Bagaimana cara sembuh sempurna dan normal kembali seperti sedia kala dari sihir atau santet? Jawabanya anda mustahil bisa sembuh sempurna. Loh kok bisa? Simak Mustahil Sembuh Sempurna dari Sihir/ Santet yang Menghancurkan.
MUSTAHIL SEMBUH SEMPURNA, IMPOSSIBLE
Saya rasa makar setan ini di ibaratkan kita di tampar puluhan kali, tapi kita tetap nahan rasa sakit nya,tamparan nya kembali berulang2 lagi , kita tetap nahan sakit nya. Ujian sihir ini sungguh beratt ya Allah,,, 😠Kenapa harus semua keluarga saya yg kena , cukup saya aja ya Allah, ini udah mama lagi yg di sakiti, hancur sekali hati ini ya Allah ðŸ˜ðŸ˜
Jawab: Yang sabar ya? Begitulah dampak kehancuran karena sihir. Benar benar menyesakkan jiwa.
Bagaimana cara sembuh dari sihir yang sudah menghancurkan segala galanya? Gimana cara sembuh sempurna?
Kalau kemarin kemarin saya menjawab anda bisa sembuh dengan gigih ruqyah, maka kali ini saya mau menjawab berbeda. Anda tidak akan sembuh sempurna. Mustahil anda bisa sembuh dari semua luka, lalu hidup normal kembali seperti sediakala. Nggak mungkin alias impossible.
"Ustadz bagaimana aku bisa sembuh? Gimana aku bisa melewati ujian ini?". Maka katakanlah jawabannya "aku" nggak akan bisa sembuh selama lamanya.
Ketika anda gigih ruqyah, diruqyah, pakai media ruqyah dll mungkin keluhan anda reda, tapi hanya sementara. Anda berobat sampai ke ujung dunia sampai habis habisan tidak akan mampu menyembuhkan secara permanen. Paling seminggu kumat lagi.
Benar kata sahabat diatas, "Ujian sihir ini sungguh beratt ya Allah,,, 😠Kenapa harus semua keluarga saya yg kena , cukup saya aja ya Allah, ...hancur sekali hati ini ya Allah ðŸ˜ðŸ˜"
Bayangkan bagaimana sakitnya ketika harus menghadapi kenyataan rumah tangga hancur, ditusuk dari belakang oleh teman, diselingkuhi, difitnah dengan kejam, dijauhi keluarga teman dan relasi. Bayangkan pekerjaan/ bisnis anda yang sedang meroket tiba tiba runtuh, dari orang dermawan jadi gembel yang meminta belas kasihan, sebelumnya orang terhormat jadi sampah masyarakat. Ditambah anda sakit sakitan, anak juga sakit sakitan, istri/ suami trauma lalu lumpuh, sering kecelakaan, percobaan bnh diri, sering kesurupan dan masih banyak lagi.
Apakah penderitaan lahir batin seperti diatas bisa sembuh sempurna, normal kembali seperti sedia kala. Jawabannya mustahil. Sekali lagi mustahil alias impossible. Sesembuh sembuhnya korban sihir yang hidupnya hancur seperti diatas tetap menyisakan luka dan trauma berkepanjangan bahkan selama lamanya. Pasti itu....
Mengapa demikian? Karena penderitaannya sudah menyentuh relung hati yang paling dalam. Hatinya patah, terluka, bernanah dan membusuk sampai ke dalam. Mentalnya sudah kadung hancur sehancur hancurnya. Jiwanya hancur memicu penyakit jiwa yang biasa kita kenal dengan OODGJ (orang orang dengan gangguan jiwa) alias gila.
Seperti peribahasa, kalau pedang melukai tubuh masih ada harapan sembuh. Jika lidah melukai hati kemana obat hendak dicari?. Makna peribahasa ini adalah "sakit hati" itu nggak ada obatnya.
Saya meyakini OODGJ atau orang yang sakit jiwa dan dibawa ke tempat karantina tidak akan benar benar sembuh. Mungkin terapis mampu membuat pikiran OODGJ teralihkan dengan kesibukan, tetapi yang namanya luka hati tetap saja menyisakan trauma. Ketika melihat atau mendengar sesuatu yang berkaitan dengan masa lalu yang kelam, maka luka itu akan tergores kembali.
Meskipun dikasih obat penenang itu hanya solusi jangka pendek alias tidak menyelesaikan masalah. Mengapa demikian? Karena jiwanya sudah hancur. Seperti gelas kaca yang pecah berserakan mustahil untuk disatukan. Secanggih apapun anda merekatkan serpihan kaca tetap saja rentan hancur kembali.
"Hikzzz... terus aku harus gimana ustadz? Apakah aku harus ikhlas dengan kenyataan ini?".
Entahlah... Saya tidak tahu. Meskipun anda berusaha ikhlas tetap saja luka dan trauma masih ada. Tapi untuk sedikit memahamkanmu simak firman Allah sebagai berikut:
“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (amal amalnya) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. kecuali hamba-hamba Engkau yang ikhlas (mukhlasin) di antara mereka.” (QS. Al Hijr: 39-40).
Makna ayat diatas adalah Iblis mampu menyesatkan semua manusia semuanya, kecuali mukhlasin. Orang yang ikhlas disebut dengan mukhlisin, dan orang seperti ini masih bisa disesatkan Iblis. Yang tidak bisa disesatkan Iblis adalah orang ikhlas yang sudah sampai pada level tertinggi yaitu mukhlasin.
Orang yang mukhlasin adalah mereka yang beraktifitas, beribadah dll dimana ia tidak merasa yang melakukannya. Mereka beribadah sudah tidak berharap pahala dan surga. Sudah tidak punya harapan apa apa karena meyakini sebesar dzarah perbuatannya adalah perbuatan Allah. Mau dikasih harta segunung emas, atau dikasih musibah bertubi tubi dirinya tetap tenang. Mengapa demikian? Karena "aku" nya sudah tidak ada lagi yang ada hanya Allah dibalik segala galanya.
Kesimpulannya untuk menyembuhkan hati yang luka dan bernanah satu satunya cara adalah hilangkan "aku". Itu saja caranya tidak ada cara yang lain.
Banyak orang yang berbicara (ceramah) tentang "tipu daya hawa nafsu yang menyesatkan" tapi tidak paham nafsu itu apa. Nafsu itu ya "aku". Selama engkau masih merasa memiliki "aku" selama itu anda masih punya nafsu. Dan selama engkau masih punya nafsu maka anda masih bisa disesatkan oleh Iblis.
Oleh karena itu bagi sahabat yang ingin sembuh sempurna dari sihir yang menghancurkan nyaris semua sendi kehidupanmu cobalah berjuang untuk mengikis rasa "keakuan". Ketika anda dikhianati jangan mengatakan, "aku dikhianati" sebab kalau demikian lukamu tidak akan sembuh selama lamanya.
Jangan katakan, "aku dijahati, aku didzalimi, aku dihancurkan, aku difitnah, harga diriku diinjak injak, kebahagiaanku dirampas, semua milikku dirampas" dll. Kalau anda masih mengatakan ini maka selama lamanya anda akan terluka.
Akan tetapi berusahalah untuk mengikis "aku" sampai habis, sehingga luka itu akan sembuh dengan sendirinya. Mengapa demikian? Karena saat itu engkau meyakini tiada "aku" yang ada hanyalah "AKU" atau Allah.
Teorinya begitu tapi prakteknya tidak akan pernah bisa begitu selama lamanya. Kecuali Allah memberikan hidayahnya kepada hati hati yang terluka. Dan proses hidayah ini panjaang sekali prosesnya sampai anda menyadari bahwa dari awal "aku" memang nggak ada.
Dan orang orang yang diberikan musibah adalah yang terpilih. Mereka adalah calon orang orang yang mendapatkan hidayah Allah. Saya dan anda berkompetisi untuk menjadi insan yang dicintai Allah.
Sekali lagi hanya orang yang terpilih saja. Yang memilih bukan "akumu" tetapi Akunya Allah. Yang berjuang untuk sembuh bukan "aku" tetapi Allah yang menerangi qalbumu dengan cahayaNya. Ketika cahaya itu datang maka hilanglah kegelapan.
Sehingga pertanyaan "apakah aku bisa sembuh sempurna?". Jawabannya tidak bisa. Mengapa demikian? Karena "aku" masih ada. Ketika "akumu" sudah ditiadakan oleh Allah, sudah tidak ada lagi pertanyaan diatas. Yang ada adalah penyaksian. "Ashadu allaailaaha illallaah, wa'ashadu anna muhammadar rosuulullah"
Semoga mencerahkan
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar