Musibah Adalah Jalan Kembali Pulang Menuju Surga

Buat sahabat yang sedang ditimpa musibah yang sbar ya? Saya tahu rasanya sakit luar biasa. Tetapi ketahuilah musibah adalah jalan pulang. Yuk simak artikel Musibah Adalah Jalan Kembali Pulang Menuju Surga.

 

WAHAI SAHABAT, SUJUDLAH DAN KEMBALILAH

Saya ini benar2 tidak mengerti dengan keadaan ini pak ustadz.... Saya rasa saya sudah hancur samping kiri kanan , depan belakang pak ustadz 😭😭😭 Pantesan aja ya pak ustadz kebanyakan org banyak org bunuh diri atas ujian, karna memang EMG berat di jalani nya, 😭

Jawab: Bagaimana rasanya kena sihir yang menjadi asbab hancurnya berbagai sendi kehidupan? Rasanya nggak kira kira. Penderitaan lahir dan batin yang tidak akan pernah bisa dilukiskan dengan kata kata. Bener kata sahabat diatas kalau nggak kuat bisa bnh diri.

Kami dulu saat kena sihir beberapa kali sempat mau bnh diri. Apalagi istri mungkin sudah belasan kali percobaan bnh diri. Termasuk saya sudah beberapa kali nyaris tewas kecelakaan. Hanya sepersekian detik saja nyaris tabrakan dengan truk atau tronton. 

Bahkan saya pernah mengalami insiden. Yang meninggal malah bukan saya tapi orang yang nabrak kendaraan kami. Saat itu hampir saja saya masuk penjara. Alhamdulillah bisa lepas dari jeratan hukum.

Termasuk percobaan bnh diri, meskipun berulang kali mencoba bnh diri ada saja yang menggagalkannya. Berulang kali nyaris kecelakaan dan berbagai kejadian yang hampir merenggut nyawa tapi nggak mati mati juga. Disinilah akhirnya saya mulai mau muhasabah diri dengan satu pertanyaan, mengapa kami nggak mati mati juga?

Seperti ada kekuatan besar yang melindungi dan mengkondisikan sedemikian rupa sehingga kami tetap hidup. Kami yakin ada sesuatu yang sulit sekali dijelaskan. Sebab kalau tidak ada halangan mungkin kami sudah lama mati sehingga tidak bisa berbagi pengalaman kepada anda semua.

Seru juga ya? Sahabat yang mau menyimak bagaimana serunya kisah hidup kami tunggu novel M2C launching ya?

Bertahun tahun hidup kami dipenuhi dengan tragedi. Kemarahan, kekecewaan, kebencian, kesedihan, ketakutan dan berbagai kegelapan lainnya. Jiwa raga kami benar benar dibombardir dari segala arah.

Apakah aku menyerah? Tidak. Malahan hati semakin keras. Padahal kunci kesembuhan sebenaarnya sangat sederhana yaitu "Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun". Kita ini milik Allah dan kepadaNya kita (disuruh) kembali. Artinya kunci kesembuhan adalah kembali kepada Allah. Caranya dengan IKHLAS.

Ikhlas menerima kenyataan hidup kita dirampas, diinjak injak, dihancurkan. Menerima rumah tangga, bisnis, relasi dan kehormatan dihancurkan sampai berkeping keping. Ikhlas menerima "aku" dihancurkan, itulah clue kembali kepada Allah.

Sahabat pernah sholat? Pasti rutin 5 kali sehari. Dalam sholat ada sujud. Dan kebanyakan kita saat sujud terakhir banyak doa minta dikasih duit banyak, pekerjaan lancar, rumah tangga harmonis, anak anak sholeh sholehah dll. Bahkan banyak yang saat sujud terakhir dalam sholat berdoa supaya orang lain yang kita anggap musuh kena karma, dapat adzab dan celaka.

Lalu kita meyakini itulah sujud yang bener. Seperti itulah sujud kepada Allah, padahal nggak seperti itu. Tidak salah sih, tapi nggak segitunya.

Sujud adalah pengakuan kalau kita adalah hamba yang lemah, sementara Allah Maha Kuasa. Sujud adalah menerima apapun kehendak dan keputusan Allah yang digelar melalui takdir. Sujud itu "MENERIMA".

Yaitu menerima segala kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan diri. Menerima kenyataan kalau ekonimi kita morat marit, banyak hutang, pasangan yang buruk, anak bandel, dan semuanya. Termasuk menerima kenyataan kalau hidup kita hancur karena sihir. Jika hatimu menerima maka saat itulah sejatinya anda sudah sujud kepada Allah.

Sebab Allah tidak selalu datang sesuai dengan keinginan. Allah tidak selalu melancarkan usahamu, membayar hutangmu, menyelesaikan masalahmu dll. Justru lebih banyak kedatangan Allah melalui hal hal yang tidak kita inginkan. Hal ini untuk menguji apakah saya dan anda mau tunduk apa tidak?

Coba sahabat perhatikan diluaran sana. Yaitu orang orang yang rajin sujud secara lahiriah dalam sholat, bahkan sering memakai gamis tetapi hatinya enggan untuk bersujud. Qalbunya penuh dengan kemarahan, sementara jarinya menunjuk orang lain sebagai biang kerok kesalahan. Lisannya gemar mengutuk seiring jarinya yang mudah sekali menyalahkan atau ngejudge orang lain. Apakah orang ini sudah benar benar bersujud kepada Allah? I dont think so

Padahal berkali kali saya sampaikan bahwa Allah ada dibalik mahluk dan dibalik segala galanya. Allah datang bersama takdir yang tidak kita inginkan untuk menguji keimanan kita semua. Yaitu menguji kemana arah wajah imanmu, apakah menghadap Allah atau makhluk? Sayangnya kebanyakan manusia wajah hatinya menghadap mahluk.

Ketika kita menyalahkan orang lain sejatinya sedang menyalahkan Allah. Ketika kita menghujat orang lain sejatinya sedang menghujat Allah. Meskipun anda menunjukkan jari telunjuk seraya membawa nama Allah tetap sama saja. Secara lahiriah anda membawa bawa nama Allah tetapi secara batiniah anda membawa nama nafsu (diri).

Sekali lagi saya sampaikan bahwa makna sujud kepada Allah adalah menerima kenyataan takdir apapun itu. Ketika kita sujud kepada hal hal yang kita inginkan ini sudah biasa. Tetapi ketika kita tetap sujud kepada hal hal yang tidak kita inginkan ini baru luar biasa.

Oleh karena itu saya dan anda harus berjuanglah untuk mengkerdilkan nafsu dan mulai membesarkan Allah secara nyata. Kata Allahuakbar jika kita paham substansinya saya jamin anda akan menangis saat mengucapkannya. Yaitu sebuah kata yang hadir dari dalam qalbu menenggelamkan nafsu yang selalu berontak karena merasa besar.

Ketika kita kena sihir lalu melihat rumah tangga hancur katakan Allaahuakbar. Bukan memekik takbir dengan harapan dukun dan pelakunya kena adzab. Bukan itu maksud saya.

Maksud saya adalah mengucap takbir karena merasa diri ini kecil bahkan tiada, Yang Maha Besar hanya Allah. Yang Maha Kuasa untuk mendidik hambaNya lewat jalan sihir adalah Allah. Kita tak kuasa menolak datangnya sihir yang menghancurkan, sebab kita memang tidak kuasa, Yang Maha Kuasa adalah Allah. 

"Allaahuakbar....". Mata meleleh melihat kenyataan rumah tangga, bisnis dan relasi yang belasan tahun dibangun hancur melalui tragedi yang menyedihkan, sementara disisi lain hati menerima kenyataan kalau yang datang adalah Allah untuk menguji. Proses mengecilkan nafsu lalu membesarkan Allah inilah yang benar benar membuat air mata bercucuran. 

"Sakiit sekali rasanya ya Allah, tapi kami mengerti yang datang adalah Engkau. Maka saksikanlah kami ikhlas dan menerima ujian ini". Jika hatimu mengatakan demikian saya jamin air matamu akan mengalir. Dan pada saat itulah anda sedang sujud.

Pengakuan dan persaksian ini bawalah dalam sholatmu. Ketika anda berdiri maka berdirilah dengan mengucap takbir. Katakan Allah lebih besar dari hawa nafsumu, bahkan lebih besar dari segala galanya. Ketika anda rukuk maka sambutlah Allah yang datang bersama dengan realitas takdir yang tidak mampu ditolak sepahit apapun itu. Sambut dengan penghormatan yang tulus dari qalbumu. Saat itulah dadamu mulai bergemuruh.... Bergetar hebat karena menyambut kedatanganNya.

Lalu sujudlah dengan mengucap takbir. Kecilkan kecilkan dan semakin kencilkan hawa nafsumu lalu terimalah kenyataan yang menyakitkan itu. Terimalah kenyataan kalau rumah tanggamu hancur, bisnis dan pekerjaanmu ambruk, kerabat teman dan relasi menjauh, kehormatan dan harga dirimu hancur. Redam pemberontakan dalam hati dan mulai menerima. Leburkan prasangka prasangka buruk terhadap Allah lalu mulai husnudzon.

Kami menerima ya Robb, "Subhana robiyal A'la". Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi. DIA Yang Maha Tinggi datang kepadamu untuk menghancurkan tuhan tuhan lain selain diriNya. "Hamba tidak memberontak lagi ya Allah, kami menerima dengan ikhlas". Saat itulah anda akan menangis dalam sujud yang sesungguhnya.

Selesai sholat niscaya hatimu akan jauh lebih tenang. Ketika selesai sholat anda melihat pasangan yang selama ini menyakiti hati, maka bergemuruh dadamu. Bukan bergemuruh ingin ngamuk tetapi sedang berjuang meredam hawa nafsu yang sedang berontak. Sekali lagi anda melihat pasanganmu dan meyakini dibalik pasangan ada Allah, lalu melelehlah air matamu. 

Ketika selesai sholat anda berpapasan dengan orang dzalim yang sudah merampas kehidupanmu dadamu bergemuruh dengan sangat kencang. Kalau biasanya anda histeris saat teringat apalagi berpapasan dengan pelaku dzalim, sekarang ini anda berjuang dengan sangat keras untuk meredam hawa nafsu yang meronta ronta. Berjuang untuk meredam kemarahan dan dendam lalu menggantinya dengan keikhlasan. Anda sedang belajar melihat Allah dibalik pelaku dzalim untuk menguji kemana arah wajah imanmu. Apakah anda meyakini kalau mahluk memiliki kekuatan, atau meyakini kekuatan itu hanya milik Allah. Ketika anda berhasil meredam kemarahan karena Allah saat itulah mata anda berkaca kaca. Maka pada saat itulah anda benar benar sedang bersujud kepada Allah.

Sampai saat yang ditentukan pahamlah saya dan anda bahwa mereka dihadirkan oleh Allah sebagai jalan kembali. Sadarlah saya dan anda bahwa ujian yang menghancurkan tujuannya memang untuk menghancurkan "diri" mu yang selama ini merasa bisa dan kuasa. Setelah dirimu hancur, maka terlihatlah wajah Allah dibalik segala galanya.

Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fathorossamawaati wal ardho haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikiin. Sesungguhnya kami menghadapkan wajah iman kami kepada DZAT yang menciptakan langit dan bumi dengan tulus ikhlas, dan kami bukanlah orang orang yang menduakan Allah. Kami tidak meyakini mahluk (dukun, jin, pelaku, pasangan dll) memiliki kekuatan meskipun hanya sebesar dzarah. Dan kekuatan itu hanya milik Allah semata mata.

Saat itulah sebenarnya saya dan anda sedang berjalan kembali kepada Allah. Saat itulah anda sedang bersujud kepada DZAT yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Dan saat itulah hatimu merasa damai dan bahagia. Inilah manifestasi surga dunia sebelum surga yang sesungguhnya.

Dan inilah yang membuat seluruh malaikat kagum dengan manusia. Lalu memberikan penghormatan seraya bersujud atas perintah Allah. Sebenarnya malaikat tidak bersujud kepada anak Adam secara lahiriah tetapi bersujud kepada ruhnya Allah dibalik Insan. Malaikat bersujud kepada DIA yang ada dibalik anak adam.

Yang enggan bersujud adalah Iblis. Mahluk ini kecewa lalu enggan bersujud karena melihat Adam hanya secara lahiriah saja. Pandangan egonya hanya melihat mahluk. Hatinya Kafir (ketutup) dari melihat Allah dibalik insan. Karena pembangkangan inlah Iblis dijebloskan ke dalam neraka yang abadi. 

Doa Iblis adalah minta diberikan tangguh sampai hari kiamat untuk menyesatkan anak Adam. Iblis dan bala tentaranya akan merasuki manusia dan mengalir dalam setiap aliran darahnya. Lalu mempengaruhi cara pandang manusia supaya buta melihat Allah dibalik mahluk dan dibalik segala galanya. Ketika wajah imanmu melihat mahluk maka pasti engkau akan menemani iblis dalam keabadian neraka. Yaitu alam kegelapan yang berisi kemarahan, kekecewaan, kesedihan, ketakutan, kengerian dan lain sebagainya.

Artinya: (Ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka, mereka pun sujud, kecuali Iblis. Ia menolaknya dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan kafir. (QS Al Baqarah: 34)

Wahai sahabat yang sedang ditimpa musibah... Engkau sedang diberikan jalan kembali. Maka diucapkan kepada jiwa yang tenang kembalilah kepada Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Kembalilah dalam surga yang penuh kenikmatan.

Semoga mencerahkan, share ya?

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Berjumpa dengan Allah Saat Masih di Dunia

Bisakah berjumpa dengan Allah saat masih di dunia? Bisa lah. Yang mengatakan belum bisa karena belum pernah berjumpa. Simak Cara Berjumpa de...