Siapakah Iblis? Iblis itu Kamu, Kamu itu Iblis, Loh Kok?

Siapa iblis? Apakah iblis adalah makhluk seram dan mengerikan? Jawabannya ternyata bukan. SImak Siapakah Iblis? Iblis itu Kamu, Kamu itu Iblis, Loh Kok?.

 

SANTAPAN ROHANI, IBLIS ITU K4MU, K4MU ITU IBLIS, WADUUH MAKSUDNYA GIMANA NIH? 

Saya sdh di ruqyah pak dan sudah sadar dg kesalahan saya. Tp yg saya bingung ketika sukma saya dikembalikan ke saya lagi. Saya benar2 tidak tau apa yg sudah terjadi selama ini pak. Kayak semacam mimpi tapi ini nyata. Benar2 tidak tau apa yg terjadi selama ini, itu kenapa ya pak?

Jawab: Sebenarnya kejadian kejadian aneh di dunia ini khususnya yang berkaitan dengan gangguan sihir menyimpan banyak sekali pesan tersembunyi. Meskipun tersembunyi tapi sangat nyata karna memang nyata adanya. Sesuatu yang aneh tapi nyata dan menyimpan pesan yang dalam inilah yang harus kita renungkan bersama sama.

Sebagai contoh kisah sahabat diatas yang kena guna guna. Selama 2 tahun beliau tidak sadar dengan apapun yang dilakukannya. Yang ia rasakan seolah olah hanya sekedar mimpi. Mengapa demikian? Karena sebagian besar kesadarannya diambil alih oleh jin. 

Atau contoh lain ketika saya dahulu kerasukan saat diruqyah. Tangan saya bergerak, mulut saya bicara. Tapi saya merasa itu bukan gerakan saya. Bukan juga ucapan saya. Saya sadar dengan semuanya tapi tidak bisa mengendalikan. Anda yang pernah kerasukan pasti pernah mengalami apa yang saya alami khan?

Dari 2 contoh gangguan jin diatas sebenarnya sadar. Yang pertama kayak mimpi. yang kedua tidak bisa mengendalikan tangan dan lisannya. Sekali lagi yang mengendalikan adalah iblis yang bermain sihir dalam tubuh kita. Kesadaran kita kalah oleh kendali dari setan.

Dimana iblis dan setan mengendalikan manusia? 

Jawabannya ada dalam jiwa. Nah kita masuk ke santapan ruhani yuk? Ingat ketika membaca santapan ruhani, pinggirkan dulu ilmumu dan akalmu, lalu buka hatimu lebar lebar. Sebab kalau tidak demikian saya jamin anda pasti ker4cunan.

Sekali lagi iblis dan jin (setan) mengendalikan manusia di alam jiwanya. Saya sudah menjelaskan tentang dimensi jiwa dari beberapa sudut pandang. Entah anda paham atau tidak yang penting saya sudah menjelaskan. Kalau belum paham sahabat harus sering sering berkunjung ke fanpage ini ya? Karena tulisan saya khususnya santapan rohani penting untuk kehidupan kita ke depannya.

Posisi jiwa ada dimana?

Jika kita urutkan ada raga, akal, jiwa, qalbu, ruh. Jiwa ada ditengah tengat antara akal dan qalbu. Jika akal dan raga adalah alam dunia (alat untuk mengurus dunia), sementara qalbu dan ruh adalah alam akherat (alat untuk mengurus akherat) maka jiwa ada ditengah tengah antara alam dunia dan alam akherat. Sehingga ada grafitasi atau daya tarik menarik antara dunia dan akherat dimana objeknya adalah jiwamu.

Makanya saya beberapa kali menyebut bahwa posisi "jiwa" berada di alam kubur atau alam barzakh. Disatu sisi terkubur oleh tanah yang bernama jasad, disisi lain tehijab/ terdinding oleh akherat. Disinilah jiwa selalu ditanya dengan satu pertanyaan man robbuka.

Dalam bahasa lainnya jiwa menjadi rebutan antara qalbu yang ada didada dan akal yang ada di kepala. Atau menjadi rebutan antara malaikat dan iblis. Akal mengajak kepada dorongan hawa nafsu keduniaan sementara qalbu mengajak (menarik) kedalam hawa iman. Sementara itu hawa nafsu keduniaan mengajak kepada neraka sementara hawa iman iman mengajak ke surga.

Yang saya maksud akal disini adalah kecerdasan (inteligence) diotak. Karena bahasa akal itu tidak hanya diotak saja. Justru dalam Al Quran beberapa yang dimaksud orang berakal adalah orang yang memiliki kecerdasan spiritual atau kecerdasan hati. Misalnya "ulul albab" ditafsirkan sebagai orang yang berakal adalah orang yang cerdas hatinya.

Kecerdasan akal (inteligence) digunakan untuk mengurus dunia. Makanya lahir banyak dokter, insinyur, profesor, praktisi, pakar dll. Termasuk orang yang hapal hadits dan hapal Al Quran masuknya di kecerdasan inteligence loh? Jangan salah paham. Jangan dipahami orang yang paham ilmu agama pasti paham ilmu akherat. Tidak jaminan. Sebab ilmu akherat menyangkut kepada kecerdasan hati (akal yang ada di hati).

Kecerdasan akal yang diotak bisa menjadi terang jika diterangi oleh cahaya qalbu. Sehingga kepintarannya bisa menjadi manfaat untuk sesama dan semesta alam. Sebaliknya kecerdasan otaknya bisa menjadi gelap jika kecerdasan imannya tumpul. Makanya banyak orang pinter yang minteri, yang korupsi, yang menipu, yang manipulasi dll. Termasuk ada juga oknum ahli agama yang gelap hatinya lalu mengajak kepada perpecahan, ikutan korupsi, ngeb0m dll. Dan celakanya dilakukan dengan membawa bawa nama Tuhan, sehingga memperdaya sebagian umat.

Lalu jiwa posisinya bagaimana? Sekali lagi jiwa ada ditengah tengah kecerdasan akal dan kecerdasan hati. Jiwa itu bahasa arabnya nafs, mengeluarkan energi berbentuk hawa. Disebut dengan hawa nafsu. Hawa inilah yang mendorongmu melakukan sebuah perbuatan. Jika perbuatanmu ditarik oleh dunia (akal diotak) maka nafsu cenderung menyesatkanmu. Jika perbuatanmu ditarik oleh akherat (qalbu) maka akan mengantarkanmu kepada petunjuk (kebaikan)

"Aku" marah maka aku ngamuk. "Aku" melihat dengan mata kepala sendiri si fulan sudah dzolim, makanya aku marah. Atas nama Tuhan aku balas perbuatan si fulan". Nah ini jiwa yang ditarik oleh gaya grafitasi dunia meskipun membawa nama Tuhan. "Marah" itulah kamu atau jiwamu. Jiwa yang ditarik oleh akal dunia.

"Aku" ikhlas makanya aku memilih bersabar dan tak membalas. Meskipun aku melihat dengan mata kepala sendiri, kalau aku didzolimi tapi aku memaafkannya. Sebab ini semua ujian dari Allah. Itu semua tipu daya iblis yang membuatku jauh dari Allah". Nah ini juga disebut dengan jiwa. Bahasa arabnya nafsul muthmainnah. Jiwa yang ditarik oleh grafitasi akherat (qalbu). Sementara qalbu ditarik oleh grafitasi ruh. Sedangkan ruh adalah entitas yang sangat mengenal dengan Tuhannya.

Artinya jiwa ditarik oleh dunia dan akherat dalam waktu bersamaan. Tinggal grafitasi mana yang lebih kuat. Dalam bahasa lain jiwa manusia ditarik oleh kegelapan (iblis dan bala tentaranya) dan atau ditarik oleh cahaya (malaikat dan pasukannya). 

Meskipun ada gaya tarik menarik, semua keputusan ada pada diri atau jiwamu sendiri. Apakah mau ikut tarikan dunia atau ikut tarikan akherat. Apakah mau ikut kendali iblis dan setan atau ikut kendali malaikat. Semua terserah kamu. Disinilah peran dari kehendak. Yaitu kehendak untuk memilih jalanmu sendiri. Ingat ya? Kamulah yang memilih jalanmu sendiri.

Didalam prakteknya ini tidak sekedar teori loh ya? Sebab kalau teorinya pasti kamu akan mengatakan, "saya ikut kata Allah saja". Tapi dalam banyak kasus mblegedes. Prakteknya adalah seberapa dominan wajahmu menghadap. Apakah dominan menghadap dunia atau menghadap akherat. Atau apakah dominan menghadap akal (kecerdasan otak) atau dominan menghadap hati (kecerdasan iman).

Kalau kamu dominan menghadap dunia maka ketika diberikan ujian kamu akan marah, ketika diberikan nikmat kamu akan rakus. Ketika wajah jiwamu dominan menghadap akherat maka ketika dihina kamu sabar, ketika diberikan nikmat kamu akan bersyukur. Tinggal kamu nilai sendiri jiwamu apakah penuh dengan kemarahan, kekecewaan, kesombongan, kesedihan dll yang memicu ngamuk, berantem, kikir, foya foya? Atau sebaliknya apapun yang terjadi tetap lapang, tenang, damai dan bahagia? Kamu nilai sendirilah, karena kamu yang lebih tahu.

Dan ketahuilah bahwa "jiwa" ini nanti yang harus bertanggung jawab terhadap amal perbuatannya ketika hari penghakiman. Jiwa inilah yang akan menanggung konsekwensi dosa lalu masuk neraka atau dapat ganjaran pahala lalu masuk surga. 

Lalu posisi iblis, setan, sihir, guna guna, gendam, teluh dll ada dimana? Posisi mereka ada dan berkeliaran dalam jiwamu lalu mengajak menjauhi Tuhan. Semakin engkau mengikuti ajakan iblis semakin gelaplah jiwamu. "Tuh khan apa gue bilang, pasanganmu sudah berkhianat, kamu harus membalasnya dengan lebih kejam", nah ini contoh ajakan iblis yang memanfaatkan kecerdasan otakmu. Iblis akan bermain dengan logika lalu menyuruhmu berbuat dosa dan kerusakan.

Pertanyaannya siapa yang melakukan dosa? Iblis apa dirimu?

Jawabannya ya kamu, ya iblis. Kamu dan Iblis yang melakukannya. Bahasa lainnya kamu sudah menjadi iblis, iblis sudah menjadi kamu. Dalam satu nyawa ada 2 jiwa yang menyatu, iblis dan kamu. Ketika iblis masuk neraka maka barengan sama kamu. Ketika kamu diadz4b dalam neraka, bersamaan dengan iblis dalam jiwamu. 

Statement yang di4dzab adalah kamu ini betul. Tapi statement yang diadzab adalah iblis juga betul. Sebab iblis dan kamu itu satu. Kamu dan iblis sama sama merasakan adzab dalam dimensinya masing masing.

Sahabat pernah membaca buku dengan tema neraka, atau mendengar kajian tentang adzab neraka? Pertanyaannya siapa yang mengadzab? Apakah Allah? Atau malaikat? Atau siapa?

Jawabannya pasti mengejutkanmu, sebab yang meny1ksa adalah dirimu sendiri. Misalnya ada seseorang yang memotong l1dahnya sendiri yang menjulur. Atau seseorang yang men4rik rambutnya sendiri sampai kulit kepal4nya lepas. Atau 2 orang membawa pedangs sebesar gunung lalu men3bas satu sama lain. Siapa yang menyiks4? Sekali lagi jawabannya adalah dirinya sendiri.

Supaya anda paham kita kembali kepada paragraf awal. Saat kena sihir lalu kesurupan, siapa yang sebenarnya ngoceh saat kesurupan? Jika anda menjawab yang ngoceh adalah jin maka anda benar. Tapi jika anda menjawab yang ngoceh adalah manusia (korban santet) ini juga jawaban yang tidak salah. Sebab sekali lagi dalam satu nyawa ada 2 jiwa yang menjadi satu.

Atau lebih tepatnya yang ngoceh adalah manusia yang jiwanya dikendalikan oleh jin/ iblis. Catet ini ya?

Lalu saat anda ruqyah kemudian kesakitan, lemes, badan kayak digebuki dll siapa sebenarnya yang sakit (kena adzab)?. Jika anda menajwab yang sakit adalah korban (manusia) maka ini jawaban yang benar. Sebab nyata nyata setelah ruqyah badannya sakit kayak dig3buki. Namun jika jawabannya yang sakit adalah jin, ini juga jawaban yang tidak salah. Sebab keduanya memang sedang kesakitan pasca mendengar ayat ayat Allah dikumandangkan. Hal ini disebabkan dalam satu nyawa ada 2 jiwa yang menyatu. Yaitu jiwa jin dan jiwa manusia.

Kembali kepada adz4b neraka, mengapa penguni neraka meng4dzab dirinya sendiri? Jawabannya persis seperti kasus diatas. Jika jawabannya yang memotong l1dah adalah manusianya itu bener. Disisi lain jika jawabannya yang memotong l1dah adalah setan, ini juga bener. Yang jelas keduanya merasakan sakitnya adz4b neraka.

Saat itu kamu merasakan kesakitan yang dahsy4t namun tidak bisa menahan tangannya yang membawa pis4u. Mengapa tidak bisa menahan pisaunya? Ini persis seperti kamu kerasukan setan dan tidak bisa mengendalikan ucapan dan gerakan tangan. Saat itu anda sadar tapi tidak bisa menahannya.

Ingin sekali kamu terbebas dari s1ksa, sebagaimana jinnya juga demikian. Tapi keduanya tidak pernah bisa. Hal ini dikarenakan dahulu saat di dunia manusianya mengikuti ajakan jin untuk melampiaskan hawa nafsu dan berbuat dosa, disisi lain jin semakin menikmati (larut) ketika hawa nafsu manusia dilampiaskan. Jadi ini seperti 2 sisi mata uang. Atau seperti gaya tarik menarik yang tidak bisa lepas selamanya.

Coba renungkan beberapa ayat berikut ini, semoga bisa membuat saya dan anda semuanya sadar.

Artinya: ....‘Ya Tuhan kami, mereka (jin dan manusia) telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka’. Allah berfirman, ‘Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui’. (Al A'raf: 38)

Artinya: Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: "Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami". Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka. (QS Al Baqarah: 167)

Artinya: “Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan, ‘Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyelisihinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih’.” (QS. Ibrahim: 22)

Artinya: Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri. (QS Yunus: 44)

Sahabat yang dirahmati Allah, khususnya anda yang sedang mendapatkan ujian sihir. Saya paham perjuanganmu sangat tidak mudah sekali. Apalagi yang kena guna guna dimana kesadarannya dicol0ng oleh jin. Karena perbuatan yang dilakukan semua tanpa kesadaran dan kontrol dirinya sendiri. Mudah mudahan Allah mengampuni kita semua, aamiin.

Dan bagi anda yang sudah sadar (kesadarannya mulai muncul) maka mulai sekarang lawanlah sekuat tenaga pengaruh iblis yang hendak mengendalikan jiwamu. Jangan selalu diikuti apalagi dilampiaskan. Caranya adalah wajah jiwamu jangan selalu melihat dunia. Kalau engkau selalu melihat dunia, maka setan setan akan semakin mudah mengendalikanmu dengan ilmu sihir mereka. "Semua ini gara gara dia....", nah ini salah satu contoh wajah jiwamu menghadap dunia yang memicu jiwamu diliputi gejolak api kemarahan dan dendam.

Akan tetapi paksa wajah jiwamu untuk menghadap akherat (qalbu). Sedangkan qalbumu mengajak untuk menghadap Alllah. Maka hadapkan wajahmu kepada Allah yang sedang mendidik dan mengajarimu akan sebuah hikmah. Ketika wajah jiwamu menghadap Allah maka satu persatu tangan tangan iblis akan lepas. Seiring dengan lepasnya baju baju duniamu yang selama ini engkau pertahankan mati matian.

Ketika hidupmu hancur karena sihir, rumah tanggamu terancam kandas, bisnismu bangkrut, harga dirimu diinjak injak ya biarin saja. Lepaskan saja. Sebab itu semua bukan milik kita melainkan milik Allah semata mata. Biarkan saja lepas sebab syarat kembali kepada Allah memang harus melepas semua identitas keduniaan. Semakin wajah jiwamu menghadap Allah maka semakin longgar dirimu memegang dunia. Sampai pada akhirnya engkau lepaskan semuanya. Ketika semua identitas dunia yang membelenggu jiwa sudah engkau lepas maka saat itulah cahaya Allah yang akan mengisi ruang dalam jiwamu. Saat itulah engkau akan mengerti, "Oooalah ternyata...."

Jadi urutannya ruh (tiupan Allah) menyinari qalbumu. Sementara cahaya qalbu memantul ke jiwa yang sedang menghadap kepadanya. Jiwa yang disinari cahaya qalbu akan merasa sejuk, aman, nyaman, damai dan sejahtera. Bentuk kongkretnya adalah jwia merasa lapang, ikhlas dan ridho.

Akan tetapi jika sampai detik ini engkau masih kesulitan untuk melepas baju keduniaanmu alias jiwamu masih berontak terhadap takdir semoga Allah Yang Maha Luas ampunannya mengampuni saya, anda dan kita semua. Semoga sebesar atom perjuanganmu mengendalikan amarah, kesedihan dan kekecewaan akan bernilai nanti diakherat. Semoga Allah menyempurnakan satu atom keikhlasan terhadap ujian dengan rahmatNya yang tiada batas.

Dan bagi anda yang sampai detik ini masih asyik masyuk dengan bangsa jin alias iblis untuk melampiaskan nafsu semoga segera sadar. Janganlah sampai anda meninggal dunia masih menyatu dengan jin. Sebab akan menjadi penyesalan selama lamanya.

Siapa yang asyik masuk dengan Iblis? Yaitu mereka yang bercinta dengan setan untuk urusan santet, pelet, guna guna, gendam, teluh dll semoga segera bertaubat. Atau mereka yang bermesraan dengan jin untuk urusan penjagaan, penglarisan, pengobatan, kewibawaan, kesaktian, pengasihan dll semoga Allah memberikan petunjuk. Aamiin yaa robbal aalamiin.

Share ya?

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit 

Sumber ayat Al Quran web tafsirweb dll

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maafkan Pasangan dan Pelaku Dzalim Meski Tidak Masuk Akal

cara sembuh dari luka batin adalah berdamai dengan takdir maafkan orang lain. bagaimana bisa Maafkan Pasangan dan Pelaku Dzalim Meski Tidak ...