Setan pasti akan ngamcam ngancam anda baik lewat bisikan atau ketika kerasukan saat diruqyah. Bagaimana cara menanggapinya? Simak Cara Menanggapi Ancaman Jin Saat Kerasukan.
JIN SAKTI NIH, 25 USTADZ LARI KETAKUTAN, 3 ORANG DIANTARANYA MEN1NGGAL
Pa ustadz tolong sy harus gimana, mengobatinya penyakit ini, karena sudah 25 ustadz pada lari ketakutan, kalau mengobati saya semua bilang gak sangup penyakit nya berat, Pernah ke pa ustadz, harus beli sarat2 nya. Tpi gak sembuh juga, mlh pa ustadz yg mengobati sy udah 3 orang yg meninggal. Pa ustadz saya sudah merasakan dari tdi bert pundak, tpi setelah sya curhat sama pa ustadz lngsung reaksi mual mau muntah
Jawab: Coba sekarang sahabat bayangkan kalau yang ngadepin kasus diatas orang awam dan nggak paham dunia non medis kira kira takut tidak?
Bayangkan saja 25 ustadz yang ngobati pada lari ketakutan. Pada nggak sanggup karena penyakitnya berat. Ada 3 orang ustadz yang ngobati malah meninggal dunia. Terlepas yang ngobati benar benar ustadz atau dukun tetap saja orang yang mendengar ceritanya sebelum mengobati pasti keder. Takut nanti kena serangan balik.
Singkat cerita dulu saya pernah terjun ke lapangan meruqyah pasien tapi cuma setahunan. Setelah itu mandeg karena satu dan lain hal. Dalam proses meruqyah baik langsung maupun online banyak pasien yang kesurupan mengancam ini dan itu. Mengatakan dukun dari banten kek, madura kek, banyuwangi kek dll yang membuatku saat itu lumayan keder juga. Namanya awal awal bersinggungan langsung dengan dunia gaib wajar takut.
Untuk sekarang mohon maaf saya libur meruqyah baik online maupun offline. Kalau mau ruqyah silahkan hubungi peruqyah lain saja ya? Sampai kapan liburnya? Sampai klinik ruqyah pendekar langitnya berdiri. Kalau klinik ruqyahnya sudah ada silahkan sahabat dari sabang sampai merauke bahkan yang diluar negeri wajib datang.
Nah kembali kepada ancaman jin diatas maka saya yakin banyak yang ketakutan. Yaitu orang yang jiwanya ada jin juga, misalnya orang pintar, paranormal, ahli hikmah dll. Meskipun mereka melayani tantangannya pasti akan ada rasa keder dalam jiwamnya. Apalagi jin dalam tubuh paranormal melihat bahwa jin dalam tubuh pasien kelas ifrit, makin keder.
Juga orang yang sombong karena merasa sakti. Merasa dzikirnya sudah kuat. Merasa akidahnya sudah mantap, tauhidnya sudah bener dll. Apalagi setiap hari dzikir 1.000 kali misalnya. Ia dengan dzikirnya merasa mampu mengalahkan ifrit dalam tubuh korban/ pasien. Maka ketahuilah itu hanya akan menjadi senjata makan tuan. Orang ini hanya akan dikadali setan dalam tubuh pasien. Misalnya setannya mengatakan anda orang sakti dan mereka mengaku kalah. Dengan itu anda merasa makin tinggi hati.
Termasuk orang yang jiwanya lemah atau redup. Jiwanya menjadi redup akibat hatinya masih gelap. Dalam hatinya minim cahaya Allah, yang ada adalah wajah wajah mahluk. Maka orang ini juga akan ketakutan.
Akan tetapi orang yang hatinya hanya ada Allah tidak takut sama sekali dengan ancaman iblis sekalipun. Orang yang iman dalam hatinya full charge maka tenang tenang saja. Mengapa demikian? Sebab mereka para jin ifrit hakikatnya tidak berhadapan denganmu, tapi berhadapan dengan Allah. Berani ifritnya? DIjamin mereka yang ketakutan.
Memang seolah olah anda sedang meruqyahnya, tapi anda tidak merasa sudah meruqyahnya. Karena iman dalam hatimu mengatakan bahwa yang berkalam adalah DIA Yang punya kalam. Bahasa lainnya Allah meminjam lisanmu saja.
Singkat cerita sahabat diatas ngancam ngancam ngancam terus ke saya. Mengatakan yang berani mengobatinya biasanya akan meninggal dunia. Jangan ikut campur kalau tidak ingin m4ti. Ya saya santai saja menjawabnya. Ditengah tengah obrolan sahabat yang kesurupan sering nulis, "loh kok sakit ya? Kok panas ya?".
Lalu beberapa kali sahabat kita diatas muntah muntah. Yang sebelumnya kakinya setengah lumpuh tiba tiba bisa berjalan. Yang sebelumnya tangannya sulit digerakkan tiba tiba bisa digerakkan. Yang sebelumnya kalau sholat selalu duduk atau berbaring tiba tiba bisa sholat berdiri.
Berkali kali sahabat kita diatas mengucapkan terimkasih kepada saya. Maka saya jawab jangan terus menerus mengucapkan terimakasih ke saya lah. Salah alamat. Saya nggak melakukan apa apa kok. Yang melakukan bukan saya tetapi Allah. Maka sampaikan rasa bahagiamu (terimakasihmu) kepadaNya. Bukan ke saya.
Tulisan ini tidak hendak membanggakan diri saya loh ya? Sekali lagi wong saya saat itu tidak merasa melakukan apa apa. Justru sebaliknya. Saya hendak mengajak sahabat semua untuk membanggakan (memuji) Allah setinggi tingginya.
Saya mengajak anda semua untuk menghadapkan hatimu hanya kepada Allah. Ketika engkau diberikan musibah, maka hadapkan wajah hatimu kepada Allah, yang pada akhirnya membuatmu lebih mampu bersabar. Ketika engkau diberikan jalan kesembuhan maka hadapkan wajah hatimu juga kepada Allah. Sehingga dengannya engkau akan memujiNya.
Jika cara pandangmu seperti ini saya yakin pasti sembuh pada saatnya. Yakin sembuh nggak pakai Insya Allah lagi. Ketika hatimu penuh dengan As Syafii ya pasti sehat.
Prosesnya menjadi panjang, tidak mudah dan penuh tantangan karena menundukkan jiwa/ nafsu itu memang butuh perjuangan. Menyerahkan dirimu kepada diri Allah itu penuh dinamika dan mengharu biru. Alias nggak gampang.
Apalagi dalam hatimu banyak wajah wajah mahluk, makin nggak gampang lagi. Misalnya melihat pelaku sihir langsung bangkit kemarahanmu, artinya dalam hatimu ada wajah pelaku sihir. Padahal hati itu hanya boleh ada wajah Allah.
Ditambah lagi dengan banyaknya sahabat yang menyalahartikan kata kata dan istilah yang saya pakai untuk menulis. Dianggap ketemu Allah seperti ketemu teman lama, tatap tatapan lalu salaman. Dianggap wajah Allah lalu membayangkan sosok wajah bersinar. Nggak seperti itu.
Makanya menjelaskan iman itu sesuatu. Karena bahasa iman itu beda dengan bahasa lisan. Bahkan bahasa iman yang disampaikan dengan bahasa lisan bisa membuat orang lain salah paham. Mereka bisa saja menuduhku sesat, syirik, mengada ada dll. Tapi mau tidak mau khan harus disampaikan supaya pelan pelan paham apa yang saya maksudkan.
Anyway saya mengajak anda semua untuk tidak takut dengan ancaman dukun, setan, ifrit bahkan iblis. Maju terus, ruqyah terus. Dan memang benar apa kata Allah bahwa tipudaya setan itu lemah. Kata Allah loh ya bukan kata hawa nafsumu. Kalau dalam nafsu atau jiwamu atau hatimu masih ada tuhan tuhan lain selain Allah maka tipudaya setan itu sangat besar sekali.
Tapi meskipun imanku dan imanmu belum sempurna tetap maju terus jangan mundur. Namanya juga belajar. Kalau jatuh ya berdiri lagi. Kalau kalah ya mencoba lagi. Nanti Allah akan membimbing saya dan anda semua aamiin.
Semoga bermanfaat, share
Wallaahu A'lam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar