Sebenarnya tidak sulit mencari siapa yang kirim santet kepada anda. Tidak perlu datang ke ahli terawangan. Cukup melihat psikologi pelaku sihir. Simak artikel Cara Mudah Mengetahui Siapa yang Menyihir Anda Tanpa Perlu Diterawang
PSIKOLOGI PELAKU SIHIR SEPERTI IBLIS
Saking cueknya sya sekarg dianggap orang arogan dan sombong pdhal miskin,,dan sya wlaupun dianggap buruk sama orang sya tidak perduli karena sudah terlalu lama sya dibuat mainan,,mereka sudah lihay urusan tipu daya sudah no 1,,yang satu menjadikan dirinya ikut .... (kajian) dibuat istrinya bercadar berjamaah setiap waktu dimasjid,Dimata orang dia super duper alim berjubah,,tapi syg dimataku dia iblis berjubah,,justru dia yg jadi komandannya,,dari semenjak Allah tunjukan rupa asli hambanya sya mulai tidak melihat orang dari penampilan dan luarnya sja sekarg,
Jawab: Anggap saja yang dimaksudkan sahabat diatas memang pelaku santet, anggap saja loh ya? karena banyak juga yang salah tuduh. Setan pintar sekali mengadu domba anak manusia.
Anggap saja yang dimaksud memang pelaku sihir. Maka ketahuilah kebanyakan pelaku sihir memang seperti itu. Yaitu mereka sangat lihai menutupi kebusukan hatinya.
Saya kasih tahu beberapa psikologi pelaku sihir sbb:
1. Dia pintar sekali mencari dukungan
2. Dia pintar sekali memutarbalikkan fakta
3. Dia bisa mensabotase teman terbaik korban
4. Dia merasa terdzalimi
5. Saking pintarnya semua warga pro ke dia
Sangat lihai, licik, dan mampu memperdaya hampir semua warga sekitar. Semua warga pro ke dia sehingga korbannya benar benar ditinggal sendirian tanpa teman.
Ucapannya sangat manis membuai, pakaiannya berubah jadi islami menipu pandangan mata. Tiba tiba pelaku sihir gemar membantu warga, nraktirin warga dll. Tiba tiba pelaku sihir makin kaya, makin makmur, makin terkenal jadi artis atau ustadz dadakan.
Apa yang dikatakan sahabat diatas adalah benar, yakni pelaku sihir seperti Iblis. Baju ustadz kelakuan bi4d4b. Mulut manis hati bengis.
Nah kita bicara Iblis sekarang...
Jadi jangan beranggapa iblis itu wajahnya menyeramkan, bertanduk, matanya merah menyala, pegang tingkat tajam dll, nggak sama sekali. Kalau menyeramkan gampang ketahuan dong? Bukan pula baunya busuk, kotor, menjijikkan dll.
Justru Iblis itu wajahnya ganteng, jenggotan, bajunya ala syeikh, pegang tasbih dan semacamnya. Bajunya bersih, wangi, dan mempesona. Bahkan disempurnakan dengan keilmuannya yang dalam, sering ngisi kajian, banyak follower dll. Terlihat islami banget, kharismatik banget.
Penampilan lahiriah benar benar akan memperdaya mayoritas manusia. Namanya juga Iblis pasti memperdaya terutama orang orang yang hanya memandang dari sisi lahiriah semata mata. Yang hanya memandang pakaian dan ucapan lisan pasti akan tertipu.
Anda akan melihat penampilannay benar benar alim, tapi hatinya busuk. Artinya yang menyeramkan, bengis, busuk, kejam dll bukan lahiriahnya tapi ruhaniahnya. Semua terbingkai dalam satu kalimat, "ana khoirum minhu" atau aku lebih baik dari mereka alias tinggi hati dan sangat anti untuk rendah hati.
Makanya sangat sering saya tulis, belajarlah untuk tidak hanya memandang secara lahiriah tapi pandang secara batiniah/ ruhaniah. Jangan selalu memandang sisi keilmuwan semata mata tetapi juga adab dan akhlak. 2 sisi yang harus dipandang bersamaan bukan salah satunya. Kalau memandang dengan satu mata disebut dengan dajjal.
Kembali ke tema pelaku sihir...
Jika memang anda tahu dan punya bukti valid bahwa si fulan pelaku sihir maka dimaklumi saja. Memang begitulah psikologinya. Jangan terpancing, jangan berusaha klarifikasi atau tabayyun, jangan membela diri, karena ujungnya tidak akan yang percaya kepadamu.
Biarkan saja mereka dengan kelakuannya. Teserah mereka saja, anda jangan ikut ikutan. Jika sifat si fulan seperti iblis yang memiliki mulut manis hati b3ngis maka anda jangan ikut ikutan. Jangan hiasi hatimu dengan kemarahan, dendam, hasad dll. Berusahalah untuk menjadi seperti malaikat dengan cara berjuang sekuat tenaga meredam kemarahan, kekecewaa, kesedihan dll.
Kalau balik lagi ke pembahasan Iblis, maka iblis itu menampilkan identitas islam yang nyaris sempurna, tapi hatinya tidak muslim. Hatinya kaku, keras, pendendam, bengis, kejam dll. Hati yang muslim seperti apa? Yakni hati yang rendah hati, menerima perbedaan, ikhlas terhadap takdir, sabar terhadap ujian. mudah memaafkan dll.
Oleh karena itu mulai saat ini jangan selalu fokus menyempurnakan islam secara lahiriah saja tetapi yang lebih penting adalah ruhaniah. Yaitu dengan cara menundukkan apa yang ada di dalam dada.
Bisa?
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar