Orang yang kena sihir santet pasti berharap kehidupan seperti dulu. Sayangnya seribu kali kau berdoa seribu kali tidak akan bisa kembali ke semula. Mengapa demikian? Simak Sekali Kena Sihir Kau Tidak Akan Bisa Normal Seperti Dulu.
SANTAPAN ROHANI, JANGAN LAGI MINTA SEPERTI DULU, BIARKAN ALLAH MEMBAWAMU SEPERTI SEKARANG
Assallamualikum pa ustad ,pa apa semua ini bisa selesai 🙏HR ini rmh sy mau di lelang ,masyaAllah dasyat bgt sihir 😭😭😭, apa semua nya bisa kbali seperti semula pa ustad 🙏. Iya pa ustad astagfirulloh alhadzhim bner2 di bikin hancur sehamcur2 nya 😭😭😭, di musuhi ,di jauhi ,di fitnah, di kucilkan ,bahkan di BKIN stuck. Lalu gmn pa ustad ,apa bisa kembali seperti semula. Trus AP mereka yg SDH menzholimi akan mendapatkan karma
Jawab: Waalaikumsalam. Yang sabar ya? Saya sangat paham bagaimana rasanya kena santet. Sampai sampai rumah sahabat kita diatas mau dilelang dan juga dimusihi, dijauhi, dikucilkan dan dibikin stuck. Tentu saja wajar sahabat kita ingin supaya bisa kembali seperti semula. Seandainya ada lorong waktu tentu ingin sekali kita kembali kepada kehidupan seperti dulu. Ya khan?
Tapi justru disitulah letak kesalahannya. Why? Baca sampai selesai ya?
Kalau bicara penderitaan karena siihir wuuiiih sungguh tak terlukiskan rasanya. Ancur semua mua. Pedih jiwa dan raga. Selama bertahun tahun dipaksa menelan pil pahit kehidupan. Bahkan ada yang belasan tahun diseret ke dalam lembah api n3raka penderitaan.
Bayangkan saja ketika anda dipaksa melihat rumah tangga kandas, bisnis bangkrut, ekonomi ancur, relasi menghilang, teman dan sahabat pergi, orang tua dan sodara membenci, nama baik terinj4k in4k, fitnah bertubi tubi ditambah penyakit yang menggerogoti. Yang lebih pedih adalah ketika hatimu patah dan terluka sampai bern4nah.
Bayangkan Setiap hari harus merasakan kemarahan yang berkobar kobar, kesedihan yang menusuk kalbu, kekecewaan sampai ubun ubun, ketakutan diatas normal, kecemasan berlebihan, kemalasan yang over d0sis dan seabreg luka hati lainnya. Nano nano, campur aduk, gado gado. Air mata sudah tidak mampu menopang derita. Hanya kekeluan lidah dan bibir yang bergetar berusaha menahan luka dan lara.
Maka tak heran korban sihir bersedia memberikan segala galanya kepada orang yang bisa mengobati lukanya. Korban hanya ingin hidup normal seperti semula. Ingin sembuh seperti sedia kala. Meskipun kesembuhan itu seakan akan semakin menjauh pergi. Menyisakan dendam yang tiada terperi. Sangat berharap pelaku dzalim mendapatkan adz4b atau karma. Meskipun sampai detik ini pelaku tetap baik baik saja. Lalu hatimu berteriak dengan sangat jelas, "dimanakah letak keadilan Tuhan?"
Untuk kali ini saya akan memberikan jawaban yang semakin membuat akal, jiwa dan nafsumu terluka. Bahwa selama lamanya engkau tidak akan bisa kembali seperti semula. Mimpi hidup normal seperti dulu, sebelum kena sihir hanya fatamorgana. So nikmatilah pend3ritaanmu sekarang...
Aku tahu kamu kecewa dengan jawabanku malam ini. Ya gpp, sebab tulisan ini adalah santapan rohani. Tulisan yang berasal dari dalam hatiku untuk menyentuh hatimu. Biarkan akal jiwa dan nafsumu marah kepadaku, tidak apa apa. Yang penting setelah membaca tulisan ini hatimu bisa hidup. Hatimu bisa kesentuh lalu sadar ada rahasia dibalik ujian. Yaitu sebuah rahasia besar tentang cinta. Yakni cinta ilahi, cinta yang tak pernah sirna, abadi selamanya.
Aku ngerti kalau dirimu ingin kembali ke masa lalu. Yaitu sebuah masa dimana hidupmu normal seperti yang lainnya. Ada canda tawa ada bahagia. Ada kebahagiaan saat bersama keluarga dan ada kekhusukan saat beribadah kepada Tuhan. Itu khan anggapanmu saja. Kamu menganggap hidup seperti dulu itulah hidup ideal yang diinginkan. Di dunia bahagia, diakherat masuk surga. Sekali lagi itu prasangkamu saja.
Kamu nggak ngerti n3raka sedang mengintai. Tidak sadar dalam bahaya yang besar. Apa yang kamu anggap hidup ideal ternyata dibalik itu ada Iblis yang sedang membuaimu supaya terus dalam kesesatan. Kamu memang nggak merasa ada yang aneh dengan hidupmu yang dulu, makanya mau saya jelaskan supaya kamu nyadar.
Sahabat... Seakan akan saja kamu kena sihir, padahal aslinya kamu sedang ditarik dari zona nyaman. Zona nyaman yang saya maksud adalah kehidupan seperti dulu. Nyaman dalam prasangka yang tidka pernah kamu sadari kalau tidak ditarik. Kamu tidak akan pernah sadar selama lamanya jika tidak ditarik dari lembah dunia.
Kalau kehidupanmu yang dulu itu baik buatmu tentu Allah tidak menarikmu kepada keadaan yang lain. Nyatanya kamu sedang ditarik khan? Artinya ada yang salah dengan kehidupanmu yang dulu. Oleh karena itu pekalah.
Sekali lagi kamu sedang ditarik ke sebuah zona baru di masa depan yang penuh dengan kedamaian. Susah payah kamu ditarik dan diangkat dari lumpur dunia. Susah sekali menarikmu karena kamu maunya tinggal di dunia selama lamanya. Dunia benar benar sudah melekat dalam hatimu seperti lem korea. Lengket banget.
"Maaf ustadz, aku nggak begitu kok. Aku lebih memilih akherat dibanding dunia. Bagiku dunia hanya persinggahan sementara".
Itu khan ucapan lisanmu saja yang seringkali berdusta. Saya dan anda "mun4fik" tapi nggak sadar. Makanya dirimu ditarik supaya sadar. Makanya kamu diberikan ujian sihir supaya mengakui kalau dihatimu isinya dunia. Sekali lagi seakan akan saja kamu kena sihir, padahal aslinya kamu sedang ditarik dari dunia menuju negeri akherat (surga).
Cuma khan kamu nggak mau. Kamu maunya di dunia yang fana. Kamu maunya kembali ke duniamu yang dulu. Susah susah menarikmu untuk keluar dari n3raka tapi kamunya malah mau kembali masuk ke dalamnya. Saya tahu kamu protes, makanya mau saya kasih buktinya sekarang, semoga engkau sadar..
Ketika rumah tanggamu diujung tanduk, atau bisnismu hancur membuatmu sangat bersedih. Apalagi kalau sampai berpisah/ cerai maka hancurlah jiwa dan ragamu. Kamu benar benar merasa kehilangan sandaran. Kamu maunya rumah tangga normal seperti semula. Doamu selalu menginginkan rumah tanggamu normal kembali seperti dulu khan?
Secara lahiriah memang seakan akan kamu kena sihir yang membuat rumah tanggamu diujung tanduk. Tetapi secara pandangan hati duniamu sedang dihancurkan supaya kamu mau untuk ditarik menuju akherat. Tapi khan kamu nggak mau, maunya memeluk dunia. Jadinya tarik tarikan.
Kalau memang kamu jujur bersedia dengan senang hati ditarik ke akherat (surga) seharusnya anda tidak terlalu bersedih melihat kehancuran duniamu. Toh yang hancur pada hakikatnya juga bukan milikmu, melainkan milik Tuhan. Nyatanya khan sedihnya nggak ilang ilang. Sedihmu itu sudah menjadi bukti yang gamblang bahwa kamu tidak mau kehilangan dunia.
Sebenarnya rumah tanggamu sedang dibawa ke akherat (surga) tapi kamunya nggak mau. Maunya rumah tangga seperti dulu. Padahal ujian sihir ini hanyalah alat untuk menarik rumah tanggamu kepada zona masa depan (akherat). "NGGAK.. Aku maunya yang dulu", gitu khan keinginanmu?
"Aku maunya bisnisnya normal seperti dulu, karir dan pekerjaan seperti dulu, nama baik pulih seperti dulu". Semua seperti dulu, padahal engkau sedang ditarik kepada keadaan "seperti sekarang (pada saatnya)". Keadaan seperti "sekarang" adalah keadaan dimana hatimu tidak terpaut dengan dunia tetapi hanya terpaut kepada Sang Pemilik Dunia.
"Okelah ustadz, aku mengakui kalau aku enggan untuk ditarik ke akherat. Sekarang aku harus gimana?"
