Apa itu tauhid? Pasti anda akan menjelaskan sesuai dengan tempat dimana anda belajar. Padahal bisa jadi yang dimaksud bukan itu. Baca Ini Anda Akan Kenal Siapa Allah dan Paham Tauhid.
SANTAPAN ROHANI, MAU BELAJAR TAUHID SAMPAI MAK JLEBB? BACA SAMPAI SELESAI
Benar sekali pak ustadz semua haru mengarah ke Allah bukan ke ke akuan diri yang meruqyah. Saya sudah praktekan dan Alhamdulillah.. kesebuhanya, sungguh ajaib.
Jawab: Sahabat ingin tahu cara ruqyah yang powerfull? Bukan hanya sihir yang hancur tapi iblispun akan ngacir pergi dengan hin4. Caranya adalah baca kalam Allah, itu saja kok.
Apa yang dibaca? Yang dibaca adalah kalam Allah, kalimat Allah, atau bahasa kitanya, "ucapan Allah, alias Allah yang ngomong". Maka dudukkan dirimu saat membaca ayat ruqyah pada maqom "kosong". Artinya rendahkan diri atau nafsumu serendah rendahnya lalu tinggikan Allah setinggi tingginya. Sadarilah dengan kesadaran ruhmu bahwa yang berkalam melalui lisanmu adalah Allah.
Bahasa lainnya Allah berkalam dengan meminjam lidahmu. Meskipun hakikatnya lidahmu juga milik Allah. Dudukkan imanmu ketika membaca ayat ruqyah pada maqom ahad alias satu satunya tidak ada duanya. Jika anda mampu melakukannya maka percayalah anda akan menyaksikan sendiri mukjizat Al Quran. Dalam kata lain engkau akan melihat kehebatan Allah.
Inilah sebenarnya pembelajaran tauhid yang wajib anda terapkan. Harusnya seperti itu. Bukan malah mengarahkan jari telunjuk kepada orang lain seraya mengatakan, "kamu sesat, tidak bertauhid, neraka". Bahkan mengatasnamakan tauhid untuk memusuhi sesama manusia, mencerai beraikan atau memerangi dengan dalih jih4d. Bagi saya ini k0nyol.
Oleh karena itu bacalah artikel santapan rohani kali ini dengan terlebih dahulu menyimpan dalam almari kajian tauhid yang pernah anda pelajari supaya tidak ker4cunan. Nanti ketika selesai membaca dan merenungkan tulisan ini anda boleh membuka kembali almari anda. Untuk sementara Kosongkan akal dan hatimu supaya sahabat mendapatkan pencerahan.
Apa itu tauhid? Tauhid dari kata ahad artinya esa, dalam hal ini mengesakan Allah. Esa itu tunggal satu satunya tidak ada duanya. Sehingga mentauhidkan Allah adalah menjadikan Allah sebagai satu satunya Tuhan, tidak ada yang lain.
Anda yang dakwah tauhid disimbolkan dengan satu jari telunjuk. Demikian pula saat tasyahud akhir mengarahkan satu jari telunjuk. Maknanya adalah Allah itu satu satunya. Yang namanya satu satunya jangan diduakan dengan apapun jua termasuk kamu.
Ketika ada orang yang mengatakan, "Marilah kita mentauhidkan Allah", atau mengatakan, "Aku mentauhidkan Allah" secara kalimat mungkin tidak salah. Tapi secara makna itu malah mencederai tauhid. Sebab ketika anda mengatakan, "Aku mentauhidkan Allah" masih ada dua wujud. Yaitu wujud aku dan wujud Allah. Karena ada 2 wujud tidak bisa disebut dengan ahad. Karena ada 2 wujud maka tidak bisa disebut dengan satu satunya.
Artinya orang yang rame diluar sana dengan mengajak dakwah tauhid dengan tidak datang ke dukun (uskun/ kikun), tidak ke kuburan, tidak pakai jimat dll sebenarnya tidak sedang mengajak kepada tauhid secara makna. Sebab masih ada banyak wujud selain Allah. Oke oke supaya kamu tidak tersinggung... Anggap saja saya, anda dan mereka sudah bertauhid tapi nilainya belum sempurna.
Sebab orang yang sudah benar benar bertauhid hanya bisa diem nggak bisa ngomong apa apa. Diem tapi ngerti, paham dan sadar bahwa segala sesuatu hakikatnya nggak ada. Yang ada hanya Yang Ada saja tidak ada yang lain. Bahasa lainnya yang ada hanya Allah saja tidak ada yang lain termasuk dirinya sendiri. Kalau seperti ini baru bisa disebut dengan mentauhidkan Allah.
Ketika ada yang ngomong, "Kamu syirik karena berobat ke dukun, contohlah aku yang selalu mengajak kepada tauhid". Statement ini benar secara lahiriah, tapi ketika anda sudah duduk pada maqom tauhid sebenarnya keduanya baik yang datang ke dukun atau yang bilang dirinya bertauhid sama sama sedang menduakan Allah tapi nggak sadar. Mengapa demikian? Sebab masih meyakini "aku bertauhid". Ada akunya yang membuat kalimatnya menjadi cidera. Karena ada aku dan ada Allah jadinya ada 2 sehingga tidak bisa menjadi esa, ahad atau tunggal.
Ada sahabat yang DM, "Cek komenku mhon pncerahnx klu bisa mncerahkn saya anggap guru (tauhid) aq tk blajar, ini yg ku tempuh jlur kejujurn walau main sosmed."
Maka saya jawab saya bukan guru. Oleh karena itu jangan sampai anda menganggap saya sebagai guru tauhid. Sebab saya dan seluruh manusia juga masih belajar tauhid. Bukan belajar dengan manusia tetapi belajar dengan Allah melalui takdir dan dinamika kehidupan. Dan saya pastikan cepat atau lambat anda pasti akan dipaksa takdir untuk belajar mengenal satu satunya Tuhan yaitu Allah.
Mudahkah belajar tauhid by dinamika ujian kehidupan?
Maka harus saya katakan secara teori sebenarnya mudah banget memahaminya. Mosok arti esa adalah satu satunya dan tidak ada duanya nggak paham?. Tetapi secara pengakuan hati inilah pembelajaran yang paling sulit diantara ilmu ilmu lainnya. Karena tauhid ini sebenarnya bukan ilmu tapi pengalaman yang membuat manusia paham lalu sadar. Cuma untuk sampai pada maqom sadar perjuangannya sungguh sangat luar biasa.
Sebab setiap detiknya anda dipaksa mengakui bahwa segala sesuatu itu bukan tuhan? Anda akan dipaksa oleh takdir untuk membuang ratusan, ribuan bahkan jutaan tuhan tuhan lain selain Allah yang bercokol dalam hatimu. Untuk membuang satu tuhan lain selain Allah saja harus melalui rasa sakit dan kepedihan yang luar biasa apalagi ada seribu tuhan selain Allah dalam qalbumu?
Mengapa rasanya sangat menyakitkan? Sebab selama bertahun tahun bahkan puluhan tahun anda terbiasa lalu meyakini bahwa segala sesuatu adalah tuhan selain Allah. Misalnya selama bertahun tahun anda meyakini bahwa nasi itu mengenyangkan. Maka pada saatnya anda akan mengerti bahwa yang mengenyangkanmu bukan nasinya. Yaitu pada saat lambungmu bermasalah. Kamu makan berapapun tidak akan kenyang, bahkan sesendok nasi saja langsung kamu muntahkan.
Atau selama belasan tahun anda bekerja banting tulang lalu hidup kaya raya. Dengan harta yang anda miliki, anda bisa membeli apapun. Lalu dengan itu anda meyakini karena duit maka saya bisa melakukan apapun. Percayalah pada saatnya nanti anda akan merevisi ucapanmu, yakni pada saat semua bisnismu hancur lebur. Atau pada saat anda tergolek lemah ditempat tidur lalu meyakini bahwa ternyata harta benda tidak memiliki kekuatan apa apa.
Apakah dengan kandasnya rumah tangga, hancurnya bisnis, badan digerogoti penyakit, nama baik hancur, ditinggalkan semua orang lalu membuatmu menyerah lalu mengakui bahwa tidak ada tuhan selain Allah? Nyatanya tidak... Belum tentu.
Bisa jadi hatimu makin tambah keras. Makin bertambah kemarahan, kekecewaan dan kesedihan sebab meyakini penderitaanmu disebabkan oleh mahluk. Artinya apa? Artinya sadar tauhid itu tidak semudah ketika anda mendengarkan kajian tauhid dari ustadzmu. Sebab tauhid itu bukan sekedar ilmu tapi kesadaran hati. Hatinya sadar bahwa tidak ada segala sesuatu, yang ada hanya Allah.
Kesimpulannya adalah yang menghalangimu untuk mengakui bahwa Allah adalah satu satunya Tuhan, tidak ada duanya adalah nafsu (dirimu sendiri). Nafsu selalu mengatakan, "aku adalah aku, dia adalah dia, dukun adalah dukun, jin adalah jin dan Tuhan adalah Tuhan". Nafsu meyakini semua berdiri sendiri, inilah penghalang terbesar saya dan anda mengenal Tuhan.
Terkait dengan sadar tauhid untuk sampai kepada maqom ini sekali lagi prosesnya sungguh sangat luar biasa. Harus melalui proses dimana nafsu/ dirimu dibenmkan berkali kali selama bertahun tahun dalam musibah. Terus dibnmkan dalam lautan musibah sampai nafsu/ dirimu benar benar menyerah dan mengakui Allah sebagai satu satunya Tuhan.
Ada sahabat yang bertanya, "Jika kita pandang semua Allah,apakah kita harus memandang KLO kita Allah ustad 🤗?"
Nah pertanyaannya apa dan siapa Allah?
Sekali lagi karena ini artikel santapan rohani pinggirkan dulu pengetahuanmu ya? Kalau tidak pasti pikiran anda akan kemana mana. Pikiranmu akan lari ke hadits, ke ayat suci dll yang membahas tentang Allah. Allah diatas arasy lah, dimana mana lah, diurat nadi lah dll. Lalu mulailah mencela dan menyalahkanku. Tapi kali ini kita sepakat dulu untuk meminggirkan akal dan membuka hati lebar lebar ya?
Allah itu bahasa arab. Kalau bahasa indonesianya Tuhan, bahasa jawanya Gusti atau Sang Hyang Widhi atau pengeran atau apapun. Bahasa inggrisnya God atau Lord. Itu semua maknanya sama, jadi jangan dibeda bedakan. Misalnya dengan statement, "Tuhanku Allah bukan Sang Hyang Widhi", ini berarti nggak paham istilah atau bahasa.
Wong cuma membahas nama sampai berantem, khan lucu. Padahal dahulunya nama Tuhan bukan Allah, Sang Hyang Widhi, God atau apapun. Yaitu pada saat alam semesta belum ada. Pada saat itu tidak ada satupun mahluk yang menyebut Allah. Khan pada saat itu belum ada mahluk dan belum ada apapun. Saat itu DIA ada tapi tak bernama dan tidak bisa disebut dengan kata kata. Sebab pada saat itu kata kata pun belum ada. Baru setelah manusia ada, DIA memperkenalkan dirinya dengan nama Allah.
Allah itu dari kata Al Ilah yang artinya DIAlah Tuhan. Sama seperti kata Ar Rohman yang berarti DIAlah yang maha pengasih. Dalam Al Quran ada kata Lillah (alifnya dibuang) yang artinya milik/ kepunyaan NYA. Misalnya "lillaahi maa fissamaawaati wal ardh" yang artinya kepunyaan DIA apa yang ada dilangit dan ada dibumi. Ada juga kata Lahu (Alif dan lam dibuang) yang maknanya sama yaitu milik atau kepunyaan DIA. Kemudian ada kata "Hu" yang artinya DIA.
Artinya kalau dalam bahasa qalbu (bukan bahasa lisan), langit dan bumi adalah DIA, milik DIA, kepunyaan DIA itulah Allah. Segala sesuatu adalah DIA, milik DIA, kepunyaan DIA. Kalau ada sebesar atom sesuatu selain DIA dan diluar kendaliNya maka sudah ada 2 tuhan. Padahal "laailaaha illa ana", tidak ada Tuhan selain AKU. AKU adalah DIA. DIA yang menciptakan segala sesuatu, memelihara, mengatur, mengendalikan. DIA yang menciptakan segala sesuatu sekaligus menjadi segala sesuatu. Tidak ada sebutir atom pun yang luput dari pengetahuanNya.
Artinya atom, bakteri, air, tumbuhan, dukun, jin, iblis, pelaku sihir, dan dirimu sendiri semua dalam kendaliNya. Bumi, matahari, planet, bintang, galaksi dan seluruh alam semesta adalah milikNya. 100 persen segala sesuatu termasuk dirimu sendiri adalah milikNya. Karena 100 persen semua milikNya sehingga tidak ada 0,00000001 persen yang menjadi milik yang lain. Kalau ada 0.00001 milik yang lain artinya sudah ada 2 tuhan.
Misalnya ada satu butir atom yang tersembunyi dalam tubuhmu diluar pengetahuanNya maka artinya DIA bukan Tuhan, sebab ada satu biji atom yang kecolongan alias menyelinap lalu main main sendiri. Tetapi yang benar IlmuNya meliputi segala sesuatu baik yang besar atau yang kecil, mutlak, sempurna.
Berarti bakteri itu Allah? Berarti kita itu Allah?
Jawabannya bukan... Kalau engkau katakan, engkau tulis maka sebutlah sesuai dengan namanya. Misalnya tulis atau katakanlah ini kucing, ini dukun, ini budi, ini bambang, ini sihir, ini ruqyah, itu bulan, itu matahari dll, sebutlah apa adanya. Sebab apapun yang kamu sebut, tulis, dengar, lihat, pikirkan, bayangkan, imajinasikan dll itu bukanlah Tuhan. Disisi lain apapun yang kamu sebut tidak bisa berdiri sendiri, semua dan segala sesuatunya berada dalam pengetahuanNya.
"Terus gimana ust? Jadi bingung saya"
Itulah yang saya katakan diawal bahwa orang yang sadar tauhid hanya bisa diem. Sebab kalau diomongkan jadi salah kaprah. Diam tapi mengerti, paham dan sadar akan kalimat "laailaaha illallaah". Paham dan sadar kalau semua adalah cerita Tuhan sendiri. Pertanyaannya siapa yang sebenarnya sadar kalau tidak ada tuhan selain diriNya sendiri? Yang paham dan sadar bukan kamu, tapi DIA DIA juga. Makin bingung khan? Oleh karena itu diam sajalah.
Dari pada bingung lebih baik menyaksikan cerita Tuhan pada dirimu sendiri. Yaitu cerita penuh tragedi disebabkan sihir yang menghancurkan segala sisi. Sekali kali biarkan DIA lewat jangan dihalangi oleh nafsumu. Coba ditonton saja tanpa melibatkan dirimu dengan cara "just the way you are". Biarkan cerita apa adanya.
Jadi ceritanya hari ini Allah melalui tangan yang bernama pendekar langit sedang menyuguhkan sebuah tulisan ini untuk kamu baca. Esok hari Allah mendatangkan pelaku sihir yang lewat depan rumahmu. Lusa Allah mendatangkan temanmu untuk silaturahmi. Dan begitu seterusnya dimana akan ada kisah demi kisah dari diriNya untuk diriNya.
Jika nafsumu bisa di ajak kerja sama untuk nonton/ menyaksikan/ syahadat maka yakinlah pada satu titik engkau akan paham dalam ketakjuban, "Ooo ternyata begini endingnya, ternyata begini maksud dan hikmahnya. Mengapa tidak dari dulu aku kesampingkan hawa nafsu lalu nonton saja?". Sebab ketika kamu nonton saja malah mengarah kepada kesembuhan, kesuksesan, kebahagiaan dll.
Ternyata jawabannya adalah DIA ingin dikenali dalam satu kalam "alastu birobbikum? (AKU Tuhan yang Maha Hebat khan?)". Lalu setelah melewati proses yang mengharu biru dan penuh dinamika pada akhirnya jiwa kamu menjawab, "Balaa syahidna (Iya benar)".
Ternyata DIA ingin dikenal sebagai satu satunya Tuhan Sang Sutradara terbaik pada cerita diriku, dirimu dan cerita alam semesta. DIA lah dalang cerita abadi dunia dan akherat. Hanya DIA tidak ada yang lain yang mampu membuat cerita.
Pertanyaan terakhir siapa yang bercerita dan siapa yang menyaksikan/ menonton cerita?
Jawabannya Allah. Khan tadi sudah ditulis belajar tauhid adalah pengalaman yang panjang menuju pengakuan atas keesaan Allah. Esa itu tunggal, satu satunya, tidak ada duanya. Artinya yang cerita DIA, yang menjadi cerita juga DIA, yang menonton DIA, yang menjadi hakim juga DIA. Hanya ada DIA sendiri tidak ada yang lain. Sementara saya dan anda hanya bisa terpaku, diam, hilang, sirna lalu lenyap.
Demikian semoga mencerhakan, share ya?
Syukron
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar