Dibalik kehancuran ada cinta. Dibalik kehilangan ada kasih sayang. Hanya bica dibaca oleh qalbu yang bersih saja. Yuk simak Allah Mencintai Hamba_Nya Dalam Ujian & Penderitaan.
BACA YA? CINTA DIBALIK PENDERITAAN
Kenapa saya yg nangis lihat pak ustadz kesurupan, ya Allah sakit sekali yg di alami oleh org korban sihir ðŸ˜ðŸ˜ Nangis saya pak ustadz,,sekejam itu kezoliman org lain
Jawab: Tadi pagi saya share video saya saat diruqyah dan kesurupan teriak teriak. Saat itu mental saya sedang goncang segoncang goncangnya. Jika sahabat diatas nangis melihat saya kesurupan dan membayangkan betapa kejamnya kedzoliman orang lain maka saat itu saya lebih lebih menangis lagi.
Saat itu, dimasa itu saya setiap hari nangis lebih dari 5 kali sehari mungkin. Dikit dikit nangis, dikit dikit berurai air mata. Sungguh saat itu rasa pedihnya nggak terlukiskan.
Bagaimana rasanya dikhianati pasangan, sahabat karib, kerabat dan orang orang terdekat. Mereka semua menusukku dari belakang. Bagaimana rasanya perjuangan bisnisku yang hampir saja dipuncak lalu luruh runtuh dengan tanah. Bagaimana melihat anak anakku pada sakit sakitan bahkan sampai lumpuh. bagaimana rasanya diusir oleh orang tua kandung sendiri. Bagaimana rasanya kehormatan dan harga diriku benar benar diinjak injak.
Mental saya benar benar hancur sehancurnya. Hati saya benar benar terluka sangat dalam. Sampai sampai saat itu hanya satu permintaan yaitu m4ti. Aku ingin mati saja saat itu, karena sungguh tidak kuat jika harus menanggung penderitaan lahir dan batin.
Aku sungguh sungguh sangat lelah dan menangis dalam gelapnya malam, mempertanyakan kepada Tuhan, "mengapa semua milikku dirampas dengan sangat kejam?". "Mengapa semua yang paling aku cintai diambil dengan cara yang sangat menyedihkan?". Mengapa?
Sampai pada akhirnya aku mengerti.....
Aku mengerti untaian kata singkat dari sang utusan Allah Muhammad shollallaahu alaihi wasallam yang maknanya kalau dalam bahasa saya begini, "Ketika Allah mencintai & menyayangi seorang hamba maka akan diuji". pada akhirnya aku mengerti bahwa sepenggal kata "diuji" adalah kata yang sangat berat. Sebab ujiannya benar benar ugal ugalan. Diuji dengan kehilangan yang diluar nalar.
Aku terus bertanya dalam waktu yang sangat lama, "dari sisi mana Allah mencintaiku". Sebab dari sudut pandang manapun, dari sisi akal manapun semua manusia akan setuju bahwa "kehancuran ini bukan cinta tapi adzab yang sangat keras". Tidak ada korelasi sama sekali antara cinta dengan kehancuran.
Jika engkau ada diposisiku pasti engkau akan marah berselimut dendam membara kepada semua pelaku bi4dab yang telah menghancurkan hidupku. Semua manusia (nafsi) pasti sepakat kalau dukunnya, pelakunya, pasangan, sahabat dan semua orang yang terlibat dalam kehancuranku adalah manusia manusia yang tidak berperikemanusiaan.
Sampai pada akhirnya aku mengerti bahwa "bahasa Tuhan berbeda dengan bahasa mahluk". Sahabat harus camkan ini, yaitu "kebenaran Tuhan berbeda dengan kebenaran mahluk". Pada suatu saat engkau akan mengerti bahwa kebenaran versi manusia kebanyakan berbeda dengan kebenaran versi Tuhan. Karena mahluk bukanlah Tuhan.
Sebuah kebenaran yang tidak akan pernah mampu dipahami oleh akal. Hanya bisa dirasakan oleh hati yang berjuang untuk tunduk kepada DZAT atau sesuatu dibalik takdir. Makanya seringkali saya menulis sesuatu yang berbeda dari apa yang anda yakini sebelumnya. Bahkan saya menulis sesuatu yang bertabrakan dengan logika diri (nafs) anda. Tapi meskipun bertentangan saya meyakini suatu saat engkau juga akan mengerti.
Ketahuilah sahabat bahwa tangis dan air mata sebenarnya adalah panggilan Tuhan. Kehilangan dan kehancuran adalah jalan kembali kepadaNya. Karena sebenarnya tidak ada yang hilang sama sekali dari diri kita, sebab dari awal memang kita tidak pernah memiliki apapun. Diri yang sebenar benar diri adalah diri yang kosong, tidak punya apa apa. Bukankah kita lahir tidak memiliki apa apa?
Banyak yang ceramah kalau kehidupan dunia ini hanya permaian. Bahasa jawanya, "Urip mung sakdermo mampir ngombe". Hidup di dunia seperti transit sebentar untuk minum kopi lalu pulang kembali. Oleh karena itu seyogyanya saat pulang, kopinya jangan ikut ikutan dibawa. Apalagi membawa gelasnya, kerupuknya, ikan asinnya, rendangnya, baksonya dll. Kalau anda tetap memaksakan diri membawanya itu disebut nyolong atau mencuri. Dan itulah yang akan dihisab nanti.
Oleh karena itulah ketika Allah mencintaimu maka akan dirampas kopi, rendang, gurame, jengkol dan pete dari tanganmu. Tidak ada tujuan mengadzabmu sama sekali, bahkan sebaliknya. Supaya saat mudik engkau dalam keadaan bersih. Bukankah doamu selama ini adalah, "Ya Allah ampunilah dosa dosaku". Dan dosaku serta dosamu itu kebanyakan nyolong. Sehingga ketika barang barang colonganmu diambil artinya Allah sedang mengabulkan doa doamu. Mosok dikabulkan doanya malah marah marah?
Sebagai penutup ijinkan saya menyampaikan sesuatu. Kami paham hatimu hancur karena kehilangan hampir semua milikmu. Bahkan engkau nyaris gila karena kehilangan dirimu sendiri. Tapi pahamilah dengan qalbumu bahwa segala kehilangan adalah cara Allah untuk menarikmu pulang.
Ketahuilah sahabat sejatinya engkau tidak kehilangan apapun. Karena "apapun" itu bukan milikmu tetapi milik Allah. Justru ketika hatimu sudah kosong dengan "apapun" maka Allah lah yang akan mengisi hatimu dengan diriNya. Bahasa Al Qurannya, "wayuhadzirukumullaahu nafsah".
Ketika Allah sudah bertahta dalam hatimu maka DIA akan mengganti cinta dunia dengan cinta yang tak pernah berujung. Mengganti sesuatu yang fana dengan yang abadi. Oleh karena itu lepaskan... Lepaskan tangismu, lepaskan lelahmu, lepaskan bebanmu. Bahkan lepaskan dirimu sendiri lalu serahkan kepada Tuhan. Percayalah ketika engkau menyerah maka Allah lah yang akan membereskan semuanya.
Sahabat... Suatu saat nanti engkau pasti akan mengerti. Suatu saat nanti engkau akan tersenyum haru lalu mengatakan, "Ya Allah, ternyata semua yang hilang justru membawaku kepadaMu".
Oleh karena itu jangan lagi berdoa, "Ya Allah kembalikan apa yang telah hilang dariku", akan tetapi berdoalah, "Ya Allah jangan sampai hamba kehilanganMu". Maka barang siapa memilki AKU (Allah) tidak akan kehilangan apapun selama lamanya.
Demikian semoga mencerahkan, share ya?
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar