mengajarimu sholat lewat musibah. Semakin besar musibahnya semakin serius Allah hendak mengajarimu sholat.
Sholat itu maknanya terhubung, terkoneksi, menyatu atau mentauhid. Saat kamu sholat, hatimu terhubung tidak sama Allah? Apa malah terhubung dengan dunia? Sholat supaya Allah mengabulkan hajat duniamu?. Ya, mungkin selama ini kamu sholat tapi hatimu lalai, makanya Allah ngajari caranya sholat lewat musibah.
Dan ternyata sholat itu swuuulitnya minta ampun. Harus berperang melawan hawa nafsu sendiri. Diombang ambingkan ke sana kemari. Bayangkan saja baru mau berdiri menghadap Allah sudah ditelikung sama iblis. Mau berdiri lagi lalu baca takbiratul ikhhram ditelikung lagi. Baru mau berdiri untuk niat sholat saja swuuulitnya minta ampun. Bweener bener sulit. Tidak semudah anggapanmu.
Statement saya akan diprotes oleh anda yang selama ini sholat secara ceremonial saja. Statment saya mungkin dihujat oleh anda yang selama ini suka berantem gara gara beda sholatnya. Tapi tulisanku pasti disetujui oleh sahabat yang saat ini sedang mendapatkan ujian berat, dalam hal ini kena sihir. Pasti itu..
Sahabat yang sedang mendapatkan ujian berat susah payah berdiri mengingat Allah. Kadang yakin bahwa ujian ini dari Allah, kadang ragu. Kdang berdiri menghadap kiblat hati, kadang menghadap mahluk. Ketika bisa berdiri menghadap Allah lalu membaca takbir, air mata sudah bercucuran karena merasakan betapa beratnya ujian yang harus dihadapi.
Mungkin saat anda membaca doa iftitah sangat fasih dan lancar. Tapi tidak dengan sahabat yang sedang merasakan ujian berat. Swuusahhh banget sekali. Bergetar getar hatinya saat membaca doa iftitah yang tak berhuruf dan tak bersuara. "Wajjahtu wajhiya lilladzii... dst". Sesunnguhnya kami sedang berjuang untuk berdiri menghadapkan wajah hati kami lempeng kepada DZAT yang menciptakan langit dan bumi dengan tulus ikhlas, dan kami bukan orang yang menduakan Allah.
Membaca doa iftitah diatas sulitnya minta ampun. Karena kadang wajah hatinya menghadap Allah, kadang menghadap dukun yang dzalim atau pasangan yang berkhianat. Makanya tak heran mereka bercucuran air mata karena paham betapa sulitnya hati lempeng menghadap Allah dan tidak menduakanNya dengan mahluk. Mahluk ini bisa dukun jahat, pelaku k3jam atau pasangan yang menduakan cinta.
Setelah berdiri menghadap Allah yang datang melalui takdir berat, kemudian membungkuk atau rukuk. Ini adalah simbol penghormatan terhadap ketetapan Allah yang sangat dibenci oleh nafsunya. Takdir Allah telah datang dan kamu harus menghormatinya dengan cara rukuk lalu memujiNya dengan ucapan Subhana robbiyal adziimi (wabihamdihi).
Rukuknya sahabat yang sedang diberikan musibah bukan hanya rukuk seremonial, tapi rukuk qalbunya untuk memberikan penghormata kepada takdir yang datang. Takdir hidupnya yang hancur lebur karena kejahatan dan pengkhianatan. Lalu hatinya berjuang keras untuk rukuk disaat nafsunya berontak. Makanya lagi lagi saat rukuk bercucuran air mata.
"Robbanaa walakal hamd...." lalu anda berdiri iktidal seakan akan anda mengatakan, "Ya benar kami percaya bahwa takdir yang begitu menyesakkan dada ini dari sisiMu, bukan dari mahluk". Setelah itu anda sujud. Lagi lagi swuuuliiit dan brat sekali untuk sujud kepada Allah. Beraat sekali hati menerima musibah demi musibah yang datang silih berganti. Inginnya menerima dan ridho dengan ujian keimanan dari Allah, tapi nyatanya nggak bisa.
Sebagaimana curhatan sahabat diatas, "Maaf ustadz Saya ga kuat menerima takdir ini. ...Saat ini saya kehilangan motivasi hidup ustadz. Sudah tidak ada tujuan. Sepertinya hidupku selesai. Hidup segan mati tak mau. Saat ini kadang-kadang saya kecewa sama Allah Astaghfirullah Ibadah (sholat)pun hanya menggugurkan kewajiban saja"
Sahabat diatas sedang diajari Allah cara sholat yang bener, tapi beeeraaaat sekali. Inginya sujud menerima segala ketentuan Allah tanpa pemberontakan. Tapi nyatanya nggak bisa. Sahabat kita tidak kuat menerima takdir dihancurkan oleh sihir dan dikhianati pasangan yang selama ini sangat dipercaya. Sampai rasa rasanya hidup segan mati tak mau. Inilah gambaran betapa susahnya diri untuk sujud (menerima) Allah.
Makanya dari awal berdiri sampai sujud bisanya nangis dan nangis. Sebuah legitimasi bahwa saya, anda dan kita semua adalah mahluk yang sangat lemah. Makanya hendak Allah kuatkan melalui sholat. Allah hendak menguatkan melalui sujud. Sedangkan sujud itu menerima segala ketetapan Allah, bukan malah banyak permintaan.
Kalau saya dan anda khan banyak sekali permintaannya saat sujud. Misalnya, "Ya Allah kasih aku uang, kerjaan, jodoh, keturunan dll". Atau kalau anda kena sihir saat sujud doanya, "Ya Allah berikan adzab kepada pelaku yang dzalim, berikan siksaan kepada orang yang sudah menusuk dari belakang". Gitu khan? Ngaku aja deh.
Gpp dan tdak salah banyak permintaan. Tapi seharusnya terima dulu ujianmu. Terima tanpa syarat dulu. Baru setelah menerima anda boleh meminta. Yaitu pada duduk diantara 2 sujud. "...wajburni, warfa'ni, warzuqni... dst".
Ketika anda mampu sholat dimulai dari berdiri, rukuk, sujud dll, terakhir ada tahiyyat akhir, attahiyyatul dst. Seakan akan qalbumu mengatakan, "Segala penghormatan, keberkahan, salawat dan kebaikan hanya untukMu yaa Allah". Lalu Allah menjawab: "Keselamatan, kesejahteraan dan rahmatKu untukmu wahai hambaKu".
Lalu engkau menjawab: "Keselamatan (islam), kesejahteraan dan rahmat Engkau untuk hamba hamba Engkau yang sholeh". Lalu engkau, malaikat dan orang orang yang beriman bersaksi, "Tidak ada Tuhan selain Engkau Ya Allah, dan kami semua menjadi saksi". Setelah itu mengucapkan salam (islam).
Jika engkau wahai sahabat yang sedang diberikan musibah mampu untuk sholat dengan benar maka selesai sholat hatimu pasti lebih adem dari sebelumnya. Karena barang siapa islam maka pasti sholat, siapa yang sholat pasti islam. Dan siapa yang islam pasti selamat, aman, damai, bahagia dan sejahtera. Tapi sekali lagi sholat yang benar benar sholat. Bukan sekedar sholat secara ritual saja.
Tapi ya itu tadi, ketika Allah mengajari hambaNya sholat melalui rentetan musibah, beuuuuhhh... Benar benar penuh dinamika dan mengharu biru. Untuk sekedar hatinya berdiri lempeng menghadap Allah saja bisa bertahun tahun baru mampu. Karena sekali lagi baru mau berdiri saja sudah ditelikung nafsu yang ditunggangi Iblis (sihir). Baru mau meyakini bahwa musibah itu dari Allah langsung teringat pasangan yang berkhianat lalu sesak dadanya seiring dengan air mata yang mengalir. Gagal maning gagal maning.
Terus bagaimana dong jika gagal terus?
Yang penting dirimu meyakini bahwa Allah sedang mengajarimu cara sholat yang bener. Allah sedang mengajari saya dan anda cara menghadap kepadaNya. Yakini ini dulu meskipun gagal maning gagal maning. Dengan keyakinan ini Insya Allah pada saatnya akan dimampukan untuk benar benar mendirikan sholat.
Ketika pada saatnya Allah memampukanmu untuk mendirikan sholat, maka engkau akan melaksanakannya setiap detik. Setiap saat wajah hatinya melihat dan menghadap Allah. Engkau akan mampu melihat Allah dibalik takdirmu dan dibalik segala kejadian. Saat itulah qalbumu akan merasa lapang, tenang, bahagia, damai dan sejahtera (islam).
Sedangkan sholat ritual yang 5 waktu adalah spesial untukmu. Waktu waktu khusus yang sudah ditentukan untuk bertemu dan bermesraan dengan Yang Maha Pengasih Maha Penyayang.
Saat itulah engkau akan mendapatkan stempel kelulusan alias lulus ujian. Bukan dari guru ngajimu, ustadzmu, kyaimu dll tapi stempel kelulusan langsung dari Allah subhanahu wata'ala. Stempel inilah kunci kebahagiaan abadi. Stempel yang sangat dikenali oleh seluruh penduduk langit. Mereka para malaikat dan penduduk langit akan menghormatimu (sujud) atas perintah Allah.
Sahabat yang saat ini sedang diuji dengan musibah yang sangat berat, saya ucapkan semangat belajar sholatnya ya? Camkan bahwa gurumu bukan manusia dan mahluk melainkan Allah sendiri.
Syukron
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar