Sihir hanya bisa hancur oleh keimanan. Iblis hanya bisa dikalahkan/ diusir oleh Allah saja. Simak artikel Ini Dia Manusia yang Bisa Hancurkan Sihir & Kalahkan Iblis.
SANTAPAN ROHANI, HANYA PERUQYAH SEPERTI INI YANG BISA MENGUSIR IBLIS DARI JIWAMU
mau tanya pak ustadz,,kenapa jin nya sulit keluar pada saat di rukiah , oleh perukiah ...Pak ustadz, apa iya kesembuhan dari pasien sihir itu, tergantung dari keimanan dari para perukiah saat mengeluarkan jin dalam tubuh nya. mungkin di coba PK ustadz, berdo.a sekali lagi untuk saya, biar semuanya akn segera berakhir atas seijin Allah, ππ, kasian kami pak ustadz sudah terlalu lama kami menderita πππΏππΏ
Jawab: Apakah kesembuhan dari sihir tergantung keimanan peruqyahnya? Ya nggak lah. Harus ada 2 sisi yaitu sisi peruqyahnya dan juga pasien atau marqy. Tetapi kalau pertanyaannya adalah apakah ada korelasi antara keimanan seseorang dengan kemampuan mengeluarkan jin/ setan maka jawabannya YA. Korelasinya sangat erat sekali.
Kita bicara tentang mengeluarkan jin atau setan bukan bicara kesembuhan. Karena kesembuhan itu tergantung banyak hal. Bisa jadi sembuh hari ini tapi bulan depan kumat lagi. Artinya kalau bicara tentang mengeluarkan setan maka memang peruqyah yang iman dan islamnya kuat akan lebih mudah mengeluarkan jin.
Nah kita masuk ke artikel santapan rohani. Seperti biasa pinggirkan dulu ilmumu, dalilmu, pengetahuanmu dll supaya tidak merasa tert4mpar dan atau ker4cunan. Pinggirkan dulu akalmu dan buka hatimu lebar lebar supaya mendapatkan pencerahan.
Terkait dengan keimanan maka ada tingkatannya. Anggap saja 1 sampai 100. Maka kebanyakan manusia dan umat islam tingkat imannya masih rendah termasuk saya. Dan mohon maaf ya, bahkan para ustadz, kyai, dai, orang yang suka ceramah, sarjana agama, peruqyah dll tingkat keimanannnya masih rendah. Saya yakin anda mungkin saja tersinggung, cuman setelah selesai membaca tulisan ini pasti manggut manggut.
90 persen bahkan mungkin lebih menganggap tingkat keimanan itu relate dengan ketekunan dalam ritual ibadah. Artinya orang yang sholat wajib dimasjid terus, gemar sholat sunnah, ngaji 3 juz perhari, hapal banyak hadits, biasa ceramah, punya pondok, jadi imam dll dianggap orang yang imannya tinggi. Tidak salah sih, tetapi dalam banyak kasus kurang mengena di hati.
Mengapa demikian? Sebab dari sekian yang tekun beribadah banyak juga yang masih suka berantem, marah marah, korupsi, nyalahin amaliah orang lain, merasa benar sendiri, kaku, keras, saklek dll. "Pokoknya kalau nggak ikut kajian saya, aliran saya, cara saya maka sesat". Nah loh. Padahal seharusnya makin tekun ibadah makin sejuk dan teduh hatinya serta mampu meneduhkan orang lain.
Memang tidak boleh digeneralisir, sebab dilapangan banyak juga yang tidak seperti itu. Tapi selama anda menganggap hanya mereka yang tekun ibadah lalu disebut memiliki keimanan yang tinggi berarti anda keliru. Atau anda yang merasa ibadahnya sudah digeber setiap hari, pakaiannya sudah sangat islami, tampilannya ala ala syeikh kemudian merasa menjadi insan yang imannya sempurna maka itu tidak benar.
Tapi okelah anggapan itu benar. Cuman nilai keimanannya masih (anggap saja) dibawah 10 atau maksimal 10. Belum bisa melangkah ke 11 apalagi sampai diatas 50. Sehingga ustadz atau peruqyah yang meruqyah pasien gangguan jin atau sihir maka jin jin dengan tingkat pembangkangan dibawah 10 yang akan keluar. Sementara yang levelnya diatas 11 akan kuat menahan bacaan ruqyah anda.
"Lalu siapa manusia yang imannya sudah tinggi sehingga mampu mengeluarkan jin setan paling tinggi sekalipun?"
Sebelum menjawab saya mau tanya iman itu apa? Iman adalah yakin atau percaya. Yakin Allah, atau percaya Allah. Bukan yakin mahluk dan percaya mahluk. Yang yakin apanya? Dadanya atau qalbunya. Artinya selama 24 jam menjalani kehidupan hari ini orang yang imannya tinggi yakin Allah percaya Allah. Yakin dan percaya dalam segala hal.
Iman atau keyakinan dalam dadanya akan membuat hatinya tenang apapun dinamika yang terjadi. Tidak ada ketakutan dan kekhawatiran tentang apapun. Sebab yakin Allah percaya Allah.
Dikatakan imannya sudah dalam artinya sudah harus melalui dinamika kehidupan yang panjang dimana qalbunya memandang Allah dalam segala sesuatu. Inilah yang faktanya teramata sangat amat sulit sekali. Tidak hanya saya dan anda tetapi juga bagi para ustadz, kyai, peruqyah dll. Sehingga kata penceramah yang mengatakan, "marilah kita bersyukur atas nikmat iman dan islam" sebenarnya sebagian besar manusia belum diberikan nikmat itu kecuali hanya kulitnya saja.
Saya berikan contoh sederhana. Saat anda kehilangan sendal dimasjid lalu marah marah, ditambah sendal baru dan mahal. Artinya anda sudah gagal iman, sebab yang anda pandang adalah mahluk. Atau ketika gajian hampir habis anda mulai khawatir, ini juga gagal iman. Atau ketika didebat/ dihina orang lain nyolot, kehilangan uang sedih, gagal panen kecewa dan ada ribuan kejadian lainnya yang menanndakan imannya masih lemah. Sebab bukan yakin Allah tapi yakin mahluk. Yaitu meyakini semua gara gara mahluk.
Contoh lain cendekiawan muslim yang debat kusir tentang agama sehingga masing masing ngotot, atau ustadz yang ditinggalkan jamaah lalu marah, atau kyai yang ditinggalkan santri lalu emosi, atau peruqyah yang tidak dikasih amplop lalu kecewa. Ini semua sudah menjadi bukti bahwa hatinya melihat mahluk. Qalbunya yakin mahluk bukan yakin Allah. Jika demikian maka ketika meruqyah seseorang hanya setan kelas tertentu saja yang keluar sementara jin kelas lebih tinggi akan bertahan.
Artinya untuk menjadi orang yang iman dan islam itu mudah di lisan tapi luar biasa sulit di pembuktian. Mudah di retorika tapi sulit di realita. Sehingga bisa disimpulkan harga surga ternyata tidak semudah anggapnmu selama ini.
Kalau kamu masih marah dan tersinggung dengan ucapanku maka anda akan membuktikan sendiri pada saat kena musibah. Contoh sederhana anda dipecat dari pekerjaan maka saya jamin dirimu akan pusing, khawatir, sedih dll. "Gimana nanti keluargaku bisa makan, gimana nanti bayar anak sekolag, gimana nanti cicilan utang" dan banyak kekhawatiran lainnya. Hal ini sudah cukup menegaskan bahwa selama ini anda menuhankan pekerjaan tapi nggak sadar. Imannya bukan kepada Allah tapi kepada kerjaan, gaji dan harta benda.
Yang tersinggung biar yang lain saja. Jika anda saat ini sedang diberikan musibah apalagi sahabat yang kena sihir saya yakin akan menganggukkan kepala. Anda akan sepakat dengan saya bahwa menjadi orang yang iman dan islam itu sungguh penuh tantangan. Iman atau yakin kepada Allah yang memberikan ujian itu sulit. Pasrah kepada ujian yang sudah ditentukan Allah jauh lebih sulit.
Ketika rumah tanggamu diujung tanduk karena sihir, kerjaan dan bisnis bangkrut, badan sakit sakitan, dapat fitnah disana sini maka inilah ujian keimanan yang sesuangguhnya. Apakah imanmu kepada Allah atau mahluk. Faktanya selama bertahun tahun imanmu selalu kepada mahluk. Mahluk terus yang dilihat sehingga memicu kemarahan, dendam, kesedihan, kekecewaan, ketakutan, kekhawatiran, kecemasan dll.
Anggap saja ketika diruqyah anda sembuh dan normal kembali. Akan tetapi apakah dijamin sembuh seterusnya? I dont think so. Selama hatimu selalu melihat atau beriman kepada mahluk maka ada saatnya kumat lagi. Misalnya ketika teringat kedzaliman pelaku sihir maka bangkit dendamnya yang menyebabkan jin datang lagi. Ketika teringat pasangan yang berkhianat maka bangkit kekecewaannya yang menjadi pemicu kumat lagi. Sehingga PR nya adalah "sembuhkan hatimu" maka kamu akan sembuh selama lamanya.
Bagaimana caranya menyembuhkan hati?
Sebenarnya saat ini anda sedang dididik iman dan islam kok. Dididik oleh pengalaman bukan teori atau tekstual. Dididik oleh takdir bukan oleh sekolah agama. Dididik langsung oleh Allah bukan oleh guru, kyai, mursyid, ustadz dll. Sebenarnya saat ini anda sedang dididik hatinya tapi kurang peka.
Pendidikannya bukan dengan membaca sampai hapal, "iman adalah percaya kepada Allah, kepada takdir Allah dll". Tetapi dididik dengan musibah lalu melihat kemana wajah iman dalam hatimu menghadap. Kalau menghadap mahluk maka akan kecewa, kalau menghadap Allah maka akan tenang dan bahagia. Jika kamu ditimpa musibah tapi tetap sabar dan tenang maka anda lulus menjadi orang yang beriman.
Mudah khan? Teorinya mudah prakteknya luar biasa sulitnya. Kalau prakteknya mudah maka semua korban sihir sudah sembuh dari dahulu kala. Nyatanya bertahun tahun sampai puluhan tahun banyak yang belum sembuh juga.
Kembali kepada pertanyaan, "apakah kesembuhan pasien tergantung dari keimanan peruqyah pada saat mengeluarkan jin dari dalam tubuhnya?".
Kalau kita bicara mengeluarkan jin maka semua peruqyah bisa mengeluarkan jin setan. Tapi yang keluar setan setan rendahan. Dan posisi saya masih disini, alias baru bisa mengeluarkan jin tingkat cere. Soo jangan berharap banyak kepadaku ya? Jangan sampai meyakini kalau diruqyah pendekar langit pasti sembuh. Nggak bener itu.
Peruqyah selain saya bisa mengeluarkan jin lain yang levelnya lebih tinggi. Akan tetapi hanya sedikit peruqyah yang bisa mengeluarkan jin tingkat tinggi. Yaitu ifrit ifit dibawah Iblis. Meskipun berjam jam baca ayat ruqyah si ifrit tetap betah bersemayam dalam jiwa pasien. Sebab ifrit melihat cahaya lampu peruqyah tidak cukup untuk membakar mereka. Dalam bahasa lain cahaya hati dari peruqyah tidak menyala maksimal.
Yang bisa mengeluarkan jin tingkat tinggi hanyalah peruqyah yang sudah teruji imannya selama bertahun tahun. Dalam artian bertahun tahun mengalami ujian kehidupan tetap sabar dan tenang karena yang dilihatnya adalah Allah. Peruqyahnya pernah mengalami fase kehidupan dib4nting kesana kemari selama bertahun tahun tapi tetap bisa bersabar. Dib4nting rumah tangganya, ekonominya, kesehatannya dll. Mengapa tetap sabar? Sebab qalbunya melihat Allah dibalik ujian.
Lalu saat meruqyah pasien sang peruqyah seakan membaca ayat ayat ruqyah dari lisannya. Padahal aslinya dirinya tidak melihat siapa siapa kecuali Allah. Termasuk dirinya sendiri yang sedang membaca kalam Allah. Dirinya hanya mengikuti takdir saja. Disuruh Allah meruqyah maka ia meruqyah. Digerakkan Allah membaca ayat ruqyah maka ia membacanya. Jika demikian maka jin kelas tinggi sekalipun akan ngacir ketakutan.
Apakah takut kepada peruqyah? Enggak.. Mereka tidak takut sama sekali dengan manusia paling alim sekalipun. Mereka hanya takut kepada Allah saja. Dan saat itu cahaya Allah sudah bersemayam di qalbunya peruqyah. Sehingga ketika peruqyahnya membaca, "Fakhruj fainnaka rojiim" artinya keluarlah sesungguhnya kalian semua t3rkutuk. Maka dengan segera para iblis lari ketakutan. Sekali lagi bukan karena kalamnya peruqyah tetapi karena takut dengan Allah yang berkalam melalui lisan peruqyah.
Kita kembali kepda pembahasa iman..
Sahabat yang kena sihir dimana menyebabkan kehancuran dari segala sisi baik jiwa dan raga maka belajarlah peka. Musibah ini bukan kebetulan tapi memang disengaja dari sononya. Ini adalah ujian langsung dari Allah. Anda sedang dididik untuk menjadi insan yang beriman dan berislam. Yaitu insan yang yakin kepada Allah dibalik ujian sihir yang dialami untuk kemudian pasrah (islam). Ketika anda sudah terbukti iman dan islamnya barulah pintu surga dibuka.
Memang untuk mendudukkan hati pada maqom ini sangat tidak mudah. Untuk menerima kenyataan dikhianati pasangan sungguh tidak mudah. Untuk bisa ikhlas ketika ekonomi hancur, nama baik hancur, kesehatan hancur dll sangat sulit. Apalagi memaafkan kejahatan pelaku sihir nyaris mustahil. Tetapi saya meyakini DIA yang memberi ujian maka DIA juga yang akan mengajariku dan mengajarimu cara supaya bisa lulus. DIA pasti akan mengajari kita semua untuk sabar, ikhlas dan ridho. Saya yakin tetap lulus meskipun mungkin nilainya tidak sempurna.
Sebab memang hanya sebiji dua biji yang lulus sempurna. Yaitu mereka yang yakin Allah percaya Allah dibalik segala galanya termasuk dirinya sendiri. Bingkainya adalah laailaaha illallah, yang maknanya segala sesuatu itu tiada, yang ada hanya Allah. Sehingga orang yang lulus sempurna merasa dirinya tiada. Kalau sudah duduk dimaqom ini maka iblis akan menyingkir disisi lain malaikat akan sujud memberikan penghormatan.
Mengapa iblis menyingkir? Apakah iblis takut kepada manusia? Jawabannya tidak. Iblis hanya takut kepada Allah saja. Seakan akan iblis takut kepadamu padahal aslinya takut kepada Allah yang cahayaNya sudah bersemayam dalam arsy qalbumu.
Mengapa malaikat bersujud? Apakah malaikat bersujud kepadamu? Jawabannya bukan. Malaikat hanya bersujud kepada Allah saja bukan kepada mahluk. Seakan akan malaikat bersujud (hormat, tunduk, membantu, melayani dll) kepadamu, padahal aslinya sujud kepada Allah yang cahayaNya sudah memenuhi hatimu.
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS Al Baqarah: 34)
Kesimpulannya anda yang hidupnya ancur ancuran karena sihir sebenarnya sedang dididik iman (yakin kepada Allah) dan islam (pasrah/ tunduk). Dalam bahasa lain anda sedang dipersiapkan untuk menjadi kekasih Allah. Atau dalam bahasa lainnya lagi anda dipersiapan untuk menjadi manifestasi, tajalli atau wakil Allah di bumi, dunia dan akherat. Apa nggak keren?
Ketika anda lulus menjadi kekasih Allah maka segenap mahluk akan tunduk dan sujud kepadamu. Segenap mahluk tidak akan berani untuk membangkang kepada perintahmu. Bahkan neraka sekalipun. Neraka akan jadi dingin ketika engkau lewat.
Apakah segenap mahluk benar benar tunduk kepadamu? Sebenarnya tidak. Mana ada mahluk tunduk kepada mahluk. Yang benar mahluk tunduk kepada Kholiq. Tetapi khan ketika engkau ditakdirkan menjadi kekasih Allah, maka dirimu sudah merasa tiada. Engkau tidak merasa yang bersedekah ketika sedekah, tidak merasa meruqyah ketika meruqyah. Bahkan tidak merasa dirimu yang sholat ketika sedang sholat. Sebab dihatimu hanya ada Allah. Allah lah yang melakukan semuanya segalanya tidak ada yang lain. Ahad, esa, tunggal dan satu satunya.
Sehingga jawabannya seakan akan mahluk tunduk kepadamu, tetapi yang sebenarnya segenap mahluk tunduk kepada perintah Allah.
Kalau kita kembali kepada pertanyaan sahabat diatas, "siapa peruqyah yang bisa mengeluarkan jin, menghancurkan sihir bahkan mengusir iblis?". Maka jawabannya bukan ustadz, kyai, peruqyah bukan juga pendekar langit dll akan tetapi "ANDA lah orangnya"
Demikian semoga mencerahkan, share ya?
Syukron
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar