Bagi kamu yang sedang belajar ruqyah mandiri. Atau kamu yang sedang belajar meruqyah media ruqyah baca ini ya? Berikut ini Cara Meruqyah Media Sehingga Hasilnya Dahsyat dan Manjur.
CARA MERUQYAH MEDIA HASILNYA DAHSYAT
Oh iyah pak, jika bapak berkenan dan ada waktunya, semoga bapak bisa sharing artikel bagaimana caranya meruqyah media air dan minyak yg powerfull.. seperti detail penghayatan, perasaan dan cara meniupnya agar medianya lebih powerfull, saya ingin belajar dan praktekkan.. karena saya pakai minyak bapak dan efeknya langsung ke badan yg sakit, terimakasih🙏🏻
Jawab: Saya meruqyah beberapa media ruqyah. Adapun bahannya, cara penggunaan, caranya dll bisa anda baca di webnya. Klik link dibawah ini
==> https://sites.google.com/view/klinikpendekarlangit
"Bagaimana caranya? Kok saya pakai media ruqyah sendiri nggak ngefek, tapi pakai punya ustadz langsung bereaksi?"
Apakah saya membaca dengan penghayatan, penuh perasaan, niat powerfull dll. Diusahakan iya. Tapi kadang juga enggak. Asal baca saja. Saya mengulangi meruqyah media paling tidak 2-3 kali seminggu. Setiap mengulang bacaan sekitar 1 jam. Kadang khusuk kadang enggak.
Sambil membaca ayat ruqyah sambil membungkus garam ruqyah, memasukkan minyak kasturi, freshcare, air ruqyah zamzam dll ke botolnya masing masing. Setelah semuanya selesai baru saya tiupkan ke setiap botolnya.
Apakah saya meniupnya? ya saya meniupnya bahkan per botol saya tiupkan dengan niat memindahkan bacaan ke media ruqyah. Tujuannya supaya energinya fresh.
Saya mengulang media ruqyah hanya saat ada beberapa pesanan. Sekalian membungkus garam atau minyak sekalian saya mengulang bacaan ayat ruqyahnya. Artinya saya tidak produksi massal, hanya sesuai pesanan saja. Sehingga terkadang pengiriman agak lama karena saat anda pesan tidak langsung saya kirim. Harus nunggu beberapa pesanan baru saya start meruqyah ulang sekaligus membungkus pesanan anda.
Berikut tips meruqyah media
1. Siapkan medianya misalnya air, minyak atau apapun
2. Bacakan ayat ruqyah yang anda hapal didepannya
3. Tiupkan dengan niat memindahkan bacaan
Disarankan anda mengerti arti bacaan yang anda baca supaya energinya lebih besar. Sebab anda mengerti apa yang dibaca sehingga otomatis pikiran anda bekerja. Apalagi bacaan ayat ruqyah yang anda baca mampu anda rasakan maknanya dalam hati, itu sangat bagus sekali.
Kalau asal baca gimana? Nggak apa apa, silahkan dicoba saja. Pasti berefek kok. Meskipun mungkin kurang maksimal.
Ada satu hal penting yang ingin saya sampaikan terkait meruqyah media. Simak baik baik....
Sebelum meruqyah media saya membaca bismillah dalam jumlah yang cukup banyak. Saya tidak hitung jumlahnya, karena bukan itu fokusnya. Saya terus membaca bismillah sampai kena dalam hati.
Bismillah atau dengan menyebut nama Allah. Atau bahasa lainnya "bersama Allah". Saya terus membacanya sampai Allah dominan dibanding hawa nafsu saya sendiri. Sampai hati saya merasa, "saya digerakkan oleh Allah untuk meruqyah media ini". Sampai saya merasa, "saya tidak bisa bergerak, tidak bisa meruqyah kalau tidak digerakkan oleh Allah". Dalam bahasa lainnya sampai saya merasa "bukan saya yang meruqyah media ruqyah ini"
Setelah ada klik di hati barulah saya membaca ayat ayat ruqyah. Kadang saya membaca dengan khusuk, penuh penghayatan kadang enggak. Yang penting "perasaan saya yang meruqyah media ruqyah" sudah hilang.
Setelah selesai meruqyah media lalu saya bungkus dan saya kirim. Apakah setelah anda pakai media ruqyah lalu meredakan keluhan, atau tidak meredakan keluhan saya sudah tidak peduli. Khan dari awal kalau saya hendak meruqyah media, harus mengkondisikan hati supaya merasa "bukan saya yang meruqyahnya".
Ada ribuan testimoni positif setelah menggunakan media ruqyah yang dikirimkan ke saya lalu banyak menuai pujian. Saat saya dipuji saya tetap mengkondisikan hati, "biasa saja". Wong dari awal hati sudah dikondisikan, "bukan saya yang meruqyah". Saya hanya digerakkan oleh Allah untuk meruqyah media.
Saat ada yang memuji karena mendapatkan manfaat dari media ruqyah PL saya seneng sebenarnya. Tapi rasa seneng ini saya persembahkan kepada Allah. Senengnya kepada Allah bukan kepada diri sendiri. Sebab sekali lagi dari awal saya tidak merasa mampu meruqyah media ruqyah.
Jika anda mendapatkan manfaat dari produk pendekar langit "jangan lihat dan jangan puji saya". Sebab saya tidak merasa bisa meruqyah. Atau ketika anda mendapatkan manfaat dari tulisan saya, jangan puji saya. Pujilah Allah yang menggerakkan lisan dan tangan saya untuk meruqyah media ruqyah PL atau menulis artikel tentang ruqyah.
Termasuk ketika ada sahabat yang menggunakan media ruqyah lalu tidak ada perubahan sama sekali sehingga menyalahkan saya, sayanya tetap biasa saja. Lagi lagi wong saya tidak merasa meruqyah media tersebut. Termasuk ketika ada sahabat yang tidak setuju dengan tulisan saya lalu menghujat, saya biasa saja kok. Karena dari awal saya baca bismillah, sehingga saya tidak merasa mampu menulis artikel yang panjang kali lebar kalau tidak diijinkan dan digerakkan oleh Allah.
Kalau anda WA lalu memberikan apresiasi silahkan saja. Tetapi jangan sampai pujian itu masuk dalam hatimu. Pujian itu hanya untuk Allah. Misalnya anda WA saya begini "Masya Allah terimakasih pendekar langit setelah saya menggunakan minyak ruqyah PL keluhan saya banyak yang reda". Secara lahiriah pujian ini nggak apa apa, karena bagaimanapun juga kita sudah berinteraksi. Tetapi berbarengan dalam hatimu memuji Allah yang menggerakkan lisan dan tangan saya untuk membantu anda. Pujilah Allah karena pada hakikatnya yang memberikan jalan solusi kepadamu adalah Allah, bukan makhluk.
Ketika sebelumnya anda tidak tahu lalu menjadi tahu tentang gangguan yang anda alami. Atau setelah menggunakan media ruqyah PL keluhan anda banyak yang hilang maka hatimu jangan memuji saya. Tetapi pujialh Allah yang menggerakkan saya. Artinya yang memberitahu anda, yang mengirimkan minyak ruqyah kepadamu, yang mengedukasi dirimu, yang memotiasi kamu dll hakikatnya bukan saya, tetapi Allah. Paham nggak ini?
Terapkan cara pandang seperti ini untuk segala aktifitasmu. Misalnya saat kerja, saat bergaul, saat ngobrol, saat dapat proyek, dapat rezeki, dapat jodoh, dapat keturunan dll. Bahkan saat anda dihina, didzalimi, dijahati dll. Maka saya yakin hatimu akan tenang apapun yang terjadi. Dan anda akan pasti akan melihat banyak sekali keajaiban ketika hanya Allah yang dijadikan sandaran.
Kalau tidak percaya praktekkan saja...
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar