Bolehkan Baca Wirid Sakron & Ratib Al Haddad dengan Niat Ruqyah?

Bolehkan Baca Wirid Sakron & Ratib Al Haddad dengan Niat Ruqyah? Kalau anda tanya ke kyai NU boleh. Kalau anda tanya ke ustadz salafi bid'ah. Kalau menrutu saya gimana? Simak jawabannya ya?

 

BOLEHKAN BACA WIRID SAKRON & RATIB AL HADAD?

Kalo Al Baqarah, Al Mulk, Al jin sama Arrahman suka di baca kadang di tambah an naba sama ad dukhon. Yg masih bingung dan ragu boleh baca wirid sakron sama rotib Al Hadad gak pak ustdz dlm hal ini...Iya sih.. ..ini yg kadang bingung....

Jawab: Saya jarang membahas fikih, mengapa demikian? Karena ujung ujungnya debat dan merasa paling benar sendiri. Secara syariat saya lebih suka membahas mekanisme sihir saja. Sedangkan secara qalbu saya membahas santapan rohani. Kalau membahas mekanisme sihir bisa jadi banyak perbedaan, tapi kalau membahas tentang manajemen hati saya yakin jika anda membaca dengan hati yang jujur tidak semua akan sepakat/ setuju.

Misalnya membahas tentang bagaimana menyikapi pelaku sihir, maka secara syariat akan ada perbedaan. Ada yang menyarankan perbautannya dibalas, ada yang mengatakan fokus ruqyah saja. Atau bagaimana menyikapi pasangan yang selingkuh karena sihir maka akan ada beberapa jawaban. Sebagian mengatakan ceraikan saja, sebagian menyuruh bertahan. Dan semua membawa dalilnya masing masing. Dalilnya shohih semua. Karena keduanya membawa dalil yang shohih sehingga semua merasa benar.

Tapi ketika saya membahas santapan rohani dan mengajak anda untuk melihat Siapa yang ada dibalik takdir, kemudian belajar hatinya jangan melihat mahluk tapi lihatlah Allah maka semua yang membacanya pasti akan sepakat tidak ada perbedaan dan tidak ada yang merasa paling benar. Ketika saya mengajak untuk lapang menerima ujian Allah saya yakin semua akan sepakat. Inilah yang disebut dengan risalah tauhid yang dibawa oleh semua Nabi dan Rosul. Yaitu hati kita diminta untuk melihat Allah saja, jangan melihat mahluk. bahasa lainnya disuruh untuk mengesakan Allah.

Inilah akidah yang didakwahkan oleh semua Nabi dan Rosul yaitu risalah tauhid dalam qalbumu. Dengan risalah ini semua Nabi dan Rosul mengajak manusia untuk pasrah kepada Allah yang ada dibalik takdir. Mau takdirnya baik atau buruk menurut hawa nafsu, kita dusuruh pasrah. Bahasa arabnya pasrah adalah islam, sehingga agama atau cara pandang yang dibawa semua nabi dan rosul adalah islamlah atau pasrahlah.

Adapun secara syariat itu bisa beda beda. Di jaman Nabi Adam alaihis salam, atau Nabi Ibrahim alaihisa salam, atau Nabi Isa alaihis salam nggak ada ngaji Quran, sholat seperti orang islam, puasa seperti orang islam dan ritual ibadah lainnya. Pada masa itu belum ada ilmu fikih, tafsir, nahwu, dzikir dll. Ada yang ritual sholatnya menyendiri di surau, ada yang memuji Tuhan dengan nyanyian (Zabur), ada yang puasanya sehari penuh, ada yang puasanya 40 hari, ada yang ibadahnya hari sabat (sabtu) dan masih banyak lagi. Mengapa demikian? Sebab syariat setiap umat itu beda beda.

Meskipun syariatnya beda benda pada setiap umat pada jamannya, akan tetapi akidah dan cara pandangnya sama. Akidahnya adalah tauhid mengeskan Allah dan agama atau cara pandangnya adalah islam (tunduk kepada ketentuan Allah). Dan akidah ini letaknya di qalbu bukan di otak. Yaitu qalbumu yang hanya melihat Allah dibalik segala sesuatu lalu dengannya hatimu pasrah.

