Hanya remnd aja, hapalanmu ayat sucimu, haditsmu, ceramahmu dll nggak berguna di akherat nanti. Yang berguna iman dalam dadamu. Simak artikel Di Akherat Tidak Berguna Hapalanmu yang Berlaku Iman dalam Hati.
MAU KEC4NDUAN LAGI? BACA INI. DIAKHERAT NANTI, HATIMU AMBIL ALIH KEPALAMU
Kmren sy kena tipu lebih dr 10jt via chat wa dr awal gak ada perasaan curiga karena profil nya foto teman dan lama gak ketemu, singkat cerita sy kena tipu dan dalam hati sy alhamdulillah gak Ada rasa sesak sakit dongkol karena sy selalu ingat naséhat dr ustadz bahwa di setiap kejadian apapun jgn pernah melihat makhluk tp lihat lah di balik makhluk itu Ada Allah...
Namun istri sy hampir pingsan mendengar kabar sy kena tipu 10jt lebih dada nya sesak sakit dongkol bercampur aduk, sy tetap tenang dan menasehati istri bahwa ini semua adalah kehendak allah tdk perlu di sesali . Alhamdulillah istri sy sedikit lebih tenang meskipun masih Ada gejolak di hati nya... Terima ustadz yg selama ini membimbing kami dgn sabar telaten, semoga Allah membalas semua kebaikan ustadz di beri umur panjang yg barokah dan keluarga nya jd keluarga yg sakinah mawaddah warohmah aamiiin.
Jawab: Tulisan ini adalah santapan rohani ya? Kalau anda kuat silahkan lanjutkan, kalau nggak kuat silahkan skip aja. Sebab pasti akan ada tulisan yang membuatmu ketampar makjleb lalu kamu marah marah ke saya... Marah marahnya sambil bawa bawa dalil lagi...
Tapi kalau kamu kuat membaca tulisan ini saya yakin kamu pasti akan berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Mentalmu akan lebih kuat, saya berani jamin...
Sahabat waspadalah modus penipu4n itu beragam dan canggih canggih. Misalnya seperti kasus diatas hanya karena menggunakan foto profil teman lama, lalu kita terpedaya. So apapun itu kalau ujung ujungnya minta transfer anda harus waspada.
Termasuk sahabat yang pesan herbal dan minyak ruqyah klinik pendekar langit juga rawan ditipu oknum yang tidak bertanggung jawab. Mereka WA dengan mengatakan paketnya refund, alias dana mau dikembalikan. Lalu mereka menyodorkan kode QRIS. Ketika anda scan uang anda akan kesedot. Sekali lagi waspadalah...
Artinya yang pertama harus jeli, harus waspada. Jangan sampai anda terkecoh. Apalagi penipu4n yang berkedok nafsu, misalnya dapat hadiah 50 juta. Supaya duitnya cair harus bayar pajak dulu 1 juta. Karena anda ngikuti nafsu, yang 1 juta hilang yang 50 juta hanya khayalan. Nyesek jadinya khan?
Yang kedua kalau sudah hilang ya sudah, mau diapakan lagi. Namanya apes.. Dongkol sih sangat dongkol. Tapi apa mau dikata? Yang penting ke depan jadikan sebagai sebuah pelajaran yang berharga supaya tidak mudah kejebak modus penipu4n lagi.
Yang ketiga ketika sudah masuk wilayah hati mau tidak mau anda harus belajar melepaskan atau mengikhlaskan. Mengapa demikian? Karena kalau sudah masuk ke hati maka sebenarnya yang ngambil duit 10 juta itu bukan penipu, akan tetapi Allah. Tujuannya untuk mengujimu apakah engkau bersandar kepada Allah atau bersandar kepada duit.
Sahabat diatas sedang belajar hanya bersandar kepada Allah, saya apresiasi itu, meskipun prosesnya mengharu biru. Percayalah bertuhan Allah itu tidak semudah orang bicara, sebab besar banget perjuanganya. Karena lawannya adalah diri sendiri. Lawannya adalah nafsu atau ego kita sendiri.
Sahabat diatas berusaha ikhlas, sementara istrinya masih kuat sandarannya kepada duit. Makanya shock dan nyaris pingsan. Oleh karena itu sebagai kepala keluarga, istrinya harus sering sering dikasih pencerahan. Atau sebaliknya.
Kalau sahabat diatas hilang 10 juta. Kalau saya dulu hilang 1 milyard. Bayangin aja betapa hancur hatiku. Bayangan free financial tiba tiba musnah gara gara sihir. Tapi justru dari kehilangan dan kehancuran yang saya alami, menjadi sebab saya memahami sesuatu yang orang lain belum pahami. Kepahaman inilah yang hendak saya share kepada anda semua, supaya ketika mendapatkan giliran diuji bisa lebih sabar.
Sahabat diatas perlu dicontoh bagaimana belajar hatinya bersandar hanya kepada Allah. Nggak seperti kamu, sandaranya duiiit mulu.. Duit dijadikan tuhan selain Allah. Makanya hidupmu nggak ada tenang tenangnya. Kaya enggak, stress iya. Pusing harus nanggung cicilan sampai pensiun.
Kamu nggak usah marah marah kepadaku. Marahlah kepada dirimu sendiri yang bertuhan kepada harta benda dan dunia. Nggak usah t4mpar aku, t4mparlah pipimu sendiri. Nggak usah tersinggung kepadaku, tersinggunglah kepada dia yang sedang berdiri didepan cermin.
Kalau kamu ngalami kehilangan dan kehancuran, bahkan kehilangan sesuatu yang paling engkau cintai maka sedih, marah dan kecewa itu wajar. Tapi jangan sampai berlarut larut. Kembalilah hatimu kepada Allah, "tuubuu ilallaahi taubatan nasuuha". Artinya bukan mengucap istighfar saja, tapi tobatlah kamu karena kesedihan yang berlarut larut adalah tanda kalau kamu bertuhan kepada mahluk. Oleh karena itu tuubuu atau kembalilah bertuhan kepada Allah.
Saya berkali kali menulis berjuanglah untuk mengosongkan hatimu dari selain Allah. Mengosongkan hati dari selain Allah dalam bahasa arabnya "tauhid" atau mengesakan Allah. Bahasa kerennya, "hanya Allah dihatiku". Cuma jaman sekarang kamu dan banyak orang lainnya menyalahartikan kata tauhid. Kamu memahami tauhid dengan salah tetapi merasa benar. Lalu kamu ceramah sana sini, dipikirnya sedang menebarkan kebaikan. Padahal paradigma yang kamu sampaikan menyesatkan umat.
Sekali lagi nggak usah tersinggung kepadaku ya? Kalau sekiranya tulisan ini begitu panas diskip aja..
Banyak orang yang ceramah tentang tauhid, tetapi mereka nggak benar benar paham. Mereka mengatakan memurnikan tauhid, memerangi bid'ah, khurafat dan syirik sesuai dengan pemahamannya. Lalu supaya keren mereka mengeluarkan seribu dalil untuk meyakinkan orang lain. Dengan dalil yang seabreg abreg seakan akan belajar tauhid itu susaaaaah banget, njlimeeet banget, rumiiit banget. Hanya ahli agama yang punya banyak kitab yang bisa, orang awam seperti kita kita nggak bisa.
Padahal kalau kita bicara teori, belajar tauhid itu simpel dan mudah banget dipahami. Yaitu hatimu mengosongkan diri dari selain Allah. Hati loh ya? Hati yang dalam dada. Hatimu jangan sampai meyakini ada mahluk yang mampu memberikan manfaat dan mudharat sekecil apapun itu. Teorinya mudah banget dipahami, yang susah adalah prakteknya.
Hati itu tempat keyakinan/ iman berada. Maka hadapkan wajah imanmu hanya kepada Allah. Dan ternyata realnya hati kita seringkali menghadap kepada selain Allah. Bukan lagi menduakan Allah tapi menseribukan Allah bahkan lebih. Artinya saya dan anda sebenarnya sudah syirik dari dahulu kala. Bukan cuma saya dan anda tapi orang yang ceramah tentang tauhid ternyata juga masih banyak kesyirikan dalam hatinya.
Jangan tersinggung dulu... Kalau anda nggak percaya mari kita kupas....
Selama ini kamu meyakini nasi bisa mengenyangkan, air bisa menghilangkan haus, kalau kerja dapat gaji/ rezeki, kalau ruqyah bisa sembuh. Betul? Kita sering mengatakan "gara gara kamu", "kalau tidak karena aku mereka akan gagal". Betul? Kalau keyakinan itu masuk ke hati itu sudah syirik. Sebab menduakan Allah. Meyakini bukan Allah yang mengenyangkan, yang kasih rezeki, yang menyembuhkan dll.
"Saya nggak syirik kok ust, saya bertauhid, tuhan saya hanya Allah". Mosok? Kalau begitu mari kita buktikan ucapanmu yang seringkali nggombal. Ucapan kita yang mengatakan "beriman kepada Allah" padahal aslinya menipu Allah dan orang orang beriman. Padahal hakikatnya mereka hanya menipu dirinya sendiri.
Saya dulu sangat tertampar dengan ayat ini. Artinya: Di antara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah dan hari Akhir,” padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang mukmin. Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari. (QS Al Baqarah: 8-9)
Yuk kita buktikan. Kalau anda kehilangan 10 juta karena ditipu orang sedih nggak? Sedihnya berapa lama? Kalau anak anda kecelakaan sedih nggak? Kalau anda dihina dan direndahkan marah tidak? Marahnya berapa lama? Kalau teman anda menusuk dari belakang kecewa nggak? Kecewanya berapa lama?
Kalau saya dan anda marah sedih dan kecewa saat kehilangan sesuatu artinya kamu nggak beriman kepada Allah. Kamu masih menganggap sesuatu itu menjadi tuhan dalam hatimu. Kalau setiap ketemu orang yang sudah jahat kepada keluargamu, lalu kamu masih memendam amarah maka hatimu masih melihat mahluk bukan Allah. Imanmu masih kepada mahluk bukan kepada Allah.
Dari contoh diatas saya yakin anda mulai mengakui dengan jujur kalau ternyata saya dan anda masih ada kesyirikan dalam hatinya. Lebih baik mengakui dengan sadar supaya ke depan ada hidayah dan petunjuk yang masuk. jangan keras kepala lagi. Dan nggak usah memberiku dalil lagi untuk pembenaran.
"Memang nggak boleh marah atau kecewa kepada orang yang sudah sangat jahat kepada kita ust?". Jawabannya boleh boleh saja karena kita hanya manusia yang lemah. Saya juga masih di tingkatan ini kok? Masih bisa marah dan kecewa. Tetapi jangan lama lama, langsung tuubuu atau kembali menatap Allah dibalik segala galanya. Kalau kelamaan sedih nanti jadi luka batin. Kalau luka batinnya dibiarkan jadi trauma. Kalau sudah trauma akan sulit sekali sembuh.
Bahkan trauma berkepanjangan bisa membuat jasadmu hancur. Trauma berkepanjangan bisa memicu berbagai penyakit kronis seperti kangker, tumor, asam lambung, stroke, hipertensi dll. Pertanyaannya jika kamu terserang kangker stadium 4 karena pemicunya trauma siapa yang salah? Pasti dan selalu saja anda menyalahkan orang lain khan? Anda nyalahin orang orang di masa lalu yang menyebabkan kondisi anda seperti ini.
Sampai kapan anda nyalahin orang lain? Kapan anda mau nyalahin diri sendiri? Yaitu dirimu sendiri yang memiliki hati yang gelap dari melihat Allah. Kapan kamu nyalahin diri sendiri yang mana dalam hatimu buanyak tuhan tuhan lain selain Allah. Kapaaan???
"Saya sakit hati ust.. Mereka sangat jahat. Ya Allah, sampai sampai saya kena stroke gara gara selalu teringat trauma masa lalu. Ya sudah silahkan saja mereka bersenang senang smentara. Hukum karma pasti berlaku. Pasti akan saya tuntut di pengadilan akherat kelak. Saya akan tuntut mereka dihadapan Allah. Mereka pasti akan masuk neraka jahanam disebabkan kejahatannya".
Jawaban diatas nampak masuk akal sekali. Dan orang orang yang punya akal pasti akan setuju, apalagi membawa nama dalil agama dan Tuhan dalam ucapannya. Ucapan yang masuk akal tapi sama sekali tidak masuk hati. Karena hati mengatakan, "sia sia membawa dendam dihadapan Tuhan". Kalau kamu membawa dendam dan kemarahan dihadapan Allah, maka Allah akan murka kepadamu. Mengapa demikian? Sebab kamu murka ketika Allah mengujimu saat di dunia. Jlebbb...
Bicara tentang akal atau isi kepala akan menjadi tema yang sangat menarik. Next kapan kapan dibahas dengan lebih detail. Mengapa menarik? Sebab kebanyakan orang menyangka ilmu dan kecerdasan akal yang akan menyelamatkanmu diakherat kelak. Kalau hapal Al Quran, hapal hadits, banyak ngisi ceramah, dll maka akan masuk surga. Ini mungkin betul dengan syarat dan ketentuan, tapi dalam banyak hal malah menyesatkan.
Mengapa demikian? Sebab yang dibawa ke akherat bukan isi kepalamu tapi isi hatimu. Yang dibawa diakherat bukan kecerdasan dan kefasihanmu tapi iman dalam dadamu. Akal itu digunakan untuk mengurus dunia bukan mengurus akherat. Sehingga saat meninggal dunia, akalmu juga akan meninggal. camkan baik baik...
Saat diakherat isi kepalamu akan hilang. Kecerdasan, hapalan, kefasihan dll akan sirna berganti dengan isi hati. Artinya saat diakherat nanti kep4lamu akan diganti dengan hatimu. Sementara hatimu akan diganti dengan ruhmu. Kalau hatimu gelap saat di dunia maka lebih gelap lagi saat diakherat. Sebaliknya kalau hatimu terang saat di dunia maka diakherat lebih terang lagi. Karena sekali lagi diakherat itu memandangnya dengan hati (iman).
Sebagai contoh saya mau berikan sebuah gambaran. Bayangkan saya dan anda meninggal dunia lalu pindah alam barzakh. Saat di alam barzakh anda melihat ular mengerikan sebesar pohon kelapa yang siap mel4hapmu. Apa reaksimu saat itu? Ketahuilah reaksimu saat itu tergantung iman dalam hatimu saat di dunia. Sebab saat itu anda hanya diperbolehkan memandang dengan mata hati.
Jika saat di dunia anda meyakini, "gara gara p3nipu uangku 10 juta raib". Atau "gara gara dukun hidupku hancur lebur". Maka saat dialam barzakh saat kamu lihat ada ular mengerikan saya jamin anda akan lari terbirit birit ketakutan setengah mati. Sayangnya meskipun kamu berlari sejauh apapun ular itu tetap mengejar lalu mel4hapmu. Mengapa demikian? Sebab anda meyakini itu ular yang akan mencelakakanmu.
Beda halnya jika saya dan anda saat di dunia hatinya beriman kepada Allah. Meyakini bahwa Allah mengambil darimu 10 juta untuk mengujimu. Yaitu menguji imanmu apakah percaya (beriman) kepada mahluk atau kepada Allah?. Lalu saat itu hatimu mengatakan, "yang mengambil uangku 10 juta adalah Allah, karena Allah yang ngambil aku ikhlas. Lagian mana berani aku marah sama Allah?". Nah ini disebut pandangan tauhid.
Sehingga saat di alam barzakh anda melihat ular mengerikan sebesar pohon kelapa yang anda pandang dibalik ular itu ada Allah yang menggerakkan. Mengapa anda memandang Allah? Sebab saat itu yang memandang adalah mata hati yang bercahaya. Dengan itulah anda tetap merasa tenang meskipun ular itu siap menerkam. Dan percayalah ketika anda terus bersama Allah, maka ular itu tidak akan pernah bisa mencelakakanmu. Mana ada mahluk yang bisa mencelakakan insan yang hatinya hanya ada Allah? Bisa saja ular itu tiba tiba mel3dak.
Sahabat yang dirahmati Allah...
Saya menulis ini dan tulisan lain seputar keimanan tdak hendak menyinggungmu atau menamparmu. Enggak kok. Meskipun jika tertampar gpp. Justru saya menulis ini akrena betapa sayangnya aku padamu sehingga ingin mengajak diri sendiri dan anda semua untuk menghidupkan hati yang selama ini gelap dan buta, tapi nggak nyadar juga. Gelap dan buta dari melihat Allah dibalik segala galanya. Gelap dan buta dari melihat Allah yang meliputi segala sesuatu. Sadarlah...
Oleh karena itu berjuanglah untuk membuang segala penyakit hati sebagai dampak qalbu yang gelap. Berjuanglah untuk membuang kemarahan, dendam, kesedihan, kekecewaan, kesombongan, keangkuhan dll. Karena hati yang marah sudah jelas sekali menjadi tanda kalau kita masih menduakan Allah alias syirik. Hati yang kecewa sudah jelas jadi penanda kalau saya dan anda masih bersandar dan berharap kepada mahluk. Akui ini...
Lalu isi hatimu dengan kesabaran, keikhlasan, ketulusan dan kasih sayang. Tetaplah kondisikan hatimu dalam frekuensi sabar, ikhlas dan ridho meskipun keadaan diluar sana sedang terjadi kehancuran. Mengapa ikhlas dan ridho? Karena anda tidak tertipu dengan penampakan mahluk. Yang anda lihat ada Allah yang sedang menguji imanmu.
Ketika anda sudah di maqom ini percayalah ada satu yang sangat anda rindukan, yaitu "kematian". Karena m4ti sebenarnya lahir kembali. M4ti adalah momen bertemu dengan Sang Kekasih. Saat itu sudah tidak akan ada lagi penderitaan, sebab yang ada hanya kebahagiaan abadi selama lamanya.
Demikian semoga mencerahkan, share ya?
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar