Benarkah Ilmu Hakikat & Makrifat Sesat? Baca Biar Paham

Banyak yang menganggap ilmu makrifat adalah ilmu sesat, ilmu dukun dan semacamnya. Artinya anda nggak paham. Yuk simak penjelasan Benarkah Ilmu Hakikat & Makrifat Sesat? Baca Biar Paham.

 

ILMU HAKIKAT MAKRIFAT PENGIKUT DAJJAL YANG MENYESATKAN???

Saya menduga mereka kumpulan pengikut Dajjal kang. Mereka bukan dukun. Tapi ahli makrifat yg ajarannya di campur aduk sama kebatinan. Makanya saya dulu keluar dari kumpulan itu. ..saya dulu sering berdebat sama ketuanya. Dia sering ngancam saya dulu untuk menghancurkan saya. Setelah keluar dari sana setelah itu perjalanan hidup saya jadi banyak hal2 yg aneh hingga akhirnya saya hancur lebur. Tidak bersisa sedikitpun. Dari pekerjaan, jabatan, rumah tangga , harta semuanya hilang dari hidup saya kang

Jawab: Banyak di media sosial sekarang ini berisi konten tentang ajaran hakikat dan makrifat. Kalau ajaran syariat dan tarekat sudah dari sejak jaman dahulu kala sudah ada. Cuma perlu dicamkan mereka yang berbicara syariat belum tentu sudah syariat. Pun mereka yang banyak bicara hakikat makrifat belum tentu sudah makrifat. Sebab hakikat makrifat bukan sekedar ilmu (teori) melainkan pengalaman.

Sebelum membaca artikel ini alangkah baiknya sahabat membuka hati dulu supaya dapat pencerahan. Khususnya anda yang sampai saat ini anti dengan ajaran hakikat dan makrifat yang selalu mengaitkan dengan sufi atau tasawuf. Yang dipikirannya selalu saja para sufi yang sedang menari nari sehingga menuduhnya menyesatkan.

Btw sekali lagi sebelum membaca letakkan akalmu supaya tidak ker4cunan dan menuduhku sesat. Kemudian buka hatimu niscaya anda akan kec4nduan...

Sahabat yang dirahmati Allah..

Ajaran syariat adalah ajaran tentang ilmu agama secara dzohir. Syariat secara bahasa berasal dari kata sya-ra-'a yang bermakna mengawali, memulai atau memasuki. Artinya orang orang yang ingin mengawali masuk islam harus belajar syariat dulu. Inilah awalan belajar islam. Baru awal loh ya? Baru masuk pintu gerbang, yang artinya jalannya masih sangat jauh.

Sedangkan secara pengertian syariat adalah hukum dan aturan islam. Yaitu ilmu membahas tentang rukun islam, fikih, tafsir, halal, haram dll. Contoh membahas tentang fikih sholat, hukum muamalah, hukum datang ke dukun, hukum qunut dan hukum hukum lainnya. 

Kemudian anda masuk ke tingakan selanjutnya yaitu tingkatan tarekat. Tarekat berarti jalan. Arti lainnya adalah mandzab, manhaj dan atau aliran. Semua definisi diatas artinya sama. Kita mengenal ada banyak manhaj dan madzab dalam islam misalnya 4 madzab yang terkenal di dunia yaitu madzab syafii, hanafi, hambali, maliki. Ada juga tarekat atau manhaj lain misalnya manhaj salafi, wahabi, syiah, qadariyah, murjiah dan masih banyak lagi. Diindonesia ada tarekat tapi bermadzab misalnya tarekat sattariyah, naqsyabandiyah, qadiriyah dll yang meyakini memiliki sanad keilmuwan sampai rosulullah shollallaahu alaihi wasallam.

Sahabat harus membuka hati bahwa itu semua adalah jalan (tarekat, madzab, manhaj, aliran) untuk mengenal islam lebih dalam berdasarkan penafsiran penafsiran ulama. Biasanya jalan/ tarekat/ madzab/ manhaj ini disusun oleh para ulama yang dianggap lebih mumpuni pada jamannya. Artinya tarekat ini disusun oleh manusia yakni seorang ulama yang dipercaya pada saat itu.

Yang jadi masalah adalah, karena jalan mengenal islam lebih jauh disusun oleh manusia sehingga terjadi banyak perbedaan penafsiran. Perbedaan inilah yang memicu adanya perdebatan tiada henti dimana masing masing golongan menganggap jalannyalah yang paling benar sementara yang lain sesat. Kullu hizbim bima ladayhim farihuun, masing masing golongan merasa bangga dengan alirannya. Bahkan masing masing meyakini madzab, aliran atau manhajnya yang berhak masuk surga. Mereka semua meyakini golongannya adalah 1 (ahli sunnah wal jamaah) yang masuk surga diantara 73 golongan dalam islam yang sesat dan masuk neraka.

Dan kebanyakan umat islam berhenti sebatas ini. Yaitu berhenti belajar lebih jauh alias hanya bermanhaj atau bermadzab tertentu saja. Sebab mereka takut dibilang sesat atau mungkin belum waktunya untuk memahami. Mereka tidak mau belajar hakikat dan makrifat. Padahal takut atau tidak takut, sesat atau tidak sesat lama kelamaan otomatis mereka akan berjalan ke arah ini baik sadar atau tidak sadar. Dan ini adalah sesuatu yang pasti...

Misalnya seiring waktu mereka diberikan ujian yang berat oleh Allah. Lalu dengannya ia berjuang keras untuk bersabar menghadapi musibah. "sabar ketika ditimpa musibah" ini sadar nggak sadar, suka nggak suka sudah masuk ke ranah hakikat. Yaitu ada hakikat apa dibalik ujian, atau ada pesan apa, ada tanda apa, ada hikmah apa dibalik ujian.

Artinya ajaran hakikat adalah ilmu hati. Bahasa kerennya tazkiyatun nafs. Manajemen hati atau tazkiyatun nafs atau ajaran hakikat sama saja hanya beda istilah. Beda istilah ini yang kadang membuat satu sama lain bertengkar, membenarkan istilahnya sendiri dan menyesatkan satu sama lain. Berdebat sampai ngotot hanya membahas tentang istilah atau definisi.

Ajaran hakikat adalah ilmu hati, yaitu melihat dengan hati. Atau melihat sesuatu yang tidak bisa terlihat oleh mata. Misalnya anda kehilangan duit 10 juta, secara lahiriah anda akan marah dan sedih. Namun ketika anda mencoba melihat dengan mata hati maka pelan pelan kesedihan itu akan mereda berganti dengan kesabaran dan keikhlasan. Mengapa demikian? Sebab anda mulai meyakini bahwa dibalik kehilangan 10 juta ada Allah yang sedang menguji imanmu.

Artinya ajaran hakikat adalah ajaran untuk memperbaiki kharakter. Yaitu membuang kharakter atau sifat sifat negatif dalam hati berbentuk penyakit hati untuk kemudian mengisinya dengan sifat sifat yang terpuji. Misalnya membuang kemarahan karena ujian kehilangan dan menggantinya dengan keikhlasan. Ikhlas karena "hakikatnya Allah yang ngambil". Ketika anda belajar ikhlas sebenarnya pada saat itu suka tidak suka anda sedang belajar ilmu hakikat. Yaitu "hakikat Allah dibalik ujian".

Kesimpulannya ajaran hakikat mendidik kita untuk beriman kepada Allah dibalik segala ujian dan musibah yang kita hadapi. Dampak atau buah dari iman kepada Allah adalah munculnya tunas tunas kharakter yang terpuji. Sedangkan karakter yang terpuji sebagai buah dari iman kepada Allah disebut dengan taqwa. Sehingga tujuan dari belajar hakikat adalah taqwa.

Ketika hatimu sudah taqwa maka otomatis akan lanjut ke tingkatan berikutnya. Tingkatan berikutnya adalah makrifat. Bahasa indonesianya adalah mengenal atau menyaksikan. Sehingga ajaran makrifat bertujuan untuk mengenal Allah dibalik segala galanya, dengan pengenalan yang sebenar benarnya. Artinya bukan hanya kenal lafadz Allah saja melainkan yang punya nama/ lafadz.

Contoh sahabat yang kena sihir. Percaya kepada saya bahwa ending dari hikmah dibalik ujian sihir adalah anda akan dihantarkan sampai maqom ini, yaitu makrifat atau mengenal Allah. Awal awal kena sihir pasti anda marah dan dendam, lalu lama kelamaan mulai meyakini bahwa dibalik ujian sihir ada Allah yang mengijinkan. Ketika itulah pelan pelan anda mulai bersedia untuk belajar sabar dan ikhlas karena Allah. Ketika anda belajar sabar karena Allah maka suka tidak suka pada saat itu anda sedang belajar ilmu hakikat.

Ketika anda terus belajar by pengalaman hidup bahwa dibalik dukun, jin, pelaku, pasangan dll ada Allah yang sedang mengujimu lama kelamaan qalbumu semakin tajam bercahaya. Lama kelamaan anda akan sadar bahwa dibalik dirimu sendiri juga ada Allah yang sedang mengajarkan hikmah. Sampai dititik tertentu anda akan menyadari bahwa semua adalah perbuatan Allah, tidak ada yang lain. 

Artinya ending dari ajaran makrifat adalah kesadaran diri bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Atau segala sesuatu pada hakikatnya nggak ada, yang ada hanya Allah saja. Inilah sebenarnya tingkatan ajaran tauhid paripurna yang sebenar benarnya.

Cuman sekarang ini ajaran hakikat dan makrifat banyak disalahartikan dan diselewengkan. Yaitu mereka yang mengajarkan ilmu hakikat makrifat dimana tujuannya adalah ilmu kesaktian. Bahasa lainnya adalah ilmu kebatinan. Padahal ilmu kebatinan sebenarnya adalah ilmu hakikat, yaitu membersihkan batin atau tazkiyatun nafs dari sifat sifat tercela. Lalu diselewengkan dengan mengajarkan ilmu kebatinan seperti tenaga dalam, kesaktian, pengasihan, penglarisan dll.

Mengapa praktisi kebatinan banyak yang menjurus ke ranah kesaktian? Sebab mereka pasti mengajarkan dzikir jahr dan dzikir qalbu. Padahal yang benar bukan dzikir qalbu tapi dzikir pikiran/ otak. Sebab dzikir qalbu itu tidak berhuruf dan tidak bersuara. Dzikir qalbu itu dalam bentuk iman/ keyakinan. Bahasa hakikatnya adalah dzikir sirrul asror.

Mereka mengajarakan dzikir (mantra) yang dibaca ribuan kali sehari nanti dapat keutamaan begini dan begitu. Misalnya baca dzikir Yaa Qowiyyu ribuan kali selama sekian hari nanti akan jadi kuat sekuat macan. Atau dzikir Yaa Mughny nanti akan kaya raya. Dan memang kenyataannya mereka akan kaya, sakti, dihormati, dimuliakan dll. Mengapa demikian? Wah panjang ceritanya, nanti kapan kapan dibahas tema ini lebih detail di artikel lain.

Intinya Ketika mereka melakukan dzikir seperti demikian pada satu titik akan masuk ke alam mukasyafah atau alam gaib. Apakah saat dzikir anda punya niat keduaniaan ataupun lillahi ta'ala maka pada satu titik tetap akan masuk alam ghaib. Entah itu alam jin, setan, iblis, alam arwah, alam surga, neraka, lauh mahfudz dll. 

Mereka yang berdzikir dengan niat keduaniaan biasanya akan masuk ke alam jin setan yang penuh tipu daya. Mengapa demikian? Sebab hanya setanlah yang akan mengabulkan hajat dari hawa nafsumu. Anda bisa saja masuk ke alam yang indah mempesona lalu ketemu dengan sosok mahluk atau ulama yang selama ini anda kagumi. Lalu ulama tersebut memberikan penawaran yang pasti menggoda hawa nafsumu. Misalnya menawarkan kesaktian, kekayaan, pengasihan dll berbingkai satu kata yaitu karomah.

Karena dari awal niat anda keduniaan pasti akan tergoda dan langsung mengiyakan. Saat mengiyakan itulah "cliiing" langsung terjadi kerjasama dengan setan tanpa anda sadari. Kata "YA" saat anda masuk alam kasyaf adalah legitimasi yang sangat sulit dirubah. Kata "YA" artinya simbol keyakinan bahwa saat itu anda beriman kepada mahluk di alam kasyaf/ gaib bukan beriman kepada Allah. Dan iman/ keyakinan yang anda ucapkan di alam energi (alam jin) akan menjadi nyata.

Celakanya ketika praktisi masuk alam mukasyafah/ alam ghaib lalu ketemu syeikh, nabi, atau alam yang indah mempesona dianggapnya sudah makrifat. Padahal itu hanya tipu tipu dari bangsa jin saja. Dianggapnya sudah makrifat atau kenal Allah padahal salah besar dan sangat fatal. Mereka tidak makrifat atau beriman kepada Allah melainkan beriman kepada jin yang menjanjikan karomah. Inilah jeratan iblis yang sukses menjebak banyak manusia serakah.

Lebih celaka lagi sosok praktisi yang bisa masuk alam gaib, rogo sukmo lalu dapat karomah atau kesaktian, banyak dipuja puja oleh kebanyakan orang awam dan menganggap mereka adalah wali Allah. Apalagi dengan karomahnya tersebut si praktisi bisa menyembuhkan orang, menerawang, membaca kata hati orang, menemukan barang hilang, bahkan mampu mencelakakan orang jarak jauh. Lalu banyak umat yang awam yang sama sama serakah keduniaan berguru kepadanya dan menyebutnya sebagai mursyid. Ini kacau... 

Padahal yang dilakukan oleh praktisi tidak ada bedanya dengan dukun yang bermain sihir. Praktisi bisa menyembuhkan orang karena dibantu jin. Praktisi bisa membantu cari jodoh (pelet), menundukkan orang, mencelakakan orang (santet) semua dibantu jin tapi mereka nggak sadar. Yang mereka yakini pada saat itu memiliki maunah atau linuwih hasil dari tirakat yang mereka jalankan.

Merekalah sebenarnya yang merusak wajah islam dengan ilmu kesaktiannya. Semakin seseorang merasa sakti semakin ia merusak wajah islam. Sebab semakin islami seseorang maka dirinya merasa semakin hina dan rendah dihadapan Allah. Semakin makrifat seseorang maka semakin lemah dihadapan Allah. Sebab seseorang yang sudah makifat hanya meyakini Allah saja yang sakti, yang lainnya adalah hina, lemah, rendah dan fana.

Lalu ketika ajaran orang sakti dan punya karomah tersebut dibungkus dengan ilmu hakikat makrifat membuat ilmu ini menjadi ternoda. Sehingga banyak orang yang ketika mendengar ilmu hakikat, makrifat, tasawuf dan semacamnya langsung antipati seraya menyakini ini ajaran sesat dan syirik.

Padahal percayalah suatu saat nanti anda akan setuju denganku bahwa cepat atau lambat takdir akan mengarahkanmu kepada ajran hakikat dan makrifat yang sejati. Suatu saat nanti ketika giliranmu diuji keimananmu dengan berbagai musibah silih berganti akan mengantarkanmu kepada ilmu hakikat. Yaitu hatimu akan dihantarkan untuk meyakini bahwa dibalik musibah ada Allah. Lalu yang pada awalnya marah dan berontak pelan pelan bisa lebih ikhlas dan sabar. Hati yang sedang belajar menerima takdir inilah maqom hakikat. Yaitu maqom hati yang sedang belajar beriman kepada Allah dibalik taqdir.

Saya pernah cerita saat kena sihir dimana menjadi asbab kehancuran disana sini lalu saya membuang semua kitab yang saya miliki karena menganggap kitab itu nggak berguna. Dibilang nggak berguna dikarenakan selama puluhan tahun belajar syariat nyatanya tetap saja hati diliputi kemarahan, kesedihan, dendam, kekecewaan dll. Seharusnya khan kalau sudah belajar ilmu syariat agama, ujian apapun akan diterima dengan sabar, nyatanya tidak demikian. Atau seharunya khan kalau sudah sholeh sebab menjalankan syariat dengan sempurna tidak perlu dikasih ujian/ musibah, malah seharusnya diberikan berbagai nikmat dan karunia, nyatanya tidak demikian.

Makanya pada saat itu semua buku agama dan kitab karangan berbagai ulama yang saya buang (bagikan gratis) karena saya menganggap ilmu syariat nggak ada gunanya. Sebenarnya bukan nggak ada gunanya, tapi saya aja yang belum paham, belum ngerti. Ketika mulai paham barulah saya mengerti bahwa antara syariat dan hakikat tidak bisa dipisahkan. Semenjak itulah sholat dan ibadah kami rasanya jadi lebih berkesan. Karena ibadah menggunakan hati adalah ibadah yang bernyawa.

Sekali lagi saya katakan, mungkin saat ini kamu antipati dengan istilah syariat dan hakikat, itu terserah anda. Namun suatu saat nanti anda akan sepakat denganku bahwa kita semua akan dihantarkan kepada hakikat sampai makrifat. Maqom hakikat akan anda jalani ketika ucapan "beriman" saat disyariat diuji dengan musibah yang nyata.

Setelah lulus dimaqom hakikat anda pasti akan dihantarkan kepada maqom makrifat. Maqom makrifat adalah maqom mengenal, menyaksikan atau syahadat. Yaitu menyaksikan "laailaha ilallah". Dimaqom ini mahluk, anda dan alam semesta sudah tiada, yang ada hanya Allah.

Kesimpulannya adalah, saya dan anda sedang berjalan. Ada yang baru satu langkah, ada yang 100 langkah bahkan ada yang sudah sangat jauh. Ada yang berjalan sampai syariat, tarekat, hakikat dan ada yang sudah makrifat. Makanya banyak perdebatan biasanya antar mereka yang sama sama belum jauh jalannya. Kalau sudah jauh saya jamin sudah males berdebat. 

Berjalan kemanakah gerangan? Berjalan menuju Allah. Bahasa arabnya innalillahi wa inna ilaihi roojiuun. Kita ini berasal dari Allah dan akan berjalan kembali kepada Allah jua.

Begitu kira kira, semoga mencerahkan. Share ya?

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

13 Rekomendasi Peruqyah Syarie Seluruh Indonesia

Anda mau diruqyah onlien maupun offline? Coba hubungi salah satu nomor peruqyah ini. Berikut ini 13 Rekomendasi Peruqyah Syarie Seluruh Indo...