Melihat Alam Akheratmu Sekarang Saat di Dunia

Bisakah pergi ke akherat sekarang saat di dunia? Ternyata bisa. Anda bisa melongok alam akheratmu sekarang. Simak Melihat Alam Akheratmu Sekarang Saat di Dunia.

 

MENENGOK AKHERAT, JANGAN DIBACA BISA MEMBUATMU KER4CUNAN

Nah iya ustad ada jin yg susah keluar. Musti dengan cahaya iman. Itu gimana ya ustad. Sy jg ngerasain jin nya level2an. Kl yg kecil2 gampang keluarnya

Jawab: Aku pernah baca ayat ruqyah berjam jam, tapi tidak jinnya tidak kunjung keluar. Dilain waktu aku pernah baca satu ayat ruqyah saja. Lalu muntah muntah. Tidak lama setelah itu pelaku sihirnya sakit dirawat. Wajahnya pucat pasi, menandakan kelemahan yang besar.

Aku tahu kamu pasti kepo.. Ayat apa sih? 

Itulah kamu yang fokus pada ayat apa. Ayat apa itu nggak penting. Karena saya tidak hendak menjelaskan ayat apa yang dibaca. Tetapi bagaimana kesadaranku saat aku membacanya.

Sahabat sekarang sudah malam, istirahat saja. Jangan baca tulisan ini nanti kepikiran. Bisa bisa anda tidak tidur. Sebab tulisan ini mengandung candu disatu sisi dan r4cun disisi lainnya.

Tapi jika kamu mau membacanya silahkan saja. Saya tidak tanggung jawab kalau kamu ker4cunan. Kamu pasti ker4cunan jika kesadaranmu belum sampai. Bahkan bisa kesurupan lalu menghujat saya.

Sahabat...

Saat itu aku membaca Al Quran. Sedangkan Al Quran adalah kalam Allah atau kata kata Allah atau kalimat Allah. Kalam Allah tidak seperti kata kata manusia. Sebab kalam Allah adalah cerita realitas taqdir.

Kalam Allah adalah pengalamanmu... 

Sudah berapa tahun kamu kena sihir? bagaimana rasanya? Pedih khan?

Bertahun tahun penderitaanmu hanya beberapa kata dalam Al Quran, "walil kaafiriina adzaabun aliim". Dan untuk orang kafir adzab yang pedih.

Tuh khan? Kamu mulai keracunan khan? Sudah aku bilang tidak usah baca tulisan ini, nanti kamu kerasukan dan ker4cunan. So skip sekarang dan tidur saja.

Firman Allah itu realitas abadi. Untuk dirimu bisa setahun dua tahun puluhan tahun sampai abadi selama lamanya. Mungkin kamu kena adzab neraka karena kekafiranmu selama 10 tahun. Kalau Allah menghendaki engkau akan keluar dari neraka. Lalu masuk surga.

Tapi selain dirimu ada jutaan manusia yang sedang mengalami adzab yang pedih. Artinya kalam Allah itu akan selalu terjadi. Selama lamanya.

Aku yakin engkau akan menampar pipiku keras keras karena disangka aku menuduhmu kafir. Bahkan bisa saja engkau menghunus p3dang sambil memekik takbir. Tenaaang. Enggak kok. Aku nggak menuduh. Orang aku cerita diriku sendiri.

Ketika aku mengalami penderitaan bertahun tahun karena sihir, ini sama artinya aku sedang kena adzab. Khan jelas jelas aku yang menderita. Aku menderita, karena aku kafir.

Nggak seperti kamu yang islam kaffah. Meskipun engkau kena sihir lalu hidupmu hancur lebur kamu tetap bahagia. Meskipun rumah tanggamu kandas, anakmu lumpuh, bisnismu bangkrut, harga dirimu diinjak injak engkau tetap ikhlas dan ridho. Nggak seperti aku yang berontak. Ya khan?

Mungkin hanya aku yang menderita setiap hari. Mungkin... Hari hari  aku berteman dengan kemarahan, kesedihan dan kekecwaan. Bahkan aku sempat ingin m4ti saja karena saking nggak kuatnya.

Penderitaan bertahun tahun yang aku alami sebenarnya bentuk nyata dari firman Allah diatas. "Karena kamu kafir maka kamu akan merasakan adz4b yang pedih". Kata kata ini mendenging keras sekali dalam hatiku.

Lalu aku (seolah olah/ seakan akan) terbang melesat cepat masuk ke dalam hatiku sendiri lalu melihat betapa api berwarna hitam mengepung dari segala penjuru. Panaaasss tak tertahankan. Aku melihat didalamnya banyak sekali iblis, setan, ular, kalajengking, buaya, macan dll. Mereka ikut menyiks4 manusia manusia kafir didalamnya. Dan saat aku lihat wajah manusia yang disiks4, ternyata itu semua adalah diriku sendiri.

Aku sangat kaget sekali karena didalam hatiku yang gelap ada sosok sosok yang sangat aku kenal ikut meng4dzab. Ada sahabatku yang menusuk dari belakang, ada anak dan istriku yang mengecewakanku, ada teman dan relasi yang menjauhiku, ada kerabat yang menyalahkanku. Dan aku shock berat, sebab ada kedua orang tuaku ikut menyiks4ku.

Aku sampai tidak kuat melihat pemandangan ini, lalu buru buru keluar dari dalam hatiku sendiri yang sedang terb4kar. Setelah pulih kesadaranku, nafasku tersengal sengal. Ngap ngapan. Kenapa bisa terjadi demikian?

Lalu ada suara yang memekakkan telinga, "karena kamu kafir dari Tuhanmu"

Loh kok bisa? Bukankah sholat wajib tak pernah kutinggalkan? Bukankah aku ngaji setiap hari? Bukankah aku menjalankan sunnah nabi? Nggakk... Aku nggak kafir.. Aku islam yang taat. Aku orang suci. Aku calon penghuni surga.

Bertahun tahun aku terngiang ngiang dengan suara yang memekakkan telinga. Aku merenung, muhasabah diri. Jangan jangan benar aku kafir, makanya masuk neraka?

Bukankah kalau orang muslim yang bertuhan Allah, laailaha ilallah pasti masuk surga? Tapi kok aku melihat dalam hatiku sendiri benar benar seperti neraka?

"Aaah neraka khan nanti, surga juga nanti. Aku khan sholat, pasti nanti masuk surga, tapi nanti diakherat".

Nanti... Nanti... diakherat? akherat yang mana? Dan kenapa harus nanti? Nanti itu kapan?

Jangan jangan diakherat sama saja, yaitu merasakan neraka sebagaimana sekarng ini? Jangan jangan masuk surganya nanti, sementara kata nanti sebenarnya nggak ada. Artinya aku nggak akan masuk surga. Karena meyakini masuknya nanti.

Pusing rasanya. Pening. Kepalaku seakan akan mau p3cah. Jika kamu merasakan hal yang sama yaitu pening kepala lebih baik tidur saja sana.

Tapi... Realitanya saat aku (seakan akan) mikraj kedalam hatiku sendiri aku melihat gambaran neraka yang benar benar nyata. Aku melihat diriku sendiri disiksa oleh diriku sendiri. Oleh mahluk mahluk menyeramkan. Bahkan oleh orang orang yang aku kenal dekat?

Apakah sebenarnya saat itu aku sedang mengunjungi akheratku sendiri? Dan celakanya akheratku benar benar menger1kan.

Aku terperanjat.. Bergetar lututku lalu terjatuh. Aku baru sadar bahwa akheratku ada dalam hatiku sendiri. Aku ketakutan dalam keng3rian yang dahsyat, sebab melihat bagaimana gambaran akheratku kelak.

Berarti benar suara yang memekakkan telinga, "karena kamu kafir (ketutup) makanya masuk neraka". Ya benar, akhirnya aku mengakui aku kafir. Hatiku ketutup, tercover, terkafir... Sebab aku melihat pintu hatiku benar benar tertutup rapat.

Seperti berada di kuali yang sedang dib4kar. Diatas kuali ada penutupnya. Selama penutup itu belum dibuka maka aku tidak akan pernah bisa keluar selama lamanya.

Aku semakin terhenyak karena setelah berjalan sekian tahun lamanya akhirnya paham dan sadar sesadar sadarnya. Aku sadar telah meyakini sesuatu yang salah besar. Aku meyakini mahluk memiliki kekuatan selain Allah. Aku meyakini mahluk yang menghancurkanku.

Pantesan saat (seakan akan) mikroj ke dalam hatiku sendiri aku melihat wajah dukun dan pelaku sedang menyiks4ku dengan s4dis. Sebab aku meyakini mereka memiliki kekuatan untuk menghancurkanku. Ternyata keyakinan itu menjadi nyata di alam akherat.

Pantesan aku melihat banyak setan, iblis dan siluman mulai dari ular, kalajengking, buaya, pocong, wowo, kunti dll ikut mencabik cabik lalu memakan tubuhku. karena aku meyakini mereka memiliki kekuatan selain Allah. Dan keyakinan itu menjadi nyata di alam akheratku sendiri.

Pantesan aku melihat teman dekat, keluarga, kerabat bahkan orang tua ikut menyiks4ku. Karena aku meyakini gara gara mereka hidupku hancur. Keyakinan ini ternyata mewujud di akherat (qalbu). Mereka orang orang tercinta benar benar mengh4ncurkan tubuhku. Hancur lagi utuh lagi hancur lagi begitu seterusnya.

Akhirnya aku mengakuinya dengan pengakuan yang sejujur jujurnya, "Yaa Allah aku kafir dari diriMu. Aku telah menduakanMu dengan mahluk, ampuni aku"

Tepat setelah aku memberikan pengakuan terdengar kembali sebuah suara yang menggoncangkan akherat dalam hatiku,

Artinya: Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS Ali Imran: 133-134)

Oke.. oke... Aku paham sekarang. Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menahan amarahku, dan aku akan berjuang untuk memaafkan semuanya. Bukan karena syarat apapun, tetapi karena Allah.

Aku akan berjuang memaafkan semua yang menjadi bagian dari kehancuranku. Karena aku sadar sekarang.. Aku sadar kalau ternyata mereka semua Engkaulah yang mendatangkan.

Maka mulai saat itulah terjadi sebuah venomena yang dahsyat. Perang antara keimanan vs kekafiran. Perang kolosal. Perang yang sangaaaat menguras pikiran jiwa dan raga.

Bagaimana tidak? Saat melihat pelaku sihir aku teringat kejahatan yang pernah ia lakukan lalu dendam itu muncul kembali. Tapi aku terus berjuang sekuat tenaga untuk meyakini bahwa dibalik pelaku sihir ada Allah.

Saat melihat pasangan yang pernah acuh, abai, berbohong, berdusta bahkan berkhianat lagi lagi kemarahanku berkobar kobar. Disisi lain aku berjuang sekuat tenaga untuk meyakini dibalik pasangan ada Allah yang mendatangkan ujian.

Aku berjuang meyakini dibalik kehancuran bisnisku, relasiku, harga diriku dll bukan karena mahluk, tetapi karena Allah. 

Aku belajar meyakini dibalik dukun, jin, tetangga, kerabat dll ada Allah yang mendatangkan mereka kepadaku. Bertahun tahun aku berperang dengan diri sendiri. Kadang menang dan lebih sering kalah lalu jebol. Terpelanting lagi aku dalam panasnya neraka.

Kadang hati tenang, tapi kadang bergemuruh kembali. Kadang adem, tapi kadang panas kembali.

Hufff... Ternyata sangat tidak mudah bertuhan Allah... Perjuangannya cetar membahana.

Sampai pada satu titik kegil4an.. Justru kegil4an inilah yang menjadi asbab api neraka padam. Aku benar benar melihat neraka di akheratku padam dan berganti dengan cahaya yang sejuk. Dengan cahaya itu lari kocar kacir segala mahluk yang menyiksaku.

Aku tahu bagimu aku sudah gil4. Dan aku sungguh tidak peduli dengan tuduhanmu. Karena dengan kegil44n ini aku merasakan kedamaian yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.

So, supaya kamu nggak ikut ikutan gil4 lebih baik skip tulisan sampai disini dan pergilah istirahat.

Aku sudah gil4 karena aku tidak melihat apapun selain Allah. Akherat dalam hatiku tidak ada mahluk apapun, tidak ada sebesar dzarah selain Allah.

Duniaku memang melihat dukun dan pelaku sihir, tapi akherat dalam hatiku melihat Allah. Bukan lagi dibalik pelaku ada Allah, tapi dialah Allah yang bersembunyi dibalik mahluk dan dibalik segalanya. Sebab Allah meliputi segala sesuatu termasuk diriku sendiri

Saat duniaku melihat orang orang yang sudah menghancurkanku, tapi akherat dalam hatiku melihat Allah. Lalu aku tersenyum, tidak marah lagi. Bahkan aku berterimakasih, "Makasih ya sudah menghantarkanku kepada Allah"

Dalam bahasa lain yang akan membuat kupingmu merah menahan marah sebab aku mengatakan saat melihat pelaku dzalim, "Hamba memaafkanmu Yaa Allah". Jangan marah dulu, sebab ini hanya kalimat saja. Karena rasa dalam hatiku adalah menerima ujian dengan ikhlas dan ridho karena Allah.

Saat melihat istriku yang pernah mengecewakanku aku tersenyum. Lisanku mengatakan, "Makasih sayang sudah menemaniku selama ini". Tapi berbarengan dengan ucapan hati, "Makasih ya Allah". Wallaahi saat melihat istriku tersenyum lalu memelukku erat seakan akan aku melihat bidadari surga. 

Di duniaku memang dialah istriku, manusia yang banyak kekurangan. Tapi diakherat dalam hatiku aku melihat bidadari yang sempurna.

Sahabat..

Aku benar benar melihat akherat dalam hatiku memancarkan cahaya surga. Dengan cahaya itu hancur lebur semua setan setan yang berusaha melarikan diri. Bahkan aku melihat sosok dukun dan pelaku sihir lari terbirit birit dalam keadaan setengah terb4kar.

Padahal saat itu aku hanya membaca, "bismillah" beberapa kali. Lalu dilanjutkan dengan, bacaan satu dua ayat Al Quran. 

Memang mulutku yang membaca. Lisanku yang membaca. Tapi ketika masuk ke dalam akherat (hatiku) aku tidak melihat mahluk sedang membaca. 

Al Quran itu kalam Allah, khan sudah aku tulis diatas. Al Quran bukan kalam manusia. Maka ketika kalam itu sampai ke hati aku tidak melihat diriku sendiri sedang membacanya. Yang membacanya adalah Yang Berkalam itu sendiri. Akhirnya terjadilah kun fayakuun.

Sebab diakherat tidak ada segala sesuatu. Yang ada hanya DIA sendiri. Allah, ahad

Ahad

Ahad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Doa Nabi Yunus untuk Mengobati Luka Batin/ Sakit Jiwa

Orang yang sakit jiwa disebut dengan OODGJ. Mereka terluka batinnya dan sulit sekali sembuh? Bagaimana cara mengobati luka batin? Simak Doa ...