Tangis Karena Ujian Hakikatnya Panggilan dari Allah untuk Pulang

Tahukah anda bahwa tangisan adalah panggilan pulang? Kemarahan kesedihan dan kekcewaan juga panggilan pulang Tangis Karena Ujian Hakikatnya Panggilan dari Allah untuk Pulang.


SANTAPAN ROHANI, KETIKA JIWAMU TERSENTUH LALU MENANGIS, INILAH TANGISAN RINDU PULANG

...maaf ijin tanya ke pak ustad,  kenapa setiap saya baca artikel pak ustad di fesbook tiba-tiba menangis dengan sendirinya pak ustad apakah ad penjelasannya pak ustad... Mungkin pak ustad karena aku baca dari beberapa artikelnya pak ustad rinci sekali dan gamblang terasa benar dan mudah di terima oleh akal ..Sampai tak sadar nangis tersedu 🤧🤧 Alkhamdulillah tercerahkan melalui artikel yang pak ustad sampaikan..

Jawab: Mengapa ada yang terharu, sedih, tersentuh bahkan sampai nangis membaca tulisan saya khususnya yang santapan rohani? Jawabannya karena jiwanya tersentuh oleh cahaya hati. Cahaya hati itu dari mana? Cahaya hati asalnya dari ruh. Ruh itu dari mana? Ruh itu urusan Allah. Menjadi urusan Allah karena hanya Allah yang paham hakikat ruh.

Mengapa hanya Allah saja yang paham? Sebab ruh diciptakan sebelum kamu kamu semua. Mana bisa kita memahami ruh sedangkan ia lebih senior?

Artinya ketika anda terharu lalu menangis saat membaca tulisan santapan rohani, siapa yang menyentuh jiwamu? Kalau kita urut dari jiwa lalu hati, lalu ruh, lalu Allah, maka yang menyentuhmu sebenarnya Allah sendiri. Dalam kata lain Allah menyentuh jiwamu dan mengajakmu supaya jangan main terlalu jauh segeralah pulang.

Jiwa yang sudah pulang pasti lapang, tenang, damai bahagia dan sejahtera selama lamanya. Kalau sang jiwa sudah pulang kembali kepada Allah maka tidak perlu disentuh lagi, tidak perlu dipanggil lagi. Khan sudah berada dirumah, ngapain disuruh pulang.

Yang disentuh, disentil, ditegur adalah jiwa jiwa yang masih asyik bermain dengan dunia. Yang dipanggil untuk pulang adalah jiwa jiwa yang memang ingin pulang tapi masih teseok seok dan tersesat di hutan belantara. Makanya ketika anda dipanggil, segera noleh, jangan main terus.

Apa saja bentuknya panggilan Allah, supaya dengannya hambaNya pulang?

Karena kita bicara jiwa maka panggilan Allah dalam bentuk rasa yang membuncah dan bergejolak. Sebagai contoh kesedihan, kekecewaan dan kemarahan. Sedangkan tangisan adalah kenyataan untuk melihat kondisi jiwa yang sedang bersedih misalnya. Maka ketahuilah bahwa ujian sihir yang membuat jiwamu marah, sedih dan kecewa sebenarnya bentuk lain dari panggilan Allah. Allah memanggil jiwamu untuk pulang kepadaNya.

Mengapa engkau menangis, ngamuk ngamuk, meratap, histeris dll? Karena kamu main ke dunianya terlalu jauh. Kalau bahasa kita begini, "Haiii jangan jauh jauh mainnya nanti kamu bisa tersesat lalu dimakan macan loh, siniii pulang". Nah ini disebut dengan panggilan pulang. 

Sekali lagi kamu mainnya terlalu jauh. Yaitu jauuuh dari Allah. Siapapun yang mainnya terlalu jauh dari Allah pasti menderita. Karena kamu mainnya terlalu jauh makanya Iblis mengincarmu lalu memakanmu. Bentuk kongkretnya adalah kamu kena sihir yang menyebabkan rumah tanggamu kandas, rezekimu hancur, badanmu penyakitan, jadi korban fitnah dll.

Ketika hidupmu hancur lebur membuatmu nangis nangis, ngamuk, histeris dll. Sekali lagi itulah kondisi dzahirmu dimana merefleksikan kondisi jiwamu yang sedang bersedih. Mengapa jiwamu bersedih? Karena dirimu berteman dengan Iblis. Artinya hakikatnya sebenarnya kamu sudah masuk ke dalam neraka bersama Iblis.

Kamu ingin segera mentas dari neraka khan? Kalau begitu diam sejenak, minggir dan menyepilah dari keramaian. Lalu dengarkan suara yang tak bernada dan tak berhuruf tapi nyaring sekali. Kamu harus sering sering menyendiri supaya mampu mendengar sebuah panggilan pulang.

Dari mana arah panggilan pulang itu? Arahnya bukan dari luar tapi dari dalam. Yaitu dari dalam hatimu sendiri. Itulah rumah Allah yang mana kamu harus masuk ke dalamnya. Karena hati dipermisalkan sebagai rumah Allah maka tuan rumahnya adalah Allah sendiri.

Kalau secara dzohir rumah Allah dimana? Jawabannya dimasjid, mushola, kakbah atau dimanapun tempatnya yang penting didalamnya digunakan sebagai tempat sholat. Ketika kamu sholat diawali dengan berdiri dengan ihsan. Ihsan itu seolah olah kamu menatap Allah, kalau belum mampu ketahuilah bahwa Allah sedang memandangmu. Apa yang dipandang? Yang dipandang adalah iman dalam hatimu.

Saat sholat kamu berdiri menghadap satu arah kiblat seakan akan memandang Allah, lalu kamu membungkuk (rukuk) untuk memberikan penghormatan. Kalau dalam tradisi banyak negara, ketika presiden atau raja lewat maka rakyatnya wajib membungkuk untuk memberikan penghormatan sebagai tanda kemuliaan. Setelah itu kamu sujud. Sujud itu bukan meminta tapi menerima apapun itu. Yaitu menerima segala takdir dan ketentuan Allah dengan penerimaan yang sebenar benarnya. 

Maka lakukan hal yang sama ketika engkau hendak masuk ke dalam rumah Allah dalam hatimu. Sholatlah disana dengan sebenar benarnya sholat. Berdirilah dengan tegak mengadap Allah jangan menghadap mahluk. Jangan wajah imanmu tolah toleh kesana kemari, tapi hadapkan wajahmu lempeng ke arah kiblat hati, yaitu Allah.

Artinya ketika engkau masuk ke rumah Allah untuk memenuhi panggilannya, maka wajjahtu wajhiya lilladzi fathoros samaawati wal ardho haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin. Hadapkan wajahmu lempeng kepada DZAT yang meliputi (menciptakan) langit dan bumi dengan tulus/ jujur. Dan janganlah wajahmu tolah toleh kepada selain Allah (musyrikin). 

Misalnya ketika anda kena sihir, maka hatimu jangan tolah toleh menghadap ke dukun, jin, pelaku dzolim, pasangan dll. Akan tetapi lempeng menghadap Allah saja. Kedua matamu boleh saja melihat seribu nama seribu rupa, tapi kalau sudah masuk ke rumah Allah maka lihatlah DZAT yang meliputi seribu nama dan seribu rupa. Lalu setelah itu haniifam muslimaan alias pasrah dengan sebenar benarnya.

Secara lahiriah yang datang memang sihir, tapi hakikatnya yang datang adalah Allah yang ingin menguji imanmu. Oleh karena itu berikan penghormatan kepadaNya dengan cara membungkuk (rukuk). Jangan sampai dikarenakan hati saya dan anda memandang dukun (mahluk) lalu membungkuk kepada mereka. Jika anda melakukannya maka pasti dirimu akan merasakan adzab yang pedih. Bentuknya adalah naar atau neraka dalam bentu bangkitnya kemarahan dan dendam yang menyesakkan jiwa.

Ketika anda sudah memberikan penghormatan kepada Allah yang datang melalui takdir, maka setelah itu sujudlah. Kata lainnya adalah, "terimalah takdir itu" jangan kau berontak. Ketika engkau sujud janganlah mengatakan, "Ya Allah kembalikan sihirnya, berikan adzab kepada mereka". Ini bukan sujud kepada Allah tapi sujud kepada keinginan nafsu. Ketika engkau sujud kepada Allah, maka terimalah takdir itu tanpa syarat.

Saya paham ujian sihir itu sangat berat, tapi sujudlah. Terimalah meskipun sambil nangis nangis sambil mengatakan, "Yaa Allah kami menerima segala ketetapan Engkau tanpa protes tanpa berontak". Gpp nangis sebab air matamu jadi bukti bahwa kita semua adalah mahluk yang lemah.

Ketika engkau memenuhi panggilan Allah yang datang melalui hatimu, lalu engkau sholat didalamnya maka saat itulah engkau sedang berjalan kembali kepadaNya. Maka saya yakin sekali hatimu menjadi lebih lapang dari sebelumnya seiring dengan jiwamu yang lebih bisa menerima, ikhlas dan ridho.

"Jiwa itu apa ustadz?". Ketika kamu merasakan kekecewaan itulah jiwamu. Ketika engkau merasa bahagia itulah jiwamu. Ketika kamu ngamuk ngamuk lalu mecahin piring, itulah kenyataan untuk melihat kondisi jiwamu yang sedang tersiksa dalam neraka. Saat kamu nangis bahagia karena seberat apapun ujianmu Allah tetap kirim nasi sama kerupuk, itulah kenyataan untuk melihat kondisi jiwamu yang sedang berjalan menuju surga. 

"JIWA"... Entitas didalam dirimu sendiri inilah kuncinya. Ada jiwa yang pemarah, mudah kecewa, pemberontak dll, ada juga jiwa yang tunduk pasrah kepada ketentuanNya. Entitas halus inilah yang sedang melakukan perjalanan abadi. Entitas ini yang harus mempertanggungjawabkan amal perbuatan. Entitas inilah yang akan merasakan panasnya neraka atau sejuknya surga.

Dan anda yang kena sihir hakikatnya sudah masuk ke dalam neraka. Oleh karena itu jangan lama lama dalam neraka, segera lihat kompas dalam hati untuk memenuhi panggilan Allah. Setelah itu masuklah ke dalam rumah Allah dalam qalbu masing masing dan jangan lagi tolah toleh. Lalu sholatlah disana sebagaimana yang saya jelaskan sebelumnya.

Jika anda mendirikan sholat sebagaimana yang saya jelaskan diatas (lempeng tanpa tolah toleh lagi) maka hakikatnya anda sudah dan sedang memenuhi panggilan Allah. Selesai sholat hatimu pasti lebih lapang (bercahaya) yang memicu jiwamu lebih ikhlas. Jiwa yang lebih pasrah dari sebelumnya karena kalimat laailahaillallah pada saat sholat inilah gerbangnya surga. "MIftahul jannah laailaaha illallah"

Luar biasa keren, anda sudah sampai di pintu (gerbang) surga. Silahkan langkahkan kakimu, masuk lebih dalam. Maka ketahuilah surga itu luaaassss banget seluas langit dan bumi. Satu langkah menuju surga bisa bermanifestasi dengan rumah tanggamu yang harmonis kembali. Dua langkah menuju surga bertajalli menjadi keran rezeki yang mulai mengalir. Langkah ketika membuat nama baikmu yang pernah hancur pulih kembali. Dan terus langkahkan kakimu lempeng memasuki rahmat Allah yang tiada batasnya.

Sahabat... Ini adalah artikel santapan rohani. Saya tidak hendak cerita menjelang tidur atau hendak mendongeng. Saya juga tidak hendak mendoktrin/ memaksamu. karena Ini adalah realita kebenaran. Ini adalah peta atau panduan bagimu untuk pulang kembali kepada Allah yang harus anda praktekkan dimulai dari sekarang.

Btw sudah siap mudik? Kalau sudah siap, jangan lupa mantapkan mentalmu. Karena perjalanan ini pasti penuh dinamika dan mengharu biru. Tapi percayalah jika niatmu benar benar ingin kembali kepada Allah, engkau pasti akan sampai.

Semoga mencerahkan, share ya?

Syukron

Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kisah Mi'raj Piknik Ke Alam Malakut Jabarut SInggasana Tuhan

Ada kasyaf tipuan ada kasyaf beneran. Kasyaf beneran itu bener bener melihat surga dan neraka misalya. Simak Kisah Mi'raj Piknik Ke Alam...