Bagi sahabat yang kena sihir dari dukun di awal awal pasti marah dan dendam. Lalu berdoa semoga dukunnya kena adzab. Sebenarnya yang Sedang Kena Adzab Kamu Bukan Dukun, Kok Bisa?. Simak tulisannya ya?
SEBENARNYA YANG KENA ADZAB NERAKA ITU KAMU
Yang menyihir wajib mati suul. Khatimah neraka jahanam. dunia akhiratnya gak selamet. .....langsung di ijabah sama yg kuasa.. terus dibalikan serangan santet nya biar berbalik dukun nya biar dapat pelajaran dari perbuatannya
Jawab: Manusia menjalani proses proses kehidupan masing masing seiring dengan ujian yang diterima. Untuk sahabat yang kena sihir awal awal pasti seperti sahabat diatas yaitu dadanya penuh dendam dan kemarahan.
Saya dulu awal awal kena sihir juga begitu.. Marah, dendam, kecewa, nglokro dan lain sebagainya. Saya tidak menyangka ada orang sejahat mereka yang tega menghancurkan hidup kami. Merka sudah melakukan krimin4l kelas berat.
Rumah tangga kami nyaris kandas karena mereka, bisnis saya hancur karena mereka, anak kami lumpuh karena mereka, kami menjadi sampah masyarakat karna mereka, semua teman kerabat dan relasi menjauh juga karena mereka.
Kami selalu berdoa dengan lelehan air mata diatas sajadah supaya dukun dan pelakunya diberikan adz4b yang menghinakan. Saya ingin melihat orang orang yang terlibat dalam kehancuran hidupku semuanya menderita. Mereka harus merasakan hal yang sama kami rasakan.
Bertahun tahun doaku sama yaitu ingin melihat mereka tersungkur karena adzab Allah. Namun nyatanya semakin membara hawa dendam dalam dada kami justru keadaan pelaku semakin sehat, makmur, kaya dan sentausa. Pelaku semakin dihormati masyarakat layaknya artis.
Pada momen dimana dada saya berkobar kobar membawa dendam dan kemarahan, lalu ruqyah sangat gigih setiap hari, semua amal ibadah saya lakukan dengan harapan Allah mengabulkan doaku agar meng4dzab mereka semua. Nyatanya nggak terkabul. Justru momen itulah pelakunya semakin kaya raya. Hanya dalam itungan bulan bisa bangun rumah, beli mobil, sering traktir warga dll.
Nangis saya melihatnya. Mengapa mereka yang salah tapi mereka yang makmur dan bahagia? Sedangkan saya yang berada di posisi orang terdzalimi semakin terpinggirkan? Seharusnya mereka para pendosa yang kena 4dzab, tapi kok malah kami yang semakin menderita? Dimana keadilan Tuhan?
Pada akhirnya saya sadar bahwa selama bertahun tahun saya tidak sedang berdoa kepada Allah, tapi berdoa kepada nafsu. Yaitu nafsu yang menginginkan orang lain binasa. Lisannya berdoa sambil nangis nangis tapi dadanya penuh kemarahan dan dendam, mana bisa dikabulkan? Doa saya saat itu hanya mimpi disiang bolong.
Akhirnya saya mengerti bahwa kalau berdoa kepada Allah redam dulu dadanya, terima dulu ujiannya. Masalahku adalah dada yang penuh dengan penyakit hati, itu yang harus dibersihkan. Sedangkan urusan dukun dan pelaku itu urusan Allah, kita tidak usah ikut ikutan ngatur, "harus kena adzab, harus m4ti, harus suul khatimah, harus neraka jahanam dll".
Allah bisa saja mengadzab dukun dan pelaku, tapi disisi lain bisa saja mengampuninya kalau mereka benar benar mau bertaubat. Demikian pula saya dan anda yang kena ujian sihir bisa saja diampuni dosa dosanya lalu masuk surga kalau bisa bersabar, sebaliknya bisa saja masuk neraka kalau selalu berontak dengan takdir.
Bagi sahabat yang sedang di fase penuh kemarahan dan dendam coba renungkan kata kata saya. Jika anda menginginkan dukun dan pelakunya kena adzab, bukankah kenyataanya sekarang ini andalah yang sedang kena adzab? Jika anda menghendaki dukun dan pelakunya masuk neraka jah4nnam, bukankan kenyataannya saat ini dada anda tngglam dalam api yang sangat panas (jahannam) karena berselimutkan kemarahan dan dendam? Coba direnungkan dengan hatimu yang jujur.
Yang sedang kena adzab, masuk neraka jahannam, yang menderita, yang sakit dan pedih itu siapa? Khan anda bukan dukun dan pelaku. Yang sedang merasakan akibat dari perbuatannya adalah kita bukan mereka. Sedangkan dukun dan pelaku hanyalah alat untuk menegurmu agar kamu sadar. Pertanyaannya sadar tidak?
Oleh karena itu sekali lagi dimomen tersebut berjuanglah sekuat tenaga untuk menerima ujiannya dulu meskipun sangat tidak mudah. Terima aja dulu. Adapun masalah dukun dan pelaku sudah ada yang ngurus, kita tidak perlu repot repot.
Usahakan jangan mempertanyakan, "mengapa saya begini, mengapa Allah memberikanku ujian seberat ini, mengapa dukun dan pelaku malah tambah sehat, mengapa Allah tidak adil" dll. Sebab Allah tidak akan ditanya tentang segala perbuatanNya, tetapi kitalah yang akan ditanya.
Kitalah yang akan ditanya, "bisa menerima tidak, bisa mengendalikan diri tidak, bisa sabar tidak, bisa berprasangka baik kepada Allah tidak, bisa ikhlas tidak, bisa memaafkan takdir tidak" dll. Coba tanyakan ke hatimu. Karena pertanyaan diatas sebenarnya berbingkai dengan sebuah pertanyaan, "man robbbuka". Bisa menjawab pertanyaan man robbuka tidak? Kalau anda menjawab Allahu robbi, ya sudah belajarlah menerima takdir Allah dalam bentuk ujian yang berat ini. Karena segala ujian bukan datang dari dukun dan pelaku tapi datang dari Allah untuk sebuah hikmah yang sangat besar dimasa depan.
Intinya adalah terima saja dulu meskipun dada masih bergemuruh... "Ya Allah saya menerima ujian ini, karena kami yakin ujian ini dariMu". Nah setelah hatimu meyakini demikian barulah kita mulai proses ruqyahnya. Percayalah dampaknya jauuuuh lebih dahsyat dan powerful. Tidak perlu mencari tahu cara mengalahkan dukun dan pelaku, sebab saat anda ruqyah, saat itulah sedang melawan kejahatan mereka.
Saat anda baca ayat ruqyah kerasa ke mereka semua. Jika awalnya dukun dan pelaku tidak merasakan apa apa ketika anda ruqyah sebab dada anda penuh dengan kemarahan dan dendam. Tapi setelah hati anda meyakini ujian berasal dari Allah bukan dari dukun, maka mereka akan merasakan sebuah serangan yang sulit dilawan.
Silahkan dibuktikan sendiri ya?
Semoga mencerahkan, share
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar