Banyak yang menganggap musibah adalah adzab. Bagi saya ini salah besar. Musibah adalah cara Allah mencintai hambaNya. Simak artikel Musibah Bukan Adzab Tapi Rahmat Allah untuk Hamba yang Terpilih
Musibah Bukan Adzab Tapi Rahmat Allah untuk Hamba yang Terpilih
Kenapa harus semua keluarga saya yg kena, cukup saya aja ya Allah, ini udah mama lagi yg di sakiti, hancur sekali hati ini ya Allah ðŸ˜ðŸ˜
Jawab: Kenapa harus saya? Karena faktanya Allah memilihmu.
Sahabat kata orang "cinta tak harus memiliki", siapa bilang? Cinta itu harus memiliki sepenuhnya. Ketika kita melirik cinta lain maka pasangan akan marah dan cemburu. Ketika cinta dikhianati (diduakan) maka sudah tidak ada kata maaf lagi.
Itulah mengapa dosa menduakan Allah tidak akan pernah bisa diampuni. Jika saat meninggal dunia masih membawa dosa syirik maka balasannya adalah kekal dalam neraka. Seolah olah Allah berkata, "Ya sudah sana pergi ke selingkuhanmu dan minta tolong kepada mereka".
Manusia adalah ciptaan Allah. Kalau dalam bahasa lain manusia adalah buah cinta dari Allah. Diciptakan dengan segala curahan kasih sayangNya. Semua fasilitas sudah disediakan baik makanan, tempat tinggal, rezeki, relasi dan semuanya. Coba saja lihat segala apa yang ada di bumi, semua untuk siapa? Untuk manusia.
Ketika ada yang mengatakan, "Aku hanya punya Allah", sebenarnya kebalik. Yang benar Allah yang memilikimu sepenuhnya selamanya. Yang sering terjadi kita sering mengatakan, "hanya Allah dihatiku", tapi itu ucapan dusta bin munafik. Lisanmu sering mengatakan "aku hanya cinta (menyembah) Allah tapi faktanya engkau punya banyak selingkuhan selain diriNya.
Termasuk saya munafik... Dahulu saya sering mengatakan "Allah Tuhanku" nyatanya aku berselingkuh dengan dunia. Saat Allah memberikanku karunia yang besar, aku jadi lupa diri. Cintaku bukan kepada Allah tetapi kepada dunia. Segala kekayaan, kehormatan, kemakmuran dan kemuliaan pada saat itu benar benar sudah menjadi sandaran selain Allah. Ini real...
Makanya kemudian Allah mengambil salah satu identitas kebesaranku yang membuatku kecewa dan bersedih. Bahasa lainnya Allah menebas bat4ng l3her satu diantara seribu selingkuhanku yang membuat akuberontak. Atau Allah menghancurkan satu tuhan lain dalam hatiku yang membuatku marah. Bukankah kemarahanku sudah sangat jelas dan gamblang kalau aku sudah bersandar kepada selain Allah? Jelas sekali kalau aku sudah menduakan Allah.
Karena aku keras kepala maka takdir mengantarkan kepada satu musibah besar. Hampir semua milikku dirampas dengan kejam oleh orang dzalim (santet). Rumah tangga, keluarga, pertemanan, bisnis, kehormatan, kesehatan dll hancur lebur hanya menyisakan hati yang meratap pilu.
Sebenarnya aku bukan sedang dihancurkan melainkan titipan diambil kembali oleh pemiliknya. Dalam bahasa lain Allah cemburu & teramat sangat posesif lalu melibas tuhan tuhan lain selain diriNya yang menguasai hatiku. Kalau memang ucapan lisanku saat itu jujur tentu aku sangat berbahagia sebab DIA sedang menyadarkanku. Nyatanya??? Nyatanya aku marah, sedih dan kecewa ketika rumah tangga, bisnis, relasi dll hancur. Aku tak bisa menerima selingkuhanku (duniaku) dis3mb3lih dan dibnh dengan kejam. Bukankah ini fakta kalau aku sudah menduakanNya?
Oleh karena itu sadarilah sahabat. Ketika hidupmu dihancurkan sebenarnya yang dihancurkan adalah tuhan tuhan lain yang bercokol dalam qalbumu. Allah melakukan demikian karena masih berharap cintamu hanya untukNya. Allah melakukan demikian supaya engkau meninggalkan semua thaghut dan berhala dunia untuk kemudian kembali kepadaNya.
Sekali lagi sadarilah sahabat bahwa yang hancur adalah sesuatu yang fana. Relakanlah kehancuran itu lalu hadapkan wajahmu kepada Yang Kekal. Yang hancur hanyalah cinta semu, maka relakanlah, lalu hadapkan wajahmu kepada cinta yang tidak akan pernah sirna.
Lihatlah kehancuran itu lalu katakanlah, "Kuhadapkan wajah imanku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menduakan Allah. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semuanya milik Allah, penguasa alam semesta. Tidak boleh ada sekutu (selingkuhan) bagi-Nya dan dengan demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri."
Baca kalimat (doa iftitah) diatas dengan segala kepasrahan. Seiring dengan kesadaran kalau saya anda dan kita semua sepenuhnya milik Allah. Tidak ada ruang bagi dunia untuk memiliki kita. Hanya Allah yang berhak memiliki kita sepenuhnya, segalanya dan selamanya.
Hayati kalimat diatas sehingga hatimu yang semula berontak mulai terasa adem, mak nyess. Hatimu adem karena merasakan cinta Allah begitu kuat terhadap hamba hambaNya. DIA sangat posesif sehingga tidak rela ada cinta lain selain diriNya yang mengisi ruang hatimu.
Hadapkan wajah imanmu hanya kepadaNya lalu berjalanlah menujuNya dengan hati yang tertunduk malu. Malu semalu malunya karena selama ini sudah mengkhianati cintaNya. Ketika engkau sudah bersama dalam dekapanNya maka engkau pasti akan melihat bagaimana DIA membereskan semuanya, segalanya, selamanya. DIA akan membereskan semuanya karena DIAlah Tuhan Semesta alam.
Semoga mencerahkan, share ya?
Wallaahu A'lam
Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar