Hidup adalah ujian. Yang diuji adalah hatimu. Seringkali dengan ujian hatimu panas dan berontak. Nah bagaimana supaya hati bisa lebih tenang? Baca artikel Baca Ini, Niscaya Hatimu Lebih Adem dan Tenang dari Sebelumnya.
SILAHKAN PILIH MANA YANG MEMBUAT HATIMU LEBIH LAPANG, ADEM & TENANG
Assalamualaikum,alhamdulilah sudah setahun lebih kenal akun ustad PL dan menggunakan produknya,banyak perubahan pada diri saya gangguan ditubuh berkurang ...hati tenang apalagi tulisan" ustad yang sangat menyentuh hati ...yang sebelumnya mental saya down mulai bisa bangkit ,ternyata banyak hikmahnya dibalik ujian sihir ini meskipun belum sembuh? semoga pahala kebaikan berlimpah dan Allah mengabulkan hajat pak ustad 🤲🤲
Jawab: Waalaikumsalam wrwb. Alhamdulillah semoga hatinya semakin tenang dan lapang meskipun ujiannya seberat gunug. Karena objek dari ujian adalah hatimu, jika hatimu seluas samudera maka sebesar apapun ujiannya jadi nggak kerasa.
Makanya saya banyak menulis tema tentang qalbu atau hati dengan tujuan hatimu menjadi lebih tenang. Resikonya PASTI tema ini akan bertabrakan dengan sahabat yang selama ini mempelajari tema tentang akal. Meskipun keduanya tetap saya jelaskan yaitu memandang dengan pandangan lahir (akal) dan juga batin (hati).
Sehingga sahabat yang selama ini fokus belajar ilmu akal (fikih, tafsir, syariat dll) akan menuduh saya sesat, syirik dan atau saya sedang kerasukan jin. Tapi gpp namanya juga edukasi. Pasti banyak rintangan dan tantangan.
Contoh pandangan lahirian dan batiniah yang pasti bertabrakan begini. Coba sahabat jawab, rezeki itu dari mana? Pasti semua menajwab dari Allah khan? Padahal kalau secara pandangan lahiriah Allah nggak ngurus rezeki dan apapun. Saya dapat rezeki karena kerja dan gajian. Setelah gajian saya beli nasi padang lalu makan dan kenyang. Nggak ada andil Allah disitu.
Contoh lain jodoh siapa yang ngatur? Kalau anda menjawab Allah yang mengatur maka secara pandangan lahiriah itu salah. Saya dahulu pernah nembak cewek tapi gagal menikah. Ada juga cewek yang nembak saya tapi sayanya nggak mau. Akhirnya saya memiliki istri yang sekarang. Apakah ada andil Allah disitu? Nggak ada sama sekali.
Kalau dilihat dengan mata dan dipikirkan dengan akal maka Allah atau Tuhan itu tidak ada. Mengapa dikondisikan demikian? Supaya dengannya manusia dengan akal pikirannya mengeksplore alam semesta lalu lahirlah berbagai disiplin ilmu. Ada ilmu fisika, kimia, astronomi, kedokteran dll. Dalam ilmu ilmu tersebut tidak ada andil Tuhan sama sekali. Disisi lain ilmu ilmu itulah yang mengantarkan hatimu kepada Tuhan. Yaitu pada saat akal tak mampu lagi menterjemahkan keajaiban alam semesta lalu menyerah.
Kemudian akun saya hadir supaya saya dan anda tidak selalu menggunakan pandangan lahiriah (panca indera dan akal pikiran) dalam menyikapi kejadian dalam hal ini ujian. Karena kalau anda melihat dari sisi lahiriah saja saya jamin tidak akan sembuh selama lamanya. Sebab yang anda pandang selalu saja mahluk sebagai biang kerok penderitaanmu.
Mengapa kamu meyakini mahluk yang menyebabkan musibah dan kehancuran hidupmu? Karena faktanya memang demikian. Mata melihat, telinga mendengar dan akal menyimpulkan sebuah realitas kebenaran. Yaitu kebenaran versi akalmu dan akalku.
Oleh karena itu saya melalui akun ini mengajakmu supaya menghidupkan batin/ hati masing masing dimana pandangan hati berbeda dengan pandangan akal atau lahiriah. Kalau pandangan lahiriah melihat apa adanya, tapi pandangan batiniah melihat ada apa dibalik yang terlihat oleh mata. Pandangan lahiriah meyakini musibah disebabkan oleh mahluk lalu engkau merasa menderita, tetapi pandangan batiniah mengatakan musibah/ ujian berasal dari Allah lalu engkau merasa lebih lapang.
Sebenarnya saya sudah sangat hati hati menyampaikan sudut pandang qalbu/ batin/ hati meskipun tetap saja masih ada sahabat yang belum paham menyampaikan penolakannya. Mereka memberikan seribu dalil untuk meyakinkan semua orang bahwa apa yang saya tulis adalah sebuah kesesatan. Bagi saya tidak ada masalah karena dari awal sudah saya tulis pandangan lahiriah pasti bentrok dengan pandangan hati.
Makanya sering saya tulis, ketika membaca santapan rohani yang saya tulis pinggirkan dulu akal, hapalan dan kepintaranmu. Kalau nggak demikian pasti nggak akan masuk. Setelah selesai membaca dengan hatimu baru silahkan ambil lagi akalmu gak apa apa. Silahkan dicocokkan dengan dalil yang engkau pelajari selama ini, saya jamin seirbu persen cocok.
Sekali lagi saya sebenarnya sudah sangat hati hati didalam menyampaikan bahasa qalbu dalam hal ini tentang ujian. Biasanya saya menyampaikan beberapa bahasa sekaligus. Silahkan bahasa mana yang masuk ke hatimu lalu membuatnya lebih adem. Pakai bahasa saya yang masuk kehatimu dan skip bahasa saya yang belum anda pahami. Misalnya sbb:
1. Ujian itu dari Allah bukan dari mahluk
Jika anda nyaman dengan kalimat diatas silahkan dipakai. Asalkan hatimu nyambung lalu merasa adem. Sudah adem belum dengan bahasa diatas? Kalau belum juga adem lanjut ke bahasa berikutnya yang lebih dalam.
2. Dibalik ujian ada Allah
Artinya dibalik ujian yang menimpamu ada Allah yang sedang menguji iman dalam dadamu. Apakah wajah imanmu menghadap Allah atau menghadap mahluk? Kalau wajah imanmu menghadap mahluk pasti menderita, kalau wajah imanmu menghadap Allah pasti akan lebih lapang dari sebelumnya. Jika kalimat poin 2 bisa membuat hatimu lebih adem silahkan dipakai saja dan skip atau abaikan kalimat saya yang tidak cocok dengan hatimu. Tapi kalau kalimat diatas belum juga membuat hatimu adem lanjut kalimat berikutnya.
3. Dibalik mahluk ada Allah yang mengujimu
Artinya dibalik dukun, jin, pelaku, pasangan dll yang membuatmu marah, benci, dendam dll ada Allah yang sedang menguji imanmu. Mata lahiriah dikepalamu memang melihat mahluk, akan tetapi pandangan mata hati melihat Allah yang menggerakkan mahluk tersebut untuk mengujimu. Bisakah mahluk hidup sendiri dengan keinginan sendiri lalu bergerak sendiri? Khan tidak bisa kalau tidak dihidupkan dan digerakkan. Jika kalimat ini nyaman untuk hatimu silahkan disantap sehingga ruhmu merasa kenyang yang diindikasikan dengan hati lapang dan jiwanya tenang. Kalau belum juga tenang lanjut kalimat yang paling dalam.
4. Semua sebenarnya Allah tidak ada yang lain
Tingkat terdalam adalah hatimu meyakini sebenarnya tidak ada mahluk yang ada adalah Tuhan. Semua adalah cerita dan skenario Tuhan sendiri, tidak ada yang lain. Sehingga ketika anda melihat pelaku sihir yang sudah membuatmu menderita pada hakikatnya anda sedang melihat Allah yang sedang bercerita. PR nya adalah apakah hatimu mau memaafkan dukun, pelaku pasangan dll? Karena ketika anda mampu memaafkan mereka sejatinya anda sedang memaafkan Allah? Atau bahasa lainnya apakah hatimu mau menerima Allah dengan cara ikhlas dan ridho diperankan demikian dan demikian? Kalau anda menerima maka akan dibuka hikmahnya (termasuk jalan kesembuhannya), kalau anda belum menerima maka hikmah itu masih tertutup alias anda tetap dalam kegelapan.
Jika paragraf terakhir ini membuat hatimu merasa lapang, nyaman dan damai maka silahkan disantap. Akan tetapi jika paragraf diatas belum bisa diterima oleh hatimu silahkan santap poin 3, poin 2 atau poin pertama.
Tapi saran saya untuk awal awal santap saja dulu poin pertama yakni "ujian itu dari Allah bukan dari mahluk". Saya yakin secara teori semua orang yang lisannya mengatakan beriman akan sepakat dan tidak ada penolakan. Lama kelamaan anda akan diantarkan kepada iman di level 2 dan hatimu merasa lebih nyaman dengannya. Begitu seterusnya sampai Allah menghantarkan iman dalam hatimu pada level 4 yaitu "tidak ada tuhan atau tidak ada segala sesuatu, sebab yang ada hanya Allah sendirian". Bahasa arabnya laailaaha ilallaah.
Demikian semoga membuat hatimu lebih adem dari sebelumnya, share ya?
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar