Pernah mimpi buruk? pasti pernah ya? Ada yang menganggap mimpi buruk itu dari setan, ada pula yang menganggap hanya faktor pikiran dan mental. Yuk simak Mimpi Buruk dari Setan Apa Pikiran? Berikut Penjelasan Secara Medis
MIMPI BURUK DARI SUDUT PANDANG MEDIS
Di jam 1 MLM lewat 23 menit ,saya terbangun pak ustadz ,saya mimpi buruk.... Pdhal sya udh berdo.a sebelum nya di mohon perlindungan, membaca ayat2 rukiah, tetap aja tembus mimpi buruk ,,Sampai subuh saya ngk tidur saya trauma klu merem ,takut mimpi buruk lagi,
Jawab: Sudah berdoa tapi tetap mimpi buruk? Saran saya lanjutkan kebiasaan berdoa dulu sebelum tidur meskipun tetap mimpi buruk. Dan sebagian besar korban sihir juga mengalaminya kok? Saya juga. Meskipun sudah ngaji dulu, doa dulu sebelum tidur tetap saja mimpi buruk.
Mengapa bisa demikian?
kapan kapan saya bahas dari sisi spiritual. Sekarang saya ingin sedikit membahas mimpi dari kaca mata medis.
Kalau sudah bicara medis maka mimpi adalah bagian dari kondisi psikologis seseorang. Tidak ada kaitannya dengan mistis, sebab mimpi merupakan gambaran, pikiran, dan emosi yang dialami seseorang selama dirinya tertidur.
Kalau anda bicara dengan praktisi medis tentang mimpi buruk lalu anda mengaitkannya dengan gangguan hantu/ setan, santet/ sihir dll maka anda akan ditertawakan dan dianggap halu. Sebab dalam dunia medis yang digunakan adalah pengukuran, misalnya dengan menggunakan alat pengukurana gelombang otak.
Dalam medis, kondisi ini (mimpi buruk) disebut sebagai parasomnia. Walau hampir semua orang pernah mengalaminya, namun kondisi ini dapat mengganggu aktivitas tidur seseorang. Akibatnya, tidur kurang cukup, sering terbangun di tengah malam, dan tentunya bisa menimbulkan dampak secara psikis.
Gangguan mimpi buruk yaitu jenis mimpi yang membuat seseorang merasakan kecemasan atau ketakutan. Umumnya, kondisi ini membuat seseorang terbangun secara tiba-tiba dari tidurnya dan semua orang pun berpotensi untuk mengalami kondisi ini entah itu anak-anak maupun dewasa.
Biasa disebut parasomnia atau nightmare disorder, mimpi buruk sejatinya termasuk gangguan tidur (sleep wake disoder). Namun, bila kondisi ini terjadi dalam waktu yang sering maka akan mengakibatkan gangguan tidur hingga mengalami stres. Hal ini juga menjadikan gangguan mimpi buruk dikategorikan sebagai masalah kesehatan mental.
Terdapat dua fase saat seseorang tidur. Yaitu fase non REM (Rapid Eye Movement) yang merupakan siklus awal tidur lalu diikuti oleh fase REM. Tiap fase tersebut berlangsung antara 90 – 100 menit. Nah, mimpi buruk kerap terjadi pada fase REM sehingga kerap terjadi pada tengah malam maupun saat menjelang pagi.
Ada cukup banyak penyebab mimpi buruk. Mulai dari faktor genetik hingga karena riwayat gangguan mental. Untuk itu, dokter umumnya akan menggunakan pemeriksaan mental hingga sleep study untuk mendiagnosis kondisi ini.
Tema mimpi buruk sangatlah beragam. Mulai dari bertemu hantu, berjumpa monster, diculik, meninggal, dikejar-kejar, terjatuh, terluka, tertabrak, terluka, mendengar suara aneh, dan ragam visual mengerikan.
Mimpi buruk dapat terjadi pada setiap orang. Akan tetapi, anak usia 3 – 6 tahun menjadi yang paling sering mengalami kondisi ini. Hal ini karena anak-anak pada usia ini memiliki imajinasi yang begitu aktif. Dengan begitu, mimpi-mimpi mereka pun lebih berupa mimpi yang berasal dari imajinasinya.
Selain itu, seseorang dapat menderita gangguan mimpi buruk saat ada anggota keluarganya yang juga mengalaminya. Jadi, bisa dikatakan bahwa kondisi ini bisa terjadi secara menurun berdasarkan riwayat keluarga (genetis).
Secara medis, belum pasti apa penyebab mimpi buruk. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan beberapa kondisi. Contohnya yaitu Faktor genetik, Kelainan fisik, Gangguan otak dan syaraf, Faktor psikologis, Kebiasaan makan sebelum tidur, Trauma fisik maupun mental, Nyeri kronis karena penyakit tertentu dll
Gejala mimpi buruk dapat dilihat jelas oleh penderitanya itu sendiri. Yaitu berupa perasaan cemas, khawatir, dan takut akan gambaran visual maupun suara yang terjadi pada saat mimpi.
Biasanya, mimpi buruk terjadi dengan begitu jelas atau nyata. Dengan begitu, penderitanya mengalami ketakutan, rasa marah, cemas, sedih, maupun perasaan bersalah. Kondisi ini juga kerap disertai dengan beberapa gejala fisik seperti Berkeringat, Jantung berdebar kencang, Nafas tidak beraturan, Sleep paralysis dan Rasa takut untuk tidur kembali
Agar risiko terjadinya mimpi buruk lebih minim, maka ada beberapa metode pencegahan yang dapat Anda lakukan. Di antaranya yaitu Pastikan suasana kamar selalu nyaman, Olahraga rutin setiap harinya, Hindari konsumsi obat-obatan tanpa resep, Atur jadwal tidur dengan baik dan cukup, Hindari menonton atau membaca konten horor dan Lakukan hal yang membuat rileks sebelum tidur
Berdasarkan American Academy of Sleep Medicine, bahwa IRT (Image Rehersal Therapy) menjadi treatment yang mereka rekomendasikan untuk gangguan mimpi buruk. Dengan bantuan terapis, para pasien diharapkan bisa lebih sedikit mengalami mimpi buruk.
Selain IRT, juga ada beberapa metode terapi lain yang bisa digunakan seperti CBT, hipnoterapi, testimony method, lucid dreaming terapi, sleep dynamic terapi, progressive deep muscle relaxation, self-exposure
Beberapa obat anti anxiety juga mungkin dokter berikan apabila memang membutuhkannya. Beberapa obat-obatan yang kerap dokter resepkan meliputi triazolam, nitrazepam, prazosin
Apabila tidak mendapatkan perawatan yang tepat, maka kondisi ini dapat mengakibatkan serangkaian kondisi seperti Kegelisahan dan ketakutan akan mimpi buruk yang berulang, Gangguan mood dan juga gangguan kecemasan, Depresi, Mengantuk yang berlebihan di siang hari bahkan Percobaan atau keinginan untuk bunuh diri
Walaupun mimpi buruk merupakan kondisi yang umum, namun ada beberapa hal yang membuat Anda perlu mengkhawatirkannya. Di antaranya yaitu Terjadi hampir tiap hari, Mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari-hari, Memengaruhi perubahan perilaku, Menimbulkan kecemasan, Mengakibatkan rasa lelah dan ngantuk setiap saat. Jika demikian anda perlu datang ke psikiater.
Nah demikian penjelasan mimpi buruk dari sudut pandang medis. Dan saya sepakat dengan penjelasan diatas karena ilmiah. Meskipun ada beberapa hal yang patut dipertanyakan terkait dengan seringnya mimpi buruk bagi orang yang kena sihir.
Saya menulis mimpi buruk dari sudut pandang medis supaya kita semua bijak didalam menyikapi sebuah masalah. Agar jangan melulu mengaitkan dengan hantu, setan atau santet. Kita logis disatu sisi, tetapi tidak menutup diri dari fenomena mistis. Tujuannya satu yaitu menjadi solusi real bagi orang yang sering mimpi buruk lalu menyebabkan produktifitasnya menjadi terganggu.
Tadi saya menyampaikan bahwa banyak pertanyaan yang menggelayut dibenak saya terkait dengan mimpi buruk. Dalam hal ini mimpi yang dialami oleh orang orang yang divonis terkena gangguan sihir yakni.
1. Korban sihir memang mengalami gangguan kejiwaan disebabkan permasalahan yang dihadapinya seperti benang kusut. Yang jadi pertanyaan adalah mengapa sebelum masalah itu terjadi selalu diawali dengan mimpi buruk yang sama. Misalnya sering tindihan, mimpi kuburan, mimpi tsunami dll.
2. Setelah mental korban sihir terganggu mengapa mimpi buruk yang dialaminya juga relatif sama? Misalnya mimpi dikejar, mimpi melihat setan, mimpi hanyut dll.
3. Mengapa mimpi buruk ini hanya dialami ketika kena sihir dalam frekuensi yang sering, sementara sebelum kena sihir hanya sesekali saja.
4. Jika mimpi hanya permainan otak, mengapa otak kita begitu cerdas bisa menciptakan semesta dalam mimpi secara detail? Misalnya mimpi naik gunung, ada gunungnya, ada batunya, ada tumbuhannya, dll.
Nah untuk pertanyaan pertanyaan diatas nanti kita bahas dalam tulisan lain yakni mimpi buruk dari sudut pandang non medis.
Semoga bermanfaat
Klinik Pendekar Langit
Sumber: Dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar