Blog ini membahas tentang gangguan jin dan sihir lalu mengajak sahabat untuk ruqyah mengusir setan. Tapi tahukah anda sebenarnya bacaan Al Quran bukan buat mengusir jin setan? SImak penjelasan Al Quran Obat Jiwa Bukan Bacaan Mengusir Setan.
SANTAPAN ROHANI, TERNYATA AL QURAN BUKAN ALAT UNTUK MENGUSIR SETAN
Ustad saya pikir setiap kali saya membaca ayat Al Qur'an.yang saya niatkan untuk meruqyah seperti tidak berefek apa apa karena saya masih merasakan sakit dan sihir masih aja masuk.tapi ternyata saya salah meski saya baca ketika lelah sekalipun setan itu juga merasakan efeknya meski ga langsung pergi.
Jawab: Apa itu Al Quran? Al Quran dari kata qaraa yang artinya membaca. Sehingga Al Quran itu artinya bacaan. Membaca apa? Nah ini yang akan kita bahas singkat.
Al Quran itu tidak diturunkan sekaligus tapi berangsur angsur. Dan setiap ayat yang turun disebabkan oleh asbabun nuzul. Asbabun nuzul adalah sebab bagi turunnya ayat tertentu. Nah inilah point pentingnya.
Apa point pentingnya? Point pentingnya adalah Al Quran sebenarnya adalah cerita takdir. Dalam bahasa lain setiap ayat dalam Al Quran sebenarnya adalah bahasa takdir. Mengapa demikian? Sebab setiap kali ada takdir/ peristiwa tertentu setelahnya muncullah ayat. Itulah alasan mengapa ayat Al Quran tidak diturunkan sekaligus sebab setiap ayatnya mengikuti sebuah kejadian.
Akan tetapi anda jangan fokus kepada kejadian yang menjadi asbabun nuzulnya sebuah ayat dalam Al Quran. Apalagi fokus kepada ayatnya. Akan tetapi belajarlah dari peristiwa yang anda alami sendiri.
Misalnya pasca perang uhud lalu turun ayat tertentu. Maka bacalah kejadian dalam peranh uhud baca juga ayat yang turun. Tapi jangan itu itu saja yang kamu fokuskan melainkan cocokkan dengan peristiwa yang anda alami sendiri. Percayalah nanti anda akan mendapatkan kecocokan yang amazing.
Atau saat membaca kisah Nabi Muhammad shollallaahu alaihi wasallam yang menyepi digua hira lalu bertemu jibril yang menghimpit dadanya dan disuruh membaca, "Iqra'....". Lalu turunlah wahyu pertama. Lalu setelah sekian lama turun lagi wahyu kedua "Yaa ayyuhal mudatsir" Hai orang yang berselimut.
Kalau anda hanya membaca asbabun nuzulnya lalu menghapalkan ayat yang turun maka akan sulit untuk benar benar mendapatkan pemahaman. Akan tetapi cocokkan dengan realitas yang anda alami sendiri. Karena saya dan anda sebenarnya adalah realitas dari Al Quran yang berjalan.
Dan sahabat yang kena sihir dan atau sedang diberikan musibah besar sebenarnya itu adalah awal awal wahyu sedang diturunkan. Yaitu pada saat jibril menghimpit dadamu lalu menyuruhmu membaca. Bukan membaca tulisan tapi membaca takdir. Bacalah takdirmu yang hancur lebur sehingga benar benar menghimpit dadamu. Bacalah itu dari mahluk apa dari Allah. Baca ini dulu...
Sampai kapan? Sampai anda bisa membaca pesan dibalik musibah yang menghimpit dadamu. Yaitu pada saat engkau mampu menjawab pertanyaan man robbuka. "Iqro' bismirobbikalladzii kholaq". Sehingga ketika engkau mampu membaca pesan itu maka lapang dan legalah dadamu yang semula sempit. Mengapa dadamu akhirnya lapang? Karena hatimu mampu melihat Allah dibalik ujian.
Maka setelah itu akan turun wahyu kedua yaitu, "“Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan!" (QS Al Mudatsir: 1-2). Maknanya adalah ketika kamu sudah paham bahwa dibalik ujian ada Allah maka jangan bersembunyi lagi. Akan tetapi bangunlah dan berilah peringatan/ pelajaran kepada yang lainnya. Sebab mereka juga sedang mengalami hal yang sama sebagaimana dulu anda penah mengalami.
Memberi peringatan tentang apa? Tentang Allah dibalik ujian masing masing. Setelah itu kasih tahu kepada mereka untuk sabar, ikhlas, ridho dan menerima ujian seberat apapun itu. Sebab hanya dengan itulah surga akan didatangkan. Dalam bahasa lain hanya dengan itulah solusi semua permasalahan akan didatangkan.
Artinya Al Quran adalah solusi bagi semua permasalahan umat manusia. Al Quran adalah cahaya yang menerangi jiwa dan qalbumu. Ketika hatimu bercahaya maka itulah awal bagi munculnya solusi semua permasalahanmu. Apa cahaya itu? Allah.
Akan tetapi sekali lagi bukan sekedar tahu asbabun nuzulnya dan hapal ayatnya saja. Yang parah adalah berdebat sana sini tentang isi Al Quran lalu merasa paling benar. Kalau demikian anda tidak akan mendapatkan hikmahnya. Akan tetapi sekali lagi dicocokkan dengan realitas yang anda alami. Lalu jadikanlah itu manual book atau kompas bagi perjalanan hidupmu sehingga selamat sampai tujuan.
Artinya Al Quran itu sebenarnya bukan ayat ayat yang digunakan untuk menakut nakuti jin setan dan iblis. Meskipun memang setan setan akan ketakutan ketika dibacakan Al Quran. Akan tetapi yang sebenarnya Al Quran adalah obat bagi jiwa jiwa yang gersang, gelap dan tersesat.
Artinya: Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar (syifaa) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (Al Isra': 82)
Maknyanya Al Quran itu adalah syifaa, sedangkan syifaa itu obat yang ada dalam dada. Al Quran adalah obat dan rahmat bagi orang orang yang hatinya beriman kepada Allah. Yaitu hati yang percaya bahwa dibalik ujian ada Allah. Dan bagi orang dzalim (hatinya gelap dari Allah) maka Al Quran tidak menambah apapun kecuali kegelapan dan kesesatan yang jauh.
Dalam bahasa lain meskipun engkau membaca Al Quran dalam hal ini ayat ayat ruqyah ribuan kali maka tidak akan mampu mengusir iblis jika hatimu dzalim (gelap dari Allah). Mungkin setannya akan pergi tapi pasti akan balik lagi. Iblis tidak bisa balik lagi ketika ayat Al Quran sudah meresap dalam jiwamu. Meresap yang bagaimana? Meresap ketika ayatnya sudah menjadi pengalaman dalam hidupmu.
Artinya saya dan anda masih harus memperdalam lagi pemahaman tentang Al Quran. Al Quran itu jangan hanya sebatas dibaca secara tekstual saja tapi juga dibaca dengan qalbumu. Bagaimana membaca dengan Qalbu? Pengalaman. Anda sudah harus mengalami makna ayat yang anda baca, barulah keimanan itu menghunjam dalam dada.
Dan anda yang hdiupnya hancur lebur karena sihir atau karena musibah yang besar sebenarnya diberikan kesempatan untuk khatam Al Quran. Jika dengan musibah yang anda alami lalu hati bisa paham makna bismillah itu seakan akan seperti paham dengan seluruh isi Al Quran. Atau jika dengan ujian yang anda alami menjadi jalan paham makna Al Ikhlas itu seakan akan sudah khatam sepertiga Al Quran.
Dalam bahasa lain jika dengan kehancuran hidupmu menjadi jalan mengenal Allah (bismillah) maka anda akan paham dengan seluruh Al Quran. Ketika anda membaca ayat demi ayat dalam Al Quran maka anda langsung paham apa makna dibalik ayat yang anda baca. Dan kepahaman yang anda resapi akan berbeda dengan kepahaman kebanyakan manusia (umat islam). Ketika hatimu paham maka imanmu akan semakin menghunjam. Keimanan diatas keimanan.
Mengapa kepahamannya berbeda dengan kebanyakan manusia lainnya baik ustadz, kyai, ulama, habib, gus dll? Sebab gurunya bukan mahluk. Gurunya bukan manusia, ustadz, kyai, ulama, wali dll akan tetapi gurunya Allah langsung. Allah sendiri yang mendidikmu lewat ujian yang besar. Allah sendiri yang mendidikmu lewat takdir sehingga dengannya mengantarkanmu mengenal Allah. Allah sendiri yang mengajarkan Al Quran kepadamu.
Yang kenal Allah apanya? Hatimu. Hatimu meyakini bahwa dibalik ujian yang besar ternyata ada Allah. Anda sadar bahwa sebenarnya semua cerita Allah. Akhirnya ruhmu melihat bahwa segala sesuatu hakikatnya tidak ada, yang ada hanya Allah. Sihir, iblis, jin, setan, dukun, pasangan, tetangga, kerabat, seribu nama, seribu rupa, segala sesuatu sebenarnya nggak ada. Itu semua hanyalah cermin Allah. Itu semua sebenarnya nama nama bikinan Allah. Itu semua bagian dari cerita diri_Nya.
Demikian Al Quran Obat Jiwa Bukan Bacaan Mengusir Setan
Syukron
Santapan Rohani Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar