Hikmah Besar Dibalik Penderitaan Lahir Batin Karena Sihir/ Santet

Setiap ujian mengandung hikmah, semakin besar ujian semakin besar hikmahnya. Apa hikmah dibalik ujian kena sihir? Simak Hikmah Besar Dibalik Penderitaan Lahir Batin Karena Sihir/ Santet.


LENGKAP SUDAH PENDERITAANMU NAAK?

Kami ini jg orang yg jd korban sihir ustad. Suami sih yg paling utama. Rasanya begitu komplet. Jatuh bangun jungkir balik. Ekonomi tdk karu-karuan. Setiap kami ikhtiar untuk mencari nafkah, selalu seperti terhalangi. Bingung. Pengen beli ramuan atau air ruqyah, belum ada uang ustad.. Sering mengikuti tulisan2 ustad di FB, hingga akhirnya memberanikan diri cerita lewat wa.

Jawab: Yang sabar ya? Begitulah salah satu penderitaan karena sihir. Ekonomi dibikin megap megap. Sungguh menyesakkan jiwa dan raga. Anda disuruh memilih saya yakin tidak seorangpun mau diberikan ujian sihir.

Mengapa demikian? Karena ujian sihir itu ibarat menu paket lengkap bin kumplit. 

1. Ekonomi hancur

Tidak peduli seberapa kaya anda sebelumnya niscaya perekonomianmu akan dibikin hancur. Tidak peduli seberapa hebat kamu didalam merancang strategi bisnis tetap saja bangkrut dan menyisakan hutang yang menggunung. 

Sebelumnya kaya raya lalu tiba tiba menjadi gembel pengangguran. Sebelumnya pebisnis besar atau manajer lalu tiba tiba banting setir jadi tukang ojek atau nguli. Sebelumnya gemar berbagi nggak itungan tiba tiba ikut antri minta sumbangan untuk mengganjal perut anak anakmu yang menangis karena lapar.

Hari hari dilalui dengan dada yang sesak dan semakin sesak menahan kepedihan. Melihat anak anak hari ini belum makan nasi rasanya sungguh menyesakkan. Belum lagi sekolah jalan kaki, SPP nunggak, di WA sekolah dll. Jangankan bayar SPP atau sekedar jajaln wong rumah sudah 3 hari ini gelap kehabisan token. 

Lihat teman bisnis pada sukses, mata berkaca kaca. Padahal mereka yang sukses dikarenakan dahulu anda yang mengajari. Sudah sukses lupa kacang akan kulitnya. Lihat tetangga beli ayam goreng, nyesek. Lihat anak anak yang lain pada jajan sementara anakmu gigit jari membuatmu menangis. Pulang ngojek tidak bawa uang nangis. Lihat dirumah tidak ada beras sesenggukan. Wes pokoknya hari hari hanya berteman air mata.

2. Rumah tangga hancur

Sihir akan menghadirkan orang ke 3 yang membuat rumah tangga bertengkar setiap hari. Lebih menyakitkan lagi orang ketiga itu bisa saja kerabatmu sendiri, ustadz guru ngaji anakmu, teman dekatmu sendiri, tetangga samping rumah dll. 

Bayangkan saja ketika anda lelah dari pagi hingga malam bekerja mencari nafkah lalu saat pulang menjumpai pasangan anda sedang bercanda mesra dengan guru ngaji anakmu. Atau anda memergoki pasangan sedang chat mesra dengan tetangga samping rumah. Dijamin hatimu hancur lebur saat itu juga. Lalu pikiranmu digeret untuk meyakini bahwa mereka sudah berzin4 tanpa sepengetahuanmu.

Hari hari dilalui dengan pertengkaran dan banjir air mata. Kata cerai keluar dari mulut keduanya hampir setiap hari. Lalu pisah ranjang, pulang ke rumah orang tua atau pergi dari rumah. Kalau sudah jauh inginnya dekat (rujuk) lalu balikan, tapi ketika sudah dekat cekcok lagi, bertengkar lagi, ngamuk lagi dan nangis nangis lagi.

Lihat rumah tangga tetangga adem ayem anda nangis, lihat dijalan seorang suami membonceng istrinya nyesek, lihat seorang ibu ibu sedang nyuapin anaknya sesenggukan. Hati anda terasa sesak melihat betapa bahagianya rumah tangga orang lain, hancur lebur mengenang prahara rumah tangga sendiri.

3. Persahabatan hancur

Bayangkan betapa sakitnya dikhianati pasangan sendiri, ditambah dengan pengkhianatan teman. Teman paling dekat yang dahulu anda anggap melebihi saudara sudah menusuk dari belakang. Hanya karena masalah sepele teman anda tega mengirim santet. Temanmu tertawa puas melihat kehancuranmu.

Pun dengan teman temanmu yang lain, sahabat, kerabat dan relasi semua berkhianat. Semua menjauh pergi tanpa kata. Padahal dahulu anda membantu mereka tanpa hitung hitungan. Giliran anda butuh bantuan mereka pergi dengan memicingkan mata. Mereka pergi membawa hinaan dan fitnah yang kejam.

Tidak hanya hubungan persahabatan tetapi juga hubungan kekerabatan. Bagaimana rasanya ketika orang tua yang paling anda takdzimi marah besar lalu mengusirmu dan tidak menganggapmu lagi menjadi bagian dari keluarga. Termasuk saudara kandungmu, ponakanmu, pakdemu, tantemu dll semua memusuhi.

4. Harga diri diinjak injak

Kalau anda mengalami poin 3 pasti merasa harga dirimu sudah terinjak injak. Tapi ternyata tidak sampai disitu, ada satu lagi yang membuat kehormatanmu hancur lebur yaitu "datangnya fitnah bertubi tubi". Fitnah yang sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan.

Bayangkan dahulu anda tokoh masyarakat lalu karena fitnah membuat kehormatanmu hancur. Dahulu dikagumi lalu tiba tiba menjadi sampah masyarakat. Semua orang jijik melihatmu dan seluruh keluargamu. Dahulu ribuan orang mendatangimu untuk belajar, lalu tiba tiba semua menjelekkanmu. 

5. Semuanya hancur

Dahulu sehat sentausa lalu tiba tiba sering sakit sakitan. Dirimu, anakmu, pasanganmu sakit bergantian. Bayangkan anakmu lumpuh, pasanganmu sering megap megap karena sesak nafas. Sementara dirimu sendiri sering sakit yang tidak jelas. Kadang sakit kepala, kadang sakit gigi, kadang dada seperti ditusuk, gatal diseluruh badan dan masih banyak lagi.

Bayangkan saat nyetir motor atau mobil tiba tiba oleng lalu nabrak orang lain sampai terluka parah. Lalu anda dijemput polisi diiringi tatapan sinis tetanggamu. Bayangkan ketika uang, ATM, perhiasan dll tiba tiba hilang padahal anda sedang membutuhkannya. Bayangkan habis jamaah dimasjid lalu imamnya meminta anda jangan sholat lagi dimasjid karena membawa sial. Dan seabreg ujian lainnya yang sungguh menyesakkan jiwa dan raga.

Belum lagi teror tak kasat mata yang membuatmu semakin histeris. Mimpi buruk setiap malam, melihat penampakan menyeramkan, mendengar suara tertawa atau tangisan, rumah diserbu hewan dan serangga, rumah bau busuk, anak anak trauma karena melihat hantu dan masih banyak lagi.

Merana, meratap, teriak teriak, menangis dan ekspresi kepedihan lain menjadi teman sehari hari. Setiap saat dada bergemuruh berisi kesedihan, kekecewaa, kemarahan, dendam, putus asa dan ekspresi hati yang terluka lainnya. Sungguh lukanya sangat dalam sekali. Sampai sampai menginginkan kematian.

Seperti itulah sedikit gambaran penderitaan yang dialami oleh saya, anda dan sesama korban sihir. Meskipun sehebat apapun kami menggambarkannya tidak akan benar benar mampu melukiskan secara real. Yang bisa menggambarkan hanya mereka yang mengalami. Yang nggak ngalami pasti tidak akan paham selama lamanya.

Lengkap sudah penderitaanmu naak? Paket kumplit plit plit. Depan belakang kiri dan kanan yang ada hanya kehancuran. Luar dan dalam yang ada hanya kepedihan dan kesedihan. Nyaris tidak ada ruang untuk bernafas barang sejenak. Sendiri dalam penderitaan, sendiri dalam keramaian. Daaan tidak ada jalan keluar.

Hanya ada satu arah menjadi teman berbagi. Yaitu saat kepalamu kau letakkan rata dengan tanah. Saat akal pikiran dan egomu kau serahkan pada saat sujud. Selama ini, bertahun tahun bahkan puluhan tahun engkau sudah mengerahkan segenap kemampuanmu, akal pikiranmu, kecerdasanmu, ilmumu dll ternyata itu semua tidak mampu mengurai benang kusut ujian kehidupan.

Sehingga yang tersisa hanya "penyerahan". Menyerah kalah dengan takdir yang sangat kejam. Saat kepalamu engkau hinakan pada saat sujud bersamaan dengan hatimu yang berserah kepada realitas takdir. Akan ada saatnya engkau pasti merasa menjadi manusia yang sangat lemah lalu menyerah baik dengan suka hati atau terpaksa. 

Lalu setelah bertahun tahun bahkan puluhan tahun engkau berlari menjauhi Tuhan pada akhirnya akan datang juga. Engkau mendatangi Robmu dengan isak tangis yang menyayat hati seraya mengatakan, "Yaa Robb, aku serahkan akalku, ilmuku, kecerdasanku, kemampuanku, keahlianku dan semua yang ada pada diriku kepada_Mu. Aku serahkan diri (ego) ku yang selama ini merasa mampu, ternyata tidak mampu. Sekarang aku menyerah".

Itulah sebenarnya inti dari ujian yaitu "penerimaan". Memuslimkan (menyerahkan) hati dan dirimu kepada kenyataan takdir. Akhirnya hatimu berserah diri tidak berontak lagi, meskipun melihat dunia luar seakan hancur lebur. Menerima kenyataan engkau dihancurkan sehancur hancuranya. Karena kehancuran itu hanya seakan akan saja, seolah olah saja. Selama qalbumu menerima maka kehancuran itu menjadi tidak berasa.

Menjadi sangat menyakitkan ketika kehancuran diluar sana ikut menghancurkan hatimu. Padahal hati diciptakan bukan untuk beriman kepada mahluk tetapi beriman kepada Allah. Hatimu tidak diciptakan untuk cinta dunia, akan tetapi diciptakan untuk menjadikan Allah sebagai satu satunya cinta sejati.

Selama qalbumu bersama Allah, maka badai dan hujan tidak akan pernah bisa memudharatkanmu. Selama hatimu bersama Allah maka kehancuran itu tidak akan pernah mampu menggoyahkan imanmu. Karena yang hancur hanya materi yang memang fana, sedangkan iman dalam qalbumu adalah sesuatu yang kekal.

Pilih sesuatu yang fana atau memilih bersama Yang Kekal. Bukan dijawab dengan fasihnya lisan yang sering berdusta tetapi jawab dengan kejujuran rasa dalam qalbu.

Semoga mencerahkan, share ya?

Wallaahu A'lam

Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

13 Rekomendasi Peruqyah Syarie Seluruh Indonesia

Anda mau diruqyah onlien maupun offline? Coba hubungi salah satu nomor peruqyah ini. Berikut ini 13 Rekomendasi Peruqyah Syarie Seluruh Indo...