Saya anda dan mereka yang sudah kena luka batin akan sulit sembuh, sulit ikhlas. Sulit ikhlas bahkan selamanya. Mengapa demikian? SImak artikel Semua Manusia Tidak Bisa Benar Benar Ikhlas Kecuali...
SANTAPAN ROHANI, SAYA DAN ANDA TIDAK AKAN BISA IKHLAS SELAMA LAMANYA KECUALI ALLAH
saya ini bawaan nya emosi saja, slu teringat kebaikan di masah lalu, sementara org nya hianati saya di belakang,saya ngk bisa lupakan rasa sakit ini pak ustadz. di otak saya ini slu mau bnh pelaku ,giliran sudah lihat wajahnya,,hampir mau pingsan, jantung berdebar kencang 😢(Sahabat 1)
Maaf ustadz Saya ga kuat Gimana ya. Saya ga kuat menerima takdir ini. ...Saat ini saya kehilangan motivasi hidup ustadz. Sudah tidak ada tujuan. Sepertinya hidupku selesai. Sebelumnya saya suami yang sangat sayang dan bertanggung jawab terhadap keluarga. Iya (pasangan) shock juga. Sampai ingin bunuh diri berkali-kali (Sahabat 2)
Kdang saya hilang kendali tadz kalau ipar lgi di sini pngen ngamuk2 rsanya ingin melabraknya. Tadi saat ipar dsini telinga saya lngsung berdenging, lngsung kumat kepala kyak mau sekarat😢 Kdang saya sama suami mau minta solusi dri ketua rt disini tadz, ipar udah kelewat batas, saya gak butuh ipar di hukum tpi biar stop menzolimi keluarga sya tadz, (Sahabat 3)
Jawab: Saya bisa mengerti bagaimana nyeseknya sahababt yang kena sihir. Apalagi yang menusuk dari belakang adalah dia yang pernah dekat, yang sering dibantu, yang diangkat dari kemiskinan, yang sudah dipercaya dll. Dan kalau dengan sihir itu menjadi sebab dikhianati pasangan maka rasa sakitnya tiada obatnya.
Banyak sahabat yang gelap mata saat teringat kejahatan pelaku sihir. Rasa rasanya ingin mbnhnya. Tapi tetap saja tidak akan bisa. Sebab ketika berpapasan dengan pelaku mulut seperti terkunci. Badan panas dingin, oleng dan mau pingsan.
Atau sahabat yang asbab sihir datang orang ke 3. Lalu gelap mata dan ingin mbnhnya tapi tidak tahu dengan cara apa. Akhirnya karena sudah gelap mata pakai cara setan dengan menggadaikan jiwanya kepada mereka. Meskipun orang ke 3 sudah t3was tetap saja lukanya tidak akan sembuh, malah semakin kronis.
Artinya penderitaan karena sihir itu tidak ada obatnya. Ruqyah mungkin sebmbuh, tapi sakit hatinya hanya sembuh sementara. Pada saatnya juga kumat lagi ketika disenggol.
Meskipun sudah berlalu masa yang panjang, tapi luka dalam hatinya hanyalah tertutup oleh koreng. Ketika korengnya dikeletk maka akan mengalir lagi darah dan n4nah.
Apakah artinya korban sihir yang sudah kandas rumah tangganya, bangkrut usahanya, hancur nama baiknya dll tidak akan sembuh?
Ya benar. Tidak akan benar benar sembuh untuk selamanya, termasuk saya. Mengapa demikian? Sebab kita hanya manusia yang punya nafsu. Kita bukan malaikat apalagi Tuhan.
Artinya hanya Allah lah yang Pemaaf, hanya Allah lah yang Rohman dan Rohim. Sementara manusia adalah kebalikan dari sifat sifat mulia (terpuji) diatas. Artinya sifat sifat Muhammad (mulia dan terpuji) hanya milik Allah yang terangkum dalam 99 asmaul husna.
Sehingga kalau ada manusia yang bisa memaafkan takdir karna sihir, bisa sembuh hatinya dari luka karna sihir, bisa ikhlas dan ridho itu bohong. Sangat jelas dustanya. Sekali lagi termasuk saya.
Kecuali.....
Nah kita masuk ke santapan rohani ya? Baca tulisan ini dengan hatimu. Jangan biarkan akal, ilmu, kecerdasan dll merecoki. Mungkin anda adalah ustadz, peruqyah atau orang yang merasa ilmu agamanya tinggi, tapi saya tidak peduli itu semua. Sebab kalau anda masih membawa ilmumu nanti anda akan mengatakan saya sesat, bid'ah dll. Yang saya minta ketika anda membaca santapan rohani, pinggirkan dulu identitas ustadzmu untuk kemudian sama sama belajar.
Sahabat yang dirahmati Allah
Ada Tuhan (Allah) ada juga mahluk. Tuhan adalah Dzat Kesempurnaan, sementara mahluk adalah ciptaan yang penuh dengan kelemahan. Makanya kalau ada mahluk yang merasa sakti, cerdas, hebat, sempurna maka dia telah merampas selendang Tuhan. Hanya nunggu tanggal mainnya saja sehingga mahluk ini akan bin4sa selamanya.
Kalau dukun, paranormal, koruptor, penj4hat dll dimana mereka merasa pintar, sakti, berilmu dll wajar. Sebab mereka memang temannya Iblis. Tapi yang perlu diwaspadai adalah anda anda yang terlihat sangat sholeh dengan baju dan pakaian yang sangat syarie. Karena anda bisa tersuntik virus iblis tapi tidak menyadari.
Anda yang sudah belajar agama sampai Arab atau Mesir lalu merasa paling hebat ilmu agamamu. Lalu dengan itu tergesa gesa menyalahkan, menyesatkan, menyirikkan orang atau madzab lain. Atau anda peruqyah yang sudah banyak membantu korban santet lalu merasa ilmu ruqyahmu paling paten. Atau anda yang punya pondok, lulusan pesantren lalu merasa dirimu paling sholeh dan cenderung merendahkan orang lain. Itulah suntukan iblis yang tidak disadari.
Mengapa demikian? Sebab sekali lagi dari sononya kita semua adalah mahluk yang diciptakan dengan segala kekurangan dan keterbatasan. Tidak ada sebesar dzarah kelebihan yang berasal dari dirimu sendiri melainkan titipan Allah. Semua kelebihan, ilmu, kecerdasa, kemampuan, kehebatan dll itu milik Allah bukan milikmu. Jika anda tidak segera sadar akan hal ini maka tunggu tanggal lainnya. Ini bukan ancaman sebab sayalah satu bukti. Jangan sampai apa yang saya alami akan anda rasakan, karena kemungkinan anda tidak akan kuat. Camkan baik baik ya?
Sekali dan sekali lagi camkan hunjamkan dalam hatimu bahwa yang memiliki segala sifat kesempurnaan hanyalah Allah. Sedangkan saya dan anda adlah mahluk papa, lemah, hin4 dan tiada daya upaya. Catet ini ya?
Artinya kalau melihat beberapa kasus diatas dimana sahabat yang kena sihir mengalami dan merasakan luka batin yang sangat dalam, maka selama lamanya tidak akan sembuh. Anda tidak akan mampu menerima, sabar, mengikhlaskan, memaafkan, menyembuhkan dll. Mengapa demikian?
Sebab yang Maha Sabar itu Allah. Yang Ridho adalah Allah, Yang menyembuhkan adalah Allah, Yang Peduli adalah Allah, Yang Penyayang adalah Allah. Tremasuk yang memberikan musibah adalah Allah, Yang Mengadzab adalah Allah, Yang memberimu siksaan adalah Allah, Yang membuat hatimu terluka juga Allah, tidak ada yang lain.
Ketika sahabat mengatakan, "Maaf ustadz Saya ga kuat Gimana ya. Saya ga kuat menerima takdir ini....", maka itu benar. Saya dan anda tidak akan kuat jika menerima takdir sebagaimana sahabat kita alami. Oleh karena itu benar firman Allah dalam Al Baqarah 286, "Laa yukallifullaahu nafsan illa wus'aha". Maknanya adalah Allah tidak akan memberikan musibah melebihi kadar kemampuannya. Maksudnya adalah kadar kemampuan yang sudah Allah berikan.
Kalau Allah tidak memberikan "kadar kemampuan itu" maka sudah pasti kamu game over. Yang dimaksud kadar kemampuan adalah kekuatan hati untuk menerima beban. Sedangkan hati adalah tempat untuk mengingat Allah. Artinya adalah sebesar apa cahaya Allah yang ada dalam hatimu maka sebesar itu pula kemampuanmu memaafkan takdir. Atau bahasa lainnya sebesar apa Allah bertahta dalam hatimu maka sebesar itulah kamu bisa sabar dan ikhlas.
Sehingga ketika kamu "mendapatkan musibah yang besar" coba longoklah hatimu sendiri yang saat ini sedang gelap gulita. Cari dan temukan dimana ada cahaya Allah dalam qalbumu. Oleh karenanya ketika anda sedang mengalami musibah fokus pertama adalah ngubek ubek hatimu sendiri. Dan inilah PR yang sangat sulit, sebab ketika ada niatan kamu melongok hatimu, iblis pasti akan memalingkan mukamu.
Iblis pasti akan menyuruhmu memandang mahluk. Apakah dia dukun, pelaku, pasangan, anak, tetangga, kerabat, bisnis, harta benda dll. Iblis akan memalingkan mukamu untuk melihat segala sesuatu yang sudah hancur lebur. Bayangkan saja, baru ada niatan menghadapkan wajahmu kepada kiblat hati (Allah), saat itu juga Iblis dengan segala kehebatannya memalingkan mukamu. Seribu kali dirimu hendak melihat hati, seribu kali iblis sukses menggagalkannya.
Sehingga PR pertama yaitu mengusir iblis dan setan dengan cara ruqyah sudah bener. Cuman setelah sebagian besar setan setannya pergi segeralah longok hatimu sendiri, jangan kelamaan. Sebab tidak mala lagi setan setan akan datang kembali untuk memalingkan wajah hatimu. Inilah yang jarang dilakukan oleh korban sihir, sebab mereka hanya fokus mengusir iblis tanpa peduli dengan keadaan hati.
Bagaimana cara melongok hati?
Caranya dengan muhasabah diri, bertafakur, merenung, menyendiri, dan semacamnya. Sebagaimana Nabi shollallaahu alaihi wasallam menyendiri di gua hira'. Atau seperti Nabi Ibrahmi alaihis salam yang mentadaburi alam semesta (bintang, bulan dan matahari). Atau seperti nabi Musa alaihis salam yang pergi dari keramaian selama 7 tahunan. Atau seperti Nabi Yakup yang mengasingkan diri selama belasan tahun.
Lakukan itu, yaitu hal yang sama. Sering seringlah muhasabah diri sbeelum tidur dengan memberikan pertanyaan pertanyaan kepada dirimu sendiri. Misalnya, "apakah benar takdir yang menyesakkan ini datang kebetulan?". Atau "apa iya ujian ini didatangkan oleh mahluk?". Atau "apa bener mahluk memiliki kekuatan sebegitu hebatnya sehingga bisa menghancurkan manusia lainnya?". Atau berikan pertanyaan yang lainnya untuk menyalakan hati yang sedang diliputi oleh kegelapan.
"Kalau musibah ini didatangkan oleh mahluk lalu dimanakah Tuhan? Apakah Tuhan hanya bisa diam saja? Atau apakah sebenarnya Tuhan itu tidak ada? Kalau Tuhan tidak ada maka aku pasti akan balas dendam. Kalau memang Tuhan itu ada mungkin aku akan bisa bersabar. Tapi kalau Tuhan itu memang ada dimanakah DIA sekarang? Apakah sedang tiduran lalu membiarkan hambaNya saling menghancurkan satu sama lain?".
"Tapi khan iblis itu ada, setan itu ada. Bahkan aku melihat sendiri jelmaan mereka. Faktanya sihir yang menggunakan jasa jin memang ada, dan aku sudah merasakan dampaknya. Kalau iblis ada berarti Jibril dan malaikat juga ada. Sebab ada Iblis maka ada malaikat. Tapi dimanakah mereka? Mengapa mereka ikut diam saja"
"Okelah Iblis ada maka malaikat juga ada. Ini premis sederhana yang disetujui oleh hati yang hidup. Artinya kalau keduanya ada maka surga dan neraka juga ada. Ujungnya adalah Tuhan juga ada. Meskipun aku tidak tahu dimanakah mereka semuanya"
"Apakah aku harus menerima musibah yang menyesakkan ini sampai ajal menjemput? Apakah aku tidak diperkenankan melihat malaikat, surga dan neraka sekarang? Apakah aku tidka diijinkan melihat Allah sekarang? Apakah harus nunggu dikubur dulu? Iya kalau dikubur bisa melihat Tuhan dan malaikat, kalau nggak? Kalau aku meninggal dunia membawa dendam dan kemarahan lalu ternyata surga dan neraka itu ada, maka kemungkinan aku masuk neraka, sebab meninggalkan dunia membawa pemberontakan"
"Berarti untuk bisa ikhlas dan sabar mau tidak mau aku harus melihat surga dan neraka. Untuk bisa menerima ujian ini mau tidak mau aku harus bisa melihat Tuhan Yang Mengirimkan ujian ini. Supaya aku bisa bertanya kepadaNya, untuk tujuan apa DIA memberikanku musibah seberat ini. Kalau tidak demikian dan demikian maka selamanya aku tidak akan bisa ridho. Tapi gimana caranya ya?"
Nah diatas adalah contoh latihan merenung atau muhasabah diri. Dan anda harus melakukannya setelah membaca artikel ini. Sebab ikhlas itu bukan karena membaca sebuah tulisan tetapi mempraktekkan untuk dirimu sendiri. Anda membaca Quran sampai khatam, membaca hadits sampai selesai tidak akan membuatmu ikhlas dan sabar. Yang ada malah kecenderungan menyalahkan amaliah orang lain. Akan tetapi merenungkannya, mentadaburinya, mempraktekkanya untuk dirimu sendiri adalah harapan supaya dirimu menemukan secercah pencerahan.
Ketika malam hari anda melihat ular, buaya, macan dll esoknya renungkan. Siapa mereka, mengapa mereka memberikan teror, tujuannya apa. Sampai anda meyakini itulah setan yang sedang mempersiapkan makar esok hari. Karena setelah mimpi buruk biasanya esok hari kumat lagi. Artinya ada entitas yang menghendaki demikian, dan entitas itulah setan.
Mengapa ketika dibacakan ayat ruqyah bisa kesurupan, siapa yang kesurupan? Mengapa setan yang membuatmu kesurupan selalu mengajak kepada perbuatan buruk? Coba muhasabah diri sampai menemukan kesimpulan bahwa setan itu ada dan selalu mengajak kepada kebencian, dendam, kemarahan dll.
"Ooo iya ya? Setan mengajakku untuk membangkitkan dendam dan kemarahan sehingga hatiku bergejolak menahan pedihnya penderitaan. Mengapa aku menderita? Sebab mengikuti bisikan setan. Sementara bukankah setan akan selalu mengajak kepada neraka? Apakah penderitaan yang aku rasakan ini adalah gambaran neraka? Apakah ini artinya aku sudah menemani iblis daalm neraka? Kalau iya artinya aku sudah masuk mencicipi neraka sekarang? Artinya jika aku mati dalam kondisi demikian bukankah otomatis aku akan menemani iblis dalam neraka?"
Nah sedikit demi sedikit anda akan dapat pencerahan khan? Ketika anda yakin iblis dan setan itu ada maka anda akan diantarkan kepada statement bahwa neraka itu real. Dan anda sudah merasakannya berupa penderitaan demi penderitaan karena mengikuti ajakan setan.
"Ya benar, sekarang aku mulai bisa menerima kenyataan kalau aku masuk ke dalam api penderitaan karena mengikuti ajakan iblis. Pertanyaannya adalah dimana malaikat? Kok selama ini aku belum pernah melihatnya? Bagaimana mungkin aku disuruh percaya kepada sesuatu yang aku belum pernah melihatnya? Apakah aku harus mengingkari bisikan iblis supaya bisa melihat dan ketemu dengan malaikat?"
Lanjutkan muhasabah dan perenunganmu lalu praktekkan sampai engkau benar benar diperlihatkan berbagai jenis malaikat. Bisa saja engkau melihat mahluk bercahaya dalam mimpi, sebagaimana engkau melihat kuntilanak saat tidur. Atau bisa jadi malaikat dalam bentuk lain, yaitu roh roh bercahaya yang mendiami mahluk. Bisa saja roh malaikat yang bersemayam pada jin atau manusia yang tulus hatinya.
Ketika engkau sudah berada di maqom ini maka dirimu pasti akan lebih mampu menerima takdir yang menyesakkan jiwa. Engkau bisa lebih ikhlas dan sabar dari sebelumnya. Engkau akan berjuang keras untuk mengingkari bisikan iblis lalu mengikuti ajakan malaikat. Sebab jika terus mengiktui bisikan iblis maka yang akan anda rasakan adalah penderitaan. Sebaliknya jika mengikuti ajakan malaikat maka anda akan merasakan kebahagiaan.
"Hmmm benar juga.. Setelah berjuang keras selama bertahun tahun untuk mengingkari bisikan iblis, akhirnya aku bisa lebih ikhlas dari sebelumnya. Semakin aku ikhlas semakin baik kehidupanku. Rumah tanggaku bisa lebih adem, rezeki datang dari arah yang tidak teduga, banyak relasi baru berdatangan. Apakah ini artinya Tuhan yang mendatangkan? Dimanakah Tuhan yang mendatangkan kemudahan dalam hidupku?. Yaa Tuhan tunjukkan dimana diriMu"
Maka jawabannya adalah Allah lah yang memberikan ujian untukmu. Artinya yang mendatangkan berbagai mahluk untuk mengujimu juga berasal dari Allah. Pun yang mendatangkan berbagai balasan dari kesabaran dan keikhlasanmu juga Allah. Yang membuat rumah tanggamu adem kembali, rezeki berdatangan, relasi berdatangan dll yang membuatmu bahagia juga dari Allah.
"Iya aku paham sekarang. Cuma dimana Allah? Apakah dilangit, di arasy, dimana mana atau dimana?"
Nah kita masuk kepada bagian akhir yang akan membuatmu sangat tercengang. Saya mulai dengan satu pertanyaan, ketika kamu benar benar bisa sabar dan ikhlas terhadap ujian yang menyesakkan maka siapa yang sabar dan ikhlas? Kalau anda mengikuti tulisan ini seharusnya tahu jawabannya.
Jawabannya mahluk tidak akan pernah bisa sabar selama lamanya, tetapi Yang Sabar adalah As Sobuur atau Yang Maha Sabar. Ketika kamu bisa sembuh maka yang menyembuhkan bukan mahluk akan tetapi Asy Syafiii atau Yang Maha Menyembuhkan. Ketika karunia berdatangan maka yang mendatangkan bukan mahluk melainkan Ar Rozaak, atau Al Wahhaab, atau Al Ghoniyyu. Dan untuk memandangnya jangan gunakan mata atau pikiranmu tetapi gunakan qalbumu yang terdalam.
Apakah berarti ketika maqomnya sudah bisa sabar dan ikhlas artinya sabar dan ikhlas adalah Tuhan?
Jawabannya bukan. Sabar dan ikhlas itu sifat Tuhan. Menyembuhkan dan memberi rezeki itu bukan Tuhan melainkan sifat Tuhan. Bukannya kamu hapal asmaul husna? Lihatlah 99 nama nama Allah, itulah sifat Allah. Sifat itu bukan DZAT. Sifat itu melekat pada DZAT.
Jika anda makan buah pisang maka akan terasa manis khas buah pisang. Manis disebut sifat sedangkan pisang disebut dzat. Ketika anda makan jeruk maka terasa kecutnya. Kecut itu sifat, jeruk itu dzat. Dan ada contoh jutaan lainnya. Sifat dan dzat itu satu, tidak akan pernah berpisah selama lamanya.
Ketika anda bisa sabar maka yang sabar adalah As Sobuur atau Allah sendiri. Sehingga ketika anda mampu untuk ikhlas dan sabar menerima ujian siapakah yang sabar? Jawabannya bukan kamu tetapi Allah dengan salah satu sifatnya yaitu As Sobuur. Lalu apakah ketika maqomku sudah sabar dan ikhlas apakah aku adalah Tuhan? Jawabannya bukan dan jangan dikatakan. Kamu itu mahluk yang lemah dan tidak akan bisa bersabar selamanya. Kalau kamu mengatakan akulah Tuhan maka bisa jadi kafir. Nggak usah diomongin karena bahasa iman adalah bahasa hati, sedangkan bahasa hati tidak berhuruf dan tidka bersuara. Bahasa hati adalah diam tapi paham.
"Iya saya paham, saya hanya bertanya dimanakah Tuhan? Apakah kalau aku bisa bersabar artinya aku bertubuhkan Tuhan?"
Jawabannya khan sudah saya bilang tadi, nggak usah diomongin. Kalau diomongin jadi salah kaprah. Yang jelas cluenya, "Yang Sabar ketika kamu sabar itu bukan kamu tetapi Allah". Itu saja lalu diamlah. Diam tapi paham.
Supaya lebih paham simak hadits qudsy tentang wali/ kekasih Allah berikut ini, "....Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, Aku pasti memberinya. Dan jika ia meminta perlindungan kepadaku, Aku pasti melindunginya" (Hadits Bukhari)
Siapakah wali/ kekasih Allah yang dimaksud? Simak hadits berikut ini, "Jika Allah mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji” (HR. Ath-Thabrani)
Dan ternyata untuk menjadi wali/ kekasih Allah harus diuji terlebih dahulu. Dan anda tahu sekarang bahwa ujian menjadi kekasih Allah bukan ujian yang biasa, tetapi ternyata ujiannya sangat sangat sangat ugal ugalan.
Kesimpulannya adalah: Saat saya dan anda diberikan ujian yang ugal ugalan lalu bisa bersabar denganya maka dialah kekasih Allah. Menjadi kekasih Allah karena dalam hatinya sudah bersemayam As Sobuur atau Yang Maha sabar. Ketika engkau sudah benar benar bersabar terhadap ujian maka engkaulah wali Allah. Wali Allah itu sudah tidak merasa ada, karena yang ada adalah Allah sendiri. Sehingga hamba pilihan yang sudah menjadi kekasih Allah maka Allah sendiri yang menggantikannya.
Sehingga sesuai hadits qudsy diatas, DIA lah yang menjadi pendengaran ketika kamu mendengar. DIA pula yang menjadi penglihatan ketika kamu melihat. DIA juga yang menjadi tangannya untuk berbuat dan menjadi kakinya untuk berjalan. Dalam kata lain apapun yang kamu lakukan sudah tidak merasa dari diri sendiri tetapi semua dari Allah.
Apakah sampai disini kamu sudah mengerti siapa dan dimana Allah? Kalau sudah mengerti cukup dimengerti saja dalam diam.
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar