Banyak orang sering mengatakan nanti masuk surga. Kapan masuknya? Nanti. Satu milyar tahun berikutnya ditanya kapan masuk surga? Lagi lagi jawabannya nanti. Kenapa nanti? Sekarang aja masuk surganya. Ciptakan & Masuk Surgamu Sekarang Bukan Nanti
SIAPAKAH AKU?, INI JAWABANNYA
Dulu aku tak pernah ada. Sebelumnya dari milyaran atau trilyunan tahun yang lalu tidak pernah ada. Tapi aku akan selalu ada selama lamanya. Semua manusia ingin menemuiku akan tetapi tak seorangpun mampu menemui dan melihatku untuk selama lamanya. Meskipun aku tak pernah ada, namun aku akan selalu ada dan menjadi tumpuan dan harapan setiap mahluk bernafas.. Aku ada dan tiada dalam waktu yang bersamaan. Gaib tapi nyata.... Siapakah aku?
Jawab: Kemarin saya memberikan tebak tebakan seperti diatas. Ada yang menjawab ruh, aku, surga, akherat, alam semesta, harapan, cahaya dll. Ada juga beberapa yang menjawab "Allah". Jawaban yang keren & terimakasih atas partisipasinya. Tapi maksud saya bukan itu.
Ada beberapa sahabat yang menjawab dengan jawaban yang hampir betul yaitu masa atau waktu, tapi bukan itu maksudnya. Padahal jawabannya sederhana....
Jawabannya adalah: "HARI ESOK"
Coba datang ke restoran yang bertuliskan "hari ini bayar esok gratis". Esok hari anda datang ke restorannya tulisannya tetap sama, "hari ini bayar esok gratis". Artinya selama lamanya tidak pernah ada gratisan.
Dari dahulu kala hari esok itu tak pernah ada. Tetapi semua manusia menyangka hari esok ada. Ada tapi tiada.
Teramat banyak manusia yang mengkhawatirkan sesuatu yang tidak ada sehingga lupa yang ada. Yang ada apakah gerangan? Yang ada adalah saat ini, detik ini, sekarang...
Kita kehilangan hari ini karena mengkhawatirkan yang tidak pernah ada selama lamanya. Rasa syukur kita hilang saat ini karena bayangan hari esok yang menakutkan.
Oleh karena itu nikmati saja hari ini, saat ini sekarang. Syukuri apapun keberadaan saat ini jangan menunggu esok hari. Ketika kita menerima detik ini dengan rasa syukur maka hari ini akan menyenangkan dan semakin menyenangkan.
Sebaliknya jika engkau mengkhawatirkan hari esok dan lupa menikmati hari ini, maka yang terjadi adalah sesuatu yang menakutkan dan semakin menakutkan.
Nanti, esok hari, minggu depan, tahun depan, saat di alam kubur, saat hari penghisaban, saat disurga semua itu hanya bayangan. Sebab ketika hari itu terjadi maka terjadinya adalah hari ini, detik ini, sekarang.
Oleh karena itu jika engkau ingin jadi orang baik biar masuk surga lakukan sekarang. Jika anda melakukannya sekarang sehingga hatimu bahagia maka surga itu juga akan datang sekarang. Terus saja berbuat baik maka surga itu benar benar akan engkau rasakan sekarang.
Jika engkau ingin menjadi dermawan lakukan sekarang, jangan nunggu nanti kalau sudah kaya. Jika engkau melakukannya sekarang maka engkau sudah kaya (hati merasa kaya). Lakukan saja terus menerus sehingga engkau benar benar menjadi orang kaya yang dermawan sekarang.
Jangan kau katakan, "nanti kalau aku sudah bla bla... maka aku akan bla bla....". Percayalah itu perkataan dusta. Tetapi katakan, "aku akan melakukan bla bla... sekarang".
Sekali lagi jangan engkau khawatirkan hari esok, sebab hari esok sebenarnya tidak pernah ada. Seiring dengan melupakan masa lalu, sebab masa lalu mustahil diulang kembali.
Masa lalu dan masa depan hanyalah bayangan semu alias tiada. Yang Ada adalah Sang Keberadaan sekarang. Sambut Sang Keberadaan dengan penuh syukur dan sukacita. Ketika engkau berbahagia dan bersuka cita dengan segala realitas hari ini sejatinya engkau sedang menyambut kedatangan Tuhan. Karena DIA adalah Sang Keberadaan itu sendiri.
Banyak yang mengatakan, "Biarlah saat ini saya menderita asal nanti masuk surga". Atau statement, "biarlah hari ini saya hati saya terluka, tapi nanti akan aku tuntut di akherat". Ini khan sama saja dengan tulisan, "hari ini bayar esok gratis".
Pertanyaan sederhana, "apakah si fulan akan mendapatkan makan gratis?". Jawabannya selama lamanya tidak akan pernah dapat. Sebab esok itu tidak pernah ada selama lamanya. Oleh karena itu lupakan gratisan lalu makan saja apa yang ada sekarang dan nikmatilah.
Artinya jangan engkau biarkan dirimu menderita dan terluka sekarang, lalu menghibur dirimu dengan surga "nanti". Nanti itu tidak pernah ada, yang ada sekarang dirimu sedang terluka karena jiwamu berada di masa lalu.
Oleh karena itu jika mau masuk surga maka ciptakan surgamu sekarang, bukan nanti. Caranya dengan memaafkan kejadian dan orang orang di masa lalu yang membuatmu bersedih dan lupakan masa depan yang membuatmu cemas. Lalu fokus menikmati hari ini lossss apa adanya tanpa penghakiman apapun.
Nikmati hari ini dengan penuh rasa syukur dan suka cita. Jika engkau melakukannya maka engkau akan masuk surga sekarang (saat di dunia), sekarang lagi (di alam kubur), sekarang lagi (di surga akherat) dan sekarang lagi sampai tiada ujungnya. Karena ujung itu tidak pernah ada.
Sudahkah anda berbahagia hari ini?
Wassalam wrwb
Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar