Ingin Selalu Bersama Allah, Amalkan Ini

Banyak yang lisannya mengatakan aku ingin bersama Allah. Tapi faktanya mereka bohong. Kok bisa? Simak Ingin Selalu Bersama Allah, Amalkan Ini.

 


SANTAPAN ROHANI, AKU INGIN SELALU BERSAMA ALLAH, TAPI BOONG...!

Tapi jiwa saya ga kuat d dunia jd d kirimi org banyak saya kena. Gaada cara lain selain menghilang bersama Allah seperti dl pak ustad. Saya udh ga peduli surga neraka saya hanya ingin bersama Allah saya sangat lelah d dunia pak ustad. Tapi saya masih bersatu bercampur d dunia karena perasaan2 negatif ini. Leluhur saya jagain tapi jiwa saya juga ga kuat pak ustad. Kepala saya ramai banget pak

Jawab: Sahabat mau kekal bersama Allah? Mau selalu berada disisinya? Kalau mau baca santapan rohani kali ini ya? Bacanya dengan hati, oke?

Kalau ingin bersama Allah, hatimu jangan bersama mahluk. Itu bohong namanya. Kalau mau bersama Allah maka hatimu hanya ada Allah saja jangan ada yang lain. Apalagi berharap penjagaan leluhur. Mau dijaga leluhur apa dijaga Allah? Kalau mau dijaga Allah jangan berharap dijaga leluhur. Khawatirnya bukan leluhur yang katanya menjagamu, tapi setan yang sedang memperdaya dirimu. Waspadalah..

Mau bersama Allah dan ingin selalu disisiNya? Kalau mau terimalah takdir dengan senang hati. Sebab Allah datang bersama realitas takdir. Mau takdir baik buruk, mau musibah nikmat semuanya dari Allah. So terimalah ketentuan Allah dengan ridho.

Kalau kamu mengatakan, "aku mau bersama Allah saja, sudah lelah di dunia" ini bohong namanya. Dunia ini adalah arena ujian bagi orang orang yang serius ingin bersama Allah. Serius artinya nggak boongan. Kalau serius mau bersama Allah maka bersamailah takdirmu dengan senang hati. Nggak boleh marah, sedih, kecewa dengan ketentuan Allah. Nggak boleh bilang "aku lelah dengan takdir ini". Itu namanya menerima dan membersamai Allah tapi menolak Allah.

Mau selalu disisi Allah? Kalau mau jangan nunggu m4ti dulu. Kalau mau bersama Allah sekarang saatnya bukan nanti. Membuktikannya sekarang bukan saat setelah dikubur. Caranya sekali lagi bersamailah takdir apapun itu tanpa menghakimi ini buruk ini baik. Buruk dan baik itu penilaianmu saja. Sebab Allah datang bersama dengan realitas apapun itu.

Terimalah Allah sekarang, maka setelah mennggal dunia engkau pasti akan menerima dan menemukan Allah. Bersamailah Allah sekarang maka setelah dikubur engkau juga pasti membersamai Allah. Terima bahasa cinta Allah sekarang maka saat diakherat engkau pasti mendapatkan cinta Allah. 

Mau bersama Allah di dunia dan akherat? Kalau mau jangan mengatakan "Saya udh ga peduli surga neraka saya hanya ingin bersama Allah saya sangat lelah d dunia pak ustad". Lelahmu itu sebenarnya neraka tapi kamu nggak sadar. Lelahmu itu adalah bahasa jiwamu yang tidak menghendaki takdir buruk terjadi. Padahal Allah datang bersama realitas takdir buruk atau baik.

Katanya nggak peduli dengan neraka, tapi masih merasa lelah dan kecewa. Mau hidupmu lelah selama lamanya? Pasti nggak mau khan? Artinya sebenarnya kamu nggak mau masuk neraka, meskipun bahasa lisanmu mengatakan sudah tidak peduli dengan neraka. Alias ucapanmu dusta.

Banyak sahabat yang salah memahami... Mereka tidak kuat dengan ujian dunia lalu menginginkan m4ti saja. Mereka kecewa dengan takdir lalu menginginkan Allah mencabut ny4wanya dan memasukkan ke surga. Ini khan lucu dan aneh.

Mengapa aneh? Jelas aneh lah. Bayangkan ada bidadari cantik yang mengatakan "aku cinta kamu". Lalu kamu menolaknya, membentaknya dan mengusirnya hanya karena datang membawa baju yang kotor. Bidadari hanya menguji cintamu ketika mendatangimu dengan baju dan wajah yang penuh lumpur. Lalu ketika sang bidadari sudah mandi, wangi, jelita lalu anda mengatakan, "hanya kamu yang aku cinta". Ini khan mb3lgedes.

Tahu mb3lgedes? Mb3lgedes itu artinya mau senengnya doang.

Di dunia ini sama. Khan dunia ini ujian. Yaitu ujian cintamu kepada Allah. Apakah cintamu tulus ataukah modus. Makanya Allah menguji cintamu mustahil membawa surga didepan mata. Enak bener. Tapi Allah menguji cintamu didunia dengan ujian. Bisa ujian dalam bentuk nikmat bisa ujian dalam bentuk musibah. Dan kebanyakan yang lulus ujian adalah orang yang diberikan musibah. 

Sementara kebanyaka ujian nikmat membuat manusia lupa diri. Malah menuhankan nikmat tersebut lalu melupakan Allah. Terus kalau di dunia foya foya, lupa kepada yang kasih nikmat kemudian diakherat Allah akan ingat kamu? Jangan ngimpi ya? Wong di dunia sudah melupakan siapa yang memberi nikmat, di akherat pasti juga dilupakan.

Kalau ujian dalam bentuk musibah lebih banyak yang lulus. Yaitu pada saat orang yang diberikan musibah bisa menerima dengan ikhlas karena Allah. Cuma tetap saja banyak yang nggak lulus. Yaitu mereka yang menolak Allah dan mengusirnya. Bentuknya adalah menolak dan berontak terhadap takdir pilihan Allah yang tidak disukainya. Sebab yang diiinginkan adalah takdir yang baik baik saja. Enak bener. Se3naknya sendiri namanya.

So bagi sahabat yang sedang diuji dengan musibah jangan minta m4ti dulu sebelum hatimu menerima ujian. Janganlah ketika hatimu sedang penuh kemarahan, kekecewaan, kesedihan dll lalu berharap m4ti. Kalau kamu m4ti membahwa kemarahan, kekecewaan dan kesedihan maka setelah m4ti Allah juga akan marah, kecewa dan sedih. Sedih sebab saat didunia dirimu tidak menerima cintaNya dengan pemberontakan hati. Kecewa sebab saat di dunia kamu tidak mampu mengenalNya yang datang bersama ujian. Marah sebab saat di dunia kamu membentak dan mengusirNya dengan membenci takdir. Mosok kamu ngimpi setelah m4ti pasti masuk surga?

Sekali lagi bagi sahabat yang sedang ditimpa musibah berjuanglah dengan sekeras kerasnya untuk menerima ujian. Berjuang keras untuk tidak marah, tidak dendam, tidak kecewa, tidak benci dll. Berusaha lebih keras lagi untuk memaafkan takdir. Caranya maafkan mereka semua yang menjadi bagian dari kehancuran hidupmu.

Cobalah buka mata hatimu. Orang orang yang menjadi bagian dari kehancuran hidupmu itulah ujian dari Allah. Dalam bahasa yang lebih dalam itulah Allah. Mosok kamu nggak kenal? Mosok kamu nggak mampu melihat? Mosok dengan Allah kamu dendam, marah, benci dll?

Memang sangat tidak mudah sekali untuk memaafkan takdir yang sangat buruk. Saya bisa mengerti kok. Saya tahu perasaanmu hancur. Wong saya juga pernah hancur kok. Cuman saya sering muhasabah diri. Melongok ke dalam diri. Sampai akhirnya mampu memaafkan takdir yang sangat pahit. Oleh karena itu sering seirnglah muhasabah diri ya?

Mengapa sangat tidak mudah sekali memaafkan takdir? Sebab yang kamu lihat selama bertahun tahun adalah wajah mahluk bukan wajah Allah. Hatimu penuh sesak dengan mahluk. Meskipun kamu sholat, ngaji, hapal dalil, hapal hadits tetap saja hatimu penuh sesak dengan wajah mahluk. Buktinya kamu dendam saat melihat pelaku sihir, marah saat melihat bisnismu hancur, kecewa saat teringat pengkhianatan. Bukankah ini bukti yang sangat jelas?

Oleh karena itu supaya kamu bisa memaafkan takdir lihatlah wajah Allah dibalik segala sesuatu. Jangan lihat mahluknya tapi lihatlah dengan qalbumu Allah yang sedang menguji cintamu dengan perantaraan mahluk.

Mengapa sulit menerima takdir buruk? Sebab kamu selama puluhan tahun tidak bertuhan dengan Allah, melainkan menuhankan dirimu sendiri tapi nggak sadar sadar juga. Mau buktinya? Buktinya adalah kamu nggak mau diberikan takdir yang buruk. "Aku maunya tidak kena sihir, aku maunya pasanganku setia, aku maunya bisnisnya tidak bangkrut, aku maunya pelaku kena adzab, aku maunya nama baikku tidak hancur, aku maunya kaya raya. Aku aku aku dan aku melulu. Kayak akumu itu tuhan bisa milih milih sesuka hati.

Oleh karena itu rendahkan akumu serendah rendahnya dan tinggikan AKU nya Tuhan setinggi tingginya. Katakanlah, "AKU (Allah) maunya kena sihir, AKU menghendaki pasanganmu mengkhianatimu, AKU yang membuat ekonomimu hancur, AKU yang membuat nama baikmu hancur. Akumu diganti dengan AKUnya Tuhan lalu DIA berbuat sesuka diriNya.

Ketika kamu sudah menerima takdir, sudah menerima kedatangan Allah bersama realitas yang buruk, sudah bisa merendahkan akumu, sudah bisa ikhlas dan ridho maka m4ti sekarang juga gpp. Sebab ketika m4ti ujian selesai. Diakherat sudah tidak ada ujian lagi. Alias kamu akan bersama Allah selama lamanya dalam cinta dan kebahagiaan.

Tapi kalau kamu belum mampu menerima dan memaafkan takdir tidak apa apa yang penting sudah berusaha. Kalau kamu belum mampu menerima kedatangan Allah lewat ujian di dunia ya sudahlah, yang penting sudah berusaha. Semoga 1% kesabaran, keikhlasan dan keridhoan saat diberikan ujian di dunia disempurnakan oleh Allah pahala dan balasannya nanti diakherat. 

Cuman kamu kudu berusaha sekecil apapun menerima musibah yang berat ini karena Allah. Hanya karena Allah loh, bukan karena suami, karena anak, karena keadaan, karena situasi dll. Bukan mempertahankan rumah tangga demi anak tapi demi Allah. Itulah yang akan bernilai diakherat kelak. Sebab amalan yang dilakukan hanya karena Allah sajalah yang diterima.

So sekali lagi kamu ingin selalu bersama Allah? Kalau mau bersamailah Allah sekarang dalam suka duka dan dalam keadaan apapun jua.

Demikian semoga mencerahkan, share ya?

Syukron

Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Begini Caranya Bergantung Hanya Kepada Allah Saja

Banyak yang mengatakan saya hanya bergantung kepada Allah. padahal aslinya itu perkataan dusta saja. Lalu bagaimana caranya bergantung kepad...