Yang jadi masalah umat jaman sekarang fokusnya kepada syariaaaat melulu. Fokusnya kepada ritual ibadah secara lahiriah melulu sehingga memunculkan banyak sekali perbedaan. Di Indonesia ada organisasi NU, salafi, HTI, muhammadiyah dll. Ada juga madzab syafii, hambali, maliki dan hanafi. Sementara di dunia ini ada 73 atau bahkan ratusan golongan dimana semuanya merasa melakukan syariat yang paling benar.

Karena merasa manhaj dan alirannya paling benar itulah kemudian condong menyalahkan aliran lainnya. Semakin lama perbedaannya semakin dipertajam sehingga memicu kebencian dan permusuhan satu sama lain. Bahkan di belahan bumi lainnya terjadi perang dan pertumpahan darah hanya karena perbedaan penafsiran tentang syariat.  

Belajar agama tujuannya untuk mengenal Allah sehingga dengannya mampu melembutkan hati yang keras. Sementara hati yang lembut karena mengenal Allah adalah kunci kebahagiaan dunia akherat. Bukan malah bejalar agama lalu membuat hatimu kaku dan keras lalu memicu permusuhan satu sama lainnya. Lalu ketika hatimu semakin keras kemudian menunjuk nunjuk orang lain dengan mengatasnamakan agama yang lurus. Dalam bahasa lain membawa nama Allah sambil membawa p3dang untuk memengg4l orang lain yan berbeda pemahaman syariatnya. Bagi saya ini adalah sesuatu yang sangat lucu.

Terkait dengan pertanyaan sahabat diatas bolehkah mengamalkan wirid sakron dan ratib al haddad? Jawabannya ini menyangkut masalah amalan lahiriah yang pasti memicu banyak perbedaan. Anda menjadi bingung karena bertanya kepada ustadz atau orang yang pemahamannya beda beda. Kalau anda bertanya kepada kyai NU maka bagus dan boleh. Tapi kalau anda bertanya kepada ustadz salafi itu nggak boleh, bid'ah dan bisa jadi syirik. Dan perbedaan jawaban ini akan terjadi sampai kiamat. Nah loh?

Kalau menurut ustadz gimana? Saya pernah melihat dan membaca isi dari ratib al haddad dan isinya bagus banget kok. Berisi kalimat thoyyibah, petikan ayat Al Quran, doa perlindungan, sholawat dan lain sebagainya. Sehingga secara lahiriah menurut saya tidak ada masalah. Yang jadi masalah adalah ketika bacaan ini masuk ke dalam hatimu. Yang bisa menjadi syirik adalah ketika hatimu menduakan Allah dengan lafadz yang anda baca. Dalam bahasa lain meyakini lafadz dan huruf yang anda baca memiliki kekuatan selain Allah.

Tidak hanya wirid sakron atau ratib al haddad yang berpotensi syirik loh? Tapi juga bacaan ruqyahmu, ayat yang kamu baca saat meruqyah pasien, media ruqyah klinik pendekar langit dll juga berpotensi syirik. Menjadi syirik jika hatimu meyakini bacaan, lafadz, ayat ruqyah, media ruqyah PL dll memiliki kekuatan selain Allah. Paham nggak paragraf ini?

Apakah boleh ratib al haddad dibaca dengan niat ruqyah? Boleh lah... Yang bilang nggak boleh coba dibaca isinya, tidak ada yang aneh kok. Bacaannya sebagiannya adalah bacaan saat anda sedang meruqyah pasien. Tapi jika anda tetap mengatakan nggak boleh, bid'ah, sesat ya silahkan saja. Sebab memang kalau membahas amalan secara lahiriah pasti akan banyak perbedaan. kalau perbedaan ini dipertemukan jadilah debat kusir sampai kiamat.

Sehingga kesimpulannya kalau anda mau mengamalkan yaa silahkan saja. Pastikan saat membaca hatimu duduk pada maqom laahaula wala quwwata illa billah. Tapi jika anda ragu maka tinggalkan saja. Dan jika anda meyakini ini amalan bid'ah yaa jangan diamalkan. Sebenarnya sederhana khan? Yang membuat jadi rumit itu ya "kamyuuu"

Syukron

Klinik Pendekar Langit 

WA 0852-8595-6659

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apakah Ketagihan Judol, Kecanduan Slot, Main Game dll Gangguan Jin?

Apakah Ketagihan Judol, Kecanduan Slot, Main Game dll Gangguan Jin? Ya bisa jadi karena gangguan jin atau dampak sihir. Tapi bisa juga karen...