Ketika keinginan tidak sesuai dengan kenyataan kita pasti kecewa. Jika kenyataan terjadi tidak sesuai denag adat dan kebiasaan maka kekecewaan anda akan luar biasa. Nah bagaimana Cara Menyikapi Ketika Keinginan Dihancurkan Oleh Kenyataan? Simak tulisannya ya?
KETIKA KEINGINAN DIHANCURKAN OLEH KENYATAAN
Ketika mendengar kata pasrah itu kadang males berusahanya/ikhtiar. Ketika ngotot berikhtiar kadang hati tidak menerima ketika hasilnya tidak sesuai dengan harapan, karena merasa sudah maksimal ikhtiar. Gmn ini ustadz, agar ketika bisa pasrah tp tetap berikhtiar. Ketika saat semangat berikhtiar bisa nerima hasilnya walau tdk sesuai harapan.?
Jawab: pasrah itu berserah. Berserah itu bukan malas berusaha. Berserah adalah berusaha maksimal lalu menyerahkan apapun hasilnya kepada ketetapan Allah.
Berserah itu menyerah kepada realitas atau kenyataan. Dan kebanyakan kenyataan tidak sesuai dengan keinginan. Artinya berserah adalah rela menundukkan keinginan yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Tahukah apa itu nafsu? Nafsu adalah "keinginan" itu tadi. Yaitu keinginan diri yang berharap segala sesuatu sesuai dengan planning dan rencananya.
Artinya ada 2 rencana/ planning. Yaitu rencana diri/ nafs dengan rencana Allah. Rencana diri disebut dengan planning, rencana Allah disebut dengan qada'.
Sedangkan probabilitas kenyataan ada 2. Yaitu kenyataan sesuai dengan planning diri kita dan kenyataan sesuai dengan qada'nya Allah. Planning dan qada' yang jadi kenyataan/ realitas disebut dengan takdir.
Jika takdir sesuai dengan planning yang kita rencanakan maka puaslah hati. Namun jika takdir berbeda dengan kenyataan biasanya diri/ nafsi akan kecewa. Tingkat kekecewaan tergantung dari seberapa meleset planningnya.
Kecewa wajar sebab kita manusia. Tetapi realitas mengajarkan kita supaya introspeksi diri. Mengapa realitas meleset dari planning? Disinilah takdir mengajarkan kita supaya belajar lagi lebih giat. Tujuannya supaya harapannya realitas sesuai dengan rencana yang sudah kita susun sebelumnya.
Misalnya dalam dunia bisnis kita sudah bikin planning yang terbaik supaya penjualan tembus 100 juta. Namun ternyata realitasnya hanya tembus 70 juta. Sebagai pebisnis tentu anda akan kecewa. Tetapi jangan berlarut larut. Pelajari mengapa penjualan bisa turun signifikan. Catat apa apa yang harus diperbaiki dan disempurnakan lagi.
Ketika penjualan turun sampai 70 juta lalu sebagai pebisnis anda malas untuk evaluasi maka bulan depannya bisa saja turun jadi 50 juta. Lalu turun lagi jadi 20 jta sampai akhirnya bangkrut.
"Ketika ngotot berikhtiar kadang hati tidak menerima ketika hasilnya tidak sesuai dengan harapan, karena merasa sudah maksimal ikhtiar. Gmn ini ustadz,"
Caranya gimana? Seperti yang saya tulis sebelumnya yaitu evaluasi, bukan malah malas ikhtiar ketika hasil tidak sesuai harapan. Jika demikian maka kedepannya semakin tidak sesuai harapan yang membuatmu semakin kecewa.
Kasus diatas adalah 99 persen dimana usaha tidak mengkhianati hasil. Dimana mana sama. Namun ada 1 persen dimana usaha tidak ada urusannya dengan skenario Allah.
Contohnya saya. Dari umur 30an tahun saya sudah membangun kerajaan bisnis. Makanya saya belajar kemana mana tentang planning dan strategi bisnis. Dream saya katakanlah umur 35 bisa bebas finansial.
Dari tahun ke tahun saya terus evaluasi sampai akhirnya bisnis saya melejit. Awalnya bermimpi umur 35 bisa bebas finansial tapi luar biasanya umur 34 hilal sudah didepan mata. Bayangan bebas finansial dengan beberapa bisnis yang besar dan keuntungan yang melimpah sudah benar benar tinggal menghitung hari. Tinggal menyisakan satu langkah lagi maka akan merdeka secara finansial.
Bahkan saya sudah ada bayangan mau beli mobil baru, beli rumah yang besar, membuka cabang, membeli aset dan lain sebagainya.
Nyatanya (katakanlah) menjelang umur 35 langsung di cut oleh Allah. Planning saya bebas finansial umur 35 kalah oleh rencana Allah. Impian kebebasan didepan mata hancur lebur. Bangunan yang sudah saya susun bertahun tahun runtuh rata dengan tanah. Seiring dengian impian yang terbang tertiup angin.
Impian saya umur 35 hidup kaya raya bebas financial, kenyataannya bisnis saya ambruk. Dengan bisnis yang melesat harapannya bisa membahagiakan keluarga, nyatanya rumah tangga saya malah diujung tanduk dan anak saya lumpuh. Saya membayangkan ketika bebas financial akan semakin dihormati masyrakat, kenyataannya saya dipinggirkan dan dijauhi.
Dengan uang yang banyak bayangan saya bisa sedekah pol polan kepada keluarga, kerabat dan masyarakat, nyatanya malah saya jadi gembel yang minta minta sedekah untuk sekedar mengganjal perut. Inginnya setelah bebas financial saya bisa jalan jalan dengan keluarga pakai mobil mewah, kenyataannya saya katakanlah pakai motor untuk ngojek.
Bagaimana rasa kecewa saat itu? Benar benar tak terlukiskan. Marah, kecewa, sedih, nglokro, malu, dan seabreg rasa yang menyesakkan jiwa.
Teorinya sebagai seorang muslim harus pasrah dan menerima ketetapan Allah. Sebagaimana saya dahulu menerima ketika planning sedikit meleset dengan kenyataan. Tapi saat hidup saya hancur saya benar benar tidak bisa menerima kenyataan.
Teorinya sederhana dan mudah, tapi prakteknya sungguh sangat sulit sekali... Anda akan sepakat dengan saya ketika hidupmu hancur lebur. Apalagi saat itu anda sedang berada di atas ketinggian lalu tiba tiba dihempaskan ke lembah terdalam. Rasa sakitnya sungguh tiada terperikan.
Makanya saya menulis 1 persen manusia akan menngalaminya. Sebab kasus seperti ini memang jarang terjadi. Yang sering terjadi adalah kenyataan yang meleset dari keinginan. Tapi melesetnya nggak terlalu jauh sebab sebelumnya sudah menyusun planning yang terbaik. Sejauh jauhnya meleset juga tidak akan membuat hidupmu hancur lebur.
Tapi ini beda, ini pengecualian karena faktor faktor tertentu. Misalnya kehancuran karena sihir/ santet. Secara normal jika tidak ada sihir/ santet 99 persen saya sudah merdeka secara finansial. Karena planning sudah saya susun secara presisi. Dan dari pengalaman biasanya planning saya tidak meleset jauh.
Dan saat itu saya sangat yakin sekali, berbekal kemampuan dan kecerdasan yang terus diasah bahwa sebentar lagi saya akan merdeka. Lalu keyakinan didepan mata ini tiba tiba runtuh. Bayangkan bagaimana rasanya?
Saya yang dahulunya sering memotivasi orang, sering mengajak untuk sabar, ikhlas dan syukur tiba tiba kata kata ini saya buang ke tong sampah. Kata kata yang sering saya ucapkan saat itu menguap begitu saja. Karena ketika musibah besar melanda tiba tiba saya menjadi pribadi yang pemberontak.
Perlu bertahun tahun untuk memahami skenario Allah lalu menerimanya. Perlu waktu yang lama untuk bisa membaca pesan kehidupan. Dan ketika saya mampu membaca pesan Allah dibalik ujian, tiba tiba paradigma lama yang sempat saya gigit bertahun tahun ikut musnah. Kebenaran versi lama yang saya yakini musnah berganti dengan pemahaman baru yang benar benar berbeda.
Ketika saya ada di posisi sekarang ini, sebenarnya saya bisa membaca paradigmamu tentang agama dan kehidupan dari ucapan dan tulisanmu. Ketika saya melihat keluar, saya melihat mayoritas manusia memiliki pemahaman yang kurang lurus. Atau bahasa tegasnya keliru. Saya banyak melihat orang orang yang tidak tahu kalau dirinya sebenarnya tidak tahu tapi merasa paling tahu.
Tentu saja saya menulis ini bukan bermaksud supaya anda ikut dengan cara pandang saya tentang kehidupan. Sama sekali tidak. Sebab pemahaman ini wajib melalui satu pintu yang sangat berat yaitu pintu kehancuran. Artinya dirimu harus hancur lebur dulu baru sepakat dengan tulisan saya.
Untuk sampai di level ini maka anda harus melewati kehancuran jiwa dan raga sehingga kiamat. Anda harus mengalami sakaratul maut dulu lalu m4ti. Mau tidak mau anda harus merasakan panasnya api neraka terlebih dahulu. Kalau belum mengalami maka akan sangat sulit sekali untuk bisa benar benar paham.
Makanya saya memotivasi diri sendiri dan anda yang sednag mengalami musibah dan kehancuran karena sihir dan atau karena faktor lain bersabarlah sejenak. Memang menyesakkan ketika harapan berbanding terbalik dengan realitas. Dan berbanding terbaliknya dengan cara yang bikin kita melongo tak percaya. Anda shock, melongo tak percaya sebab kehancuran itu dengan cara yang menyalahi adat kebiasaan. Menyalahi mekanisme dan hukum fisika dan matematika malahan.
Namun suka tidak suka jalani saja fase ini meskipun anda harus menjalani kehidupan yang berat selama bertahun tahun. Sampai Allah mengantarkan anda kepada sebuah maqom yang memiliki dimensi kesadaran yang berbeda dari sebelumnya. Saat itulah anda ngerti mengapa hidupmu dihancurkan.
Ngerti tentang apa? Jawabannya silahkan dialami saja sendiri
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar