Dukun juga bisa ngobati. Demikian juga paranormal, orang pintar dll. Bahkan korban sihir bisa ngobati orang yang kena gangguan jin, loh kok? Simak Mekanisme Pengobatan dengan Bantuan Energi Negatif/ Jin.
KORBAN SIHIR & GANGGUAN JIN SEBENARNYA BISA NGOBATI ORANG LAIN LOH?
Ada sahabat yang komen begini: "Sy bisa ngobatin org lain...tp ga bisa mengobati diri sendiri. Saya bisa ngobati diri sendiri dan kluarga tp blm pd org lain. Saya bisa baca karakter org hanya dg sekilas"
Jawab: Kalau mengobati orang lain yang sakit karena non medis caranya dengan memberikan energi kepada pasien. Sebab di tubuh pasien ada energi negatif yang memicu munculnya penyakit.
Gangguan non medis disebabkan oleh adanya entitas energi negatif yaitu dari jin (setan). Dimanapun setan mendiami tubuh pasien maka disitu akan memicu penyakit.
Bayangkan anda mau mengusir ular dirumah anda. Maka cara mengusirnya bisa dengan menaruh ular lain biar berantem, atau menaruh kucing biar kucingnya memakan ular tersebut. Atau dengan cara lain misalnya mengusir ularnya dengan cara membersihkan sarang ular sekaligus membersihkan rumahnya sehingga next ularnya nggak kembali lagi.
Untuk kasus diatas artinya mengobati pasien yang sakit non medis dengan cara yang mirip. Yaitu mengirimkan/ mentransfer energi negatif yang lebih besar dengan harapan energi negatif ditubuh pasien akan pergi.
Mengapa bisa seperti itu? Sebab dirinya bisa mengobati orang lain tapi tidak bisa mengobati dirinya sendiri. Artinya di dirinya sendiri sebenarnya menumpuk energi negatif dalam bentuk entitas energi yaitu jin.
Ketika mereka ngobati pasien sebenarnya hanya menuangkan energi negatif ke tubuh pasiennya dengan tujuan entitas negatif (jin) ditubuh pasien gentar lalu keluar. Ketika entitas negatif keluar maka pasiennya akan sembuh.
Bahasa kerennya transfer energi. Atau transfer tenaga dalam. Padahal energi yang ditransfer adalah entitas energi (jin) itu sendiri.
Makanya biasanya sehabis ngobati pasien (transfer energi), praktisi ini akan merasakan tubuhnya pegal pegal, lemes, oleng, demam dll. Mengapa demikian? Sebab energinya kesedot. Entitas energi negatif (jin) dalam tubuhnya mengalir ke tubuh pasien lalu bentrok/ berantem.
Selesai berantem energi negatif (jinnya) kelelahan. Makanya ketika entitas ini balik ke tubuh praktisi, maka praktisinya juga merasa kelelahan. Karena entitas ini menempati sebagian ruang jiwa dari praktisinya. Bahasa lainnya ada satu nyawa 2 jiwa.
Untuk memulihkan tenaga biasanya praktisi ini akan semedi, atur pernafasan, baca mantra dll. Jika praktisinya adalah dukun biasanya minum darah ayam cemani, makan kembang kantil dll. Tujuannya untuk memulihkan jin yang sebelumnya kesedot energinya.
Sampai disini saya harap paham...
Makanya saya tidak rekomendasi anda yang masih ada gangguan jin nasab/ leluhur atau sihir untuk ngobati orang lain. Meskipun ngobatinnya pake petikan ayat suci. Mungkin anda bisa ngobati orang lain tapi resikonya besar. Jika energi negatif ditubuh pasien lebih tinggi, anda bisa sek4rat. Ketika energi (jin) ditubuh anda sakit anda ikut sakit, jika jinnya m4ti anda bisa sek4rat.
Sahabat kita juga mengatakan, "Saya bisa baca karakter org hanya dg sekilas". Bisa saja anda membaca karakter orang lain jika anda sudah belajar psikologi. Tapi kalau disatu sisi bisa ngobati orang lain kemudian disisi lain bisa baca karakter orang lain, bisa baca isi hatinya dll maka itu juga kelakuan jin.
Jinnya yang membisiki jiwamu tentang karakter atau niat orang lain. Ada yang membisiki "orang ini baik, orang itu jahat dll". Tapi lebih banyak membisiki kalau orang yang sedang dialog dengan anda berniat jahat, lalu anda membenci dan menjauhinya.
Orang yang dalam tubuhnya menumpuk energi negati akan mudah sekali untuk berprasangka buruk. Disisi lain emosian, mudah marah, mudah ngejudge, terkesan angkuh, merasa paling sakti, suka berdebat, berantem dll.
Oleh karena itu waspadalah bisikan setan
Semoga mencerahkan
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar