Ada orang yang dzikir malah kemasukan jin. Kok bisa? makanya simak artikel Masuk Majelis Dzikir Malah Kemasukan Setan, Kok Bisa.
KISAH MASUK MAJELIS DZIKIR TAPI MALAH KEMASUKAN SETAN
(masuk majelis dzikir) udah lewat 5 bulan. mimpi nya serem dada nya engap terus di telapak kaki tuh kaya ada hembusan angin kaya ada yg mau masuk pak ustad terus dada nya engap . dan kalo setiap ngaji di pegang yang berasa gak enakan suka sendawa terus pak ustad. gejalanya setiap malem jam 10 jam 11 kebangun sampai jam 1. pertamnya nya sya masuk majelis zikir. dan ngerasa ada yg ngeganjel saya keluar b2 sama suami pak istad. katanya ilmu hikmah. pertamanya sih untuk ketenangan pak ustad k3betulan deket rumah nya tetanggan
Jawab: Saya sudah beberapa kali menulis tema ini. Yaitu adanya perkumpulan pengajian atau dzikir yang berbaju mujahadah, ilmu hikmah, makrifat, karomah, ladunni dan semacanya. Kalau istilahnya sih tidak salah. Istilah mujahadah, majelis dzikir, makrifat dll nggak salah. Yang salah adalah pembelokan makna.
Karena ending dari pengajian tersebut tujuannya adalah keduniaan. Wabil khusus biar diberikan kesaktian, kelebihan, maunah, karomah dan semacamnya. Cabangnya misalnya supaya dagangan laris, supaya rumah tangga harmonis, supaya disukai banyak orang, supaya dilindungi khodam leluhur, supaya suaminya lengket dll. Makanya nama pemimpin pengajian biasanya dielu elukan karena bisa tembus alam gaib, bisa ngobatin dll.
Dzikirnya nggak salah, tapi niatnya yang salah. Bahkan tanpa ikut perguruan, padepokan atau majelis dzikir manapun jika anda berdzikir salah satu asmaul husna ribuan kali setiap hari berbingkai keinginan dunia maka pada satu titik akan masuk alam gaib. Disebut dengan mukasyafah. Cuman mukasyafah ini adalah kasyaf semu atau tipuan setan.
Dan ada juga kasyaf beneran. Cuman orang ini berdzikir bukan bertujuan untuk kasyaf. Tetapi bisa kasyaf karena memang Allah hendak menunjukkan sebagian kerajaannya. Orang ini tidak minta kasyaf, tidak minta karomah, dan tidak terlalu kagum dengan alam yang ia lihat. Tetapi kagumnya kepada DIA dbalik alam alam tersebut.
Cuman kebanyakan majelis dzikir ada tujuan supaya bisa kasyaf, bisa sakti, bisa dapat karomah dll. Ini yang salah. Jika pelakunya bisa masuk alam gaib maka rentan sekali ditipu oleh Iblis. Kasyafnya adalah tipuan. Lalu ditawari oleh mahluk gaib yang mengaku sunan, wali jaga, bahkan nabi dengan kelebihan atau karomah. Karena memang niatnya cari karomah tentu senengnya nggak ketulungan. Dan jadilah pelaku dapat kelebihan yang diberikan mahluk gaib. Misalnya bisa ngobati, bisa membuat warung laris, bisa membuat orang cinta, bisa mencelakakan musuh dll. INi istilah lain dari pesugihan, pelet dan santet.
Pasca dapat karomah lalu memproklamirkan diri sebagai wali Allah. Apalagi saat masuk alam gaib mengaku ketemu banyak wali dan nabi yang memberikan penghormatan kepadanya. Dan celakanya banyak orang yang percaya lalu berguru kepadanya.
Seperti sahabat kita diatas ikutan majelis dzikir untuk ketenangan. Tapi beberapa bulan ikutan malah sering mimpi buruk. Dada engap, seperti ada yang masuk di kaki dll. Lalu ketika baca Al Quran rasanya nggak nyaman dan terus menerus sendawa. Pertanyaannya, apakah dzikirnya selama ini benar benar real ingat Allah? Sebodoh bodohnya orang islam juga ngerti ada yang nggak bener. Mosok setelah ikutan majelis dzikir, sering mimpi buruk, terus dirumah baca Quran malah gelisah dan sendawa terus? Artinya ada sesuatu yang tidak baik dalam tubuhnya.
Karena ada yang tidak beres dan berasa mengganjal akhirnya suami istri keluar dari majelis dzikir ini. Tapi tidak semudah itu bro. Sudah kadung masuk biasanya sulit keluar karena pemimpinnya akan menghalangi. Sebab satu keran rezekinya hilang, makanya dihalangi untuk keluar.
Apalagi keluarnya dengan tidak baik baik. Maka wali iblis yang mengaku wali Allah akan membuat makar dan memberikan pelajaran. Yaitu dengan cara kirim jin untuk mencelakakan. Ketika jamaah yang keluar celaka bahkan meninggal dunia maka wali iblis ini akan mengatakan kepada jamaahnya, "itulah kualat nasibnya karena melawan wali Allah". Celakanya semua jamaah pada percaya. Ngenes nggak keadaan umat dewasa ini?
Sahabat...
Dzikir itu bagus. Mau 10, 100 seribu atau lebih tidak ada masalah. Berdzikirlah mengingat Allah sebanyak banyaknya. "Yaa ayyuhalladziina aamanudzkurullaaha dzikran katsiiroo". Wahai orang orang yang beriman ingatlah kepada Allah dengan ingat yang banyak.
Bentuk dzikir lisan bisa pakai dzikir apapun misalnya asmaul husna. Atau dzikir tahlil, istigfhar atau apapun tidka ada masalah. Mau dzikirnya keras, halus, dalam hati juga tidak ada masalah, silahkan saja. Asalkan dzikir mengingat Allah. Sebab makna dzikir adalah ingat Allah bukan ingat dunia. Bukan juga ingat Allah untuk kepentingan dunia.
Tapi dzikir yang sebenar benar dzikir adalah "INGAT ALLAH" dalam diam dan dalam paham. Ingat Allah dari pagi dan sore bahkan setiap saat. Ingat bahwa dibalik segala galanya ada Allah. Inilah dzikir yang sebenar benar dzikir. Sebab dzikir ini tiada sedikitpun urusan dunia. 100 persen ingat Allah tidak ada modus dunia.
Misalnya ketika anda jualan lalu ada pembeli. Saat itulah anda dzikir diam dan paham, bahwa ada Allah yang sedang memberikan rezeki. Ada Ar Rozzak yang datang. Anda bisa melafadzkan dengan lisan, "Yaa Rozzaq" sebab anda baru saja diberikan rezeki. Anda yakin dan percaya hakikatnya Allah lah yang memberikan rezeki. Saya jamin dzikir ini tidak ada kencederungan ingat dunia.
Atau ketika uang anda hilang, maka saat itu anda bisa dzikir ingat Allah. Ingat bahwa semua milik Allah, termasuk uang anda yang hilang. Pada saat uang hilang seakan akan jatuh, tapi pada hakikatnya Allah lah yang mengambilnya. Lalu anda akan muhasabah diri, mengapa Allah mengambil sebgaian uang milikmu? Dan ingat Allah seperti ini saya jamin tidak mengingat dunia.
Jika anda dzikir seperti ini non stop setiap saat bisa jadi suatu saat anda dibawa ke alam gaib sebagai bagian dari kerajaan Allah. Maka pada saat itu saya jamin anda tidak ingat dengan karomah, ingin kesaktian, ingin ini itu. Karena pada saat itu yang anda ingat adalah Allah yang sedang memperjalankanmu. Inilah kasyaf yang sebenar benarnya, alias bukan tipuan setan.
So saya mengajak diri sendiri dan anda semua untuk mempraktekkan dzikir atau ingat Allah yang sebenar benarnya. Caranya seperti yang saya tulis dalam paragraf diatas ya? Ingat bahwa dibalik kejadian sekecil apapun ada Allah. Bahkan saat anda bernafas sekalipun. Ingat, sadar, paham dan diam dalam bingkai dzikir kepada Allah.
Bukan dzikir dengan niat kesaktian, tembus alam gaib, niat keduniaan dll. Lagian ngapain juga ingin sakti. Semakin anda ingin sakti semakin anda dikerjain Iblis. Tidak ada mahluk yang sakti, sebab yang Maha Perkasa hanya Allah saja. Relakan dirimu untuk mempersilahkan Allah saja Yang Maha Gagah Perkasa. Jika anda dzikir seperti demikian maka saya jamin dzikirmu terkotori oleh kencederungan hawa nafsu atau berhala yang bernama dirimu. Ingatmu kepada Allah yang seperti itu sia sia.
Renungkan firman Allah berikut ini: "Artinya: Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka: "Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami". Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka. Amat buruklah ketetapan mereka itu."
Semoga mencerahkan, share ya?
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar