Saatnya Berhenti Ruqyah Ketika Penyakit Tak Kunjung Sembuh

Bagi yang terkena penyakit non medis dalam bentuk gangguan jin setan atau sihir santet obatnya adalah ruqyah. Tapi banyak kasus sudah ruqyah bertahun tahun nggak sembuh juga. Saatnya Berhenti Ruqyah Ketika Penyakit Tak Kunjung Sembuh

 

MUNGKIN SAATNYA BERHENTI RUQYAH 

Pertanyaan 1: pk ustd... Kenapa yah... Seolah2 air rukyah tdk ngefek... Sama minyak juga seakan2 tdk ada efek apa2... Mlhan sakit  mkin sakit... Pereda saja.

Pertanyaan 2: Hari pertama saya lihat sie pelaku yg naruh khodam memegang tali tali nya putus  trus dia lanjut mimpi keramaian.... Pokok nya saya rukyah bacaan apa pun pasti sie dukun slalu kirim mimpi begitu

Pertanyaan 3: ...pak ustad sedih banget rasanya mau 😭😭....ada sebagian keluarga yang tidak mendukung saya berobat keperukiyyah padhl syarri ,mereka memojokan saya percuma berobat juga belum kunjung sembuh ,malah ada yang bilang takdir saya jelek sedih banget pak ustad😭😭.....mereka bilang penyakit saya aneh ,halusinasi saja bukan dari jin/ sihir ,mlh suruh saya berhenti ikhtiar ?

Jawab: Mengapa ruqyah tidak kunjung sembuh? Tentu jawabannya ada banyak faktor. Bisa jadi ruqyahnya kurang gigih, bisa jadi ruqyahnya tidak tepat sasaran, bisa jadi ruqyah tidak menyentuh akar masalah dan bisa jadi faktor lain.

Jika anda bertahun tahun bahkan sudah puluhan tahun sudah gigih ruqyahnya tetapi tidak kunjung sembuh mungkin inilah saatnya berhenti ruqyah secara lahiriah. Stop diruqyah, ruqyah mandiri, mendengarkan murottal ayat ruqyah, pakai media ruqyah dll. 

Mengapa saya menyuruh berhenti saja? Karena saya khawatir anda menganggap dan meyakini ruqyah adalah tuhan selain Allah yang bisa menyembuhkan. Saya takut anda meyakini media ruqyah Pendekar Langit adalah obat sakti yang mampu mengobati sakit non medis. Kalau saya dan anda meyakini demikian artinya sudah jatuh kepada syirik, karena meyakini benda atau mahluk memiliki kekuatan selain Allah. Ini lebih berbahaya dari penyakit yang anda derita.

Mungkin saatnya saya dan anda berhenti ruqyah lalu menerima kenyataan taqdir. Menerima ujian dari Allah dalam bentuk kehancuran karena asbab sihir. Menerima kedatangan Allah lewat dukun cs. Mereka semua datang atas ijin Allah hendak menguji kemana arah wajah iman kita, apakah ke Allah atau ke mahluk?

Jika selama ini fokus kita hanya ingin sembuh lalu segala daya upaya dikerahkan namun nggak sembuh juga, mungkin sekarang sudah saatnya kita menerima dan menjamu kedatangan Allah dengan hati yang terbuka. Caranya dengan menerima dan menikmati kepedihan, kekecewaan, kesakitan dll. Seperti inilah cara menempa mentalitas orang orang yang mengaku beriman kepada Allah.

Jika sebelumnya selama bertahun tahun anda ruqyah secara lahiriah dengan membaca ayat ayat ruqyah, menggunakan media ruqyah dll mungkin sekarang saatnya anda ruqyah ruhaniahmu. Ruqyah qalbu, hati dan jiwamu. 

Saya meyakini ujian sihir bukan masalah sembuh atau belum sembuh tapi ada pesan yang lebih dalam. Ujian ini dimaksudkan untuk mendidik hati kita semua supaya meyakini bahwa Allah yang memberikan ujian untuk sebuah hikmah besar. Mungkin selama ini anda belum menangkap pesannya, makanya tidak kunjung menemukan ketenangan dan kebahagiaan.

Oleh karena itu sekali lagi ruqyah ruhaniahmu dengan cara menerima dengan pasrah (muslim) karena beriman dan percaya (mukmin) bahwa ujian ini dari Allah. Menerima kepedihannya, menerima sakitnya, menerima kecewanya, menerima kehancurannya sampai waktu tertentu. Menerima ujiannya dengan sabar dengan sandaran hanya kepada Allah saja, bukan kepada peruqyah, reyfan langit, media ruqyah pendekar langit, ayat ayat ruqyah dll.

Apa yang terjadi ketika sudah cukup bukti bahwa anda pasrah lalu beriman kepada Allah? Apa yang akan terjadi kalau anda bersandar kepada benteng "laailahailallah?". Yang terjadi sering disampaikan para ustadz saat ceramah, yaitu kemenangan dan surga yang luas.

"Sampai kapan saya harus pasrah ust?". Mana saya tahu? Khan ini ujian dari Allah bukan ujian dari pendekar langit. Yang tahu hatimu hanya Allah. Mungkin kalau dianalogikan bukti keimanan sebagaimana kisah Nabi Ibrahim alaihissalam, yaitu saat mata pedang sudah dileher Nabi Ismail alaihis salam, dan sudah dalam kondisi siap g0r0k. Beliau nabi Ibrahim alaihisalam melakukan tindakan yang menyalahi akal dan hawa nafsu demi menjalankan perintah Allah. Ketika bukti keimanan sudah ditunjukkan barulah hikmah akan terbuka.

Kalau dalam kasus diatas (kasus sihir) bukti keimanan apa yang harus ditunjukkan kepada Allah? Kalau memaafkan dukun dan pelaku khan susah. Paling tidak yang tingkat awal dulu yaitu "menerima" ujian ini dan meyakini musibah ini datang dari Allah bukan dari mahluk lalu bersabar dengannya. Terimalah kenyataan kalau anda kena sihir. Terima kenyataan kalau rumah tangga anda diujung tanduk, bisnisnya bangkrut, relasinya menjauh, harga diri hancur. Bisa? 

"Saya menerima ujian ini yaa Allah.... (Titik jangan ada koma)". Jangan ada sambungannya misalnya, "saya menerima ujian ini asalkan pelakunya dapat balasan, asalkan dapat pengganti yang lebih baik, asalkan bisnis saya normal lagi, asalkan suami saya kembali dan syarat syarat lainnya". Bukan juga mengatakan seperti ini, "Saya sabar ya Allah, tapi sampai ketemu di akherat, karena pasti akan saya tuntut". Berjuang untuk menerima tanpa syarat apapun. Bisa?

"Sulit pak ustadz....?". Nah justru disinilah ruqyahnya. Ruqyah ruhaniahmu. Sip?

Wallaahu A'lam

Pendekar Langit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maafkan Orang Lain Karena Allah Kamu Pasti Dapat Surga

Mau dapat surga? Bentuknya solusi dari permasalah hidup, rumah tangga harmonis, rezeki lancar dll. Mau? kalau mau Maafkan Orang Lain Karena ...