Jangan Tuduh Orang Lain, Yang Kafir Musrik Munafik Itu Kamu

Kita ini suka latah. Menuduh orang lain sesat bidah kafir syirik dan munafik. Padahal bisa jadi kitalah yang kafir syirik. Yuk simak artikel Jangan Tuduh Orang Lain, Yang Kafir Musrik Munafik Itu Kamu. Insya Allah mencerahkan.


TERNYATA YANG KAFIR MUSYRIK MUNAFIK ITU AKU

disaat hampir nyerah, hampir putus asa, down, g berdaya, baca postingan ustadz nangis, bangkit lg, bersujud lg, ujian yg datang bertubi2 menghajar mental, menguras pikiran dan air mata, yg rasanya sulit menemukan jalan keluar. Klo g baca postingan yg menyejukkan rasa nya hampir gila, naudzubillah, longgar sejenak masalah, di hantam lg sm masalah baru, dr segala penjuru dihantam, kadang bertanya dln hati Allah kemana... sungguh melelahkan...

Jawab: Bagi sahabat yang kena sihir saya sangat mengerti sekali kondisi anda. Benar benar sangat sangat tidak mudah menjalani hidup. Ujian datang bertubi tubi seakan akan hanya menunggu waktu saja mental nggak kuat lalu game over.

Bagi sahabat yang kena sihir saya yakin anda mulai sadar sadar dan sadar banget kalau beriman kepada Allah ternyata sangat sulit. Mengimani ada Allah dibalik ujian ternyata sulit luar biasa. Karena mau tidak mau harus menghancurkan nafsu kita untuk kemudian wajah iman kita menghadap kepada Allah.

Untuk pasrah dan berserah kepada ketetapan Allah itu sulitnya cetar membahana. Jika berserah bahasa arabnya muslim, ternyata anda baru nyadar khan, untuk menjadi muslim yang sebenar benarnya butuh perjuangan yang luar biasa?.

Endingnya adalah ternyata harga surga itu sangat mahal harganya. Harus ditebus dengan kehancuran disana sini. Itupun jika kita sabar lalu berserah kepada Allah saat dihancurkan. Kalau nggak sabar, entahlah... Apakah kita layak disebut orang beriman dan berislam atau belum.

Nggak kayak saat mendengar ceramah disana sini. Dimana ustaz, ulama, kyai, gus dan habib selalu memulai ceramah dengan mengajak untuk bersykur atas nikmat iman dan islam. Katanya, "marilah kita bersyukur atas nikmat yang paling besar yaitu nikmat iman dan islam".

Kalau mendengar ceramah kayaknya mudaaah banget mendapatkan stempel iman dan islam lalu masuk surga. Hanya butuh membaca 2 kalimah syahadat lalu sholat sudah disebut orang islam yang beriman. Apalagi sering pakai gamis, jenggotnya tebal, pakai imamah dll, seakan akan merasa sudah menjadi ahli surga.

Saya dulu sebelum hidupku hancur juga menyangka demikian... Bahkan saya kadang ceramah untuk mengajak jamaah atau komunitas bisnis untuk meningkatkan iman dan islamnya dengan cara menggiatkan amal ibadah. Saya mengajak mereka untuk selalu berpegang dengan Al Qur'an dan hadits supaya tidak tesesat.

Saya serius ini.. Yakni saya merasa akan masuk surga tidak seperti orang orang kafir yaitu mereka yang diluar islam. Atau tidak seperti orang musrik yang menyembah patung. Atau tidak seperti orang munafik yang selalu berdusta dan berbohong. Atau tidak seperti mereka yang tersesat karena jauh dari Al Quran dan al hadits.

Manis sekali bibirku berkata... Dan setelah mengalami ujian sihir yang menghancurkan segala galanya barulah aku sadar sesadar sadarnya kalau...

Yang tersesat itu aku

Yang kafir itu aku

Yang musyrik itu aku

Yang munafik itu aku

Aku baru sadar kalau selama puluhan tahun sudah tertipu oleh persangkaan diriku sendiri.

Saya dulu sebelum kena sihir sering mengatakan ujian itu dari Allah dan kita harus bersabar dengannya. Nyatanya ketika rumah tanggaku kandas, ekonomi hancur, anak lumpuh, relasi menjauh, jadi gembel dan pesakitan aku meronta ronta.

Setiap hari hidupku dipenuhi dengan kemarahan, dendam, kekecewaan, kesedihan, ketakutan, kecemasan dan masih banyak lagi. Aku marah dan kecewa kepada Allah yang mengujiku. Bahkan sebenarnya aku tidak benar benar kenal sama Allah. Aku nggak tahu apa dan siapa Allah. Siapa sih Allah? Kok membiarkan orang baik sepertiku dijahati orang lain?

Kayaknya lebih tepat aku nggak kenal Allah. Yang aku tahu hidupku hancur lebur gara gara sihir. Hidupku menderita lahir dan batin gara gara dukun, pelaku sihir, pasangan, tetangga, teman, kerabat dan relasi. Dan aku tidak akan menerima selama lamanya perlakuan mereka yang sudah mer4mpas kebahagiaanku dengan k3jam. Mereka harus merasakan apa yang aku rasakan bagaimanapun caranya.

Artinya apa?

Artinya aku munafik, pembohong dan pendusta... Antara omongan dan kenyataan tidak singkron. Dulu sebelum diuji dengan musibah sering menasehati orang lain tentang kesabaran. Nyatanya aku nggak sabar sama sekali saat diberikan ujian.

Aku kafir atau tertutup mata hatinya. Yang aku lihat kehancuran hidupku gara gara orang lain. Padahal orang lain tidak memiliki kekuatan sebesar dzarah tanpa ijin Allah. Hatiku buta dari melihat Allah dibalik ujian, itulah yang disebut dengan kafir.

Aku musrik atau menduakan Allah dengan mahluk. Bukan hanya menduakan tapi mentigakan mengempatkan sampai menseribukan Allah dengan benda, materi dan mahluk. Karena saat hidupku hancur aku meyakini kehancuranku gara gara si A, B, C sampai Z. Meyakini kalau mahluk memiliki kekuatan selain Allah itulah musyrik. Dan itu aku.

Aku benar benar tersesat sangat jauh tapi tidak menyadarinya. Bahkan aku merasa sudah mendapatkan petunjuk, padahal yang sebenarnya aku sudah tersesat.

Artinya: Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. (QS Az Zukhruf: 37)

Artinya: Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS Al Baqarah: 8-9)

Dua ayat diatas cukup mewakili keadaan saya saat itu. Sebelumnya saya pikir 2 ayat itu untuk orang lain. Ternyata untuk diriku sendiri yang tersesat dan tidak beriman kepada Allah. Mak jleb rasanya.

Karena aku kafir musrik munafik akhirnya tersesat dalam alam kegelapan dan mengalami siksaan atau adz4b neraka yang menghinakan. Dan rasanya api neraka memang sangat pedih sepedih pedihnya nggak terlukiskan. Dan celakanya tidak ada jalan keluar.

Hadits yang mengatakan saat merasakan adzab neraka seakan akan mati tidak hidup juga tidak. Alias setengah mati atau setengah hidup. Ini memang sangat sangat benar. 

Gambaran dalam Al Quran dan Hadits tentang adzab neraka benar semua. Misalnya mulut terkunci alias tidak ada satupun yang percaya kalau aku sakit karena sihir. Atau gambaran neraka yaitu alas tidur dari api, tidak ada kesejukan sama sekali, minumannya n4nah mendidih, makanannya buah zakkum, terbelenggu dengan rantai, dicambuk setiap hari. Semuanya benar tetapi dalam makna kiasan atau majazi bukan makna lahiriah seperti yang kamu kira. Benar semua karena aku sudah merasakan.

Saat aku berada dikubangan lembah neraka akhirnya aku sadar kalau ternyata yang tersesat itu aku, yang kafir musrik dan munafik itu aku. Aku mengakuinya dengan pengakuan yang sebenar benarnya.

Dari kesadaran itulah aku mulai mendaki lembah neraka untuk naik sampai ke puncak. Namun ketika aku berusaha sekuat tenaga untuk naik, iblis dan setan setan berusaha keras menarik kakiku lalu terjatuh lagi. Begitu seterusnya sampai bertahun tahun...

Maknanya adalah aku berjuang keras untuk meyakini bahwa segala kehancuran hidupku adalah bagian dari ujian Allah. Setiap kali aku berjuang untuk menghadapkan wajah imanku kepada Allah para setan (dengan sihirnya) selalu menarik kakiku sehingga terjatuh lagi. Setiap kali aku berusaha menerima takdir, tiba tiba muncul pelaku sihir yang membuat ingatanku muncul kembali. Lalu marah lagi, dendam lagi, terluka lagi dan menderita lagi karena hatiku meyakini gara gara pelaku sihir hidupku hancur lebur.

Saat berusaha untuk memaafkan masa lalu tiba tiba muncul ingatan pengkhianatan pasangan, teman dan kerabat. Muncul gambaran saat fitnah datang bertubi tubi. Muncul bayangan dimana bisnisku nyaris berada dipuncak lalu tiba tiba luruh rata dengan tanah. Setelah itu jatuh kembali diriku ke dalam lembah neraka yang sangat dalam.

Jika anda ingin tahu seberapa tipis dan tajem jembatan shirotol mustaqim maka ketahuilah memang lebih tipis dari rambut dibelah tujuh dan lebih tajam dari p3dang. Sebab setiap kali aku berjuang meniti jembatan ini, para setan dari bawah selalu berhasil menarik kakiku dengan kail kail dan umpan umpan mereka. 

Dikasih satu umpan saja yakni saat anakku lumpuh gara gara sihir langsung kusambar. "Ya Allah mengapa anakku ikut merasakan kepedihan gara gara sihir ini?". Setelah umpan setan aku sambar, mereka para setan menarikku kembali jatuh ke dalam neraka kepedihan dan penderitaan. Setelah terjerembab dalam lembah neraka aku nangis lagi, teriak lagi, mel0long lagi seperti serigala malam.

Setelah muncul kesadaran bahwa anakku lumpuh karena Allah hendak menguji keimananku, aku bangkit kembali dan merangkak lagi untuk naik tebing neraka. Berkali kali terjatuh tidak menyurutkan semangatku untuk terus naik dan naik. Bertahun tahun berjuang untuk naik sampai ke puncak dengan bermandikan keringat dan d4arh. Lelah capek luar biasa.

Sampai akhirnya Allah menyalakan lentera dalam hatiku. Lalu muncullah cahaya yang terang benderang. Cayaha itulah yang menyadarkanku kalau semua ujian dan kehancuran sebenarnya hanya sandiwara alias tidak serius. Dengan cahaya itu aku melihat Allah bersembunyi dibalik mahluk untuk mengujiku. Atau bahasa lainnya Allah sedang bercanda, bermain petak umpet dengan cara bersembunyi dibalik mahluk. Ketika aku berhasil menemukanNya maka saat itu juga neraka jadi dingin.

Ketika aku paham kalau semua datang dari Allah tiba tiba kemarahan, dendam, kekecewaan dll sirna. Berganti dengan rasa bahagia karena bertemu dengan Allah dibalik mahluk dan dibalik segala galanya. 

Saat mata lahiriahku melihat pelaku sihir yang sudah menghancurkanku, tapi mata batinku melihat Allah lalu aku mengatakan, "aku memaafkanmu". Saat mata lahiriahku melihat pasangan yang pernah melukaiku, tapi mata batinku melihat Allah lalu aku berucap, "aku memaafkanmu". Aku baru paham ketika memaafkan mereka semua hakikatnya memaafkan atau menerima Allah. Ketika itulah kemarahanku sirna berganti dengan kebahagiaan.

Pada akhirnya aku paham bahwa surga itu bukanlah letak geografis. Nggak tahu nanti setelah mati surga itu seperti apa. Khan saya belum meninggal dunia. Yang jelas surga itu bisa kita rasakan sekarang. Yaitu saat diriku dan dirimu bercengkerama dan berinteraksi dengan Allah itulah surga.

Surga itu akan kita alami dan rasakan saat qalbumu hanya bersama Allah saja tidak dengan yang lain... Dan neraka akan kita alami dan rasakan saat ada tuhan tuhan selain Allah dalam hatimu.

Semoga mencerahkan, share ya?

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dahsyatnya Sholawat Bisa Hancurkan Sihir Bahkan Iblis

Sholawat itu dahsyat banget untuk hancurkan setan. Asalkan anda paham makna sholawat. SImak Dahsyatnya Sholawat Bisa Hancurkan Sihir Bahkan ...