Siapa & Seperti Apa Bentuk Nafsu? Ini Dia Jawabannya

Banyak orang yang tidak paham apa itu nafsu. Karena tidak paham makanya tidak bisa mengerti serangan setan. Simak Siapa & Seperti Apa Bentuk Nafsu? Ini Dia Jawabannya

 

SANTAPAN ROHANI, TUHAN VS NAFSU SIAPA YANG MENANG?

ustad, semenjak anak saya sakit saya jadi stress dan sering memarahi anak saya bahkan saya ingin menyiksanya dan saya juga merasa nggak mau hidup lagi ustad, rasanya stress. Kenapa ini ustad...

Jawab: Ini saya mau menulis yang mungkin anda belum pernah mendengarnya. Sebab tulisan saya ini bertolak belakang dengan apa yang anda pahami selama ini. Meskipun kontradiksi dengan keyakinan kebanyakan manusia dibaca saja, seru kok.. Apakah anda setuju atau tidak itu nomor sejuta.

Apa yang dialami sahabat diatas adalah kondisi kejiwaan. Dan setan menyerang kejiwaan manusia sehingga stress dan depresi. Bahkan sahabat diatas ingin mati saja. Mengapa demikian? Sebab tidak kuat dengan kenyataan.

Secara lahiriah sebagai sesama manusia tentu saya empati dan berharap masalah sahabat diatas dan juga masalah anda bisa menemukan jalan solusinya. Semoga sihirnya hancur dan anda hidup normal kembali seperti semula. 

Mungkin sebagian sahabat yang kena sihir bisa sembuh dan menjalani kehidupan normal. Akan tetapi sebagian lagi belum juga diberikan jalan kesembuhan. Bahkan penderitaannya semakin lama semakin dalam. Bagi sahabat yang hidupnya sangat rumit tambah menderita secara ruhaniah saya malah besyukur. Sebab hakikatnya itulah jalan hidayah yang hanya diberikan kepada sedikit hamba yang dikehendaki_Nya.

Sahabat, percaya atau tidak hidup ini semuanya cerita Tuhan. Dan ceritanya seru banget. Sebab mirip dengan drachin dimana sang kaisar sedang menumpas pemberontakan. Artinya hidup ini antara Tuhan dengan pemberontak. Siapa pemberontak itu? Jawabannya adalah mahluk. Lebih tepatnya nafsu. Nafsu dari kata nafs yang artinya diri. 

Artinya hidup ini sebenarnya perang antara Tuhan dengan mahluk yang merasa punya diri. Tuhan VS Nafsu. Lebih tegasnya hidup ini adalah cerita antara Tuhan dengan saya, anda dan semua manusia. Tentu saja jin, setan, iblis juga termasuk.

Selama ini anda mendefinisikan nafsu keliru. Setiap orang yang tidak mau mengikuti aliranmu dicap sebagai orang yang mengikuti hawa nafsu dan menolak kebenaran. Orang yang tidak mau mengikuti dalilmu, haditsmu, ceramahmu, dakwahmu dianggap mengikuti hawa nafsu yang sesat. Salahkah demikian? Tidak salah alias benar secara lahiriah tapi keliru secara ruhaniah.

Sebab sekali lagi nafsu bahasa arabnya nafs yang artinya diri. Diri siapa? ya diriku ya diirimu ya diri mereka dan semua mahluk yang merasa punya diri. Siapapun mahluk yang merasa punya diri itulah musuh Tuhan. Kalau masih belum ngerti siapa nafsu maka silahkan berdiri didepan cermin. Itulah nafs.

Artinya perangnya antara Tuhan VS diri selain diri_Nya. harus ada salah satu yang kalah. Harus ada salah satu yang menyerah. harus ada salah satu yang m4ti. Artinya jika dirimu ada maka Tuhan harus mati. Sebaliknya jika Tuhan ada maka saya, anda dan semua mahluk harus mati.

Saya ulangi jika dirimu (nafsumu) ada maka Tuhan harus mati. Ini mungkin tidak akan pernah diucapkan oleh lisanmu selama lamanya tapi setiap hari disombongkan oleh hatimu. Kok bisa? Iya bisa dan buktinya terang benderang. Ketika kamu merasa ada maka otomatis engkau meniadakan Tuhan. Ketika engkau merasa bisa melihat dan mendengar maka secara otomatis hatimu meyakini Tuhan buta dan tuli. Atau paling tidak anda merasa bisa melihat dan mendengar disisi lain Tuhan juga bisa melihat dan mendengar.

Kok sebegitunya? Iya memang seperti itu. Ini disebut dengan dualitas yang sama sama memiliki kekuatan. Yaitu kekuatan diri Tuhan dan kekuatan nafs/ dirimu. Dan perangnya adalah salah satu harus m4ti. Sehingga yang ada, yang mendengar, yang melihat, yang berkehendak, yang berkuasa dll hanya satu/ tunggal. Dalam artian tidak boleh ada dualitas. Tidak boleh ada 2 penguasa di alam semesta ini.

Maka sejak itulah ditabuh genderang perang. Sang Raja akan membumihanguskan para pemberontak sehingga hancur atau menyerah. Bagaimana cara Tuhan memerangimu? Yaitu memerangi diri atau nafsumu. Makanya di paragraf sebelumnya saya bersyukur ketika ada sahabat yang diserang habis habisan oleh takdir. Misalnya kena sihir yang membuat nyaris semua sendi kehidupannya hancur. Secara lahiriah mungkin anda dihancurkan oleh orang dzalim, tapi secara ruhaniah sebenarnya Tuhan dengan tentara_Nya sedang menyerangmu.

Yang kamu lihat sihir sudah mengahncurkanmu, dukun menyerangmu, setan mengendalikanmu dll. Tapi yang saya lihat Allah sedang terus mendesak nafsumu supaya engkau menyerah. Ini seperti pertanyaan alam kubur, "Man Robbuka". Artinya ketika tentara Allah menyerangmu yang membuatmu tersudut pasti akan diberikan pertanyaan itu.

Lisanmu mungkin menjawab Allah Allah Allah, tapi hatimu dusta. Mengapa dusta? Sebab anda melawn tentara Allah yang sedang melumpuhkanmu. Anda berontak dan tidak terima dengan takdir, itulah buktinya. Engkau marah, dendam, kecewa, sedih dll itulah faktanya. Padahal segala takdir entah baik atau buruk menurutmu secara pandangan ruhaniah semua berasal dari Allah.

Artinya selama hatimu tidak terima dengan kenyataan takdir maka selama itu pula takdir akan terus memukulmu. Yaitu memukul jiwa yang ada dalam dadamu. Ketika dipukul lalu haancur, hidup lagi, hancur lagi, hidup lagi begitu seterusnya selama lamanya. Mengapa demikian? Sebab jasad bisa saja mati tapi jiwa tidak pernah mati. Ini dikarenakan jiwa adalah sebagian dari ruh Allah yang ditiupkan.

Kapan serangan kepada pemberontak yaitu diri/ nafsu akan berhenti? Tidak akan berhenti selama dirimu masih hidup. Baru akan berhenti ketika dirimu mati. Sebab hukuman kepada pengkhianat/ pemberontak adalah hukuman mati.

Atau bahasa yang lebih halus serangan tidak akan berhenti sebelum engkau menyerah. Yang menyerah apanya? Hatimu. Hatimu mengakui bahwa segala kenyataan yang buruk itu semua dari Allah lalu merasa lapang. Dirimu tidak lagi melawan takdir melainkan pasrah dengan kenyataan apapun itu.

Dan penyerahan diri itu harus tulus. Tidak boleh ada kemunafikan sekecil apapun. Kalau belum benar benar tulus maka tetap akan diserang dibagian jiwamu yang belum tulus tersebut. Ketika seluruh ruang dalam jiwamu menyerah barulah serangan akan berhenti.

Apa indikasi ketulusan dalam penyerahan? Tandanya adalah pengakuan berbingkai kesadaran dalam hatimu bahwa dunia dan seisi isinya termasuk dirimu sendiri adalah milik Allah. Dirimu tidak ada hak memiliki apapun di dunia ini meskipun sebesar dzarah. Bahkan sekali lagi dirimu tidak ada hak memiliki nafs/ dirimu sendiri.

Dan kesadaran dalam hati bahwa semua milik Allah hanya bisa dirasakan kejujurannya ketika engkau sudah benar benar mentok tok tok tok. Benar benar tidak ada ruang sedikitpun untuk melakukan perlawanan. Akhirnya engkau menyerah dan mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Engkau sadar sesadar sadarnya bahwa dirimu bukan Tuhan yang bisa hidup, mendengar, melihat, berkehendak, merasakan, berkeinginan dll. Engkau sadar bahwa nafsu/ diri bukanlah Tuhan yang berilmu, kaya dan mulia. 

Dalam bahasa lain ketika engkau menyerah maka hatimu mengakui bahwa yang hidup, melihat, mendengar, merasakan, kaya, berilmu, mulia dll hanyalah Allah, tidak ada yang lain lagi. Ketika itulah sudah tidak ada dualitas lagi. Dalam artian anda benar benar sudah mengesakan/ mengahadkan Allah.

Ketika pengakuan itu sudah terang dalam hatimu maka serangan akan berhenti. Secara lahiriah iblisnya hancur, dukunnya kalah, setannya kabur, pelakunya kena karma dan lain sebagainya. Secara ruhaniah sebenarnya tidak ada yang hancur. Sebab ketika cahaya Allah sudah bersemayam dalam dada otomatis habis gelap terbitlah terang. Ketika engkau melihat dalam terang maka sadarlah anda bahwa iblis cs hanyalah cara Allah untuk menyadarkanmu.

Inilah yang disebut dengan kesadaran Tuhan. Artinya yang menyadari bahwa semuanya sebenarnya hanya sebuah skenario hanya Tuhan itu sendiri. Sebab ketika kesadaran Tuhan itu bersemayam dalam hati bersamaan dengan dirimu mati. Secara lahiriah saya dan anda masih hidup, tapi secara ruhaniah sudah mati. Yaitu mati pengakuan kalau dirimu ada dan hidup. Atau pengakuan dalam hati bahwa Yang Ada dan Yang Hidup hanyalah Allah sahaja.

Ketika maqom ini sudah menyala dalam hatimu maka dirimu sudah tidak merasa yang hidup, melihat, mendengar dll. Dirimu tidak merasa yang berilmu, yang kaya dan yang mulia. Dalam artian ketika dirimu hidup hakikatnya itu hidupnya Tuhan. Ketkka dirimu melihat maka sebenarnya itu penglihatan Tuhan. Ketika kamu berilmu seebnarnya itu ilmunya Tuhan. Ketika dirimu kaya sebenarnya itu kekayaan Tuhan.

Atau bahasa halus yang mungkin bisa anda terima, hidupmu, penglihatanmu, pendengaranmu, ilmumu, kekayaanmu dan kemuliaanmu hanyalah titipan Allah. Meskipun sebenarnya saya tidak sepakat dengan istilah titipan, sebab yang dititipi yang mana? Sedangkan dari ujung kaki sampai ujung kepala semua bukanlah ciptaanmu dan ciptaanku. Semua ada dengan sendiri_Nya.

Ketika maqom hatimu sudah berada dalam kesadaran Tuhan inilah yang dinamakan sebagai surga. Yaitu pada saat hatimu lapang, damai, tenang dan bahagia. Mengapa hatinya damai dan bahagia? Sebab hatinya mampu melihat Allah dibalik segala sesuatu. Dalam bahasa lainnya hatumu mampu melihat Allah yang nyata pada segala sesuatu termasuk dirimu sendiri.

Ketika hatimu lapang, tenang damai dan bahagia itulah yang disebut dengan surga akherat. Tidak peduli dengan duniamu yang hancur hancuran tetap saja hatimu damai. Meskipun pada kenyataannya akan sebaliknya. Ketika hatimu lapang tenang damai dan bahagia maka akan menjelma dalam duniamu. Dalam artian anda akan menemukan solusi yang menakjubkan dari semua masalah hidup. Yang semula nampak mustahil ternyata bagi Allah semua sangat mudah.

Ketika hidupmu sudah diserahkan kepada Allah maka matipun akan diserahkan kepada_Nya. Hidup hatinya ridho, matipun ridho. Bahkan mati berkali kalipun hatinya tetap damai dan bahagia. Jika setelah mati hdiup lagi di alam lain apakah barzakh, surga, neraka dll itu juga terserah Allah. Inilah yang disebut hidup kekal. Siapa yang kekal? Jawabannya Allah bukan saya dan anda. 

Terakhir saya mau bertanya khususnya bagi sahabat yang hidupnya hancur bertahun tahun dan sangat sulit bangkit. Pertanyaannya itu baik atau buruk? Silahkan direnungkan sendiri.

Demikian Siapa & Seperti Apa Bentuk Nafsu? Ini Dia Jawabannya

Syukron

Santapan Rohani Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kecanduan Pinjol & Judol Bisa Disebabkan Sihir Loh?

Orang kecanduan judol dan pinjol karena hawa nafsu. Tapi bisa juga disebabkan oleh setan dan sihir loh? Kok bisa? Simak penjelasan Kecanduan...