Apa tanda orang yang dicintai Allah? tandanya hidupnya pernah dihancurkan sehancur hancurnya. Yuk simak 10 Tanda Anda Orang Terpilih yang Dicintai Allah.
SANTAPAN ROHANI, 10 TANDA ANDA DICINTAI ALLAH
Siap, syukron pencerahannya tadz🙏Ini sama kayak pendekar langit, keren👍👏 (WA dari sahabat)
Jawab: Pagi ini dapat WA sahabat yang share sebuah tulisan penyejuk jiwa. Hatimu sedang sakit, oleh karena itu jangan keseringan membaca tulisan yang membuat hatimu semakin kaku dan keras, meskipun dibingkai dengan agama. Nah bagi sahabat lainnya bacalah tulisan tulisan yang mengademkan hatimu ya? Sebagaimana tulisan seperti dibawah ini yang dibagikan oleh sahabat
.
.
Allah adalah perjalanan yang dipenuhi ketenangan, cahaya, dan kemudahan. Padahal semakin dekat seseorang kepada Tuhan, semakin ia diperlihatkan kepada dirinya sendiri. Luka demi luka dibuka, harapan demi harapan dihancurkan, dan dunia yang dulu ia pegang erat perlahan direnggut dari dalam dadanya. Banyak orang sanggup menjadi hamba ketika hidup berjalan sesuai keinginannya. Namun sedikit yang tetap bersujud ketika kenyataan justru mematahkan seluruh harapannya. Di situlah perjalanan spiritual dimulai. Bukan saat bibir fasih berbicara tentang sabar, tetapi ketika hati dipaksa menerima sesuatu yang bahkan tak mampu dijelaskan oleh logika.
Ada orang yang diuji karena Allah ingin menaikkan derajatnya. Tetapi ada pula orang yang dibakar karena Allah ingin mengosongkan dirinya dari segala selain-Nya. Ini bukan lagi tentang kehilangan biasa.
Ini tentang penghancuran identitas, penghancuran ego, penghancuran rasa memiliki terhadap dunia. Banyak manusia ingin dekat kepada Allah, tetapi sedikit yang siap kehilangan semua sandaran selain Allah. Sebab cinta Ilahi bukan sekadar pelukan ketenangan. Kadang ia hadir sebagai api yang melahap seluruh kesombongan, seluruh ketergantungan, bahkan seluruh rasa aman yang selama ini membuat manusia lupa bahwa dirinya hanyalah makhluk yang lemah.
1. Ujian Adalah Bahasa Langit yang Tidak Selalu Dipahami Manusia
Setiap manusia diuji dengan cara yang berbeda karena setiap hati memiliki penyakit yang berbeda. Ada yang diuji dengan kehilangan, karena hatinya terlalu bergantung kepada manusia. Ada yang diuji dengan kehinaan, karena jiwanya diam-diam haus pujian. Dan ada yang diuji dengan kesendirian, karena selama ini ia terlalu sibuk mencari pelukan dunia daripada mencari Allah. Ujian bukan tanda kebencian Tuhan. Justru sering kali ujian adalah bentuk perhatian yang paling dalam. Sebab Allah tidak ingin seorang hamba terus hidup dalam tidur panjang bernama kelalaian.
2. Tidak Semua Luka Datang untuk Menghancurkan Sebagian luka hadir untuk membuka mata manusia
terhadap kenyataan yang selama ini ia hindari. Banyak orang baru mengenal doa dengan sungguh-sungguh setelah hatinya remuk. Banyak orang baru mengenal sujud paling jujur setelah dunia menghancurkannya. Luka kadang menjadi jalan tercepat menuju kedewasaan ruhani. Karena manusia yang terlalu lama hidup dalam kenyamanan sering kali lupa bagaimana caranya bersandar kepada Tuhan.
3. Orang yang Dicintai Allah Tidak Dibiarkan Bersandar kepada Selain-Nya
Inilah fase paling berat dalam perjalanan spiritual. Ketika Allah mulai mengambil satu per satu hal yang paling dicintai hamba-Nya. Bukan karena Allah kejam, tetapi karena Allah tahu bahwa hati manusia terlalu mudah menjadikan dunia sebagai tuhan kecil dalam hidupnya. Kadang manusia tidak sadar bahwa dirinya lebih takut kehilangan uang daripada kehilangan iman. Lebih sedih ditinggalkan manusia daripada ditinggalkan petunjuk Tuhan. Maka Allah membakar semua ketergantungan itu agar hati kembali murni hanya untuk-Nya.
4. Kehancuran Ego Adalah Awal dari Kedekatan yang Sebenarnya
Selama manusia masih merasa dirinya hebat, ia akan sulit benar-benar tunduk kepada Allah. Ego membuat manusia merasa mampu berjalan sendiri. Merasa doanya terkabul karena usahanya. Merasa dirinya kuat karena pencapaiannya. Padahal semua itu rapuh. Dan hidup sering kali menjadi tempat Allah meruntuhkan kesombongan paling tersembunyi dalam diri manusia. Sampai akhirnya seseorang sadar bahwa tanpa pertolongan Tuhan, bahkan untuk menenangkan hatinya sendiri pun ia tidak mampu.
5. Kesepian Adalah Tempat Allah Mengajak Hamba-Nya Berbicara
Tidak semua kesepian adalah hukuman. Kadang kesepian adalah ruang sunyi yang sengaja Allah ciptakan agar manusia berhenti mendengar kebisingan dunia. Dalam kesendirian, manusia mulai mendengar isi hatinya sendiri. Mulai menyadari betapa banyak luka yang selama ini ditutupi dengan keramaian. Dan di saat semua manusia pergi, di saat semua tempat pelarian tertutup, seseorang akhirnya menemukan bahwa satu-satunya tempat pulang hanyalah Allah.
6. Dunia Sering Kali Harus Dipatahkan Agar Hati Bisa Diluruskan
Ada manusia yang terlalu mencintai dunia sampai ia lupa tujuan hidupnya. Maka Allah hadirkan kegagalan agar ia sadar bahwa dunia bukan tempat bersandar. Sebab jika semua keinginan manusia selalu terpenuhi, mungkin ia tidak akan pernah mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Kadang kehancuran duniawi justru menjadi penyelamatan ruhani. Dan tidak sedikit orang yang terselamatkan jiwanya justru setelah hidupnya hancur berantakan.
7. Dibakar oleh Allah Berarti Dibersihkan dari Segala Kepalsuan
Api cinta Ilahi tidak hanya menghangatkan, tetapi juga membakar. Membakar sifat riya, membakar kesombongan, membakar ketergantungan kepada makhluk, bahkan membakar impian-impian yang membuat manusia lupa kepada akhirat. Proses ini menyakitkan karena manusia harus melihat dirinya yang sebenarnya. Tanpa topeng. Tanpa pujian. Tanpa pengakuan. Dan tidak semua orang kuat menghadapi kenyataan tentang dirinya sendiri.
8. Semakin Dalam Cinta kepada Allah, Semakin Sedikit Keluhan kepada Dunia
Orang yang benar-benar mengenal Allah akan mulai memahami bahwa tidak semua hal harus dimiliki untuk merasa tenang. la belajar menerima kehilangan tanpa kehilangan dirinya sendiri. la belajar menangis tanpa membenci takdir. Sebab ia sadar bahwa dunia hanyalah tempat singgah, bukan rumah yang abadi. Ketika cinta kepada Allah memenuhi hati, dunia tidak lagi memiliki kuasa besar untuk menghancurkan batinnya.
9. Banyak Manusia Ingin Surga, Tetapi Tidak Siap Menempuh Jalannya
Semua orang ingin dicintai Allah. Tetapi sedikit yang siap menjalani prosesnya. Sebab cinta Allah sering kali datang bersama pengosongan besar-besaran terhadap hati manusia. Allah tidak ingin hati yang penuh dunia masuk ke dalam hadirat-Nya. Maka dibersihkanlah hati itu dengan kehilangan, tangisan, penantian, dan kehancuran. Sampai akhirnya manusia memahami bahwa yang paling penting bukanlah apa yang ia miliki, melainkan siapa yang menetap di dalam hatinya.
10. Pada Akhirnya, yang Tersisa Hanyalah Allah
Semua yang ada di dunia ini pada akhirnya akan pergi. Masa muda akan hilang. Harta akan ditinggalkan. Manusia yang dicintai akan berpisah. Bahkan tubuh yang selama ini dibanggakan pun akan kembali menjadi tanah. Dan ketika semua itu lenyap, manusia baru sadar bahwa satu-satunya yang benar-benar abadi hanyalah Allah. Maka orang yang paling tenang bukanlah orang yang memiliki segalanya, tetapi orang yang hatinya telah selesai dari selain Allah.
Jika suatu hari Allah mengambil semua yang kamu cintai sampai tak ada lagi tempat bersandar selain kepada-Nya, apakah saat itu kamu masih akan mengatakan bahwa kamu mencintai Allah?
.
.
Nah demikian tulisan yang di share oleh sahabat dari sumber sebelah
Syukron
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar