Semua manusia diberikan ujiannya masing masing. Dan dari sekian manusia dikehendaki diberikan ujian yang besar sehingga tidak bisa menemukan jalan keluar. Apa hikmahnya? Simak Ketika Tak Kunjung Sembuh Maka Saatnya Pasrah.
SANTAPAN ROHANI, MENGAPA SUDAH BEROBAT KESANA KEMARI NAMUN TIDAK KUNJUNG SEMBUH
Afwan ustad sy baru berkqbar,saya sakit dan baru enakan. Pesantren sy masih seperti ini,blm ada santri yg datang masuk. Sy sadari semua pasti kesalahan saya,karna apa yv terjadi bagian dr kasih sayang Allah. Alhamdulillah insya Allah sy sdh melepaskan semuanya. Kembali kepada Allah
Jawab: Ketika kita diberikan ujian berupa usaha yang menurun maka kita disuruh untuk belajar lebih giat lagi dan bekerja lebih gigih lagi. Harapannya usaha yang hampir bangkrut bisa bangkit ikembali.
Ketika anda kena sihir maka ini adalah ujian supaya dirimu belajar ruqyah sehingga bisa meruqyah sendiri. Atau kalimat lainnya ketika seseorang sakit maka ikhtiarlah dengan cara berobat, diruqyah, ke rumah sakit, dll sehingga diberikan kesembuhan.
Pertanyaannya adalah bagaimana jika sudah berikhtiar maksimal namun belum juga menemukan jalan keluar? Bagaimana jika sudah ruqyah bertahun tahun belum juga hancur sihirnya? Bagaimana jika sudah berobat kesana kemari belum juga sembuh penyakitnya?
Sebagaimana sahabat diatas seorang pimpinan pondok pesantren yang kena sihir sehingga dirinya sakit sakitan dan pondoknya ditingga santri. Sudah gonta ganti peruqyah, sudah menggunakan media ruqyah PL, sudah berobat kesana kemari namun pondoknya tetap sepi. Apa yang harus dilakukan?
Nah tulisan santapan rohani kali ini penting banget nih, harus anda baca dengan seksama sampai paham..
Maka yang harus dilakukan adalah terus ikhtiar. Jika anda masih ada keinginan dan harapan supaya penyakitnya sembuh, sihir hancur, pondoknya rame kembali maka teruslah ikhtiar. Kerahkan semua kemampuanmu, hartamu, ilmumu dan semuanya. Saya berharap dengan itu anda bisa pulih kembali.
Tapi bagaimana jika belum juga sembuh? Kalau belum juga sembuh dan dalam dada anda masih ada sisa sisa harapan maka habiskanlah harapan itu dalam bentuk ikhtiar penghabisan. Sampai hartamu habis, ilmumu habis, energimu habis. Semoga dengan perjuangan sampai penghabisan masalah anda bisa tersolusikan.
Bagaimaa jika sudah habis habisan belum juga sembuh? Nah inilah bagian pentingnya. Yaitu pasrah. Terimalah kenyataan kalau anda belum juga sembuh, belum normal, belum pulih dll meskipun sudah habis habisan.
Artinya kata pasrah itu tidak sesederhana lisannya orang yang bicara dan atau ceramah. Kata pasrah itu beraaat. Kebanyakan kata pasrah yang sering diumbar hanyalah dusta. Sebab selama dirimu masih ada keinginan sekecil apapun untuk sembuh dan atau normal itu namanya belum pasrah. Pasrah itu menerima kenyataan kalau dirimu sakit, hancur, patah dan semacamnya tanpa ada harapan ingin sembuh dan normal kembali. Apalagi mengatakan sudah pasrah tapi hatinya masih ada kekecewaan, kemarahan, dan kesedihan kepada takdir itu masih jauuuh.
Dan orang yang benar benar pasrah itu sangat sedikit sekali. Hanya orang orang pilihan saja yang diberikan karunia berupa hati yang pasrah. Dan orang itu tidak harus ustadz, kyai, ulama, pimpinan pondok, orang huebat, syeikh dan semacamnya. Orang itu bisa siapa saja. Bahkan para pendosa, penjahat, pemaksiat dll punya kesempatan yang sama untuk diberikan hati yang pasrah.
Mengapa pasrah itu beraaat? Sebab ketika seseorang benar benar pasrah maka yang dipasrahkan adalah dirinya sendiri. Dirinya sendiri dipasrahkan kepada Allah. Mau dirinya dibanting banting, dijedotin, dipuntir puntir, dihancurkan, diperas, dikuliti dll maka hatinya tetap pasrah. Pasrahnya itu tanpa membela diri, tanpa syarat, tanpa berontak, tanpa tendensi. Mengapa demikian? Sebab memang dirinya sudah memutuskan untuk pasrah.
Apakah sahabat pernah mimpi melihat dirinya sendiri disemblh, dicabik cabik, dihancurkan sampai darahnya muncr4t kemana mana tapi dirimu hanya diam saja? Seperti itulah makna pasrah yang sebenar benarnya. Dan orang yang bisa melakukannya sangat sedikit sekali. Mengapa sangat sedikit sekali yang mampu melakukannya? Sebab memang beraaat.
Kalau tidak percaya tanyakan saja kepada korban sihir yang nyaris semua sendi kehidupannya hancur lebur. Padahal hidupnya sudah sangat hancur tapi tetap saja sulit sekali untuk pasrah. Buktinya apa? Buktinya masih ada harapan dan keinginan supaya dirinya sembuh, normal dan pulih seperti sediakala.
Atau tanyakan saja kepada sahabat diatas yang seorang ustadz pimpinan pondok pesantren dengan jumlah santri sebeluim kena sihir 300an orang. Sahabat diatas sudah mengerahkan segalanya supaya bisa sembuh, pondoknya rame kembali, hidupnya normal lagi. Namun bertahun tahun berikhtiar tak kunjung ada perubahan.
Sahabat diatas WA, "Alhamdulillah insya Allah sy sdh melepaskan semuanya. Kembali kepada Allah", dan kalimat inilah sebenarnya yang diharapkan dari ujian. Tapi bukan kalimat lisan melainkan kalimat atau getaran hati. Ketika hatinya pasrah maka akan melepaskan semuanya dan menyerahkan kepada Allah. Apakah dirinya bisa sembuh atau tidak, pondoknya akan rame atau tidak, atau malah kehilangan aset pondoknya itu sudah tidak dipikirkan lagi. Semua diserahkan kepada Allah.
Berat khan? Dan memang sangat berat satu kata yang bernama "pasrah". Sebab sekali lagi ketika kamu pasrah artinya yang dipasrahkan adalah dirimu sendiri. Bahasa lainnya nafsumu hidup dan matimu diserahkan kepada Alllah. Hati yang pasrah ketika dirimu, hidupmu, matimu, rezekimu, takdirmu, hartamu, rumah tanggamu, kehormatanmu dll sudah bukan menjadi urusanmu akan tetapi menjadi urusan Allah.
Artinya orang yang hatinya pasrah sebenarnya sudah mati. Sebab orang yang sudah pasrah tidak merasa hidup adalah hidupnya melainkan hidupnya Allah. Analoginya adalah orang yang berjalan ke lautan luas sampai tngglm sehingga tidak nampak dirinya, yang nampak hanya samudera yang luas. Artinya orang yang pasrah adalah mereka yang jiwa dan raganya tenggelam dalam kebesaran Allah.
Dan pesan dari ujian atau musibahmu sebenarnya itu. Yaitu pesan supaya dirimu menyerah kepada takdir lalu pasrah. Tapi tidak akan ada satu manusiapun dimuka bumi ini yang benar benar pasrah kecuali mereka yang dihancurkan sampai benar benar hancur lebur. Kalau ujiannya belum mampu menghancurkan jiwa dan raganya maka orang tersebut pasti tidak mau benar benar pasrah.
Padahal rumusnya adalah ketika manusia benar benar pasrah maka akan menemukan Allah. Ketika manusia mengenal Allah maka akan mengalami surga. Sedangkan manifestasi surga bisa berupa solusi segala permasalahan kehidupan yang sebelumnya mustahil ketemu jalan keluarnya. Cuman ya itu tadi, sedikit sekali manusia yang benar benar mau pasrah.
Mengapa tidak mau benar benar pasrah? Sebab kalau pasrah artinya kehilangan dirinya. Mana ada manusia yang mau kehilangan harga diri? Orang yang rela kehilangan diri hanyalah mereka yang dirinya sudah dihancurkan sehina hinanya.
Meskipun pasrah itu beraat paling tidak sekarang anda paham bahwa hikmah dibalik ujian atau musibah adalah supaya dirimu menyerah lalu pasrah. Meskipun sampai detik ini saya dan anda belum bisa untuk pasrah. Sebab semuanya berproses. Allah sendiri yang akan memprosesnya.
Bagaimana cara Allah memprosesnya? Yaitu dirimu akan dihancurkan lagi dan dibikin kecewa. Bagian dari dirimu yang belum dihancurkan akan dihancurkan. Setiap muncul harapan dan keinginan maka akan dibikin berakhir dengan kekecewaan. Sampai tidak ada celah lagi dalam dirimu untuk berontak. Jika untuk meraih qalbu yang pasrah sedemikian ngerinya anda berani tidak?
Jawabannya tidak ada satupun manusia dimuka bumi ini yang berani. Makanya Allah sendiri yang memilih sebagian hambanya untuk diproses. Karena tidak ada satupun manusia yang berani makanya Allah sendiri yang memaksa. Allah sendiri yang menghancurkan sebagian hamba_Nya.
Ketika seseorang dikehendaki oleh Allah untuk pasrah hatinya maka itu sama artinya dengan Allah memperkenalkan diri_Nya. Seakan akan saja Allah memperkenalkan dirinya kepadamu padahal bukan. Sebab orang yang pasrah maknanya sudah memasrahkan hidup jiwa raga lahir batin kepada Allah. Dalam bahasa lainnya orang yang pasrah merasa dirinya sudah mati atau tiada.
Sehingga makna Allah memperkenalkan diri_Nya bukan kepada mahluk. Khan makhluknya sudah merasa tiada. Artinya Allah memperkenalkan diri_Nya kepada diri_Nya sendiri.
Demikian penjelasan Ketika Tak Kunjung Sembuh Maka Saatnya Pasrah
Syukron
Santapan Rohani Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar