Banyak sahabat yang sedang menghadapi ujian kehidupan lalu tidak kuat dan ingin kembali ke masa lalu. Padahal kita ini mahluk masa depan. Simak Cara Kembali Kepada Allah Hadapi Ujiannya Jangan Mundur.
SANTAPAN ROHANI, MAU BALIK KE MASA LALU APA MENJEMPUT MASA DEPAN?
pak ustadz saya rindu diriku dlu selama 15 tahun saya merasa asing dengan diriku,,,sebelum kena sihir saya orgya penyabar,,ceria , sekarang,saya jadi emosian cemas takut murung di rumah,,saya rindu diriku yg sesungguh,ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜sungguh beruntung drimu pak ustadz bisa lolos dari sihir,,,kami sekarang blum ada yg lolosðŸ˜ðŸ˜
Jawab: Hampir semua korban sihir ingin sekali rasanya hidup normal seperti dahulu kala. Sama, saya dahulu juga begitu. Menjadi wajar sebab saat ini banyak sahabat korban sihir yang hidupnya benar benar menderita. Hidup diantara 2 alam itu rasanya tak terlukiskan.
Semua sahabat korban sihir menginginkan kembali ke masa lalunya saat masih normal. Meskipun masa lalunya biasa saja tapi rasanya seperti di surga. Bahkan mungkin saja masa lalunya hidup pas pasan tapi hati nyaman dan tenang. Bisa makan enak meskipun seadanya dan tidur nyenyak beralaskan tikar rasanya sudah sesuatu.
Paling tidak kenyataan ini mengajarkan kita makna bersyukur. Sebab kenyataannya saat dahulu sebelum kena sihir sedikit sekali rasa syukurnya. Sekarang ketika hidup sudah hancur hancuran barulah menyadari bahwa masa lalu itu benar benar layak untuk disyukuri.
Saat kena sihir dahulu saya juga sangat menginginkan hidup normal seperti dahulu. Dan kehidupan dahulu yang kami jalani benar benar penuh karunia loh? Rumah tangga harmonis, kekayaan, kesuksesan, kehormatan dan kemuliaan yang besar. Makanya nyeseknya nggak kira kira ketika harus menghadapi kenyataan "saat sedang dipuncak harus terhempas ke lembah terdalam"
Tapi sekarang ini setelah terbebas dari belenggu sihir nggak lagi tuh..! Saya malah nggak mau kalau harus kembali ke kehidupan dahulu kala sebelum kena sihir yang penuh karunia. Memang duit saya sekarang tidak sebanyak dulu, relasi juga nggak banyak, kendaraan juga seadanya tapi hati saya bahagia.
Hati saya sekarang ini lebih damai, lapang, tenang, selamat, nyaman, damai, bahagia dan sejahtera. Memang dahulu sebelum kena sihir bisnis saya maju, relasi seindonesia, dihormati, dimuliakan dll tapi sejujurnya hatiku masih sering lelah. Banyak ketakutan dan kekhawatiran akan masa depan.
Artinya kalau disuruh kembali ke masa lalu saya nggak mau. Sebab lelah hayati rasanyaa. Beda dengan sekarang. Kalau sekarang just the way you are alias biarlah takdir berjalan apa adanya. Dan saya menyambut setiap detik takdir kehidupan dengan suka cita. Dalam bahasa lain saya bisa menikmati hidup yang sebenar benarnya.
Sebenarnya aktifitasnya masih mirip atau sama sebagaimana masa lalu, hanya paradigmanya yang berbeda. Saat bangun tidur sudah ada pisang goreng hangat dan secangkir teh rasanya begitu nikmat luar biasa. Saat melihat anak, istri yang terkadang ngomel, ngambeg, marah dll bagiku sungguh pemandangan yang paling indah. Apalagi saat melihat anak corat coret tembok, lalu nangis ketika dibentak emaknya, atau tertawa terkekeh kekeh sungguh sebuah drama yang sangat lucu.
Ketika hari ini dapat rezeki 50 atau 100k saya bahagia. Saat paket dipick up kurir lalu saya kasih segelas es sayaa bahagia. Saat makan malam dengan lauk tahu dan ikan asin saya bahagia. Saat menulis santapan rohani ini saya bahagia. Tidak ada sedetikpun yang saya jalani kecuali dengan kebahagiaan.
Mengapa saya selalu bahagia? Sebab saya menjalani hidup ini bersama Allah. Sekali lagi saya menjalani hidup ini selalu berduaan dengan Allah selama 24 jam. Saya selalu ngobrol, berinteraksi, bermesraan, bercinta, berkasih sayang, saling menggoda, saling melawak, makan, tidur dll bersama Allah. Dan memang kebahagiaan yang sebenar benarnya itu ketika hidup bersama Allah.
Bagaimana cara hidup bersama Allah? Caranya hatimu jangan ada segala sesuatu yang lain selain Allah. Misalnya ketika istri sedang rutinan ngomel pagi saya malah tertawa. Sebab saya tidak melihat istri yang sedang ngomel akan tetapi yang saya lihat Allah menggerakkan lisan istri untuk ngomel. Atau saat gajian adsense saya melihat Allah yang sedang kasih duit. Belum juga duitnya diambil dapat lagi rezeki yang lain, lalu hatiku bergumam, "Udah ya Allah udah banyak hari ini". Eeeh malamnya dapat lagi rezeki nomplok yang membuatku tertawa terbahak bahak.
Wess pokoknya berduaan bersama Allah itu nggak ada kecewanya sama sekali. Dan pandangan hatiku terbuka gara gara sihir. Dalam bahasa lain Allah yang dahulu tertutup bisa terlihat asbab sihir. Oleh karena itu sya ucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada takdir pernah ekna sihir. Sebab dengan takdir itu mengantarkanku kepada Allah.
Artinya sahabat yang ingin hidup normal seperti dahulu kala dikarenakan perjalanannya belum sampai. Kalau sudah sampai saya jamin nggak mau kembali. memang perjalananmu sekarang ini baru sampai di tanah tandus, panas dan gersang sehingga anda ingin balik. Anda merasa perjalananamu masih sangat jauh sehingga lelah dan capek yang tiada terkira. Tapi ketahuilah bahwa, "Alaa inna nasrullaahi qoriib", ketahuilah bahwa pertolongan Allah itu dekat.
Ketahuilah bahwa Allah akan menjemputmu. Sebagaimana bunyi hadits yang kurang lebih, jika kamu berjalan menuju Allah maka Allah akan berlari menjemputmu. Oleh karena itu berjalanlah menuju Allah supaya dijemput. Yang berjalan apanya? Hatimu.
Artinya proses perjalanan hidup kita bukan tentang jarak akan tetapi tentaang perjalanan kesadaran hati. Karena antara Allah dengan hambanya sebenarnya tidak berjarak. Allah itu dekat bahkan tak berjarak. Yang membuatmu merasa jauh adalah dirimu sendiri.
Oleh karena itu berjalanlah menuju Allah niscaya Allah akan menjemputmu. Caranya bagaimana? Caranya hidupkan hatimu. Lihatlah sesuatu dibalik sesuatu. Atau lihatlah Allah dibalik takdirmu.
Karena manusia itu buta alias sulit mengenal Allah makanya diberikan musibah yang besar. Yaitu ujian yang membuat dirimu benar benar tak berdaya. Supaya dengan itu kamu pasrah lalu ingatanmu pulih sehingga mampu mengenal Allah. Maka kenalilah Allah dibalik musibahmu. Ketika kamu mampu mengenal Allah dibalik musibahmu, maka musibaah itu akan berganti dengan kebahagiaan.
So lakukanlah perjalanan menuju/ kembali kepada Allah mulai sekarang. Caranya sekali lagi lihatlah Allah nya jangan lihat takdirnya. Lihatlah Allah nya jangan lihat sesuatu atau mahluknya. Dan perjalanan ini memang tidak mudah oleh karena itu pelan pelan saja. Dikatakan tidak mudah karena memang sulit merubah hati yang sempit menjadi lapang. Semua perlu proses.
Akan tetapi ketika proses itu sudah anda lalui maka saya jamin anda sudah nggak mau balik lagi. Dalam bahasa lain keinginan anda untuk hidup normal seperti dahulu kala sudah tidak ada lagi. Sebab saat ini anda sudah sangat menikmati kebersamaanmu dengan Allah setiap detiknya.
Bahkan ketika anda sudah disini (bersama Allah) maka anda akan setuju dengan statementku bahwa hidup masa lalu itu hidup yang sesat dan gelap. Meskipun saat itu anda ahli agama, orang kaya, punya jabatan dll tetap anda akan menganggap bahwa hidup pada saat itu adalah sesat dan gelap. Karena hidupnya sesat dan gelap kemudian mengantarkanmu kepada neraka. Ketika hidupmu hancur karena sihir itulah nerakanya.
Dan suatu saat nanti anda juga akan berterimakasih kepada neraka. Sebab tanpanya tidak akan mengantarkanmu kepada surga. Ketika engkau sudah berada di surga tentu saja emoh dan ogah disuruh balik ke kehdiupan masa lalu yang sesat dan gelap.
Artinya: Sungguh, orang yang beriman (wajah hatinya menghadap Allah bukan makhluk) dan mengerjakan amal sholih (amal yang hatinya nyambung ke Allah bukan mahluk), untuk mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin pindah (tidak mau balik) dari sana. (QS Al Kahfi: 107-108)
Nah sekarang apakah anda mau balik dikehidupan yang dulu apa maju terus untuk menjemput surga? Kalau anda dikembalikan ke masa lalu maka pasti seiring waktu akan dihadapkan kepada neraka. Sebab kehidupan dimasa lalu adalah hidup yang gelap dan sesat. Saran saya seberat apapun terus saja berjalan maju jangan menoleh ke belakang. Ingat bahwa dibelakangmu (seindah apapun) sebenarnya itu neraka. Dan didepanmu ada surga.
Mau maju apa mundur? Kalau mau maju jalani takdirmu dengan tegar bersama Allah.
Demikian Cara Kembali Kepada Allah Hadapi Ujiannya Jangan Mundur
Syukron
Santapan Rohani Pendekar Langit
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar