Sahabat yang kena sihir atau santet pasti menderita lahir dan batin. Sebuah musibah yang tidak terlintas sebelumnya. Tapi saya yakin Suatu Saat Anda Akan Bersyukur Hidup Hancur Karena Sihir. Loh kok bisa? Simak ulasannya.
SUATU SAAT ANDA AKAN BERSYUKUR KENA SIHIR
Dlu awal kena sihir slu tatap di cermin sambil nangis tatap di cermin lihat muka sudah pucat hitam karna memang ganguan saya dlu tu sulit tidur mata sulit merem, mau pake obat tidur berapa Sese pun ngak ngaruh, tetap aja mta melotot sulit tidur. Tahun demi tahun serangan nya makin aneh2 setiap hari hanya berteman dengan air mata, bolak balik perukiah, dukun semuanya sudah di lakukan, semuanya hasil nya nihil, ujian sihir ini memang sakit tiada obat. Nya bagaimana bisa justru or terdekat kita yg nusuk di belakang, sakit tidak bisa di utarakan dengan kata2 ðŸ˜
Jawab: Ujian sihir memang ujian tingkat tinggi. bener kata sahabat diatas bahwa ujian ini sakitnya tidak bisa diutarakan dengan kata kata. Hanya bisa melongo, shock, tak percaya. Tidak pernah terlintas sebelumnya ujian seberat ini terjadi pada kita.
Sama saya dulu juga shock berat...
Sakit sekali rasanya ketika ditusuk dari belakang oleh orang orang yang sangat dekat sebelumnya. Sakit sekali ketika harus berpisah dengan pasangan, orang tua,, kerabat dan teman. Hancur hati saat melihat bisnis yang dibangun belasan tahun hancur rata dengan tanah. Patah hatiku saat harga diri terinjak injak oleh fitnah yang kejam.
Bertahun tahun merasakan sakit diatas sakit. Sakit yang tak berdarah namun rasanya jauh berlipat lipat dari yang berdarah. Panasnya benar benar sampai relung hati.
"Allatii taththoli'u 'alal af'idah". Jilatan panasnya meliputi af'idah atau relung hati yang terdalam. (Lihat QS Al Humazah)
Sakit diatas sakit seperti sakit saat sakaratul maut. No way out alias tidak ada jalan keluar. Sebagaimana sebuah hadits rasanya sakaratul maut Benar benar seperti ditebas 300 pedang. Atau pedihnya seperti dikuliti hdup hdup. Dan ini real....
Bahkan sekarang, jika saya membicarakan tentang sakitnya ujian sihir, seakan akan masih terasa sakitnya. Sebagaimana dalam sebuah riwayat ada orang yang sudah meninggal 4.000 tahun tapi saat dibangkitkan oleh Nabi Isa alaihissalam ia berkata, ".....(saya) sudah 4000 tahun (meninggal dunia), tapi sampai sekarang belum hilang rasa sakit karena sakaratul maut.
Dan ini real loh... Sakit karena sihir rasanya seperti sakaratul maut. Dan memang inilah makna dari sakaratul maut itu. Hidup enggak, matipun juga enggak. Tidak ada jalan keluar kecuali hanya merasakan pedih dan perih. Artinya sahabat yang kena sihir sedang dalam fase sakaratul maut.
Supaya sakit sakaratul maut itu hilang caranya bagaimana?
Jawabannya sebenarnya sangat sederhan, mudah dan semua orang juga tahu. Caranya m4ti. Ketika mati hilanglah rasa sakitnya. Tetapi bukan mati dalam artian secara lahiriah, namun mati secara maknawiah. Yaitu dengan cara lepaskan, ikhlaskan dan serahkan kepada Tuhan.
Nah ketika anda ikhlas m4ti maka akan bertemu dan bertatap wajah dengan Tuhan. Khan melihat Allah setelah kita mati. Tapi dalam tulisan ini mati secara maknawiyah loh ya?
M4ti itu artinya tiada. Anda merasa tidak bisa apa apa dan tidak punya apa apa. Hilang, lenyap dan sirna. Kalau anda tiada maka yang ada tinggal Tuhan sendirian. Ketika anda tidak merasa punya apa apa dan tidak bisa apa apa maka otomatis Yang Bisa dan Kuasa adalah Allah.
Beberapa paragraf diatas hanya tulisan yang tidak akan pernah anda pahami sebelum mengalami. Bahkan tulisan tulisan saya dengan tema seperti ini akan banyak diprotes dan disangkal oleh mereka yang belum pernah mengalami bagaimana rasanya sakaratul maut. Tulisan tidak akan mampu mengantarkan anda kepada pemahaman yang sempurna kecuali anda mengalami sendiri.
Mungkin sekarang anda yang kena sihir atau sednag diuji dengan ujian yang sangat berat sedang merasakan betapa pedihnya ujian tersebut. Tetapi saya meyakini suatu saat anda akan bersyukur dengan ujian ini. Saya ada video yang kemarin saya upload terkait dengan tema ini silahkan ditonton ya?
Sekali lagi suatu saat anda akan bersyukur dengan ujian berat ini. Anda akan berterimakasih kepada orang orang yang dihadirkan oleh Allah untuk menguji saya dan anda semua. Karena berkat wasilah mereka mata hati kita yang selama ini buta namun tidak sadar, akan kebuka.
Jendela hati kita yang ditutup oleh "ego" akan terbuka lalu memancarlah sinar matahari menembus jendela menerangi kegelapan dalam rumah kita. Sinar matahari itu apa? Itulah ruh atau cahaya Allah.
Kesimpulannya ketika anda ikhlas untuk m4ti maka otomatis akan melihat Allah dengan terang benderang seperti bulan purnama. Persis seperti bunyi hadits sbb: “Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian (pada hari kiamat), sebagaimana kalian melihat bulan ini (purnama). Kalian tidak berdesak-desakan ketika melihat-Nya.” (HR. Bukhari)
Banyak yang memahami hadits diatas secara lahiriah, padahal maksudnya melihat Allah secara ruhaniah. Karena Allah tidak akan pernah bisa dilihat selama lamanya dengan mata lahiriah, karena Allah bukan mahluk tapi kholiq. Tetapi kehadiran Allah bisa dirasakan (dilihat) dengan mata ruhaniah ketika terjadi hari kiamat. Yaitu mata ruhaniah yang menembus qalbu yang sudah terbuka. Dan terbukanya jendela qalbu melalui kehancuran (karena sihir).
Maksudnya hari kiamat adalah hari berbangkit atau bangkitnya kesadaranmu yang selama ini tertidur. Setelah anda ikhlas m4ti (ikhlas dengan kehancuran) itulah hari kiamat atau bangkitnya kesadaran, "Oooalah ternyata...". Ternyata semua dari Allah dan akan kembali kepada Allah jua. Ternyata semua bentuk rupa yang menjadi asbab ujian berasal dari Allah untuk menguji kemana arah wajah iman kita menghadap.
Dan saat itulah anda melihat Allah tanpa jarak, ruang dan waktu. Melihat Allah dengan terang benderang seperti melihat bulan purnama.
Saya meyakini waktu itu akan datang. Dan ketika waktu itu datang saya sangat yakin anda akan percaya seribu persen dengan tulisan ini. Ketika waktu itu datang maka itulah waktu yang lebih berharga dari dunia dan seisinya.
Kapan waktu itu datang? Kapan Allah berkenan memperkenalkan diriNya kepada saya dan anda? Itu adalah urusan Allah, hanya Allah yang tahu waktunya.
Semoga mencerahkan
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar