Bagi sahabat yang ingin belajar keimanan jangan lupa sering baca artikel kategori keimanan ya? Kali ini kita akan belajar melihat akherat. Emang bisa? Simak Melihat Akherat, Belajar Melihat yang Tidak Terlihat oleh Mata.
MELIHAT APA YANG TAK TERLIHAT OLEH MATA
Yg dzolim knp umurnya panjang ya ustad dan sll sehat. Klo karmaanya berbalik dan mereka merasakan apa yg saya rasakan mungkin mreka akan bertobat ya ustad. Tp bgaimna dgn kita yg d zoliminya
Jawab: Penderitaan karena sihir memang lahir dan batin. Besarnya penderitaan yang kita alami membuat kita berharap besar agar pelaku dzolim merasakan apa yang kita rasakan. Hanya dengan itulah hati kita merasa puas.
Akan tetapi faktanya harapan kita seringkali menjadi fatamorgana. Sebab semakin besar harapan akan kehancuran pelaku kejahatan, justru mereka bertambah sehat, makmur, kaya dan sehat sentausa.
Wajar kita marah dan dendam sebab melihat bagaimana dahsyatnya efek kehancuran karena sihir. Kita melihat dengan mata kepala sendiri nyaris semua sendi kehidupan kita luruh rata dengan tanah. Dada kita sesak saat teringat rumah tangga yang kandas, anak yang tak terawat, sakit sakitan, bisnis yang hancur, relasi yang menjauh, kehormatan dan harga diri yang terinjak injak dan lain sebagainya.
Saya bisa memahami perasaanmu yang harus menanggung beban penderitaan. Saya paham bagaimana rasanya kehilangan. Paham bagaimana rasanya hidup kita dirampas dan dihancurkan dengan kejam. Sebab kami juga mengalaminya.
Sahabat ketahuilah bahwa penderitaanmu disebabkan engkau hanya melihat apa apa yang terlihat oleh mata. Engkau melihat hidupmu hancur karena sihir. Seakan akan engkau disihir oleh pelaku dzolim, ini hanya seakan akan saja alias hanya bayangan. Padahal sihir hanyalah bentuk lain dari ujian. Yang sebenarnya adalah engkau sedang dididik untuk melihat sesuatu yang tidak terlihat.
Oleh karena itu yuk kita belajar melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh mata....
Sahabat kita seringkali lupa bahwa hidup ini hanya titipan. Segala sesuatu yang kau sebut milikmu hakikatnya bukan milikmu. Itu hanya titipan. Hartamu, jabatanmu, kehormatanmu, keluargamu, relasimu bahkan dirimu sendiri bukan milikmu. Maka jangan terlalu resah jika sesuatu yang kau genggam lepas dari tanganmu. Sebab ia memang bukan milikmu sejak awal.
Kamu mengira bahwa rezeki itu ketika diberi. Misalnya diberi harta benda, pasangan, anak, relasi, jabatan dll. Padahal rezeki terbesar justru sebaliknya. Yaitu ketika duniamu yang selama ini engkau kumpulkan hilang dirampas dengan kejam. Ketika engkau ditinggalkan, diremehkan dan diabaikan oleh dunia itu bukan kehancuran, tetapi itulah nikmat yang sesungguhnya.
Sahabat jangan takut ketika engkau dihancurkan dan ditinggalkan oleh dunia. Justru ketika hatimu sudah kosong, saat itu Tuhan akan mengisinya. Bagi manusia mungkin engkau tak dianggap, tapi bagi Tuhan engkau adalah rahasia yang dijaga.
Ketika engkau tidak memiliki apa apa justru engkau memiliki segalanya. Karena tak ada lagi yang menghalangi cahaya Tuhan masuk ke dalam hatimu.
Ketika engkau sudah sampai dititik ini maka engkau tak silau oleh pujian dan tak akan marah oleh hinaan. Sebab yang kau cari bukan tempat di bumi (dunia), melainkan tempat di hati (akherat) yang bersih dari "aku" yang ingin memiliki segalanya. Hati yang kosong dari aku, Itulah surga yang abadi selamanya.
Maka tenangkan hatimu, jangan bertengkar dengan waktu. Yang hancur biarkan hancur, yang hilang biarkan hilang. Lepaskan hatimu dari keinginan untuk mempertahankan apapun yang hakikatnya bukan milikmu, sejak awal. Lepaskan hatimu dari dunia untuk kemudian mengisinya dengan akherat yang kekal.
Coba sesekali merenung dalam keheningan lalu kosongkan hatimu dari segala sesuatu. Kosongkan hatimu dari dunia yang selama ini engkau jadikan sandaran. Lepaskan dan ikhlaskan apapun yang sedang diambil oleh pemiliknya, dengan cara apapun. Sekali lagi dengan cara apapun.
Engkau memang melihat dengan mata kepala sendiri hidupmu hancur oleh kekejaman orang lain. Tapi sebenarnya ada sesuatu yang besar dimana selama ini tidak pernah engkau lihat. Yaitu Tuhan sedang mengosongkan hatimu, supaya DIA bisa hadir dan memenuhinya.
Tetapi Tuhan tidak akan pernah mau bersemayam dalam arsy hatimu, jika dalam qalbumu masih ada tuhan tuhan lain selain diriNya. Tuhan tidak akan pernah hadir jika di dalam hatimu masih ada "aku" bersama yang lainnya.
Sahabat mungkin engkau mengira Iblis terkutuk adalah mahluk diluar dirimu. Padahal sejatinya Iblis meresap dalam setiap diri anak adam. Iblislah yang dengan keakuannya selama ini membuatmu menderita. Iblislah yang membisikkan, "hidupku hancur gara gara dia". Lalu dengan itu hatimu terasa terbakar oleh api dendam dan kemarahan. Apakah engkau tidak mampu melihat? Maka lihatlah sesuatu yang tidak terlihat oleh mata. Karena sebenarnya saat itu engkau sedang menemani iblis dalam neraka.
Oleh karena itu janganlah engkau beriman/ percaya kepada iblis tetapi berimanlah kepada Allah. Caranya dengan melepaskan dan mengikhlaskan apa apa yang sudah diambil oleh pemiliknya. Kosongkan ruang hatimu sekosong kosongnya agar DIA sendiri yang mengisi dengan cahayaNya. Hanya dengan itulah hatimu menjadi tenang.
Ketika Allah sudah bersemayam dalam hatimu, niscaya cahayaNya akan menerangi seluruh semesta. Saat itulah engkau akan melihat apapun yang tidak terlihat oleh mata. Engkau akan melihat DIA meliputi segala sesuatu, bahkan dirimu sendiri. Pada akhirnya engkau tidak akan mampu lagi melihat segala sesuatu, karena segala sesuatu adalah DIA.
Jika tulisan ini mencerahkan, jangan lupa share.
Syukron
Klinik Pendekar Langit
Dari berbagai referensi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar