Orang kena musibah lalu bersedih itu wajar. Saya juga sama. Cuma sedihnya jangan lama lama, harus segera move oin. Nah bagaimana Cara Melapangkan Hati yang Sempit & Terluka Karena Musibah. Simak penjelasannya ya?
SANTAPAN ROHANI, BEGINI CARA MENGIKIS RASA KEPEMILIKAN
Pak ustadz saya sedih sekali ๐ญ๐ญ๐ญSuami saya wafat pak ustadz ๐ญ๐ญMalam jam 12 sesak napas dibawa kerumah sakit 3 jam terus gak ada pak ustadz ๐ญ๐ญ๐ญPak ustadz saya ingin suami saya hidup kembali pak ustadz ๐ญ๐ญ๐ญ๐๐๐Rasanya sakit sekali pak ustadz ๐ญ๐ญKata orang orang,,, suami saya meninggal gara gara jualan bambu pak ustadz ๐ญ๐ญSampek saat ini saya masih belum percaya pak Seperti mimpi Tolong saya pak ustadz ๐๐๐ญ Kasian anak anak saya pak ๐ญ
Jawab: Ujian terbesar umat manusia adalah kehilangan pasangan sebagai sandaran hidupnya. Entah kehilangan suami/ istri karena meninggal lebih lebih karena diselingkuhi lalu bercerai.
Artinya: Artinya: Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita (pasangan), anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS Ali Imran: 14)
Artinya pasangan kita masing masing adalah orang yang paling dicintai sehingga ketika kehilangan rasa sakitnya luar biasa. Lebih lebih mereka meninggalkan kita disaat sayang sayangnya. Dan atau masih meninggalkan anak yang masih kecil.
Oleh karena itu saya pribadi berempati dan mendoakan semoga husnul khatimah dan yang ditinggalkan diberikan kesabaran. Jika pasangan meninggalkanmu karena perceraian semoga dirimu mendapatkan ganti yang lebih baik, aamiin.
Akan tetapi karena tulisan ini adalah santapan rohani tentu saya akan membahas dari sisi lain. Yaitu ketika kita merasa sangat bersedih ketika kehilangan sesuatu yang sangat dicintai. Hati kita benar benar beraaat sekali kehilangan bahkan tidak rela. Dan itu wajar karena kita hanya manusia biasa.
Kita merasa sangat bersedih bahkan hancur hatinya ketika kehilangan sesuatu yang sangat dicintai. Sebab selama ini hatiku dan hatimu sudah begitu terpaut atau bersandar kepadanya. Kita sudah merasa memiliki sepenuh penuhnya sehingga patah hati ketika harus ditinggalkan.
Apakah itu bagus? Kehilangan sesuatu yang paling dicintai dari sisi lahiriah tentu nggak bagus. Akan tetapi dari sisi ruhaniah bagus. Bahkan bagus banget. Supaya dengan kehilangan ini kita belajar arti sebuah penderitaan. Yaitu hati yang menderita karena selama ini begitu terpaut kepadanya.
Kehilangan mengajarkan kepada kita apa itu rasa kepemilikan yang bahkan mendarah daging. Artinya hikmah dibalik kehilangan supaya kita bisa mengikis rasa kepemilikan tersebut. Mengapa harus dikikis? Sebab pada hakikatnya semua milik Allah. Allah mengambil kembali sebagian milik_Nya dari diri kita.
Sebagaimana analogi tukang parkir yang dititipi banyak sekali motor dan mobil namun tidak merasa memilikinya. Bahkan tukang parkir senang ketika motor aau mobil diambil kembali oleh pemiliknya. Artinya dengan kehilangan itu kita seyogyanya belajar kepada tukang parkir yang hatinya tambah lapang ketika titipannya diambil. Kelapangan hati inilah yang disebut dengan iman. Yaitu mengimani bahwa semua milik Allah dan akan kembali/ diambil oleh diri_Nya.
Artinya indikasi atau tanda dirimu beriman kepada Allah adalah dengan melihat kondisi hati masing masing. Indikasi seseorang beriman kepada Allah bukan dilihat dari seberapa banyak ia melakukan ritual amal ibadah melainkan keadaan hati. Dan yang tahu keadaan hatimu adalah dirimu sendiri. Yaitu keadaan hati yang menerima, ikhlas, ridho dan lapang saat kehilangan atau saat diberikan ujian.
Dari penjelasan diatas artinya saya dan anda lebih tahu apakah kita orang yang beriman kepada Allah atau tidak. Yang tahu dirimu beriman bukan orang lain tapi dirimu sendiri. Sebab hatimu adalah dirimu sendiri yang tahu. Apakah hatimu lapang atau sempit kamu sendiri yang paham.
"Lalu apakah orang yang kehilangan sesuatu yang paling dicintai lalu nangis nangis, sedih, kecewa, putus asa dll disebut orang yang tidak beriman kepada Allah?". Masalahnya tidak sesederhana itu. Sekali lagi sedih dan kecewa itu wajar sebab kita semua hanya manusia biasa. Jika dengan kehilangan membuatmu sedih lalu menangis maka menangislah. Itu tidak ada masalah.
Yang penting jangan berlarut larut. Hatimu harus segera sadar bahwa hakikatnya kamu tidak sedang kehilangan apapun. Akan tetapi Allah lah yang mengambil sebagian milik_Nya. Dengan menyadari hal ini niscaya pelan pelan hatimu bisa menerima kenyataan.
Ketika kesedihanmu berlarut larut tidak akan menyelesaikan masalah. Justru akan membuat masalahmu semakin rumit. Sebab kesedihan berkepanjangan akan memicu banyak penyakit kronis disatu sisi dan menyebabkan turunnya produktifitas disisi lainnya.
Artinya ketika kamu tidak berlarut larut dalam kesedihan berarti dirimu tidak rela dengan kehendak Allah yang ingin mengambil milik_Nya sendiri. Kamu menyangka itu semua milikmu padahal bukan. Langit dan bumi semuanya milik Allah.
Kalau dirimu tidak rela dengan kehilangan maka selamanya hatimu akan menderita. Sebaliknya kalau kamu belajar ikhlas karena Allah niscaya penderitaanmu pelan pelan akan terkikis. Setelah itu diirmu dikasih uang parkir karena sudah mau menjaga titipan_Nya.
Tapi uang parkirnya bukan cuman 2000. Uang parkirnya dalam bentuk pergantian yang lebih baik. Misalnya kamu dititipi sepeda lalu merawatnya dengan baik. Ketika sepeda itu diambil oleh pemiliknya maka kamu akan dititipi motor. Ketika motor diambil maka akan dititipi mobil. Ketika mobil diambil maka akan dititipi pesawat dan seterusnya nggak ada berhentinya alias selama lamanya.
Oleh karena itu rawat sebaik baiknya apa yang dititipkan kepadamu apapun itu. Rawat karena Allah nya bukan karena sepeda (mahluknya). Rawat sebaik baiknya anakmu, suamimu, istrimu, bisnismu, kerjaanmu, relasimu, tetanggamu dll. Bahkan rawat sebaik baiknya sendalmu, kucingmu, tananamu dll.
Ketika kamu sudha merawat dengan sebaik baiknya karena Allah lalu tiba tiba diambil maka dirimu seharusnya bahagia. Mengapa demikian? Sebab anda meyakini pasti akan diganti dengan yang lebih baik. Ketika diambil lagi hatimu bahagia dan berbunga bunga. Sebab meyakini Allah akan segera memberikan kejutan lainnya.
Jika kamu belum yakin dengan janji Allah yang akan mengganti dengan lebih baik silahkan dibuktikan dengan sesuatu yang kelihatannya sepele. Misalnya rawat sendal jepitmu baik baik, gunakan ke tempat yang baik, sesekali dicuci bersih, tempatkan ditempat yang baik. Lalu tunggu ketika sendalmu ilang atau talinya copot. Maka tidak nunggu lama anda akan mendapatkan gantinya dengan sendal lain yang branded.
Apalagi anda merawat dengan sebaik baiknya sesuatu yang paling anda cintai karena Allah tentu akan dapat pergantian yang besar. Tapi syaratnya merawat baik baik karena Allah loh ya? Bukan merawat karena mahluknya tapi karena Allah nya.
Makanya sahabat yang diberikan ujian besar dalam bentuk kehilangan sesuatu yang paling dicintai sebenarnya ini momentum yang terbaik untuk membuktikan keimanan dalam hatimu. Misalnya seperti sahabat diatas yang sedih karena tiba tiba sekali kehilangan suaminya. Atau sahabat korban sihir yang kehilangan rumah tangga, ekononomi, kesehatan, nama baik dll. Secara ruhaniah ini momentum yang jarang orang lain punya.
Momentum apa? Momentum untuk mengikis rasa kepemilikan akan dunia. Kikis pelan pelan rasa kepemilikian itu lalu serahkan kepemilikan segala sesuatu kepada Allah. Teruslah berusaha sampai pelan pelan hatimu mulai bisa menerima kehilangan lalu merasa lapang dengannya. Ketika hatimu sudah lapang itulah tanda tanda hadiah akan segera dikirim. Seperti apa hadiah besar yang akan segera dikirim? Anda sendiri yang akan mengetahuinya.
Ketika hadiah itu sudah anda terima barulah anda akan percaya dengan janji Allah. Dan Allah tiudak akan menyelisihi janji_Nya sendiri.
Bayangkan gini... Disatu ketika menjelang ajal Allah akan mengambil sesuatu yang paling berharga dari dirimu. Apa itu? Nyawa. Artinya apapun yang kamu miliki termasuk diri dan nyawamu semua milik Allah. Kira kira detik detik Allah hendak mengambil nyawa dirimu berontak tidak? Pasti berontak jika sebelumnya tidak berlatih mengikis kepemilikan. Pasti saat itu menjadi momen yang sangat mengerikan.
Bahkan jika anda seorang ustadz, kyai, habib atau ulama sekalipun pasti akan berontak jika hatinya penuh dengan rasa kepemilikan. Yaitu merasa ibadahnya banyak, ilmunya luas, hapalannya banyak, kitabnya ribuan dll. Justru ketika anda merasa ahli ibadah malahan saat itu menjadi momen yang sangat mengerikan.
Oleh karena itu disisa sisa waktu kita belajarlah melepaskan kepemilikan atas dunia. Dimulai dari kehilangan yang kecil kecil dulu misalnya hilang sendal atau duit cepekan. Lapangkan hatimu dengan kehilangan itu. Sampai anda mampu melepaskan kepemilikan atas sesuatu yang besar bahkan amal ibadahmu. Kamu merasa tidak memiliki amal ibadah sebab semua itu milik Allah, justru seperti inilah yang betul.
Sehingga ketika Allah hendak mengambil nyawamu anda tetap merasa lapang. Mengapa lapang? Sebab nyawamu juga milik Allah. Yang kedua hatimu lapang sebab yakin seyakin yakinnya nanti akan diganti dengan alam dan tubuh lain yang lebih halus dan bercahaya.
Demikian Cara Melapangkan Hati yang Sempit & Terluka Karena Musibah
Syukron
Santapan Rohani Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar