Ternyata Kebanyakan Manusia Menyembah Iblis

Mungkin anda menyangkal dengan tulisan ini. Karena saya mengatakan bahwa meskipun secara lisan manusia mengatakan menyembah Allah tapi hatinya membuktikan menyembah Iblis. Gimana ceritanya? Simak penjelasan Ternyata Kebanyakan Manusia Menyembah Iblis.

 

SANTAPAN ROHANI, TIDAK ADA SEORANG MANUSIAPUN YANG MAU BERTEMU DENGAN ALLAH, KOK BISA?

Memikirkan resiko siap kehilangan segalanya, sangat menakutkan, sampai kaki terasa dingin, saya terus mencari solusi mencari di Instagram. Entah takdir apa yang akan datang pada saya Ustadz, memikirkan itu, membuat tidak nyaman dan was-was. Ketenangan hidup, bisa beraktivitas seperti biasa, tak ada lagi.

Jawab: Semua manusia (pada awalnya) nggak ada yang mau bertemu dengan Robbnya. Mau ustadz, kyai, ulama atau sosok yang anda jadikan kiblat dalam beragama dan siapa saja sealim apapun sebenarnya hakikatnya paling takut bertemu Allah. Saya dan anda lebih suka bertemu iblis yang bersemayam dalam hawa nafsu. Saya tahu anda akan protes lalu mencaciku habis habisan. Yaa silahkan saja. Saya tidak tersinggung dan tidak akan membela diri.

Karena memang tulisan santapan rohani itu dalam banyak hal nggak masuk akal. Tulisan saya dalam banyak hal mencabik cabik pengetahuan yang anda yakini selama ini. Tapi saya mengerti kok. Sebab saya juga pernah disitu. Dulu saya pernah meyakini sebagaimana apa yang anda yakini. Ketika ada orang yang berseberangan maka saya akan mendebat habis habisan.

Dan orang yang paling getol mendebat dan mencela saya adalah mereka para ahli kitab. Bukan ahli kitab Yahudi dan Nasrani tapi ahli kitab muslim. Yaitu mereka yang kitabnya selemari. Dalam bahasa lain mereka ahli ilmu yang banyak hapalan agamanya. Dan saya dulu juga ahli kitab loh? Buku buku agama (dan lain lain) yang saya miliki ada 3 lemari malahan. Saat itu saya merasa menjadi orang yang paling pinter dan alim sedunia ini. Saat kena sihir semua kitabnya saya buang. Termasuk kitab yang ada dikepalaku dalam bentuk pengetahuan agama misalnya. 

Mengapa semua kitabnya saya buang? Sebab semua kitab itu tidak bisa menjadi solusi ujian yang saya hadapi. Seharusnya khan kalau saya memang orang beragama, hapal banyak kitab, sering isi seminar motivasi dll seharusnya bisa bersabar pada ujian. Seharusnya setelah itu lulus ujian. Nyatanya nggak tuh. Meskipun berkali kali saya coba buka lembaran demi lembaran kitab nyatanya hati tetap membara. Ternyata teori dalam seribu kitab itu nggak ada gunanya ketika harus dipraktekkan di lapangan. Dan hati yang panas berkobar kobar sudah cukup menjadi bukti bahwa saya bukanlah orang yang mampu beragama dengan benar.

Setelah itu apa yang saya lakukan? Ngikut takdir yang penuh dinamika. Melihat dengan mata kepala bagaimana sakit dan pedihnya saat rumah tangga diujung tanduk, anak sakit sakitan, bisnis hancur lebur, nama baik terinjak injak, ditinggalkan oleh semua keluarga teman dan relasi. Melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana pedih dan perihnya kehilangan hampir semua mua sendi kehidupan. Mencoba menerima keadaan meskipun rasanya seperti dikuliti h1dup h1dup. Saaaaaakit tiada terlukiskan. Pertanyaannya apakah anda mau seperti ini?

Maka semua manusia tak terkecuali tidak akan ada yang mau. Yang semua manusia mau dan inginkan adalah dapat jodoh yang sholeh, rumah tangga harmonis, anak yang penurut, bisnis yang lancar, harta benda melimpah, jabatan yang tinggi, kehormatan dan kemuliaan dll. Ketika salah satu sendi kehidupan diatas berkurang, misalnya bisnisnya menurun maka setiap hari berdoa, "Ya Allah Yang Maha Kaya, lancarkan rezekiku kembali". Jika seiring waktu bisnisnya semakin menurun maka tiba tiba hatinya menjadi takut, cemas dan khawatir.

Padahal kalau dari kacamata iman, ketika satu dari seribu milik anda diambil itu hakikatnya anda sedang didekatkan kepada Allah. Tapi mana ada manusia yang mau? Ketika kehilangan sedikit saja sudah meronta ronta dan berlarian kesana kemari. Rasa takutnya semakin lama semakin memuncak. Dirinya nggak mau dan nggak ingin kehilangan meskipun hanya satu diantara seribu. Dalam bahasa lain saya dan anda sangat ketakutan ketika hendak dipertemukan dengan Allah. Jiwanya menolak keras dan ingin kembali ke dunianya yang dulu. Padahal seindah indahnya dunianya yang dulu semua itu hanya semu, sementara.

Kalau bicara bahasa lisan fasihnya ngalah ngalahin Azazil. Misalnya lisan mengatakan, "Kita ini hanya hamba Allah, maka kita harus ikhlas dan ridho terhadap takdir Allah". Lisannya licin tapi hatinya tidak bisa bohong kalau dirinya sangat ketakutan kehilangan dunia yang selama ini digenggamnya. Misalnya saat bisnisnya menurun, pasangannya mulai abai, anak anaknya bandel maka panas dingin badannya. Semakin hari semakin cemas, takut dan was was akan apa yang terjadi kedepannya.

Artinya itu semua sudah menjadi bukti yang sangat valid kalau saya dan anda sangat enggan bertemu Allah. Kok bisa? Sebab syarat pertemuan dengan Allah ketika nafsu/ egomu terus menerus diturunkan sampai puncaknya dirimu tengg3lam kepada kebesaran Allah. Syarat bertemu dengan Allah ketika dirimu tidak memiliki apa apa. Syarat berjumpa dengan Allah ketika hatimu menyerahkan hidup dan matimu hanya kepada_Nya.

Berarti nggak boleh berumah tangga atau nggak boleh kaya atau punya jabatan? Bukan itu maksudnya. Boleh boleh saja memiliki harta benda yang banyak dan melimpah asalkan itu semua tidak membuat hatimu condong. Yang saya maksud syarat bertemu Allah yaitu dirimu tidak boleh memiliki apa apa adalah hatimu. Hatimu tidak boleh condong ke dunia. Qalbumu jangan bersandar kepada dunia.

Teorinya gampang khan? Segampang ceramah yang sering anda dengarkan di mimbar. Tapi prakteknya swuuuliit. Khususnya ketika anda kebagian jatah ujian. Misalnya rumah tangga yang anda bangun belasan tahun tiba tiba kandas, atau bisnis yang sudah anda rintis puluhan tahun tiba tiba hancur, maka saat itu barulah bisa dilihat seberapa condong dirimu kepada dunia. Kalau dirimu marah marah, nangis nangis, teriak teriak dll maka maknanya hatimu condong kepada dunia. 

Kalau anda ingin tahu betapa horornya saat dirimu didekatkan kepada Allah silahkan tanya ke korban sihir yang hancur jiwa raganya karena kehilangan hampir semua yang sangat dicintainya. Bertahun tahun bahkan puluhan tahun jiwanya patah dan hancur nggak sembuh sembuh juga. Sebab memang perjalanan kembali kepada Allah itu sangat mengerikan. Perjalanan kembali kepada Allah itu sangat pedih. Makanya itu nggak ada seorang manusiapun yang mau.

Seseorang yang dikehendaki oleh Allah untuk dekat dengan_Nya akan dikul1ti hidup hidup. Mereka akan merasakan sakaratul maut yang sangat pedih rasanya dan dalam jangka waktu yang sangat lama. Sampai kapan? Sampai m4ti pelan pelan. Maka sesaat setelah sang hamba m4ti, saat itulah ia akan melihat wajah Allah. Wajah yang selama ini dirindukannya. Dan setelah bertemu maka sang hamba akan berada dalam pelukan_Nya selama lamanya. Sang hamba akan tidur dalam peraduan yang sangat nyaman, sementara Robnya akan menyelesaikan segala urusan urusannya.

Paragraf diatas adalah bahasa kias. Sebab yang saya maksud mati bukanlah meninggal dunia lalu dikubur. Yang saya maksud m4ti adalah ketika saya dan anda menyerahkan jiwa raganya kepada Allah. Dalam artian tidak berontak lagi dengan musibah yang dialaminya. Ketika diambil rumah tangganya diem, saat diambil harta bendanya juga diem, saat diambil kehormatannya diam seribu bahasa. Ia mempersilahkan Allah mengambil apapun yang memang bukan miliknya. Hatinya ikhlas dan ridho ketika melihat dengan mata kepala sendiri satu persatu pakaian kebesarannya dilepas.

Ketika terbukti hatinya ikhlas dan ridho maka Allah akan datang. DIA akan menghiburmu dan menjelaskanmu alasan diirmu diberikan takdir yang mengharu biru. Alasanya hanya satu, karena DIA sangat sangat mencintaimu. Diirmu milik Allah sepenuh penuhnya sehingga tidak boleh ada ruang hati untuk selain diri_Nya. Ketika dihatimu ada cinta lain, maka cinta itu akan dicabut oleh_Nya. Itulah yang membuatmu merasakan sakit seperti sakaratul maut. Hingga ketika hatimu kosong dari mahluk, maka DIA akan datang dan bersemayam.

Ketika dihatimu hanya ada Allah saja maka DIA akan memberikan cinta abadi yang tak pernah sirna selama lamanya. Saya dan anda cukup trust atau percaya saja kepada_Nya, maka DIA yang akan membereskan semua masalahmu. Atau kalau perlu tidur saja selama lamanya biarkan DIA saja yang hidup dan menyelesaikan semua urusannya. Maka tiba tiba masalah yang sebelumnya mustahil terurai tiba tiba terurai dengan sangat mudah dan menakjubkan. Tiba tiba neraka yang kamu rasakan berubah menjadi surga yang sangat membahagiakan.

DIA sangat mencintaimu oleh karena itu terimalah cinta_Nya. DIA tidak ingin melihatmu lelah dan capek mengurus hidupmu sendiri. Jangankan mengurus hidupmu, wong ngurus sehelai rambut supaya tidak beruban saja nggak bisa khan? Oleh karena itu serahkan hidupmu kepada_Nya, biarkan DIA yang mengurus sekarang dan selamanya. Dan percayalah DIA akan mengurus hidupmu dengan penuh cinta. Karena DIA adalah Ar Rohman, Ar Rohiim. Bismillahirrohmaaniroohimm. Dengan nama Allah yang penuh cinta dan kasih sayang. Yang memiliki sayang dan cinta sejati hanyalah Allah.

Relate dengan curhatan sahabat diatas, "Memikirkan resiko siap kehilangan segalanya, sangat menakutkan, sampai kaki terasa dingin.... Entah takdir apa yang akan datang pada saya Ustadz, memikirkan itu, membuat tidak nyaman dan was-was. Ketenangan hidup, bisa beraktivitas seperti biasa, tak ada lagi."

Maka takdir diatas adalah salah satu cara Allah untuk menarikmu pulang lalu tidur selama lamanya. Karena tidak ada manusia yang mau dan sukarela kehilangan, maka DIA sendiri yang mengambilnya dengan cara paksa. DIA ambil sendiri segala sesuatu yang merampas cinta_Nya dalam hatimu. Dalam bahasa lain DIA sendiri yang mengendaki agar dirimu lebih dekat kepada_Nya. Bukan dekat dengan asbab banyaknya amal ibadah secara ritual melainkan didekatkan dengan ujian. Sebab dirimu adalah salah satu manusia pilihan. Bukan pilihan mahluk tapi pilihan diri_Nya sendiri. Andalah manusia yang terpilih itu.

Bagaimana rasanya ketika sebagian milikmu diambil? Sakit khan? Bahkan rasa sakit itu masih terasa setelah berlalu waktu bertahun tahun. Tapi setelah membaca tulisan ini semoga rasa sakitmu sedikit berkurang. Pelan pelan terus berkurang sampai akhirnya lega. Lega karena yang ngambil bukan siapa siapa tapi Allah. Dan Allah mengambilnya bukan karena benci tapi karena begitu besar cinta_Nya kepadamu. Dan setelah kamu sadar yang mengambil adalah Allah lalu dengan itu hatimu lapang dan ridho, maka DIA akan mengembalikan apa yang hilang dengan pengembalian yang tiada putus putusnya selama lamanya.

Demikian Ternyata Kebanyakan Manusia Menyembah Iblis

Syukron

Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ternyata Kebanyakan Manusia Menyembah Iblis

Mungkin anda menyangkal dengan tulisan ini. Karena saya mengatakan bahwa meskipun secara lisan manusia mengatakan menyembah Allah tapi hatin...