Siapakah Allah? Kalau sudah membahas ini akan banyak sekali orang orang pinter yang ngomong dengan seribu dalil. Siapakah Allah? Setelah Baca Artikel Ini Anda Akan Paham. Paham kalau saya dan anda tidak tahu.
JAWABANNYA AKU TIDAK TAHU
Klw kita bisa mengenal Allah dengan mengenal rohani ap para dukun itu tdk dapat petunjuk pak ustadz atw apakah mereka udah tau jati diri mereka pak ustadz
Jawab: Setahu saya dukun tahunya jati diri setan.. Karena setiap hari bercengkerama dengan dunia setan.
Tentang mengenal Allah, saya sendiri isinya serba tidak tahu. Allah itu nama dimana ada pemilik nama. Siapa pemilik nama Allah saya juga tidak tahu. Sebab tidak pernah melihat lalu berkenalan.
Terlepas banyak orang yang mengatakan sudah kenal Allah, paham hukum hukum Allah, paham apa maunya Allah, bahkan tahu siapa siapa yang akan Allah lemparkan ke neraka atau ke surga. Itu urusan mereka.
Silahkan mengatakan itu sampai berbusa busa. Tapi kalau saya pribadi semakin mencoba mengenal Allah semakin aku tak tahu. Semakin ingin mengenal semakin aku tak kenal.
Sekali lagi isinya serba tidak tahu. Aku tak tahu kenapa aku bisa lahir, padahal aku tidak menghedaki lahir. Aku tidak bisa memilih jenis kelamin, aku tak bisa memilih siapa orang tua kita, aku tidak bisa menentukan seperti apa wajahku, tanganku, kakiku dll.
Yang aku tahu, dari ujung rambut sampai ujung kepala bukan aku yang menumbuhkannya. Sebutir atom dalam tubuhku bukanlah milikku tetapi semua tiba tiba ada dan tumbuh. Tahu tahu semua dikondisikan ada, tanpa bisa menolak.
Aku tiba tiba merasa ada dan hidup untuk menjalankan sebuah cerita. kata orang aku diciptakan oleh Allah. tetapi sampai detik ini aku tidak tahu yang mana yang Allah.
Yang aku tahu tiap detik aku diciptakan dan terus tumbuh. Tiap detik ada dan muncul sel sel baru, seiring dengan sel sel tua yang mati. Artinya Allah masih menciptakan diriku, mendesain dan membentuk rupaku sampai detik ini dan seterusnya.
Tapi sekali lagi sampai detik ini aku belum pernah melihat Allah menciptakanku. Aku tidak tahu bagaimana cara Allah menciptakanku sampai detik ini tanpa istirahat sama sekali. Aku tak tahu, Karena yang aku lihat semua tumbuh dengan sendirinya.
Aku juga tak tahu mengapa bisa memiliki pikiran, akal, rasa sakit, rasa nikmat, perasaan sedih, perasaan bahagia, marah dll. Sampai detik ini aku masih bingung mengapa materi lunak seperti tanah liat yang ada di otak bisa digunakan untuk berpikir. Aku juga tidak tahu mengapa jantung yang berisi darah bisa menjadi jendela merasa sedih dan bahagia.
Yang aku tahu bukan aku yang menciptakan pikiran dan perasaan. Semua ada dengan sendirinya dan terus tumbuh dewasa. Lalu siapa yang menciptakan, mengadakan dan menumbuhkan jiwa dan raga? Lagi lagi kata orang namanya Allah. Tapi sampai detik ini aku belum pernah melihat dan tidak tahu bagaimana caranya Allah menciptakan pikiran dan perasaan.
Bahkan aku tidak tahu Allah itu siapa sih? Kok begitu dipuja puji dengan ritual yang melelahkan? Termasuk saya sendiri selalu jamaah dimasjid, baca Al Quran, puasa ramadhan dll. Aku melakukan ritual tanpa tahu makna dan tujuan yang sebenarnya.
Mungkin anda langsung menuduh saya sesat, syirik, kafir dan masuk neraka. Terserah anda saja, sebab saya hanya mengatakan apa adanya kalau saya memang bingung dengan semuanya.
Saya bingung dengan diriku sendiri. Karena semakin didekati semakin hilang diriku. Semakin aku menunjuk "sebenarnya aku itu yang mana" semakin aku tak menemukan apa apa selain kekosongan.
Mengapa aku merasa hilang? Sebab realitanya tidak ada sebesar atom dalam tubuhku yang menjadi milikku. Semua ada dengan sendirinya baik jasmani maupun rohani.
Ketika aku melihat sesuatu, aku merasa bingung sebenarnya yang melihat itu siapa? Sebab mata ini bukan aku yang menciptakan, apalagi menciptakan keadaan "melihat" dan menciptakan objek yang dilihat. Ketika aku mendengar, berpikir, merasa dll aku bingung sebenarnya yang melakukan siapa?
Kata orang yang menciptakan mata adalah Allah atau Tuhan. Lagi lagi saya bingung, Allah nya mana? Bagaimana DIA menciptakan mata, dengan bahan apa dan dengan cara apa? Jika sampai detik ini DIA masih terus memperbaharui sel mata, artinya DIA sangat dekat, tapi mana?
Kalau saya membuat patung menggunakan kedua tangan saya. Nah tangan Allah yang menciptakan mata mana? Sungguh sampai detik ini saya tidak melihat Nya.
Kata orang Allah itu nggak keliatan. Atau nanti kelihatan saat di akherat. Laah ini khan paradoks. Katanya Allah yang menciptakan manusia, hewan, tumbuhan, bumi dan alam semesta. Sedangkan sekarang alam semesta terus bertumbuh. Artinya Allah seharusnya ada sekarang ini dan sedang sangat sibuk.
Kalau Allah sekarang sedang istirahat diakherat sana, lalu yang ngurus dunia siapa? Yang menciptkan bayi baru lahir siapa?
Mungkin anda bisa didoktrin kalau Allah yang menciptakan alam semesta, tapi nggak kelihatan. Nanti kelihatan saat hari pengadilan akherat. Silahkan anda telan doktrin itu, tapi saya nggak bisa.... Saya harus tahu, menyaksikan, melihat dll sehingga jelas dan gamblang.
Tapi ya itu tadi... Sampai detik ini saya tidak tahu. Tidak pernah ada jawaban yang meyakinkan. Yang ada hanya doktrin atas nama iman dari mana mana. Yang ada adalah ancaman kalau tidak percaya akan masuk neraka, lalu banyak yang kemakan doktrin tersebut.
Wong keberadaan saya sendiri saya tidak tahu, apalagi hendak mengetahui keberadaan Tuhan. Diri saya sendiri yang mana, sampai detik ini saja belum ketemu. Semakin mencari jati diri semakin hilang seperti fatamorgana. Semakin menilik dalam diri semakin lenyap lalu tiada.
Dan inilah yang saya temukan, bahwasanya saya itu sebenarnya tidak ada. Yang saya tahu, aku ada dan tumbuh dengan sendirinya. Ada bukan karena permintaanku, tumbuh juga bukan atas kendali diiriku. Yang aku tahu, aku menjelma dari ketiadaan.
Dan yang menjelma itupun bukan aku. Karena kembali ke pembahasan awal aku itu nggak ada. Sebagaimana sudah saya tulis sebesar atom jiwa dan ragaku bukan aku pemiliknya. Lalu siapa yang menjelma menjadi aku? Itu dia saya tidak tahu.
Sampai akhirnya aku terus tumbuh besar dan dewasa menjalankan sebuah cerita yang aku sendiri tidak tahu siapa pengarangnya. Dititik tertentu hidupku hancur karena sihir, dengan kehancuran yang sangat besar. Lagi lagi aku tidak tahu siapa yang membuat skenario sehingga hidupku hancur menderita lahir dan batin.
Sampai akhirnya aku menyerah... Ya sudahlah silahkan bercerita melalui aku, aku jadi penonton saja, sekaligus pemain. Mau aku hancur, mau aku menderita, mau aku depresi, gil4 bahkan meninggal dunia karena sihir itu bukan ceritaku. Mau aku sembuh, bahagia, sukses dan kaya tetap saja ini bukan ceritaku. Mengapa demikian? karena dari sejak awal kebenaran yang tidak bisa ditolak bahwasanya aku ini tidak ada.
Lalu siapa yang ada?
Kata orang namanya Allah. Tapi lagi lagi aku katakan dengan sejujur jujurnya, aku tak tahu. Setahuku Yang Ada adalah DIA yang muncul dari ketiadaan lalu menjelma menjadi alam semesta beserta hukum hukumnya. Menjelma menjadi aku, kamu, mereka, hewam, tumbuhan, bumi, galaksi, kosmos dan semuanya. Termasuk mungkin menjelma menjadi surga, neraka, malaikat, jin, iblis, setan dan alam gaib lainnya. Sehingga yang bisa kutangkap DIA sedang bercerita untuk diriNya sendiri. Sebab selain diriNya itu tidak pernah ada.
Mungkin anda akan menganggap aku sudah sesat dan gila. Sekali lagi terserah anda. Tapi jika anda banyak merenung sebagaimana saya sering merenung, saya yakin hasilnya sama. Yaitu menemukan satu kata dan realita yang paling jujur yaitu "Aku tidak tahu.". Realitanya aku tidak tahu tapi tidak tahu kalau aku sebenarnya tidak tahu tapi merasa paling tahu.
Selamat berbingung ria
Klinik Pendekar Langit
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar