Ini Dia Ciri Ciri Kekasih Allah yang Harus Anda Kagumi

Apakah kekasih Allah itu harus ustadz yang ngerti agama? Belum tentu. Siapapun berpeluang menjadi kekasih Allah. Ini Dia Ciri Ciri Kekasih Allah yang Harus Anda Kagumi


INI DIA ORANG YANG HARUS ANDA KAGUMI

Logikanya begini: Kalian punya rumah, rumah kalian dirampok, kalian marah nggak? JAWAB. Mencuri milik orang lain adalah haram dan saya tidak akan pernah ikhlas. Punya tetangga yang katanya keluarga nggak ada saling jaganya. Mereka lupa siapa yang selama ini bantu mereka. Anak sekolah, cicilan motor, keluarga sakit dll. Belum pernah merasa sekehilangan ini. Hanya bisa berserah kepada Allah akan mengganti dengan yang lebih baik. Saya xxxx, dengan ini tidak menerima penjarahan dan akan membawa hal ini ke ranah hukum.

Jawab: Diatas adalah curhatan dari anggota DPR yang rumahnya dijarah. Saya mengerti dirinya pasti sangat marah dan terpukul melihat rumahnya diacak acak.

Yang namanya wakil rakyat beliau pasti orang pintar dan cerdas. Logikanya pasti jalan dengan sempurna. Sehingga mengeluarkan statement yang sangat masuk akal sbb:

"Kalian punya rumah, rumah kalian dirampok, kalian marah nggak?"

"Mencuri milik orang lain adalah haram..."

"Punya tetangga yang katanya keluarga nggak ada saling jaganya. Mereka lupa siapa yang selama ini bantu mereka. Anak sekolah, cicilan motor, keluarga sakit dll"

Kata kata diatas adalah bahasa akal. Dan memang logis yang bersangkutan marah lalu mengatakan demikian. Sehingga beliau mengatakan begini, "Saya xxxx, dengan ini tidak menerima penjarahan dan akan membawa hal ini ke ranah hukum."

Sekali lagi bahasa manusia adalah bahasa akal yang berisi kecerdasan. Dengan akal maka manusia bisa menilai baik buruk benar dan salah. Dengan itulah akan selalu ada peperangan antara kebaikan vs kejahatan.

Dengan kecerdasan akal manusia inilah banyak melahirkan orang orang pintar. Ada ahli politik, ahli keuangan, ahli matematika, ahli teknologi sampai ahli agama. Sekali lagi saya katakan itu semua bahasa manusia termasuk ahli agama sekalipun.

Segala keahlian ini biasanya bertujuan untuk mengatur dunia, membuat peradaban. Biasanya semua berujung kepada mempermudah urusan dan kepentingan yang bersangkutan. Misalnya praktisi ekonomi dengan ilmunya mengatur currency atau peredaran mata uang sebuah negara. Ujungnya sang praktisi dapat gaji untuk menghidupi diri dan keluarganya.

Jangan kau kira ahli agama benar benar ikhlas mengajarkan ilmu agama. Mereka belajar sampai sarjana sehingga expert. Dengannya ikut membantu sebuah negara atau organisasi untuk memperlancar kegiatan. Misalnya kerja di kementerian agama ngurus umat dan dapat gaji. Emang ada yang mau ngurus umat nggak dapat gaji dengan alasan ikhlas? Saya jamin nggak ada.

Maka saya katakan sekali lagi kecerdasan akal adalah bahasa manusia untuk urusan muamalah di bumi. Bahasa manusia beda dengan bahasa Tuhan...

Makanya di dunia ini seabreg orang pintar, praktisi, expert dll tapi tidak semuanya kenal Tuhan, bahkan ahli agama sekalipun. Malahan yang terjadi banyak orang pintar yang minteri (merendahkan) orang lain yang awam. Mereka menggunakan kepintarannya untuk berbuat kejahatan, misalnya korupsi, makar dan sabotase.