Yang harus anda lakukan adalah menerima meskipun berat. Jangan meminta keadaan seperti dulu, karena keadaan seperti dulu itu tidak baik bagi Allah. Jangan meminta rumah tangga, ekonomi, relasi, harga diri dll seperti dulu. karena Allah hendak menarikmu kepada keadaan sesuai dengan kehendak dan keinginanNya. Dan keinginan Allah pasti yang terbaik untukmu. Mustahil takdir ini hendak menarikmu kepada penderitaan.
Hidupkan hatimu, ademkan jiwamu. Terimalah kenyataan kalau duniamu yang kau anggap milikmu sedang dihancurkan sehancur hancurnya. Terimalah kenyataan kalau yang hancur semuanya bukan milikmu melainkan milik Tuhan. Jangan ada lagi rasa kepemilikan dalam hatimu yang membuatmu semakin menderita.
Lupakan masa lalu beserta kenangan indahnya. Sejuta kali engkau berdoa supaya kembali seperti masa lalu tidak akan pernah menjadi kenyataan. Lepaskan masa lalu jangan lagi kau tahan. Yang hilang biarlah hilang, yang pergi biarkan pergi, yang hancur bairkan hancur. Jangan lagi menengok ke belakang yang membuat hatimu kembali terpaut kepada dunia.
Terimalah kenyataan, ikutlah larut kepada takdir Tuhan. Ikutlah kemana Allah hendak membawamu. Maka percayalah engkau tidak akan dibawa ke masa lalu melainkan masa depan yang jauh lebih membahagiakan. Hanya dengan mengkondisikan hati menerima sajalah engkau akan melihat rencana Tuhan. Semakin menerima semakin jelaslah kemana engkau hendak dibawa.
Hingga pada saatnya engkau akan paham ternyata Allah hendak menempatkanmu pada dunia yang baru. Bisa jadi engkau masih bersama pasanganmu atau Allah mengganti yang lebih baik. Tapi yang jelas saat itu engkau mengerti lalu mengatakan dengan senyuman bahagia, "Ooh ternyata Allah hendak membawaku ke sini".
Mungkin engkau tidak lagi bekerja di bidang seperti dahulu, tetapi engkau pasti akan dibawa ke sebuah pekerjaan baru yang lebih menjanjikan. Bisa jadi engkau kehilangan semua teman dan relasi, tetapi engkau pasti akan dibawa kepada relasi baru yang lebih membahagiakan. Bisa jadi nama baikmu hancur, tetapi engkau pasti akan dimuliakan ditempat lain yang lebih terhormat.
Oleh karena itu sekali lagi jangan meminta supaya kembali seperti dulu, biarkan Allah membawamu "seperti sekarang". Seperti sekarang itulah surga yang berisi kebahagiaan selama lamanya. Supaya keadaan "seperti sekarang" mewujud syaratnya adalah engkau ikhlas dibawa kemanapun kehendak dan keinginan Allah.
Dan ketika surga itu mewujud dalam hidupmu barulah engkau sadar bahwa musibah itu adalah tanda cinta dari Tuhan. Sekaligus meyakini dengan seyakin yakinnya bahwa yang membawamu ke tempat baru adalah Tuhan juga. Sehingga fokus hatimu pada saat itu bukanlah dunia baru (surga) akan tetapi DIA Yang membawamu ke surga.
Saat itu engkau meyakini yang membuat rumah tanggamu lebih harmonis adalah Allah. Engkau yakin yang memberikan pekerjaan baru yang lebih menjanjikan adalah Allah. Engkau paham yang mendatangkan relasi dan teman baru yang lebih membahagiakan adalah Allah. Engkau sadar yang memuliakanmu ditempat yang baru adalah Allah. Semua yang melakukan adalah Allah bukan kamu.
Saat itulah engkau mencintaiNya melebihi dunia dan segala isinya. Saat itu dihatimu sudah tidak ada lagi dunia, tetapi hanya ada DIA seorang. Saat itu engkau ridho dan Allah juga ridho.
Artinya: Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku. (QS Al Fajr: 27-30)
Pertanyaan terakhir adalah, "Apakah anda ingin kembali kepada Allah dengan puas dan diridhoiNya?". Kalau mau berhenti mengikuti keinginan hawa nafsu untuk kemduian ikutilah Allah dengan cara menerima, larut dan melebur dengan kehendak dan keinginanNya.
Ayuk di tahun yang baru ini (2026) perbaharui pula cara pandang kita semua terhadap ujian. Ujian adalah jalan supaya kita kembali kepada Allah, bukan kembali ke masa lalu. Oleh karena itu stop berdoa supaya keadaanmu bisa kembali seperti dahulu akan tetapi kembalilah kepada Allah. Dan kembalilah sekarang...!
Demikian semoga mencerahkan, share ya?
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar