Melakukan Kesalahan Dosa Lalu Menyesal Tapi Mengulangi Lagi

Pernahkah kamu melakukan perbuata dosa, kemudian menyesal dan berjanji tidak mengulangi. Nyatanya diulangi lagi yang membuat anda menyesal. SImak Melakukan Kesalahan Dosa Lalu Menyesal Tapi Mengulangi Lagi.

 

JANGAN BERSEDIH KETIKA ENGKAU MERASA PENUH DEBU DOSA

Semakin kebawah semakin menyayat2 hati,,stlah bc ini jadi tau kwalitas ilmu dn iman diri sampe mana,,yaa Allah berikan sya ilmu faham itu banyak2,,fahamkan sya yaa Robb,,,sedih Skali jadi manusia yg minim ilmu,, terimaksih bapak sya harus belajar lagi dan belajar lagi sampai akhir hayat,,

gemblengan bapak luar biasa bikin diri harus tau diri harus kenal diri harus faham Allah Allah laailaahaillah,,sya kira ilmu2 dunia itu keren ternyata yg terkeren adalah ilmu mengenal Allah,,harus terpaut terus sama Allah,,saat hati senang maksih yaa Allah saat hati diguncang sya harus sabar terima dengan ikhlas,,enak ya kalo orang beriman hatinya hancur2 juga bisa dikondisikan jadi baik,,gmna rasanya jadi manusia yg beriman SMA Allah itu bapak😭😭😭

Jawab: Sahabat baca tulisan ini sampai selesai ya? 

Camkan bahwa tidak ada satupun manusia yang paham akan ilmu Allah selain DIA sendiri. Semua manusia miskin ilmu, termasuk saya anda dan mereka semua. Sebab tidak ada satupun manusia yang menjamin bisa mengetahui satu detik yang akan terjadi.

Sahabat kita mengatakan, "ternyata yg terkeren adalah ilmu mengenal Allah". Pernyataan ini benar dari satu sisi, tapi kurang tepat disisi lainnya. Sebab tidak ada satupun manusia yang bisa mengenal Allah. Yang benar adalah Allah mengenalkan diriNya sendiri kepada siapa yang dikehendaki. Oleh karena itu jika anda merasa belum kenal Allah jangan berputus asa. Semua itu bukan karena anda tidak mampu, melainkan karena belum saatnya.

"Gmna rasanya jadi manusia yg beriman sama Allah itu bapak?". Jawaban pertanyaan ini bertingkat tingkat, sebagaimana iman itu juga bertingkat tingkat. Kalau ditanya bagaimana rasanya, maka jiwa yang bisa menjawabnya. Yaitu tiada takut, cemas dan bersedih hati. Perasaannya lapang, aman, nyaman, damai, bahagia dan sejahtera. Apapun yang terjadi.

Tetapi kalau ditanyakan kepada qalbu, maka iman itu nggak ada rasanya. Qalbu orang yang beriman itu diam, paham. Paham kalimat "laailaaha illallaah" tidak ada tuhan dan segala sesuatu melainkan Allah. Paham bahwa semua dan segala galanya adalah perbuatan Allah termasuk dirinya sendiri. Kalau diamnya qalbu diterjemahkan dalam bahasa lisan nanti jadi salah bahkan jadi syirik. Mosok mengatakan dengan lisan, dukun itu Allah, khan jadi syirik. Artinya qalbu yang beriman itu hening, diam, paham. 

"Semakin kebawah semakin menyayat2 hati,,stlah bc,,,". Saya bersyukur tulisan kami banyak menyentuh banyak jiwa jiwa yang kering. Seperti air hujan yang membasahi bumi gersang, lalu dengannya tumbuh tanaman yang menghijau.

Dan tujuan saya menulis santapan rohani memang begitu. Yaitu menyentuh hatimu (jiwamu) yang sedang gundah. Saya tidak hendak menyentuh akalmu dengan banyaknya dalil, melainkan satu pengalaman yang mudah mudahan mampu membuat hatimu menjadi lebih lapang menerima kenyataan.

Sahabat... Mungkin engkau menjalani hari harimu dengan berat. Kemarahan. kesedihan dan kekecewaan mewarnai hari demi hari. Kehancuran yang engkau lihat disana sini membuat hidupmu seakan tiada berguna.

Tapi jujur saya lebih respek kepadamu.. Yaitu kepada mereka semua yang sedang diuji dengan musibah yang datang bak banjir bandang. Bertubi tubi... Setulusnya saya memberikan penghormatan kepadamu. Bahkan saya lebih respek kepadamu dibanding mereka yang memakai gamis dan nyaman beribadah dimasjid yang sejuk.

Mengapa demikian? Sebab aku meyakini engkau spesial dimata Allah. Sebagaimana bunyi hadist yang maknanya, "Ketika Allah mencintai suatu kaum (seorang hamba), maka akan diuji (diberikan musibah ugal ugalan dan bertubi tubi). Bagaimana mungkin aku tidak mencintai hamba yang dicintai Allah?

Aku sungguh sungguh memberikan segala apresiasi dan penghargaan kepadamu. Yaitu kepada anda semua yang:

# Anda yang saat ini sednag berjibaku melawan sihir, setan dan Iblis lalu merasa tiada daya. Anda ingin menang, ingin sembuh, ingin normal seperti dulu tapi nggak bisa. Anda sudah berusaha ruqyah, diruqyah, pakai media ruqyah tapi hasilnya hanya lelah.

# Anda yang sedang berjuang untuk mengendalikan diri, mengendalikan amarah namun tidak mampu. Jebol dan jebol lagi. Kalah dan kalah lagi. Saya mengerti anda ingin ikhlas namun tidak bisa dan tidak tahu harus bagaimana. Lalu dengan itu merasa imannya lemah. 

# Anda yang ingin supaya tidak larut dalam pelampiasan kemarahan dan kekecewaan tapi nggak bisa. Anda yang ingin menghindari dosa tapi mengulang lagi dan lagi. Anda benar benar merasa hina dan kotor. Hingga anda berpikir, apakah Allah murka kepadaku?

# Anda yang ingin mengenal Allah tapi tidak tahu caranya. Anda ingin beribadah dengan tenang, ingin dekat dengan Allah, ingin menggapai ridho Allah, ingin dicintai Allah tapi bingung memulai dari mana?. Apalagi anda merasa ilmu agamanya awam, bagaimana mungkin Allah akan mencintai?

Jika anda mengalami hal hal diatas maka ketahuilah bahwa itu semua proses dan perjalanan kembali kepadaNya. Itu semua pertanda bahwa Allah masih peduli kepadamu. Masih memperhatikanmu. Masih melihatmu.

Ada manusia yang sejak kecil tidak benar benar disentuh dengan kasih sayang. Tidak dipeluk hatinya. Tidak ditemani takutnya. Ia tumbuh menadi dewasa tetapi luka itu tetap tinggal menunggu dipulihkan, menunggu diperhatikan. Dan ketika kasih sayang itu tidak kunjung datang dari tempat yang seharusnya, terkadang ia mencari tempat yang salah. Bukan karena ia buruk, tapi karena ia ingin bertahan hidup. Karena ia ingin dicintai walau hanya sebentar.

Ada orang yang mencari pelarian kepada harta. Ada yang lari ke kemarahan. Ada yang lari ke pelukan orang lain. Ada yang mencari bayangan cinta. Bukan karena ia jahat, tapi karena ia lelah. Seringkali yang ia cari bukan tubuh, tapi pelukan yang tak pernah datang. Bukan nafsu tapi kehangatan yang hilang. Bukan kenikmatan tapi rasa yang dianggap berharga.

Dan Allah tahu itu semua. Allah melihat luka itu sebelum manusia menyadarinya. Allah mengetahui sebabnya sebelum manusia bisa menjelaskannya. Karena itu setiap kali manusia jatuh, Allah tidak mengusir. Justru Allah mendekat.

Saya paham anda ingin berubah, tapi tidak selalu kuat. Anda menyesal dengan perbuatanmu tapi esok hari mengulang dosa yang sama. Anda menangis karenanya tapi kembali tergelincir. Anda bersumpah untuk berhenti tapi kalah lagi. Ini bukan bukti bahwa engkau manusia buruk. Justru ini bukti bahwa engkau sedang berjuang.

Allah tidak meminta kesempurnaan, malainkan meminta ketulusan untuk terus kembali. Selama hatimu masih menyesal, selama qalbumu masih malu, selama hatimu masih berharap dibimbing, itu artinya Allah belum melepaskanmu.

Banyak orang yang merasa dirinya kotor, merasa terlalu rusak untuk kembali, merasa terlalu banyak dosa untuk diampuni. Padahal jika Allah membencimu, DIA tidak akan membuatmu gelisah. DIA tidak akan membuatmu menangis. DIA tidak akan membuatmu ingin berubah. DIA tidak akan membuatmu merasa bersalah ketika berbuat salah. 

Gelisah setelah berbuat dosa bukan tanda kamu buruk. Itu tanda ruhmu masih hidup, dan Allah masih menjagamu.

Hakikatnya engkau tidak sedang rusak, engkau sedang sembuh. Karena luka membuatmu mencari Allah. Air mata membuatmu kembali. Keterpurukan membuatmu mengangkat tangan. Kegagalan membuatmu bersujud. 

Jalan pulang memang tidak mudah. Kadang melelahkan. Kadang berantakan. Kadang terasa mundur. Tapi setiap langkah kecilmu menuju Allah, meskipun penuh jatuh bangun, tetap dihitung sebagai jalan pulang. 

Allah tidak mencari siapa yang paling suci. Allah mencari siapa yang tetap mengetuk pintuNya, meskipun tanganya penuh debu dosa.

Semoga mencerahkan, share ya?

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit 

Inspirasi berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maafkan Pasangan dan Pelaku Dzalim Meski Tidak Masuk Akal

cara sembuh dari luka batin adalah berdamai dengan takdir maafkan orang lain. bagaimana bisa Maafkan Pasangan dan Pelaku Dzalim Meski Tidak ...