Dahulu Allah pernah memerintahkan malaikat untuk sujud kepada adam. Nah selesai baca tulisan ini anda akan paham hakikatnya. Simak Lakukan Ini Maka Seluruh Malaikat Akan Sujud Kepadamu.
SANTAPAN ROHANI, SELURUH MALAIKAT BERSUJUD KEPADAMU
Saya tidak seperti (tidak ngaku ngaku) ini Walaupun dalam hati ada hal seperti ini Saya berusaha menepis dengan istighfar dan minta perlindungan dari sifat sombong. Dan nama baik saya dan istri juga sudah hancur. Hidup segan mati tak mau. Dan lebih sakit nya pelaku itu maaf orang ga punya Sering saya bantu. Istnaku yang saya bangun (yang diangkat status sosialnya, dipercaya dll tega berkhianat) rasanya runtuh hancur lebur rata dengan tanah
Saya sudah menjalani 7 bulan ustadz. Sering cekcok. Kasian anak2 mentalnya kena semua. Setiap hari saya berpikir gimana caranya menuntut keadilan. Pelaku harus tanggung jawab. Jika saya membunuhnya saya tau masalah akan semakin besar. Iya ustadz saya paham ini Kami suami istri yang paham sedikit agama. Istri saya selalu pakai gamis. Guru ngaji. Selalu aktif dipengajan
Jawab: Saya meyakini orang orang yang diberikan ujian berat saat di dunia, maka saat diakherat jalannya lebih ringan. Apalagi orang yang saat didunia dikhianati oleh orang terdekat, saya meyakini mereka akan menjadi syafaat bagi orang lainnya.
Dan ketahuilah sahabat, bahwa sakit yang paliiing sakit ketika kita dikhianati pasangan. Orang yang kita angkat status sosialnya, kita percayai mengurus keluarga ternyata menusuk dari belakang. Sakit sesaki sakitnya tiada kata yang bisa melukiskan.
Oleh karena itu saya sangat berempati kepada anda yang sedang mengalaminya terlepas rumah tanggamu bisa dipertahankan ataupun tidak. Jika rumah tanggamu tidak bisa dipertahankan maka kita hanya manusia biasa. Memang jarang sebuah rumah tangga yang bisa dipertahankan ketika salah satunya tidak setia. Tapi meskipun begitu saya meyakni kalian berdua tetap ringan langkahnya diakherat kelak.
Bagi anda yang bisa mempertahankan rumah tangganya karena Allah maka saya angkat topi. Meskipun rumah tangga sering cekcok gara gara teringat pengkhianatan masa lalu, tapi jika anda bisa mempertahankan rumah tangga sampai menutup usia maka saya meyakini anda akan lolos dari hari penghisaban. Di saat yang lain dihisab anda bisa melenggang kangkung.
Apalagi bagi anda yang bisa memaafkan pasangan, memakluminya lalu melanjutkan hidup berumah tangga seperti biasa tanpa ada dendam dan kebencian. Maka ketahuilah dia adalah kekasih Allah. Dalam bahasa lain dia bukan manusia tetapi Allah sudah menggantikannya. Karena Allah menggantikan dirinya maka dia bisa memaafkan pasangan dan pelaku dzolim. Siapa yang memaafkan? Yang memaafkan adalah Allah dalam qalbunya.
Dan saya yakin jika anda bisa memaafkan takdir yang menyakitkan ini dimana hatimu tetap lapang karena melihat Allah maka diakherat kelak tiada satu mahlukpun yang berani kepadamu. Malaikat semua akan bersujud kepadamu. Sujud kepada siapa? Bukan sujud kepada mahluknya tapi sujud kepada Allah yang sudah menggantikanmu.
Saya meyakini dirimu bebas keluar masuk neraka sesuka hatimu untuk membebaskan orang yang anda cintai dari adzab. Anda bebas keluar masuk surga dari puntu mana saja, atau naik ke langit 7 dan sidrotul muntaha. Siapa yang bebas melakukannya? Bukan kamu, tapi Allah yang sudah menggantikanmu.
Tetapi untuk sampai di maqom ini memang ujiannya nggak kaleng kaleng, ugal ugalan. Dan hanya segelintir yang kuat. Kiri kanan depan belakang dihabisi tanpa sisa. Harta benda yang dikumpulan puluhan tahun diambil, aset aset berharga dihancurkan tanpa sisa sehingga menjadikannya gembel jalanan. Teman, kerabat, relasi, tetangga dan orang lain akan menjauhinya sehingga nyaris ditinggal sendirian. Kehormatan, nama baik, harga diri benar benar dinjak injak sampai tiada harganya sama sekali.
Dan yang terakhir adalah ujian paling menyesakkan dada yaitu saat orang orang terdekat menusuk dari belakang. Sahabat yang selama ini dibantu, kerabat yang diangkat ekonominya tega mengkhianatinya. Dan puncaknya adalah pasangan yang sangat dipercaya tega menduakan cinta. Habis sudah, usai sudah, game over.
Ya benar, mungkin semua asbab kedzaliman orang lain yang mengirimkan sihir. Tapi tetap bingkainya adalah ujian ugal ugalan dari Allah. Oleh karena itu disebabkan semua kehancuran anda adalah bagian dari ujian Allah maka berjuanglah untuk memaafkan pasanganmu. Kasihan dia, sebab selama ini dikendalikan setan. Semua bukan karena kemauannya sendiri tapi dorongan sihir yang sangat kuat.
Saya tahu anda shock, tapi pasanganmu juga shock tidak percaya dengan apa yang terjadi. Jika kalian berpisah saya khawatir salah satu atau keduanya mengambil jalan pintas dengan mengakhiri hidupnya sendiri. Berjuanglah untuk memaklumi satu sama lain. Saya ikut mendoakan untuk keutuhan rumah tanggamu.
.
.
Sahabat yang dirahmati Allah...
Karena tulisan ini adalah santapan rohani maka anda harus mau membuka hatimu lebar lebar. Mungkin tulisan saya akan menyakitkan jiwamu, tapi harus saya tulis supaya saya dan anda bisa membaca pesan dibalik ujian.
Ada sahabat kita, orangnya baik, sayang dengan keluarga, dermawan dan ngerti agama. Lalu beliau menjawab WA saya sbb, "Saya tidak seperti (tidak ngaku ngaku) ini Walaupun dalam hati ada hal seperti ini Saya berusaha menepis dengan istighfar dan minta perlindungan dari sifat sombong.". Dan tahukah anda bahwa ucapan ini adalah ucapan yang harus dibuktikan.
Nyatanya ketika ucapan iman dihadapkan kepada kenyataan faktanya sahabat kita berontak. Artinya apa? Artinya ucapan dahulu saat mengatakan semua dilakukan karena Allah adalah ucapan dusta. Kalau benar semua karena Allah maka ketika diberikan ujian otomatis akan sabar.
Sahabat kita mengatakan, "Iya ustadz saya paham ini. Kami suami istri yang paham sedikit agama. Istri saya selalu pakai gamis. Guru ngaji. Selalu aktif dipengajan".
Saat itu saya memberikan statement bahwa saat dahulu berbuat baik, sedekah, isi kajian, ceramah, membantu orang lain hakikatnya itu bukan "aku" yang melakikannya tetapi "Allah" yang melakukan. Dan sahabat kita ngerti karena paham ilmu agama, guru ngaji, pakai gamis dll. Tapi sekali lagi semua butuh diuji. Dan ketika diuji ternyata menghilangkan "aku yang..." ternyata tidak semudah ucapan.
Meskipun dimulut mengatakan/ meyakini semua milik Allah tetapi saat diberikan ujian keimanan, apa yang dihati berbeda dengan apa yang di lisan. Nyatanya saat diuji, hatinya penuh kemarahan, kekecewaan, kesedihan, dendam dll. Penuh banget malahan.
Dahulu mengatakan harta adalah titipan Allah. Tetapi ketika asbab sihir harta bendanya ludes lalu dadanya sesak berisi kesedihan mendalam. Dulu mengatakan pujian hanya milik Allah, namun ketika kehormatan dan harga dirinya diinjak injak menyebabkan dadanya bergejolak berisi kekcewaan yang mendalam. Dulu mengatakan "cintaku hanya untuk Allah", namun ketika cintanya kepada manusia dikhianati menyebabkan dadanya shock berisi kemarahan dan dendam yang membara.
Artinya apa? Artinya ucapan manis saat dahulu ngobrol dengan penerima sedekah, saat ngisi pengajian, saat ceramah, saat memberikan motivasi spiritual dll hanyalah dusta, seperti debu yang beterbangan. Tidak peduli ngerti agama, paham fikih, paham tafsir, pakai gamis, pakai tasbih dll karena yang dibutuhkan adalah bukti.
Buktinya saat diberikan ujian dalam bentuk musibah yang memang sangat berat sulit sekali untuk tunduk dan pasrah kepada ketetapan Allah. Sangat kesulitan untuk meyakni bahwa semua dari Allah bukan dari mahluk. Dalam bahasa lain sulit beriman kepada Allah, sebab imannya kepada mahluk. Imannya kepada wajah wajah yang mendzoliminya sehingga berencana mengajukan gugatan ke pengadilan. Bahkan terlintas niat untuk menghabisi/ mbnh pelaku yang sudah menghancurkan kehomatan rumah tangganya.
Makanya dalam beberapa tulisan saya mengajak sahabat untuk tidak gumunan, tidak mudah kagum dengan sosok sosok yang selama ini dipanggul ustadz atau kyai. Jangan mudah terpesona dengan orang orang yang pakai gamis, bawa kitab, ngisi ceramah dll. Karena yang disampaikan adalah ilmu agama yang dimensinya masih ilmu dunia. Tidak jaminan ustadz, kyai, habib dll adalah guru akherat. Camkan baik baik ya?
Akan tetapi kagumlah dengan mereka yang teguh tegar dan sabar ketika diberikan ujian dalam bentuk musibah yang berat. Meskipun ia hanya serang buruh yang nggak ngerti tafisr, atau petani pinggir gunung yang terlalu tidak paham fikih. Kagumlah dengan keyakinan dan ketundukan mereka kepada ketetapan Allah. Dan merekalah sebenar benarnya guru akherat meskipun tidak memegang kitab. Sebab kitabnya tersimpan rapih dalam hatinya yang lembut.
Lalu bagaimana supaya hati kita bisa lebih lapang menerima ujian yang sangat berat ini?
Sebelum saya share simak statement sahabt sbb, "Dan lebih sakit nya pelaku itu maaf orang ga punya Sering saya bantu. Istnaku yang saya bangun (yang diangkat status sosialnya, dipercaya dll tega berkhianat) rasanya runtuh hancur lebur rata dengan tanah".
Yang membuat dada kita semakin nyesek adalah ketika teringat kebaikan kebaikan kita dimasa lalu yang dibalas dengan pengkhianatan. Istilah lainnya air susu dibalas dengan air tuba. Misalnya seseorang yang kekurangan dahulu sering dibantu, tapi tega menusuk dari belakang. Atau istri yang diambil dari gunung, dibawa ke kota, dimuliakan, diangkat derajadnya, diberikan kepercayaan tapi tega menduakan cinta. Menerima kenyataan ini sungguh hampir hampir jiwa tidak kuat menanggungnya. Sakit, pedih, perih dan segala derita sakaratul maut dirasakan dengan nyata.
Mengapa semakin lama semakin sakit dirasakan? Sebab dirinya meyakini, "aku yang membantunya". Kalau anda tetap berkeyakinan seperti itu maka penderitaanmu tidak akan pernah bisa sembuh selama lamanya. Batin anda akan terluka dan bernanah selama lamanya.
Oleh karena itu rubah dengan paradigma baru yaitu, "Allah yang membantunya". Atau bahasa yang lebih halus, Allah yang melakukannya dengan meminjam tanganmu. Dan faktanya bukan kamu yang melakukannya kok? Karena sejatinya dirimu juga milik Allah. Tidak ada sebesar atom dalam dirimu lahir dan batin yang menjadi milikmu. Karena kamu tidak pernah menciptakan dirimu sendiri atau mempunya saham penciptaan meskipun hanya sebesar atom.
Artinya semua milik Allah. Karena semua milik Allah maka semua juga cerita Allah. Semua perbuatan Allah tidak ada sebesar atom perbuatan mahluk. Mengapa demikian? Sebab kembali kepada paragraf diatas yaitu kita tidak memiliki saham penciptaan langit dan bumi dan dirimu sendiri meskipun hanya sebesar atom.
Ketika anda mau merubah keyakinan atau cara pandangmu maka Insya Allah sedikit demi sedikit bisa meredam kemarahan. Sedikit demi sedikit bisa meredam pemberontakan jiwa terhadap takdir yang menyakitkan. Sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit. Alias lama kelamaan anda bisa benar benar ikhlas dan ridho.
Sahabat yang dirahmati Allah...
Seakan akan saya menceritakan kisah sahabat diatas. Adapun kisah sahabat diatas harus kita jadikan sebagai ibroh atau pelajaran yang berharga. Karena sebenarnya tulisan ini menceritakan diriku sendiri. Kebetulan saja ada sahabat yang memiliki masalah/ ujian yang sama, jadi nyambung tulisannya.
Oleh karena itu jangan tersinggung ketika saya mengatakan imanmu dusta. Sebab ini menceritakan diri saya sendiri dimana imanku kepada Allah dahulu kala yang sering saya gembor gemborkan saat mengisi motivasi spiritual kepada orang lain nyatanya dusta alias ngegombal saja. Dulu saya sering memberikan ceramah bahwa orang islam itu harus begini dan begitu. Seolah olah hendak memberikan contoh diriku sendiri yang suka pakai gamis, suka mendalil, pinter ngaji, paham fikih, paham tafsir dll. Padahal yang sebenarnya pada saat itu saya masih kafir. Atau bahasa halusnya saya belum benar benar islam.
Mengapa demikian? Sebab makna islam adalah pasrah atau tunduk kepada hukum dan ketetapan Allah. Bukan hanya hukum dalam fikih saja tetapi yang lebih pas adalah hukum dan ketetapan Allah yang digelar lewat realitas. Nyatanya ketika saya diberikan musibah yang besar saat itu nggak ada pasrah pasrahnya. Yang ada berontak, marah, kecewa, sedih dll. Sampai sampai mempertanyakan keadilan Tuhan. Tuhan nggak adil, mosok aku yang baik, cerdas, berilmu dan sholeh harus diberikan musibah besar seperti ini? Harusnya khan mereka yang jahat, nggak sholat, nggak pernah berbagi dll? Tapi mengapa harus saya?
Setelah melewati masa yang lumayan panjang (beberapa tahun) akhirnya saya sedikit demi sedikit mulai memahami sesuautu yang sebelumnya tidak saya pahami. Saya mulai paham apa itu iman, islam dan taqwa. Saya paham bahwa agama itu bermakna paradigma atau cara pandang. Yaitu cara pandang terhadap ujian kehidupan. Akhirnya saya mulai memahami apa itu hijrah, taubat, alam kubur, barzakh, pertanyaan malaikat, sakaratul maut, surga, neraka dan istilah keislaman lainnya dengan pemahaman yang benar benar berbeda dari sebelumnya.
Dari itulah sedikit demi sedikit hatiku mulai lapang menerima ujian. Bukan lagi dukun, pelaku atau pasangan yang dilihat tetapi Allah yang dilihat dibalik ujian. Sehingga dengannya hati mulai bisa sabar dan ikhlas.
Ada sahabat lain yang WA, "Siapa guru pak ustadz yng keadaan ustadz lagi sakit keras nolong pak ustadz. Karna keadaan lemah kita dak bisah apa2 ...Tapi ke adaan gini saya perlu ustadz karna melawan harus baca ayat sakit gini dak pokus kalo sdh terasa kepala miter2 di tusuk dari belakang kaki dak bisah gerak bibis susah berucap"
Inti pertanyaan sahabat diatas siapa guru saya? Mengapa saya kalau menulis santapan rohani bisa ngalir saja nggak ada remnya? Jawabannya guru saya bukan ustadz, syeikh, mursyid, habib, kyai, ahli makrifat, ahli spiritual dan semua manusia. Guru saya bukanlah mahluk tapi DIA yang menciptakan diriku dan dirimu. Guru saya adalah Allah yang datang melalui realitas takdir kehidupan. DIAlah guru saya dan anda semua.
Oleh karena itu saya dan anda harus berguru kepadaNya. Bagaimana caranya? Caranya adalah Iqro' atau bacalah. Yaitu membaca takdir kehidupan. Membaca masa lalu dengan cara muhasahah atau introspeksi diri. Ingat ingat kejadian masa lalu dan korelasinya dengan sekarang yaitu saat musibah besar ini melanda. Membaca saat ini dengan cara sabar dan ikhlas dengan realitas yang datang serta berhusnudzon kepada Allah. Membaca msa depan dengan cara iman atau percaya bahwa Allah sebaik baik pembuat skenario kehidupan yang akan berakhir happy ending.
Terakhir saya mau memberikan nasehat untuk diri sendiri dan anda semua. Khususnya bagi anda yang dadanya sesak karena harus dipaksa menelan pil pahit bernama ujian kehidupan. Saya paham bagaimana rasanya dihantam dengan musibah yang tidak terpikirkan sebelumnya. Misalnya kisah sahabat diatas dimana ditusuk dari belakang oleh pasangan dan orang terdekat. Saya tahu rasanya sakiiiiiiiit sekali tak tertahankan. Bahkan dosa menduakan cinta tidak mungkin bisa dimaafkan selama lamanya.
Sekarang jadi paham khan kalau beriman dan berislam itu swuuuliiitnya minta ampun. Kalau sekedar belajar rukun iman dan rukun islam siapapun bisa. Kalau sekedar sholat, puasa, ngaji, belajar fikih, belajar tauhid, belajar tafsir dll semua juga bisa asalkan mau membaca. Itulah yang dimaksud ilmu agama tapi bukan ilmu akherat. Tapi sudah bagus kok.. Bagus anda mau belajar agama, Insya Allah tetap mendapatkan pahala.
Tapi itu baru iman dan islam sebatas kulit. Belum masuk kepada isi atau inti ajaran islam. Inti ajaran islam adalah percaya bahwa Allah yang memberikan ujian, bahasa lainnya iman. Lalu tunduk, pasrah, patuh, ridho terhadap pilihan ujian dari Allah. Bahasa lainnya islam. Jika kamu percaya kepada Allah bukan kepada mahluk, lalu hatimu tunduk kepada ketetapaNya maka akan berbuah akhlak yang terpuji. Misalnya lebih ikhlas, lebih sabar, lebih empati, lebih dermawan, lebih rendah hati dll diman semua dilakukan karena iman islam kepada Allah. Dan buah iman islam berbentuk akhlak yang terpuji inilah yang disebut TAQWA.
Ketika anda sudah dimaqom ini maka saya sholatmu jauh lebih berkesan dan membekas dalam relung hati. Berdirimu benar benar menghadap Allah, rukukmu memberikan penghormatan ekpada Allah, dan sujudmu adalah tunduk patuh kepada segala kehendak dan ketetapan Allah. Ketundukan inilah yang membuat hatimu menjadi lapang, tenang, damai dan bahagia. Maqom hati yang seperti inilah yang disebut dengan TAQWA
Ketika anda sudah mulai masuk di maqom ini maka saya jamin anda akan menemukan jalan keluar. Anda akan diberikan rezeki dari arah yang tidak disangka sangka. Dan anda akan diberikan hikmah yang sangat besar.
Artinya: "....Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS At Thalaq: 2-3)
Oleh karena itu mulailah berjuang untuk menghadapkan wajah hatimu kepada Allah. Saya sampaikan berjuang karena sihir setan dan iblis juga akan berjuang untuk memaksa wajahmu menghadap kepada duniamu yang sedang hancur. Teruslah mohon kekuatan kepada Allah agar hatimu lempeng kepadaNya. Dengan itu pelan pelan jiwamu yang membara lama kelamaan akan adem kembali.
Dan ketika wajah hatimu sudah benar benar menghadap Allah maka saat itulah anda bisa sabar, ikhlas dan ridho terhadap ujian. Mengapa bisa sabar? Sebab hatinya sudah tidak menghadap mahluk lagi melainkan menghadap DIA yang pada akhirnya bisa dikenalnya. Siapa yang kenal Allah pada saat itu? Yang kenal bukan dirimu tapi RUHmu.
"Alastu birobbikum?". Bukankah Aku ini Allah Tuhanmu?
Lalu ruh menjawab, "Qoolu balaa syahidna". Betul Engkaulah Tuhanku, dan aku menjadi saksi. Yaitu bersaksi tiada Tuhan selain Allah. Atau tiada segala sesuatu melainkan Allah sendiri. Karena ruh adalah tiupan Allah maka sebenarnya Allah sendiri yang berkalam laailaaha illallah.
Sehingga ketika anda bisa sabar ikhlas dan ridho ketika diberikan ujian yang sangat besar sebenarnya yang sabar siapa? Yang sabar bukan mahluk akan tetapi Ash Sobuur atau Yang Maha Sabar. Dalam bahasa lain qalbumu diciprati oleh ruh Allah yang bernama Asy Sobuur. Atau dalam bahasa lain dalam dirimu ada Asy Sobuur. Atau dalam bahasa yang paling dalam kamunya sudah lenyap lalu Asy Sobuur sudah menggantikanmu.
Itulah alasan mengapa saya meyakini seseorang yang bisa sabar ikhlas dan ridho ketika diberikan ujian yang besar maka seluruh malaikat akan bersujud kepadamu. Bukan bersujud kepada mahluk, tapi bersujud kepada Asy Sobuur dalam dirimu. Asy sobuur lah yang memerintahkan seluruh malaikat untuk bersujud kepadamu.
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS Al Baqarah: 34)
Terakhir saya ingin meyakinkan diri sendiri dan anda semua khsusunya sahabat kita diatas dan sahabat lain yang sedang diberikan musibah yang sangat menyesakkan jiwa. Secara lahiriah anda hancur lebur tapi secara batiniah/ ruhaniah sejatinya Allah mencintamu. Allah ingin bersemayam dalam qalbumu, karena itulah tuhan tuhan lain dalam qalbumu dilibas dan dihancurkan. Setelah hatimu kosong dari mahluk barulah cahaya Allah/ ruh Allah datang memenuhinya.
Oleh karena itu sadarlah wahai jiwa yang sedang berontak. Sadarlah bahwa Allah memilihmu untuk menjadi kekasihNya. Menjadi waliNya dunia dan akherat. Menjadi syafaatNya untuk menyelamatkan orang orang yang anda cintai dan manusia yang masih ada iman dalam dadanya meskipun hanya sebesar dzarah supaya bisa keluar dari adzab neraka.
Engkaulah yang terpilih.. Dan engkau tidak bisa menolaknya.
Syukron
Klinik Pendekar Langit
Sumber ayat Al Quran: Web tafsir web

Tidak ada komentar:
Posting Komentar