Dalam tulisan ini saya bermaksud supaya anda jangan terlalu kagum dengan kepintaran seseorang. Khsuusnya dalam hal ini pintar ilmu agama sehingga menjadi expert. Kagum bolehlah tapi jangan terlalu memuji sampai dibawa ke hati lalu meyakini mereka ahli surga.

Tidak ada korelasi, atau lemah korelasinya antara kepintaran seseorang dengan ahli surga. Firaun, Namrudz, Qarun dan lain lain adalah orang yang sangat pintar, berilmu dan berkuasa. Namun kelebihan yang dimiliki tidak serta merta mampu menundukkan hatinya untuk lebih rendah hati.

Apalagi Iblis... Iblis sangat alim sampai ngalah ngalahin malaikat tetapi dilaknat selama lamanya. Alasannya sederhana, sebab iblis tidak bisa rendah hati dengan ilmu yang dimiliki.

Artinya tidak ada jaminan manusia alim seperti ustadz, kyai, habib, gus, anjengan, syeikh dll pasti ahli surga. Tidak ada jaminan mereka yang belajar agama sampai S3 lanjut studi ke mesir, kairo dll pasti orang sholeh dan calon penghuni surga. Mereka memang paham agama, ngerti ilmunya tetapi tidak jaminan pasti jadi orang sholeh.

Kalau parameternya adalah ngerti ilmu agama lalu masuk surga, maka bagaimana nasib buruh, petani, pengemis, saya, anda dan orang yang awam lainnya? Kasihan sekali gara gara nggak sekolah, nggak paham hadits, baca fatihah aja salah salah, nasibnya jadi buruh lalu banting tulang dari pagi sampai malam untuk menghidupi keluarganya lalu masuk neraka. Sementara para ustadz yang ceramah di masjid ber AC, nyaman, dapat amplop lalu esok melenggang masuk surga?. 

Artinya parameter bahasa Tuhan bukan bahasa akal atau kecerdasan. Tanda seseorang mengenal Tuhan bukan dari keilmuannya. Sehingga kesimpulannya seseorang masuk surga bukan karena kepintarannya. Misalnya saking pintarnya sampai hapal 30 juz, hapal ribuan hadits dll sehingga menjadi guru yang difollow oleh jutaan umat. Bukan itu parameternya.

Akan tetapi bahasa Tuhan adalah bahasa hati. Dalam hal ini kelapangan dan kerendahan hati berbingkai keikhlasan. Misalnya seorang buruh tani yang ikhlas bekerja siang malam untuk menghidupi keluarganya justru dialah calon penghuni surga. Meskipun tidak menutup kemungkinan orang yang pintar sehingga memiliki banyak gelar tetap peluangnya sama. Asalkan ilmunya digunakan untuk manfaat sesama.

Bahasa Tuhan adalah tentang ujian.. Jika buruh tani ikhlas dengan keadaannya yang serba kekurangan artinya ia menyambut bahasa Tuhan. Demikian pula orang berilmu yang kaya dengan ilmunya lalu bersyukur artinya ia juga menyambut bahasa Tuhan. 

Yang sering terjadi adalah orang berilmu sehingga kaya tidak sabar ketika mendapatkan ujian. Justru dengan kepintarannya itulah mereka akan selalu menyalahkan takdir yang tidak sesuai dengan keinginannya. Contohnya kasus diatas dimana rumah anggota DPR dijarah yang membuatnya marah. Lalu dengan ilmunya ia akan memproses hukum orang yang mengacak acak rumahnya.

Meskipun ada bahasa yang kontradiksi yakni, "Hanya bisa berserah kepada Allah akan mengganti dengan yang lebih baik". Kalau memang ybs berserah maka lapangkan hati menerima kenyataan pahit ini. Tetapi ketika lisannya mengatakan "berserah" namun tetap membawa dendam artinya ucapannya hanya dusta.

Dan saya berdoa semoga ybs bisa sabar dengan keadaan ini. Karena saya melihat sisi lain yaitu jika ybs bisa sabar dengan musibah ini maka ia sudah mendapatkan petunjuk dari Allah.

Tentu saja marah boleh dan wajar karena kita manusia.. Tteapi justru disinilah moment yang memperlihatkan apakah si fulan akan terus marah atau mencoba berlapang dada? Jika si fulan tetap mendewakan akalnya yang logic dan cerdas maka ia akan terjebak kepada ajakan hawa nafsu. Sebaliknya jika ia mencoba lapang dada dan menerima kenyataan menyakitkan ini, maka dialah orang yang diberikan petunjuk oleh Allah.

Dan ujian terbesar orang berilmu, kaya, cerdas, terhormat dll ketika semua itu diambil oleh Allah. Misalnya seperti contoh diatas. Atau seorang ustadz public figure yang punya jutaan pengikut lalu terjerat kasus sehingga ditinggalkan oleh jamaahnya. Ditambah hidupnya dibanting banting oleh takdir. Disitulah diuji apakah ia bisa bersabar atau tidak. Dan kenyataannya sulit sekali untuk bisa bersabar, contohnya "saya sendiri".

Saya orangnya memang lumayan cerdas. Dulu hidup saya berkecukupan, berkelimpahan, terhormat dll. Dahulu saya sering memberikan motivasi/ menceramahi orang lain tentang agama, tentang ketuhanan, tentang kesabaran dll. Ketika semua selendang kehormatan saya dilepas, nyatanya bertahun tahun hidup saya penuh dengan amarah. Nangis nangis setiap hari karena menganggap hidup tidak adil.

Kalau orang awam dan miskin apa yang mau dibanting banting lagi? Cukup bersabar dengan keadaan, its enough. Seperti saya sekarang ini pasca dibanting oleh takdir. Uang pas pasan, ditinggalkan relasi, dijauhi masyarakat dll. Sepertinya sudah tidak ada sisa sisa yang harus dibanting lagi. Karena semua sudah kebanting banting. Cukup ikhlas dan sabar, its enough.

Sehingga clue nya adalah jangan terlalu kagum dengan ilmu kepintaran seseorang tapi kagumlah kepada orang yang mampu mengalahkan hawa nafsunya sendiri. Kagumlah dengan orang yang mudah memaafkan, bisa berlapang dada, mampu menerima keadaan dan semacamnya. 

Sebagai contoh jangan terlalu kagum dengan ustadz yang tinggi ilmunya tapi suka marah marah atau gemar menyalahkan orang lain yang berseberangan dengan fahamnya apalagi merendahkan orang yang awam agama. Lebih baik anda kagum dengan orang awam yang tetap berlapang dada meskipun disalah salahkan, disesat sesatkan, disyirik syirikkan. 

Jangan kagum dengan orang kaya yang tinggi hati, tapi kagumlah dengan orang miskin yang bisa menerima keadaan. Dan yang paling anda harus kagumi adalah orang berilmu, kaya, punya jabatan dll tapi tetap low profile. Meskipun pada satu titik hidupnya dibanting banting ia tetap tenang dan low profile. Jika anda nemu orangnya maka anda harus berguru kepadanya. Karna dia adalah orang yang paham bahasa Tuhan. Dialah kekasih Allah.

Sebagai penutup saya mau sampaikan bahwa sahabat yang kena sihir berpeluang besar menjadi kekasih Allah yang dikagumi oleh penduduk langit. Asalkan pada satu titik anda menerima takdir dan bersabar dengan ujian ini. Lalu seiring waktu mampu memaafkan pelaku dzalim, memaafkan pasangan dan orang lain. Semua anda lakukan karena tidak melihat wajah mahluk, yang anda lihat adalah wajah Allah yang meliputi segala sesuatu.

Jika anda mampu maka saya akan kagum kepadamu. Dan saya meyakini anda adalah salah satu kekasih Allah.

Demikian semoga mencerahkan

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekaar Langit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Berjumpa dengan Allah Saat Masih di Dunia

Bisakah berjumpa dengan Allah saat masih di dunia? Bisa lah. Yang mengatakan belum bisa karena belum pernah berjumpa. Simak Cara Berjumpa de...