Masuk islam itu mudah. Cukup baca shahadat sholat puasa dll. Cuman untuk menjadi pribadi yang islam ternyata swuliiit. Simak Meski Sholat & Puasa Belum Tentu Sudah Islam, Lah kok?.
MESKIPUN SUDAH SHOLAT TERNYATA KITA BELUM ISLAM
Kakak yg bilang saya syirik ruqyah meminta saya mengembalikan semua pengorbanan nya buat saya dari mulai papa meninggal, biaya nikah saya dan lainnya sampai saat ini. Kebaikan yg udah 30 thn lebih. Intinya ancaman lagi. masalah dgn kakak semakin berlarut2 sampai saya mimpi kakak meninggal, Karena perasaan g enak.saya wa kakak minta maaf ngaku salah. balasan nya minta maaf ke seluruh keluarga Adik2 dan kakak. Saya merasa g bersalah. kenapa hrs disalahkan. Capek dan sedih. Kerasa bngt direndahkan karena g punya usaha. Pengangguran
Jawab: Sihir itu satu paket kehancuran yang disimbolkan dengan jumlah ikatan pada buhul sihir. Salah satunya adalah perpecahan dan perceraian. Tidak hanya perpecahan atau perceraian antara suami istri tapi merembet juga kepada perpecahan antar saudara, kerabat, tetangga dan teman. Pun perpecahan antara orang tua dan anak.
Korban sihir akan diceraikan dengan orang orang yang pernah dekat dengannya baik dengan pasangan, anak, kerabat, orang tua, tetangga dan teman. Semua dicerai beraikan sehingga praktis hanya tinggal sendirian. Benar benar sendiri tanpa teman yang menemani.
Saya dulu juga mengalaminya. Rumah tangga nyaris kandas, dinyinyirin semua tetangga, dijauhi sahabat teman dan relasi. Semuanya pergi menyisakan kesendirian. Lalu coba curhat kepada orang tua dan kakak kandung dengan harapan ada yang percaya dan membela. Endingnya malah berantem hebat dengan kakak, dan dibentak sama orang tua. Nyeseknya nggak kira kira, sudah jatuh ketimpa tangga.
Pada akhirnya bener bener sendiri, sendiri dan sendiri. Sendiri, alone, dewekan. Bagaimana rasanya hidup sendirian? Hampir hampir saja aku nggak kuat. Bener bener nggak kuat.
Setelah agak agak mendingan, artinya mental lebih kuat dari sebelumnya saya bertekad untuk diam. Tidak cerita apapun tentang sihir kepada siapapun. Lagian kalau cerita nggak ada gunanya. Bukannya dibela minimal didengarkan, yang ada disalahkan, disudutkan lalu dibenci. Lebih baik diam, senyum. Meskipun senyumnya kecut, nyengir kuda.
Nah kita masuk ke tema santapan rohani. Sebuah tulisan yang bisa membuat anda ker4cunan disatu sisi, tapi di sisi lain bisa membuatmu ket4gihan...
"Manrobbuka, siapa tuhanmu? Siapa yang kamu sembah?". Maka 99.99 persen sahabat yang membaca tulisan ini pasti akan menjawab Allah, Tuhan, God, Gusti dan apapun itu. Tapi percayalah kepadaku bahwa bertuhan Allah itu sulit...
Suuuliiit, sulit sekali, sangat suliit, swwwuuuliiiit 1000 kali. Apa yang kalian jawab itu hanyalah ucapan lisanmu saja. Suatu saat engkau akan mengerti bahwa bertuhan Allah itu sulit sekali, alias nggak mudah.
Bertuhan Allah artinya percaya/ beriman kepadanya, lalu pasrah dengan segala ujiannya. Bertuhan Allah itu korelasinya adalah menjadi muslim yang beriman. Artinya menjadi muslim atau orang yang memeluk agama islam itu swuuuuliiiiiiit swekalliiiiii....
Kalau memeluk agama islam secara identitas dan ritual mah gampang. Semua orang bisa. Bahkan orang kafir juga bisa. Para misionaris atau sekelompok orang yang ditugaskan untuk memurtadkan pemeluk agama islam jauh lebih jago dari kamu. Sholatnya, ngajinya, fikihnya dll lebih hebat dari kita kita. Cuman satu saja masalahnya, mereka tidak beriman. Hati mereka mengingkari.
Artinya apa? Artinya beriman kepada Allah lalu pasrah (islam) itu urusan hati. Adapun ritual islam seperti sholat, puasa dll adalah kenyataan untuk melihat bahwa hatinya sudah beriman dan berislam. Akan tetapi orang yang sholat, puasa, ngaji dll tidak ada jaminan berasal dari hati yang beriman.
Kembali kepada pembahasan bahwa beriman dan berislam itu swuuuuliiiiit sekali... Contohnya dalam kasus sahabat diatas. Sahabat kita dan hampir semua teman yang kena sihir menyakini bahwa Allah Maha Tahu. Allah tahu kalau engkau kena sihir. Allah tahu kalau kamu tidak salah, kamu didzalimi, kamu disudutkan, kamu difitnah dan semuanya. Allah tahu... Oleh karena itu tidak perlu cari pengakuan mahluk.
Dalam sihir itu korban pasti akan disalahkan dan disudutkan. Satu kata yang keluar dari mulut korban santet bisa dijadikan sebagai bahan untuk menyalahkanmu. Oleh karena itu diem sajalah.. Tidak perlu cerita ke orang lain kalau anda kena santet.
Jangan cerita kalau anda lesu karena santet, anda tidak hadir di rapat karena sakit akibat sihir, anda tidak bisa pulkam karena nggak punya duit akibat santet, rumah tangga diujung tanduk karena sihir dll. Nggak usah cerita, nggak usah klarifikasi, nggak usah cari pengakuan mahluk. Sebab percuma. Sekali lagi percuma.
Nggak usah minta maaf, nggak usah tabayyun, nggak usah membela diri. Di paragraf ini saya garis bawahi nggak usah minta maaf. Sebab niatmu baik tapi malahan jadi bumerang nantinya. Lebih baik diem... Diem karena meyakini Allah Maha Tahu. Allah tahu engkau kena santet. Artinya diem saja, diem karena Allah. Diem karena percaya sama Allah.
Ketika anda disalahkan diem saja. Ketika anda dinyinyirin, dihina, disudutkan, dibentak bentak dan apapun, diem saja jangan klarifikasi apapun. Diem dan senyum saja. Meskipun senyumnya kaku.
Bisakah? Mudahkah?
Ternyata swuuuliiiiit sekali.. Dorongan minta maaf, dorongan cerita, dorongan klarifikasi, tabayyun bahkan membela diri bweesar sekali. Dalam bahasa lain dorongan mencari pengakuan mahluk sangat besar sekali, sehingga pada akhirnya nggak kuat lalu klarifikasi. Ujungnya anda semakin disalahkan, dipinggirkan dan diabaikan. Makin nyesek dadanya khan?
Misalnya begini, saat kena sihir anda difitnah warga kalau kamu mencuri uang diwarung. Fitnah ini menyebar sehingga seluruh warga tahu. Padahal anda sama sekali tidak melakukannya. Allah maha tahu kalau anda tidak mencuri. Apa yang akan anda lakukan?
Maka saya meyakini 99 persen akan klarifikasi kalau anda tidak mencuri. Padahal sihir memang menghendaki demikian, yaitu supaya anda klarifikasi lalu berujung debat dan berakhir pertengkaran. Endingnya klarifikasi anda tidak ada yang percaya satupun. Malah tambah lagi aib anda yaitu berantem dengan tetangga. Lalu anda pulang dalam keadaan hati yang hancur.
Kesimpulannya apa?
Kesimpulannya menjadi muslim itu swwwwuuuuliiiiittt sekali. Muslim adalah orang yang pasrah/ menerima ketentuan Allah. Dalam hal ini menerima ujian sihir yang ditakdirkan oleh Allah. Nyatanya pasrah ketika anda difitnah dengan kejam itu suuuliit sekali. Dorongan untuk klarifikasi dan membela diri yang berakhir dengan berantem bwweesaar sekali.
Artinya menjadi orang beriman itu swwuliiiit sekali. Beriman atau percaya bahwa Allah yang memberikan ujian itu sangat tidak mudah sekali. Nyatanya ketika anda difitnah oleh warga langsung reaktif, cepet nyolotnya, cepet terbakar hatinya. Mengapa demikian? Karena yang anda lihat adalah mahluknya bukan Allah nya. Yang anda lihat adalah mahluk yang memfitnahmu bukan Allah yang mengujimu lewat mahluk yang memfitnahmu.
Kesimpulannya ternyata kita belum benar benar iman kepada Allah. Pun kita belum benar benar islam kepada Allah. Kita tidak menyembah Allah dengan benar. Meskipun setiap hari anda sholat nyatanya hatimu tidak menghadap Allah melainkan menghadap mahluk. Dalam bahasa lain kita masih menyembah mahluk. Tuhan kita masih mahluk, lalu kita menyembahnya.
Karena wajah iman dalam hati kita tidak menghadap (menyembah) Allah, melainkan menyembah tuhan tuhan lain selain Allah itulah kita masuk neraka. Neraka bahasa arabnya "Naar", sedangkan naar artinya api. Karena kita menyembah mahluk sehingga kita terbakar oleh api. Yaitu anda merasakan panasnya api dalam dadamu berupa kemarahan, kesedihan, kekecewaan dll. Hatimu panas, nyesek, sakit dan pedih. Inilah gambaran neraka yang sesungguhnya.
Buts its oke.. No problemo. Jangan tersinggung ya? Ketika saya menulis ternyata saya dan anda belum benar benar beriman dan berislam meskipun sudah sholat, puasa dan ngaji janganlah tersinggung. Sebab tulisan ini sebenarnya menceritakan diri saya sendiri. Dahulu saya juga cerita kemana mana, klarifikasi, tabayyun, membela diri dll. Bahkan saya pernah berantem sampai berdrh drh dengan tetangga gara gara klarifikasi.
Karena wajah iman dihati saya menghadap kepada mahluk, akhirnya saya masuk neraka selama bertahun tahun. Panaas, sakit dan pedih sekali rasanya. Tapi akhirnya saya sadar dan mengakui kalau kami belum benar benar iman dan islam. Kata iman dan islam yang sering keluar dari mulutku ternyata dusta belaka. Pada akhirnya saya mengakui kalau selama puluhan tahun sudah membohongi Allah. Atau sebenarnya membohongi diri sendiri tapi tidak sadar.
Artinya apa?
Artinya ujian sihir yang engkau hadapi sekarang adalah pendidikan atau tarbiyah atau ngaji kehidupan. Gurunya bukan ustadz, kyai, habib, syeikh, ulama, profesor dan mahluk lainnya. Gurunya langsung Allah.
Ujian sihir yang engkau alami adalah ujian langsung dari Allah supaya engkau menjadi insan yang beriman dan berislam dengan sebenar benarnya. Ketika engkau sudah beriman dan berislam dengan benar maka akan berbuah. Buahnya disebut dengan taqwa. Taqwa adalah pribadi yang takut kepada Allah. Dalam artian hatinya dipaksakan untuk condong melihat Allah dibalik ujian lalu bersabar dengannya. Sabar, ikhlas, tegar, jujur dll adalah kharakter terpuji dimana berbingkai satu kata yaitu TAQWA.
Jika saya dan anda sudah meraih stempel taqwa maka otomatis akan masuk surga. Karena surga diperuntukkan bagi orang orang yang bertaqwa. Dalam surga tidak ada kemarahan dan dendam, sebab marah dan dendam hanya ada dineraka. Artinya orang yang taqwa pasti mampu memaafkan taqdir seburuk apapun, sebab yang dilihat adalah Allah bukan mahluk. Ketika engkau menerima dan memaafkan yang ditandai dengan hati yang lapang maka detik itu juga engkau sudah berada disurga yang luasnya seluas langit dan bumi.
Adapun surga yang diakherat sana, engkau pasti akan memasukinya...
Pertanyaannya, ujian sihir yang menghancurkan baik atau buruk bagimu? Jawab ya?
Syukron
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar