Kembalilah Kepada Allah Maka Hidupmu Akan Damai dan Bahagia

Untuk sahabat yang sedang bersedih karena ujian baca ini ya? Kembalilah Kepada Allah Maka Hidupmu Akan Damai dan Bahagia. Bagaimana caranya? Simak sampai selesai. 


SAYA HANYA MENGAJAKMU PULANG KE KANDANG 

Mungkin ini cara Allah mempertemukan saya dengan pak ustadz, sehingga saya terus membaca tulisan pak ustadz di FB, curhat di wa. Klu ngk ada pak ustadz yg semangatin saya dari dlu, mungkin saya udah gila pak ustadz, Makannya saya sadar curhatan seseorang korban sihir itu perlu di dengar di motifasi, karna memang beban nya cukup berat ya pak ustadz 😢

Jawab: Dalam beberapa artikel terutama dengan tema "qalbu" saya seringkali menyampaikan tulisan tulisan yang dalaaam. Kadang karena terlalu dalam membuat anda susah memahaminya. Bahkan ada yang menuduh saya sesat.

Tulisan saya tentang "qalbu" muaranya hanya satu. Yaitu mengajak hatimu untuk tidak memandang mahluk tetapi hanya memandang Allah dibalik segala galanya. Jika anda mampu memandang Allah dibalik segala galanya yakinlah akan terbebas dari kafir (hati ketutup) dan musyrik (menduakan Allah). Otomatis anda akan merasakan kedamaian dan kebahagiaan (surga).

Ketika saya menulis tentang tema "qalbu" seringkali mengalir saja. Setelah selesai menulis seringnya saya juga kaget, kok saya bisa menulis seperti ini ya?

Ada yang menganggapku belajar tasawuf, makrifat, kesadaran, hakikat dan semacamnya. Padahal awalnya saya sama sekali tidak tahu apa itu makrifat. Saya hanya menulis sesuai dengan rasa yang ada dalam hati berdasarkan pengalaman menghadapi takdir kehidupan.

Memang seiring waktu saya mengerti apa itu ilmu hakikat, makrifat dan semacamnya, namun pada awalnya saya sungguh tidak mengerti. 

Banyak yang menulis atau ceramah tentang ilmu syariat, fikih dll. Pun banyak juga yang membahas tentang hakikat dan makrifat. Atau bicara tentang dzikir nafas, lathifah qalbu, yang kadang membingungkan. Silahkan sahabat pelajari semuanya, tetapi percayalah semua itu hanya untaian kata yang tiada makna jika tidak didasarkan kepada pengalaman nyata. Artinya jangan terlalu kagum dengan mereka yang fasih berbicara hukum agama, fikih dan atau ilmu hakikat makrifat dll karena itu hanyalah ilmu yang bisa dipelajari dengan membaca.

Bagus sekali anda belajar ilmu, tapi yang lebih penting adalah terapkan dalam kehidupan sehari hari.

Terkait dengan tulisan yang membahas tentang "qalbu" ada yang mengatakan bahwa pendekar langit adalah wali Allah, siapa bilang? Wali Allah itu tidak bisa marah, mereka tidak pernah bersedih hati. Sementara saya masih bisa marah dan sedih.

Saya juga masih belajar mengendalikan nafsu yang liar. Tetapi sedikit banyak saya tahu bahwa "nafsu" mempunyai kecenderungan untuk menjadi tuhan lain selain Allah. Mengapa saya tahu? Sebab saya ngalami pernah menuhankan "diri" atau nafsu selama puluhan tahun tapi tidak sadar. Saat kena sihirlah saya baru paham kalau selama ini yang saya sembah adalah nafsu.

Apa itu nafsu? Nafsu itu dirimu dan keinginanmu. Nafsu itu "aku" mu dan segala identitasnya. Nafsu itu tidak senang kalau realita tidak sesuai harapan. Padahal kenyataannya lebih banyak realitas yang tidak sesuai keinginan. 

Sedangkan Allah datang bersama realitas yang datang. Sementara nafsu cenderung benci dengan realitas yang tidak selaras dengan ekspektasi. Bukankah artinya nafsu memberontak terhadap Allah karena marah ketika kenyataan tidak sesuai harapan? Dalam bahsa lain dirimu tidak menyembah Allah ketika berontak terhadap takdir.

Nah PR saya dan anda adalah menyelaraskan keinginan nafsu dengan keinginan Allah yang datang bersama realitas/ taqdir. Atau bahasa lainnya nafsu harus melebur dengan keinginan Allah. Ini yang sangat sulit sekali.

Kalau realitasnya kita banyak uang ini mudah sekali untuk menerima kenyataan, sebab kenyataan ini sesuai dengan keinginan nafsu. Lain ceritanya kalau bisnis kita bangkrut, pasti nafsu berontak.

Apalagi saat kita diuji dengan sihir, pasti sangat sulit sekali menerima kenyataan buruk ini. Nafsu pasti berontak ke sana kemari karena menderita dengan musibah sihir. Padahal realitasnya kita memang sudah kena sihir, sedangkan Allah datang bersama realitas. Kalau kita marah dan berontak maka sama artinya dengan kita marah dan berontak kepada Allah.

Nah tema inilah yang sering saya bahas dalam tulisan tentang "qalbu". Yaitu mengajak saya dan anda semua untuk menerima kedatangan Allah dengan cara sabar dan ikhlas dengan kenyataan/ takdir yang tidak sesuai dengan keinginan. Dalam bahasa lain kita berjuang sekuat tenaga untuk mengarahkan pandangan nafsu bukan kepada mahluk tetapi kepada Allah.

Disinilah beberapa sahabat menyangka saya membahas ilmu hakikat makrifat, padahal saya pada awalnya tidak paham ilmu ini. Tapi jika memang tulisan saya cocok dengan ilmu hakikat makrifat artinya kebetulan. Dan kalau memang cocok kenapa tidak?

Karena memang hanya dengan cara memandang Allah dibalik segala galanyalah hatimu bisa tenang. Dalam bahasa lain hanya dengan mengenal/ makrifat kepada Allah lah hati saya dan anda bisa damai dan bahagia meskipun berada ditengah badai.

Tapi khan sekali lagi ngocehnya mudah dan bicaranya bisa setinggi langit namun prakteknya Masya Allah dah. Suuuuliiiiiit sekali. Yang terjadi dilapangan adalah kita selalu saja melihat mahluk memiliki kekuatan selain Allah. Bahasa lainnya nyatanya dilapangan hati kita gelap dari melihat Allah, alias kafir atau ketutup. Ditambah dengan menduakan Allah dengan mahluk atau disebut musrik.

Kenyataannya adalah kita tidak kenal Allah.... Titik.. Karena hati kita gelap dan ketutup makanya hari hari dipenuhi dengan kemarahan, kesedihan, kekecewaan dll. Inilah manifestasi dari neraka akibat hati kita kafir terhadap Allah.

Karena Allah mencintai hambaNya makanya diuji. Tentang ujian ini bayangkan seekor kambing yang disuruh tuannya untuk masuk kandang karena sudah malam. Kalau tidak segera masuk kandang bisa jadi santapan serigala. Tapi kambing nggak mau masuk karena dibelakang ada rumput yang hijau. 

Tuannya terus menarik tali yang mengikat leher kambing dengan susah payah karena kambingnya melawan. Akhirnya tuannya membuang rumput yang ada dibelakang dengan harapan kambingnya mau masuk kandang. Tapi tetap saja kambingnya tidak mau dan mencari rumput disebelah kanan dan kiri. 

Akhirnya tuannya marah lalu membuang semua rumput disekitar kandang lalu menyeret kambingnya sambil dipukul dengan kayu. Akhirnya dengan terpaksa sang kambing mengikuti tuannya untuk masuk kandang. Setelah masuk kandang dan makan rumput yang sudah disiapkan tuannya sadarlah kambing akan adanya serigala lapar diluaran sana. Kambing menyadarinya karena ada kambing lain yang belum pulang dan disergap serigala.

Siapa kambing itu? Itulah nafsumu, dirimu, egomu. 

Ketika Allah mencintai hambaNya maka dibabat habis segala hal yang membuat nafsu cenderung kepadanya. Mengapa demikian? Supaya nafsu mau kembali pulang kepada Allah baik dengan suka hati atau terpaksa. 

Ketika engkau mau (sudah) pulang kepada Allah maka pada saat itulah engkau akan sadar bahwa ujian adalah bentuk cinta Allah. Engkau sadar bahwa dalam pelukan Allah ada kedamaian (surga). Engkau sadar ketika sudah berada dalam kandang bahwa ternyata memang banyak serigala diluaran sana. Maksudnya adalah engkau melihat banyak manusia yang menderita karena enggan untuk pulang. Mereka menderita karena dijadikan santapan iblis.

Nah inilah tulisan yang sebagian teman teman menganggap sebagai tulisan tentang "kesadaran spiritual", kebangkitan spiritual dan semacamnya. Atau tulisan tentang pulang kampung, pulang dalam keadaan kosong dan semacamnya.

Apapun anggapan anda saya tidak peduli. Yang penting sahabat mulai paham map atau peta jalan pulang. Yang penting sahabat ngerti cara kembali kepada Allah. Yang penting sahabat percaya bahwa satu satunya cara terbebas dari belenggu iblis adalah pulang ke kandang.

Dan untuk bisa pulang kampung lalu masuk surga satu satunya cara adalah memaksa pandangan nafsumu untuk melihat Allah dibalik ujian. Dalam bahasa lain satu satunya cara sembuh dari gangguan sihir adalah hatimu harus mampu melihat Allah dibalik seribu wajah, rupa dan nama.

Sulit apa sulit? Jawabannya teramat sangat sulit sekali. Yang kta lihat selalu saja mahluk dan mahluk. Karena itulah Allah menghancurkanmu sehancur hancurnya dengan asbab sihir supaya engkau mau kembali pulang ke kandang. Percayalah dalam kandang ada banyak rumput yang lezat.

Saya kasih contoh kalau menyembah Allah itu sangat sulit. Contohnya jualan sepi anda menuduh saingan merebut konsumen. Anak bandel anda menyalahkan istri/ pasangan tidak becus mendidik. Bahkan sendal ilang anda menuduh tetangga yang nyolong.

Termasuk dalam muammalah, ketika temanmu lama tidak bayar hutang lalu diputus silaturahmu. Atau melihat ada orang yang tidak sealiran dibenci, ketika ada orang yang tahlilah dijauhi. Dalam pandangan lahiriah tidak ada yang salah, tetapi dalam pandangan hati sama saja anda menjauhi Allah, membenci Allah, memutus silaturahmi dengan Allah. Nah ketampol khan?

Memang secara pandangan lahiriah kelihatan mahluk yang melakukannya. Tapi kalau pandangan lahiriah masuk ke hati itu artinya hatimu ketutup dari melihat Allah. Oleh karena itu jangan dibawa mahluk masuk ke hati. Kalau mahluk anda bawa ke hati maka setiap hari yang ada hanya marah marah. 

Sekali lagi mahluk jangan dibawa ke dalam hati. Yang ada dalam hati hanya Allah saja sehingga anda tenang. "Ooh sendal saya ilang diambil Allah. Bisnis saya sepi diambil Allah. Pasangan menceraikan berarti diambil Allah. Kalau keyakinanmu seperti itu pasti hatimu tetap tenang damai dan bahagia. "ya sudah gpp diambil oleh pemilikNya, nanti juga diganti", nah mentalitas seperti inilah mental orang yang beriman. Dalm bahasa lain orang seperti inilah yang benar benar menyembah Allah, bukan menyembah hawa nafsu.

Sekali lagi mudah apa sulit? Teorinya mudah, prakteknya suangat sulit.

Diarea inilah saya berdakwah untuk diri sendiri dan anda semua untuk mengajak pulang ke Allah. Mengapa saya berdakwah dibidang ini? Karena saya mengalami ketika kita kembali kepada Allah dan mengingkari ajakan nafsu maka hidup kita akan tenang dan bahagia. 

Karena saya mengalami ketika kita ikut larut dalam realitas apa adanya, maka kesembuhan akan teraih. Contoh kasus ketika kita hendak marah karena melihat pelaku sihir lewat depan rumah, lalu buru buru sadar bahwa dibalik pelaku ada Allah yang sedang mengujimu lalu setelah itu hati tenang kembali. 

Realitasnya kita kena sihir, maka terimalah. Terima saja dulu, ruqyah belakangan. Ketika kita menerima kenyataan sama artinya dengan kita menyembah Allah. Ketika kita berontak dengan kenyataan buruk, maka itu sama artinya kita menyembah ego atau diri kita sendiri. Terlepas dari anda mengatakan setiap hari "Yaa Allah, Yaa Allah", itu sama sekali tidak mencerminkan anda sudah kenal lalu menyembah Allah yang datang bersama takdir. Perkataan fasihmu itu nyatanya hanya dusta belaka.

Inilah dakwah tauhid yang seharusnya sering didengungkan oleh para ustadz dan ulama. Artinya tidak hanya ilmu fikih saja yang sering diajarkan tetapi juga ilmu hati. Yaitu ilmu mengenal Allah. Kalau diarabkan makrifatullah. Ketika saya dan anda sudah mengenal Allah maka percayalah ibadahmu, sholatmu , ngajimu jauh lebih berkesan.

Makanya dengan segala kekurangan, saya bermaksud hendak berdakwah seperti ini. Terlepas dengan anggapan anda saya sedang bicara tasawuf, ilmu hakikat, makrifat atau apapun terserah anda. Yang penting anda paham kemana arah pembicaraanku. Yaitu mengajakmu pulang ke kandang karena sudah malam.

Demikian semoga mencerhakan

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Berjumpa dengan Allah Saat Masih di Dunia

Bisakah berjumpa dengan Allah saat masih di dunia? Bisa lah. Yang mengatakan belum bisa karena belum pernah berjumpa. Simak Cara Berjumpa de...