Saya mengerti bahwa luka yang paling sakit ketika kita dikhianati pasangan. Bagaimana cara menyembuhkannya? Simak Cara Menyembuhkan Luka Batin Akibat Perselingkuhan.
SANTAPAN ROHANI, UNTUKMU YANG TERLUKA KARENA DIDUAKAN CINTA
Selama ini saya sering mengalah pak ustadz, sudah 3x saya pergi dari rumah nya karena perlakuan nya ke saya dan 3x pula dia meminta maaf atas kesalahannya, dan perlakuan nya, sekarang saya hanya menunggu keajaiban yg datang dari Allah SWT, dari awal menikah sampai sekarang saya dikhianati pak ustadz, dia s3lingkuh dibelakang saya, saya tidak mampu untuk mengatakan pada nya atas perbuatannya, karena dia temperamen pak ustadz...
Jawab: Setiap manusia yang mengatakan beriman PASTI akan diuji. Bukan ujian yang biasa tapi dahsyat luar biasa yang begitu menyesakkan jiwa. Diuji apanya? Duji kesetiaanmu kepada Allah. Diuji cintamu kepadaNya, apakah cinta yang suci atau sekedar ucapan lisan penuh kedustaan.
Ya benar.. Sebab lisanmu sering berdusta atas nama Allah. Mulutmu sering mengatakan, "Rezeki tak akan tertukar" Tapi ketika rezekimu dicabut hatimu menjerit. Lisanmu mengatakan, "Jodoh ditangan Allah", namun ketika pasanganmu berkhianat, hatimu hancur dan patah sepatah patahnya. Saat ujian didepan mata, ucapanmu yang dulu indah, seperti debu yang beterbangan.
Ini cukup menjadi bukti bahwa hatimu tidak untuk Allah, tapi untuk dunia. Cintamu untuk harta benda, jabatan dan pasangan. diItulah mengapa Allah memberikan ujian kepadamu sebagai bagian dari pengingat hati. Hati yang ada dalam dada. Hati yang cintanya sudah berpaling kepada cinta selain diriNya.
Ketika dirimu ditakdirkan untuk menghadapi ujian cinta maka akan dicabut cintamu kepada mahluk. DIA akan mengambil apapun yang selama ini kau cintai dengan segenap hati. Salah satunya adalah ujian percintaan dan rumah tangga yang penuh prahara. Dan inilah cerita yang sungguh mendayu dayu, mengharu biru. Karena menyangkut perasaan, sandaran hati dan kesetiaan.
Hatimu begitu tercabik cabik ketika menghadapi kenyataan cinta yang diduakan. Hancur sehancur hancurnya, patah sepatah patahnya. Tangisan dan air mata tidak akan cukup menggambarkan betapa hatimu sudah remuk. Perasaanmu sudah hancur bercerai berai dan mustahil direkatkan. Seperti gelas yang pecah berserakan tak mungkin lagi disatukan. Meskipun seribu tahun engkau coba merekatkan kembali serpihan gelas tidaklah mungkin kembali seperti dulu. Yang ada tanganmu makin berd4rah karena tertusuk beling yang tajam.
Mungkin engkau mencoba bertahan demi anak, demi nama baik dan demi apapun itu. Tapi hatimu tidak bisa dibohongi kalau cintamu sudah berakhir. Berakhir sudah kesetiaan yang selama ini engkau pertahankan mati matian. Mungkin engkau mencoba memaafkan namun hatimu tetap saja terluka. Sebuah luka yang tidak akan sembuh selama lamanya.
Buatmu yang sedang terluka, saya sungguh mengerti perasaanmu. Amat sangat mengerti sekali bagaimana hancur dan sakit hatimu. Sakiiit sekali. Tidak ada rasa sakit melebihi sakit karena dikhianati. Malam ini saya mengajakmu untuk menyelami rasa sakit lebih dalam lagi. Lebiiih dalam lagi hingga menembus dalamnya samudera hati.
Menyelamlah lebih dalam, dan tinggalkan sandiwara dunia yang sungguh menyesakkan. Jika engkau masih merasa sakit karena teringat pengkhianatan, artinya engkau belum benar benar menyelam. Cobalah sekali lagi menyelam lebih dalam melampaui perasaanmu hingga sampai di dimensi hati. Ketika engkau sampai, lihatlah kembali layar dunia. Lihatlah semua itu sebenarnya hanyalah ujian cinta.
Lihatlah kembali layar itu... Sebagaimana engkau sedang menonton film india atau drama korea. Lihatlah bagaimana air mata kesedihanmu mengalir setiap hari karena kehilangan sandaran. Padahal sandaran dan tambatan cintamu adalah sesuatu yang fana. Saat berada didimensi hati engkau sadar bahwa selama ini sudah bersandar kepada cinta yang salah. Oleh karena itu berjanjilah ketika engkau berenang ke permukaan untuk mengembalikan sandaran kepada Yang Maha Cinta. DIA berada dalam qalbumu yang paling dalam.
Sekarang terbanglah atau berenanglah ke langit dunia. Sebelum sampai mampir dulu ke dimensi jiwamu. Lihatlah jiwamu sedang menderita terp4nggang dalam neraka. Lihatlah jiwamu menangis pilu setiap waktu. Semua dikarenakan engkau salah menambatkan cinta. Tolonglah jiwa dan perasaanmu yang patah dan hancur. Caranya kembalikan jasadmu ke dunia, akan tetapi tinggalkan hatimu tetap diakherat. Hatimu tetap berada dalam pelukan Yang Maha Cinta.
Sekarang engkau sudah sampai ke dunia lagi.. Jasad dan akal pikirmu saja.. Engkau melihat kembali prahara cinta dan rumah tangga yang begitu menyesakkan. Sebuah ujian yang sungguh tidak masuk akal. Tapi itu duluu sebelum engkau berenang sampai ke relung hati. Sekarang hatimu sudah kau tinggalkan dan diberikan kepada cinta yang tak pernah sirna.
Saat itulah engkau akan sadar bahwa menduakan cinta memang tiada termaafkan. Bukan cinta kepada dunia tetapi kepada Yang Memberikanmu segalanya. Menduakan cinta bahasa arabnya syirik. Sehingga ketika engkau menduakanNya maka itulah dosa yang mustahil dimaafkan. Engkau sadar ketika cintamu kepada dunia dihancurkan lalu engkau menjerit. Sadar kalau selama ini sudah menduakan cintaNya. Itulah penyebab jiwamu masuk ke dalam neraka kesedihan dan penderitaan.
Mulai sekarang belajarlah menikmati penderitaan. Belajarlah menahan sakit karena pengkhianatan. Belajar tetap tersenyum meskipun cintamu diduakan. Toh semua ini hanyalah ujian cinta dikarenakan engkau berpaling dariNya. Engkau tetap tersenyum seiring dengan meredam api yang semakin bergejolak dalam jiwamu. Api yang bergejolak bukan karena diberikan bahan bakar melainkan diguyur hujan.
Maka katakan yang terjadi terjadilah. Aku akan menerima apapun takdir yang datang tanpa pemberontakan. Jika memang berpisah maka berpisahlah. Jika memang bersatu kembali maka bersatulah. Aku tidak menginginkan apapun, biarkanlah takdir yang memilihkan. Apapun yang pergi tidak akan ku tahan, dan apapun yang datang tidak akan membuat hatiku terpaut dalam cinta. Karena cintaku sudah ku tinggalkan dan kuserahkan kepada Yang Maha Cinta. Dan aku tidak akan menduakanNya lagi untuk selama lamanya.
Jika kamu melakukannya maka gejolak api dalam jiwamu mulai berkurang panasnya. Engkau akan melihat jiwamu mulai merangkak naik dari neraka menuju mentari indah dipagi hari. Rasa sakit dalam hatimu akan semakin mereda seiring dengan pintu surga yang mulai terbuka. Engkau akan melihat sebuah tulisan dipintu surga, "cinta yang tak pernah sirna abadi selamanya"
Mungkin proses merangkak menuju pintu surga butuh proses dan waktu, setahun atau dua tahun, seiring dengan perjuangan hatimu untuk memantapkan sandaran kepada Tuhan. Seirama dengan perjuanganmu untuk menyambut takdir dengan kedua tangan terbuka apapun itu, tanpa penghakiman tanpa pemberontakan. Tapi yakinlah bahwa apa yang daku sampaikan adalah sebuah kebenaran yang PASTI engkau alami dan rasakan sendiri. Yaitu engkau akan mengalami yang daku maksud dengan, "cinta yang tak pernah sirna". DIA pemilik takdir yang akan mendatangkannya.
Percayalah ketika cinta dalam hatimu engkau tinggalkan di akherat dan engkau serahkan kepada Tuhan, maka DIA akan memberikan cinta yang tak pernah sirna di dunia. DIA yang akan memilihkan takdir tebaik untukmu selama lamanya. DIA lah yang akan mengganti apa yang hilang dengan pemberian yang jauh lebih baik dan membahagiakan. Sampai sampai engkau mengatakan dalam air mata kesyahduan, "Cukup ya Allah, ini sudah membuatku bahagia". Tidak.. Akan tetapi engkau akan terus dilimpahi kebahagiaan tiada putus putusnya selama lamanya.
Hingga ketika banyak orang yang menangis didepan jasadmu yang kaku, engkau sedang tersenyum. Jasadmu dikubur di dunia akan tetapi jiwamu yang bercahaya sedang dibawa terbang ke langit. Hatimu membuncah sebagaimana debaran pengantin baru yang hendak bertatap muka dengan pasangannya. Karena saat itu adalah detik detik bertemu dengan Yang selama ini engkau rindukan untuk mengambil cinta yang sudah engkau tinggalkan. Bertemu dengan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Sekali lagi ini bukan tulisan hati pelipur lara. Ini adalah pesan dan ayat ayat cinta yang PASTI engkau alami dan rasakan.
Syukron
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar